Sebenarnya lagi mau hunting reseptor, ehh ujung-ujungnya ngelirk blog jugaaak. Hadeuuuh, suseeeh nih yee kalo sudah internet addict. Haha. Habisnyaaa, tak ketemu reseptor yang diinginkan siih. Saking frustasinyaaa, stiap list friend di YM yang berlatar belakang pharmacist ditanyain, "eh tau gak, tau gak jenis reseptor berdasarkan strukturnya? Tau gak? Tau gak? Pliiissss...!" (lebay!). Kalo berdasarkan tranduksi sinyalnya udah, tapi berdasarkan strukturnya?? Hwaaa, kimed banget. Dong-dong aye...kalo sudah berkaitan dengan kimiaa medisinal. Hihi... Meski ini cuma buat pengantar dan sekedar tau doang dan juga nda spesifikasinya farklin, tetep ajah mesti tau dasar-dasarnya kan yah? Udaaah aaah, kalo mau ngomongin farmasi, di www.fathelvi.wordpress.com ajah deh, Fathel. Ini blog kan isinya curahan hati semuaa. Haha.
Hmm, sambil hunting, akhirnya nyasar juga aye ke dunia mayanya temen-temen, yaahh sekedar ingin tau kabar mereka tanpa harus bertanya via SMS, telpon dan sejenis dunia maya lainnya. Di jaman serba digital saat ini mah, untuk tau kabar cukup pencet tombol sahaja kan yah? hehe...
Kadang, ada jugak euy rasa-rasa emm..gimanaaaa geetooh yaaah, liyat kebahagiaan mereka. Waaahh, seneengnya jadi merekaaa. Senengnya bisa seperti itu. Senengnyaaaa.... Tapiii, tetep saja rumput tetangga terlihat lebih hijau, kan yah?
Di banyak waktu, kita sering termangu bahkan tergugu, lalu ingin merasakan kebahagiaan yang orang lain rasakan. Tapi kita melupakan satu hal, bahwa hidup itu--sebahagiaa apapun tampaknya--tetaplah berada pada dua sisi seperti mata uang. Ada kebahagiaan, sekaligus kesedihan. Ada permasalahan, sekaligus penyelesaian.
Begitulah...
Kadang kita mungkin merasa cemburu dengan kebahagian yang orang lain rasakan. Apalagi bisa jadi, itu adalah sesuatu yang sesungguhnya pernah kita impikan dulunya. Merasakan hal yang sama seperti yang yang mereka rasakan... Tapi, tetap saja...ada sesuatu yang tak seindah yang kita bayangkan. Tetap saja ada... Sekali lagi, sebab hidup itu sejatinya adalah perputaran antara kebahagiaan dan kesedihan...
Sekarang, come on Fathel!
Enjoy your life...
Yakinlah, bahwa jalan yang tengah kau tempuh, adalah sebaik-baik jalan yang telah ditetapkan-Nya...
Kebahagiaan dan kesedihan, tetaplah satu paket tak terpisahkan dalam hidupmu...
Sekarang hanayalah menyoal bagaimana kau men-setting dua hal saja : syukur dan sabar.
Dan inilah kunci terpenting dalam hidupmu...
So, Enjoy your life Fathel...and do your best...for Allah...
Ganbatte ne!
Kamis sebenarnya adalah waktu kuliah yang bener-bener full day! Dari jam 8 pagi hingga jam 6 sore. Tapi, karena jadwal kuliahnya masih labil dan galau (bukan hanya kita yang labil yaah, jadwal kuliah jugaaa, ahahaha...), akhirnya sehabis kuliah farmol, aku dan Sri memutuskan untuk caww sahaja ke perpus buat hunting jurnal (yaaahh, biasalaahh santapan lezaaat kita kan tugasss. Kan referensinya mestilah jurnah. So what gitu loh. Hahaha, gayaaah banget!). Kemudian, janjian ketemu Mba Indri. Tapiii, sayang sekali ndak ada Uni Nadra dan Mba Ratna. Jadi, nge-date Gang Anak Skolah nya jadi kurang serruu. Meski begitu, tetap ajah kita ketawa-ketiwi bahagiaaa. Hee...
Nah, akhirnya kita menikmati gerimis siang di rektorat dan menghabiskan sore di Detos. Hee... Refreshing plus nyari kado karena mba Indri mau ada acara tuker kado. Eeeh, rupanya ada Ayu Tingting lagi konser di sana. Hee... Ck..ck...ck..., waahh luar biasa deeh animo pengunjung buat motoin Ayu Ting-ting. Kira-kira, kalau Yusuf Al Qordhawy yang dateng, animo pengunjung masi seheboh itu kah? hehe...
Setelah puter-puter nyari kado ndak ketemu, akhirnya kita memutuskan untuk ke TM Bookstore ajah. Mana tau ketemu kado di sana. Hee... Alhamdulillaah, akhirnya kadonya nemu euy...
Jadiii, intinya ceritanya apaaah cobaa??
Haha, belooooooom... Itu masih prolognyaaa. Hihihi... Maap yaaah, prolognya kepanjangan!
Inti ceritanya adalah ketika di TM Bookstore, ketika melewati rak yang berisi kisah-kisah inspiratif. Akhir-akhir ini aku memang lebih menggandrungi kisah inspiratif ketimbang novel. Entah kenapa, dan entah oleh sebab apa, terjadi pergeseran minat itu. Hee...
Ah, sungguh, sebenarnya kisah-kisah kehidupan yang kemudian menjadi konsumsi orang banyak itu sebenarnya tiada lain adalah kisah-kisah keseharian yang juga sedikit banyaknya kita alami, kan yah? Apa yang mereka alami, mungkin juga pernah kita alami. Tapi, apa yang membedakannya? Bedanya adalah, mereka bersedia membaginya dengan banyak orang untuk kemudian meninggalkan pelajaran berharga bagi yang sempat membacanya. Agar kisah buruknya, tak dialami lagi oleh orang lain. Atau, agar kisah manisnya, menjadi ikutan bagi orang yang sempat menikmati bacaan itu...
Maka dari itu sahabat, sesungguhnya setiap diri kita unik. Setiap diri kita inspiratif! Jadi, mengapa tak mencoba berbagi hikmah dengan orang lain? Bisa jadi saja, apa yang kita anggap biasa-biasa saja, justru sesuatu yang sedang orang lain butuhkan. Jadi, mengapa tidak mencoba menuliskannya?
Jangan kahwatari jika tak bisa menembus mendia atau penerbit...
sekarang jaman mah udah canggih, say!
Ndak mesti lewat buku, jejaring maya pun bisa... Nge-blog pun bisaaa...
Jadiii, mari kita tuliskan kisah kita...
Agar ia tak hanya sekedar menjadi masa lalu,
tapi ada ibroh yang kita bawa... untuk pelajaran bagi kita di kemudian hari, bahkan bukan hanya untuk diri kita saja. Juga untuk orang-orang yang pernah menyinggahinya...
Heuu, sudah lama sebenarnya aku ingin menceritakan ini. . .
Tapi, selalu jejari ini tak mau berkompromi untuk menyentuh keyboard. Akhirnya, hari ini, detik ini, jejari ini mulai menyapa akrab si keyboard. Hee. . .
Aku dan Kak Luli. . .
Sesuatu hal yang menarik dari Kak Luli adalah. . . inspiratif. Apalagi, kita memiliki banyak minat yang sama! Bedanya, kak Luli adalah pelaku dan aku masihlah menjadi pengamat. Hihi...
Kak Luli adalah teman satu angkatanku, tapii kita beda peminatan saja di institusi pendidikannya. Jadi, hanya di matakuliah wajib saja kita ketemu. Tapi, di mata kuliah tanpa SKS, aku siiih sering ketemuuu kaka. Karena peminatan di mata kuliah kehidupannya samaaaaa. Ahaha... Jika udah punya waktu libur dikit ajah, pasti deh caww ke gang haji Attan, Pocin. hihi. . .
Hemm...sebenarnya (lagi-lagi) bukan kapasitasku untuk bercerita tentang ini... Hee... Lagi-lagi. Tapi, lagi-lagi juga aku pengin menceritakannya. Berharap, ini semua akan menjadi pelajaran bagiku, dan semoga juga bagimu. Apalagi, didukung dengan tendensiku terhadap dunia psikologi kali yah, hee... Yaaah, walaupun bukan kapabilitasku untuk menjelaskan segala sesuatu yang berbau psikologi (psikologi baunya apah coba? hihihi), tapii belajar psikologi juga bukan hanya untuk mahasiswa psikologi kan yah? Siapapun bole blajar, tho?!
Sebenarnya ini berangkat dari cerita-cerita teman-teman, sahabat-sahabatku yang bercerita kepadaku, baik yang kukenal langsung penampakannya, maupun yang tidak kukenal langsung penampakannya (berteman dalam duni maya, maksudnya. Hehe). Pake acara penampakan segalaaaa. Kaya makhluk halus ajah. Hee... Tapiii, kalau makhluk halus versi mikrobiolog kaya akuuu--hahaaa, gayaaa banget mikrobiolog! Padahal, juga nda kompeten, hihihi--makhluk halusnya adalah bakteri, hehehe. Dan seperti biasa, aku dengan senang hati menjadi "tong sampah" mereka. Tempat mereka mencurahkan segala uneg-unegnya. Yaah, bolehlaahh... Karena aku juga diuntungkan dari itu. Mengapa? Karena aku bisa belajar banyak dari mereka. Dan pelajaran ini bagiku sungguh berharga. Trima kasih yaah sudah curhat denganku... Semoga meringankan separuh bebanmu dan terima kasih juga atas pelajaran yang diam-diam aku petik. Hehe...
Hari ini aku putuskan untuk menghabiskan hari-hari di perpustakaan pusat. Yahh, bukan untuk mengunjungi ruang koleksi buku tentunya, hee (sesuatu yang amat jarang kulakukan setiap kali ke perpus #parah!). Heuu, kan jaman udah canggih. Beribu-ribu halaman buku sudah bisa di-press dalam satu benda yang bahkan beratnya tak sampai 5 kg. hee... #ngeles!
Berjalan sendiri, menikmati langkah sendiri, dan (alhamdulillah tidak ngobrol sendiri, hehe....). Dan inilah saat-saat yang melankolik dalam hidupku. Mencoba berdialog dengan hati, dalam kesendirian...
Berada di sini, berjalan di sini, dan menyudut di gedung ini sungguh bukan menjadi salah satu catatan cita yang kutulis 5 tahun silam. Tidak, tidak begini inginku dulunya... Tapi kemudian, mengapa menjadi begini, aku percaya, INI BUKANLAH SEBUAH KEBETULAN, apalagi iseng-iseng berhadiah (seperti jawaban sekenanya yang sering kulontarkan iseng-iseng, hee..).
Ada catatan takdir-Nya yang tengah kujalani. Aku di sini, menulis ini pun, semua telah tercatat di lauh mahfudz sana. Jadi, memanglah tak pernah ada kebetulan dalam hidup ini. Tak ada. Semuanya tak pernah luput dari-Nya, dari catatan takdir-Nya...
Ah, memang tak ada yang KEBETULAN. Jadi, tugasku adalah menjalankan setiap jenak-jenak yang bukan kebetulan itu dengan sebaik-baik ikhtiar, dengan sebaik-baik capaian, dengan upaya terbaik yang kupunya. Agar segala yang tak pernah kebetulan itu, juga adalah sebaik-baik capaian... Lalu, perkara hasil, biarlah menjadi urusan-Nya... Satu hal yang pasti, keputusan-Nya, tetap adalah sebaik-baik keputusan...
Menyendiri di ruang ini, kemudian juga mengingatkanku pada satu hal. Masih menyoal keberadaanku di sini, di ranah-ranah para penuntut ilmu. Bahwa, betapa manusia hanyalah tempat penuh keterbatasan. Ilmu yang manusia miliki hanyalah sebatas keterbatasan. Lantas, atas dasar apakah manusia pantas menyombongkan diri? Ah, tidak! Tak pernah ada alasan untuk itu... Tapi, dalam keterbatasan, bukan berarti berhenti untuk belajar... Bukan berarti berhenti hanya dengan apa yang ada... Percayalah, belajar itu adalah sesuatu yang tak pernah terbatas...
Okeh, semangat belajar, Fathel!
Do your best! Bukan obsesi menjadi yang "ter", tapi semangat untuk mempelajari ilmunya. Sekali lagi, ilmunya! Tidak harus menjadi yang "ter", tapi HARUS menjadi seorang PENUNTUT ilmu.
Tetap semangat!
![]() |
| Ikan Massss...ikan nilaaa |
Sudah hampir sebulan lamanya aku pengin sekali makan gulai kuniang ikan mas. Hwaaa, pokonya aku mau ikan mas, titik! (hehe, maksa banget!)
Berhubung pancingan di rumah sedang mengalami kerusakan berat (lebay!), akhirnya keinginan untuk memancing ikan nila dan kemudian membuat gulai kuning jadi tertunda. Mengendap berhari-hari.
Akhirnya, pada tanggal 9 Februari 2012 ba'da asyar, obesesi mendapatkan ikan mas mencapai puncaknya (jiyaahh, bahasanya lebay pisan!). Jadilah waktu itu, dengan alat pancing seadanya (darurat pula) dan juga dengan umpan goreng tahu balado (haha, umpannya goreng tahu... ternyata ikan-ikan itu menyukai goreng tahu balado. hihi), dimulailah proses pancing-memancing yang kata sebagian orang menyenangkan! Iyaa, menyenangkan sekali... Tentu saja. Apalagi kalo setiap kali si ikan itu melarikan umpan, adalah hal yang sangat menyenangkan untuk mengangkat pancingan dengan seekor ikan menggelepar-gelepar di ujungnya. Yihuiiii, menarik dan menyenangkan, alhamdulillaah.
Tapii, aku pengin ikan mas, bukan ikan nila kali ini. Aku pengin ikan mas, dan sangat berharap suatu ketika, ikan mas melarikan umpan. Hwaaaa,,,jleb..jleb...ikan mas warna orange keemasan itu bikin mata berbinar-binar.
Akhirnya, saat yang ditunggu pun tibaaa. Seekor ikan mas sebesar betis orang dewasa (orang dewasanya kurus apa gendut dulu niih? kan bedaaa.. hahaha... Yaaah, kira-kira berat 1 kilo lebih laah...) melarikan umpan. Hatiku gembira bukan main. Yihuiiii, alhamdulillaaah, akhirnya harapan itu terwujud jugaaa. Bayangan gulai kuning ikan menari-nari di pelupuk mata. Segera kutarik pancingan dan dengan segera pula membayangkan seekor ikan mas warna orens keemasan diujung tali pancingan. Tapiii, masya Allah, tak dinyana, pancingannya putus dan mata kailnya dilarikan sang ikan bersama umpan-umpannya.
Yaaaahhhh....
Aku kecewa bukan main. Harapanku gugur laiknya dedaunan tua jatuh dari pohonnya...
Akhirnya, aku mencoba memasang alat pancing (darurat)ku kembali, memasang mata kail nya, dan memulai memancing kembali. Masih dengan harapan agar suatu saat pancingannya mengenai ikan mas. Hwaaa, ikan maaaasss, kamu di mana siiiihh???
Aku pindah ke kolam satu. Sebelumnya aku memancing di kolam dua. Dan, tiba-tiba...seekor ikan mas dengan ukuran yang sama dengan ikan sebelumnya melarikan umpan. Hatiku menggelegak karena gembira. Alhamdulillaah, akhirnyaaa, aku bisa mendapatkan ikan mas lagi. Harapan itu masih ada! Harapan itu masih ada!
Kali ini aku menggunakan trik berbeda. Tidak langsung mengangkat pancingan melainkan mengikuti kemana si ikan itu pergi, sampai dia kelelahan sendiri. Tapii, tak dinyana, si ikan malah melarikan umpan jauh ke tengah kolam. Jadi, jika aku mengikuti si ikan, pastilah aku harus menyebur ke kolam, begitu pikirku kala itu. Aku lupa, bahwa aku sebenarnya bisa mengulur nilon tanpa harus nyebur. Aahh, sayang sekali ikannya begitu gesit melarikan umpan dan lagi-lagi kejadian pertama terulang kembali. Mata kailnya putus dilarikan ikan. Dan lagi-lagi, pupuslah harapan untuk mendapatkan si ikan mas. Beberapa jenak kemudian, adzan maghrib berkumandang dan tentu saja prosesi pancing memancing harus segera diakhiri...
![]() |
| saungguak ikan Nila |
Alhamdulillaah, meski harapan untuk mendapatkan ikan mas pupus, aku mengantongi 1,6 kg ikan nila. Alhamdulillaah, syukuri apa adanya... Setidaknya, 1,6 kg ikan nila itu telah cukup membuat senyum sumringah. Hehe...
Ada pelajaran yang iingin aku petik dari peristiwa ini....
Kadang kala, banyak dari harapan-harapan yang telah kita rajut hampir kita raih, bahkan mungkin kita meyakini bahwa itu dapat kita raih sebab ia sudah berada di depan mata...(seperti halnya ikan mas yang sudah termakan umpan dan hampir tiba di genggaman). Tapi, milik Allah-lah segala keputusan. Dalam sejenak, mungkin saja ia tak menjadi wujud nyata...
Maka, adalah hal yang terpenting, setelah ikhtiar sungguh-sungguh, menyerahkan segalanya pada Dia, Dzat yang jiwa kita ada dalam genggaman-Nya. Pada Dzat yang di tangan-Nya segala keputusan-keputusan atas diri kita. Dengan semikian, sungguh, kita takkan pernah kecewa dengan apapun yang terjadi dalam hidup kita...
Ah, hidup...
Sejatinya ia adalah ujian. Kesedihan itu adalah ujian. Tapi kesenangan juga adalah ujian. Kesempitan itu ujian. Tapi kelapangan juga adalah ujian. Kesusahan itu ujian. Tapi kebahagian juga adalah ujian. Sebab di banyak waktu; ujian kesenangan, kelapangan dan kebahagian justru lebih banyak membuat kita lena, lupa bersyukur, dan lupa bahwa ada Allah di balik segalanya. Sungguh, libatkanlah Dia di setiap jenak kehidupan kita... Dia.... cukuplah Dia saja...
Semoga ini semua jadi reminder, bagiku terutama, dan bagi kita semua...
Hai. . . . Hai. . . . Bloggie,,,Assalaaamu'alaykum!
Hari ini aku dari rumah sakit, Bloggie. Bukan lagi sakiiit. Tapi ngurusin surat keterangan sehat untuk STRA. Hanya saja, masi shock dan terkaget-kaget. . . Hihi. . .
Kaget napa, coba?
Masya Allah, alaaamaaakkk, berat badan nambah lagi cuy! Hadeeehh. . . . Sibuk bukannya malah bikin kurus, tapi malah sebaliknya. Heuu. . . . Tapi tak apalah. Itu karena aku bahagia. Hehe. Dan itu juga karena aku alhamdulillaah sihattt. . . . Alhamdulillaah, berasa sekali nikmatnya sehat. Maka nikmat Tuhan mana lagikah yang kau dustakan, Fathel?!
Hari ini ke rumah sakit. Bertemu teman-teman sejawat yang kebanyakan senior dan teman-temanku di farmasi. Hadeeehh,,, aku sudah dateng jam 8 kurang, Bloggie. Tapiii, belum tampak ada aktivitas2 administrasi. Nungguin para pegawainya sarapan dulu. Hadeehh. . . . Akhirnya, aku nungguuuuuuuuuu lamaaaa banget dehh (lebay! padahal nunggunya cuma 1 jam! hee). Untung aku bawa buku. Jadi ludes deh bukunya dibacain. Hee. . . .
(Deuhh, prolog nya ko puanjang bener yah?? hihi. . . . )
Uhmm,,, yang pengin aku ceritakan di sini adalah soal pilihan yang sedang aku pilih saat ini. Meskipun banyak yang menyokong dan men-support, tapi juga tak sedikit yang mempertanyakan. Halaaah, ngapain jugak kuliah lagi Fathel? Ngapain juga harus sekolah tinggi-tinggi. Pikirkan tuh masa depanmu. Nanti malah terlena loh.
![]() |
| Personel Sekolah Kitaaa....^^ |
Waahh, sudah hampir 1 bulan tidak sekolah. Aku kangeeen sekolah lagiii. Kangen sama Bu Kepala Sekolah Mba Indri, Kangen Sama Waka Kesiswaan Sri Wahyuni Dipiro, Kangen Sama Mba Ratna, Kangen Uni Nadra. Hwaaaa, aku kangen sekolah lagiiii.....
Maafkan Akuuu Bu Kepsek, aku sering jadi murid yang bawel, selalu datang sekolah terlambat. Uhuhu...
________________________
![]() |
| jalan2 menuju hutan |
![]() |
| Mawar di Tengah Hutan |
Assalaamu'alaykum Bloggie Saiaaank...
Dengan dipenuhi rasa bersalah, akhirnya aku mencoba kembali menulisimu...
Huwaaaah, bloggieee, rasanya beberapa bulan terakhir ini mandeg bangeeet akuuuh... Tolooong....
Bahkan ketika koneksi internet lancar-lancar sahaja, aku justru tak bisa menuliskannyaaa....
Hwaaaa, sekali lagi, toloooooooooong... :)
Hehe,,,
Tapi, sudahlah Bloggie...
Aku hanya sedang menikmati menjadi aku yang sekarang (jadi, aku yg dulu bagemana? ihihi...).
Aku yang sekarang, tentu tak lagi sama dengan aku yang dulu. Setelah sempat terpuruk...lalu bangkit....terpuruk lagi....dan sekarang bangkit lagi! (hayoo, semangattt wahai diriku!).
Banyak dari kisah-kisah perjalanan yang luput dai catatan...
Tapi biarlah, setidaknya aku juga sedang belajar hal yang lain. Hee...






