Living in Riyadh [part 15]: Pindah ke Villa

Hmmm... begini ceritanya, teman.
Setelah hampir 3 tahun jadi penghuni apartemen furnished, akhirnya kita memutuskan untuk move on. Pindah ke villa. Hahay, tinggal di villaaaa??
Please jangan salah tanggap dulu. Istilah villa di sini sama dengan rumah (kontrakan) kalau di Indonesia. Yaa, akhirnya kita memutuskan untuk ngontrak rumah (tinggal di villa). Sebagai sedikit gambaran, beberapa jenis tempat tinggal di sini; ada furnished apartemen di mana kita tinggal bawa diri (dan juga baju2 tentunya, hhehe) dan semua perlengkapan sudah tersedia (bedroom set, kitchen set, sofa dll). Termasuk alat elektronik seperti kompor, kulkas, dan mesin cuci. Lalu, kedua non furnished apartemen. Apartemen juga tapi kosongan, jadi kudu beli sendiri segenap isinya. Apartemen ini (baik yang furnished maupun non furnished) tersedia harist/penjaga yang available 24 jam. Bisa dimintai tolong beliin air galon, gantiin gas dll. Ketiga suqoq di suatu imarah. Yang ini dibilang apartemen juga nda tapi villa juga nda. Jadi ada satu gedung (imarah) berisikan suqoq (rumah) githu. Satu imarah bisa terdiri 15-20 suqoq. Tapi nda ada harist nya. Trus yang terakhir villa. Villa ini adalah rumah. Rumahnya orang saudi itu dikenal dengan istilah villa. Dan biasanya sebagian merek kontrakan. Sama seperti kita ngontrak rumah kalau di indonesia. Villa nya orang Saudi ini beusaaaaaarrr bangeeet. Apalagi rumah jadul. Besaaar sangat laaah. Satu kamar tidur aja ukurannya bisa 5x7 meter (35 meter square). Ini satu kamar lhooo... Padahal di indonesia ada satu rumah yang ukurannya 36 meter square kan yaaa? Makin ke sini, villa nda segede itu lagi. Udah menyesuaikan kayaknya ukurannya sama rumah-rumah yang tersebar di seluruh penjuru dunia (emang ada standarnya gituh Fathel? :P). Yaaa, kamarnya ukuran 3x3,5 meter misalnya. Ukuran yang biasa kan kalo di indo mah.


Perbedaan villa dengan rumah di indonesia adalah karakteristik bangunannya. Kalau di indonesia, 1 rumah itu yaa 1 unit aja. Jika bertingkat 2, maka rumahnya umumnya terintegrasi dengan ruang di lantai 1. Naah, kalo villa itu beda. Satu villaa, umumnya terdiri dari 3 lantai. Satu lantai dasar (ground floor), lantai 1, dan roof top (lantai 2). Masing-masingnya terpisah dan tidak terintegrasi antar lantainya kecuali memang rumah tersebut dirancang berlantai 2 untuk 1 hunian/unit. Tapi jarang2 siy. Mostly 1 lantai itu 1-2 unit rumah. Lantai atas/roof top biasanya memiliki sutuh (semacam halaman kecil yang memungkinkan anak untuk main seperti bersepeda, atau bisa buat barbeque an, bikin tenda dll. Intinya terbuka ke alam bebas deeh. Kelebihannya, anak punya arena bermain yang terbuka dan di segi harga biasanya lebih murah. Kekurangannya, di lantai 3, jadi lumayan capek naik tangga. Trus, kalau ada badai pasir, rempooong banget ngebersihinnya. Secara, di saudi sering banget badai pasir. Trus, jika musim panas, berasa panas bangeeet, dan musim dingin berasa dingin banget. Kalau sutuhnya bukan sutuh private, semakin rempong lagi deeh kalo punya tetangga yang kurang baik. Bisa aja mereka menumpuk barang di sutuh kita dan sutuh itu bakalan jadi gudang deh. Hiks... Sebagian villa yang rooftop ukurannya lebih kecil dari pada first floor dan GF karena space nya dijadikan sutuh.
Secara harga kalau kita tinggal di villa, biasanya ground floor paling mahal. Makin ke atas makin murah. Jadi, seperti yang aku bilang tadi, rooftop itu paling murah sewanya. Selisih harganya berkisar 1000-3000 SR.

Enaknya tinggal di apartemen yang furnished adalah kita nda perlu repot beli-beli household, furniture karena semuanya telah tersedia. Kita juga bayarnya perbulan jadi nda begitu berasa di banding kita mesti bayar pertahun. Tapi, kekurangannya adalah di segi harga akan lebih mahal. Karena, untuk apartemen furnished yang hanya memiliki 1 kamar, 1 dapur dan 1 ruang tamu, dan 1 kamar mandi, harganya sebanding dengan villa yang memiliki 2 2-3 kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 majlis (ruang keluarga) dan 1 ruang tamu, serta dapur. Jauh kaan bedanya? Cuma, repotnya kita mesti hunting barang sendiri dan bayarnya sekaligus kan yaa (bisa per 6 bulan atau pertahun). Jadi untuk tahap awal, kita bakalan jor-joran dan bakalan banyaaak pengeluarannya.


Kita masi betah di apartemen yang furnished karena ukurannya kan cukuplah buat keluarga kecil dengan satu anak. Terutamanya, nda repooott buat hunting-hunting barang lagi. Ngebayanginnya aja reepooott apalagi ngejalaninnya. Maklum, kita suka yang praktis ehehe.
Naah, berhubung Imore family in shaa Allah akan nambah lagi satu, akhirnya kita memutuskan untuk move on dan mulai meng-hunting villa.


Oh iyaa, nyewa rumah di sini nda kayak di indonesia. Kalo di indo, kita biasanya kan ketemu langsung sama pemilik trus deal deh kalo cocok. Kalau di sini, penyewaan rumah di serahkan ke maktab/kantor aqari gitu. Jadi, pemilik rumah menyerahkan sepenuhnya sama aqari untuk mengurus segala sesuatu terkait pengontrakan rumah. Kita (sebagai penyewa) hanya perlu datang ke aqari, sebutkan spesifikasi villa yang kita mau, lalu nanti orang aqari nya yang akan menunjukkan rumah tersebut kepada kita. Kita bayar sewanya juga ke aqarinya saja, bukan ke pemiliknya. Nanti urusan pemilik sama aqari lagi ajah...


In shaa Allah bersambung ke cerita berikutnya
Read More

Mabruuk Our Atlet ^^

Aku dan Suami memiliki hobby yang sangat berbeda. Hihi... :D
Aku suka segala sesuatu tentang fotografi dan design plus crafting. Sedangkan Abu Aafiya senangnya segala sesuatu tentang olahraga; terutama futsal dan badminton.
Aku suka jalan-jalan (di mall, wkwkwkwk :P) dan Abu Aafiya suka ngadem di rumah sahaja.
Tapi, kita sama-sama punya ketidaksukaan yang sama yaitu nonton (kecuali tontonan tertentu sahaja).

Alhamdulillaah, perbedaan hobby ini membuat kita lebih "kaya". Dulu, mana pernah aku tau nama-nama atlet badminton dan nama pemain sepak bola. Dulu, mana pernah kepikiran masuk ke toko olah raga. Sekarang, sedikit banyaknya jadi taulah nama-nama tokoh olah raga dan.... jadi suka main ke toko olah raga. Hihihi... Tujuannya nda jauh-jauh siy, nyari sepatu cewe yang okepunya ama ransel cakeeep (dan lagi diskon wkwkwkwkwk), di mana Abu Aafiya lebih senang melihat raket badminton dan sepatu
Perbedaan hobby ini membuat kita jadi saling menghargai dan juga saling support tentunya... ;)
Walau kadang juga manyuun siiy pas Abu Aafiya berangkat badminton... xixixixi... Apalagi kalo sampai 3x dalam seminggu...

Hobby itu, sepertinya mengandung zat endorphin yaa. Meski melelahkan tapi sangat menyenangkan. Maka nda heran ketika panas-panas terik (suhu 48 derjat celcius), di tengah siang bolong, teteeup aja Abu Aafiya main badminton nda pernah absen. Hihi.. Daaan pulangnya kayak abis mandi hujan. Iya sih, hujan keringat maksudnya. Hehe... But, I'm totally support, in shaa Allah... ;)

Panjang banget mukaddimahnya, hihi..
jadi ceritanya di bulan agustus (apa karena perayaan hut RI yak) ada turnamen badminton yang diadakan oleh orang-orang Indonesia di Riyadh, bertempat di SIR (sekolah indonesia riyadh). Abu Aafiya diundang ikutan turnamennya. Setelah beberapa kali bertanding, akhirnya sampailah suamiku tercinta di garis final daaan alhamdulillaah akhirnya berhasil membawa pulang sebuah tablet sebagai peringkat kedua... Hadiahnya disponsori oleh Indomie Saudi. Mabruuuk our Atlet. We really proud of you <3 <3 <3

Emak Aafiya tentunya nda ikutan ngasi support jadi cheersleader di lapangan. Hehehe...\
Jangan bayangkan kayak di Indonesia yaa. Hihi.. Di sini, wanita tidak boleh berada di tempat campur baur seperti narena olahraga badminton atau yang lainnya. Jadi, ga bakalan ketemu deeeh sama penonton wanita. Jika saja ketahuan sama muttawa (polisi syari'ah), bisa ditangkap tuuh. Minimal kenak tegur deeh. Heuu... Kecuali kalo pertandingan dilakukan di istiraha kali yaa...
hadiah juara 2 lomba badminton. Mabruuk Our atleet...

Tetap semangaat, Cintaaaah..
Love you more...
Read More

Tasreeh Cancellation

Ini adalah kelanjutan kisah dari yang sebelumnya. Postingan tentang berangkat hajj dari Saudi.
Sebagaimana yang sudah aku ceritakan sebelumnya, bahwasannya kita memang merencanakan untuk berangkat Hajj tahun ini. Segala persiapan telah dilakukan, perijinan/hajj permit dari kantor Abu Aafiya, persiapan di sisi financialnya, menghubungi ummahat yang menyediakan jasa penitipan anak dari jauh-jauh hari malah, biar nda di tag ama yang lain :D, minjem kursi roda jika sekiranya dibutuhkan, maupun perisapan lainnya (baca bukunnya yang masi kurang nih akuu hehe). Kita juga sudah mendaftar hajj via salah satu hamla Indonesia. Daaan, aku juga telah menyapih Aafiya untuk alasan ini karena berpisah kurang lebih 10 hari, dan mungkin akan berat untuk langsung tiba-tiba berhenti nenen bagi Aafiya jika tidak disapih, apalagi untuk pertama kalinya jauh dari ayah dan bundanya. Kita memang tidak berencana membawa Aafiya karena kurang memungkinkan untuk kami membawa anak dengan kondisi aku sedang (alhamdulillaah) hamil trimester ketiga anak kedua kami in shaa Allah...

lebih kurang begini penampakan status Hajj permit yang bisa langsung di download dan di print dari website kementrian dalam negeri. Nah, jika seperti ini, berarti kita sudah memiliki tasreeh dan bisa berhaji secara legal.

Tapi, qadarullaah, ternyata Abu Aafiya di detik-detik terakhir (bahkan ketika Hajj permit aku sudah keluar, yang itu artinya secara legal aku sudah berhak untuk berangkat haji tahun ini), kantor Abu Aafiya membatalkan ijin hajian dengan alasan yang berkaitan dengan perusahaan. Aku langsung galauu dongs. Terutama berkaitan dengan Hajj Permit. Sebab jika aku sudah memiliki Hajj Permit, artinya aku bakalan menjadi non-eligible untuk melaksanakan haji 5 tahun ke depan. Jika aku tidak berangkat haji (dengan status sudah memiliki hajj permit/tasreeh) tahun ini, maka pupuslah harapan untuk bisa berangkat haji tahun depan (dalam 5 tahun ke depan). Aku search2 ternyata nda banyak (bahkan nda ada artikel) yang bercerita tentang proses pembatalan ini. Ada satu web, tapi itu hajian tahun 2012 dan link nya sudah tidak aktif lagi.

Pilihannya, jika tasreeh tidak bisa dicancel adalah, aku harus berangkat sendiri. Dan itu kita masih nda ngerti persyaratannya seperti apa karena adanya mahrom adalah mandatory untuk pelaksanaan haji bagi wanita di sini. Selain itu, aku (seperti yang sudah dibilang di atas) dalam kondisi hamil trimester ke-3 (jalan 8 bulan) yang membuat aku sepertinya sulit untuk berangkat haji sendiri tanpa suami. Bisa mungkin dipaksakan, tapi terlalu hi-risk. Sebenarnya, in shaa Allah hamil besar (bukan dekat melahirkan) bukan halangan untuk berangkat haji. Toh, ada shahabiyah yang berangkat haji bahkan di usia kehamilan 9 bulan. Di tahun-tahun sebelumnya, banyak juga wanita yang berangkat haji dengan kondisi hamil tua. Nah, yang menjadi permasalahan adalah mahram.

capturan pelajaran dirasaat di sekolah daar adh dhikr bab Hajj tentang syarat wajib haji. Bagi seorang muslimah/wanita, syarat wajib haji adalah adanya mahram. Jadi, jika belum ada mahram, belum wajib haji. Menurut mazhab syafii diperbolehkan wanita safar untuk hajj tanpa mahram, tapi khusus untuk haji saja. allahu'alam. Correct me if i'm wrong.
Nah, begitulah kira-kira kondisinya. Akhirnya kita memilih langkah untuk men-cancel tasreeh yang ternyata tidak mudah. Prosesnya cukup lama. Emak Aafiya galauu tiga kali sehari ngecek web MOI, dan masih ada tasreehnyaa... heuheu... Harapannya, dengan di-cancel, semoga tahun depan (in shaa Allah jika masih ada umur dan kesempatan -aamiin yaa Allah-) kita bisa eligible untuk melaksanakan haji. Hadeuuh, kalau sampai 5 tahun lagi... Nda tau deeh apakah masih di Saudi apa nda.


Hari ini, alhamdulillaah pas nge-cek web MOI, tasreeh nya sudah ter-cancel. Alhamdulillah. Meskipun belum bisa hajj tahun ini, mudah-mudahan tahun depan tidak ada halangan lagi. Setidaknya nda harus menunggu 5 tahun lagi. Qadarullah. Mudah-mudahan ini yang terbaik dari Allah. Allah Maha Mengetahui segala kondisi hamba-Nya. Mungkin menurut-Nya, dengan kondisi aku sekarang, belum saatnya untuk berangkat menunaikan rukun islam ke-5.

Nah, bagi yang mengalami nasib tidak jadi berangkat haji tapi sudah mendaftar (khusus yang berangkat dari Saudi), aku mau share berdasarkan pengalaman kami ini. Jika sudah memperoleh hajj permit/tasreeh, kita harus benar-benar make sure sama agency nya bahwa kita ingin meng-cancel tasreeh dari sistem. Jangan hanya sekedar bilang batal berangkat trus minta kembaliin uang hajj nya :D. Karena, kita tidak hanya kehilangan kesempatan hajj 5 tahun ke depan, tapi tasreeh yang kita juga sangat rentan digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Oke, kita tsiqoh kepada hamlanya, tapi proses penerbitan tasreeh ini melibatkan banyak pihak selain hamla. Karena, membiarkan tasreeh kita begitu saja, bisa saja menempatkan kita pada posisi berbahaya, misal jika pada check point ternyata kebetulan orang yang megang tasreeh kita yang kena check. Kita bisa kena imbas yang besar kan yaa meskipun sebenarnya itu bukan salah kita... Ga tanggung-tangggung. Deportasi. Na'udzubillah... Jadi, kita mesti pastikan bahwa tasrih kita sudah tidak ada lagi di MOI.


Jika kita mendaftar haji secara mandiri, in shaa Allah proses pembatalannya lebih mudah. Tidak rumit. Tapi, jika via hamla, maka rangkaiannya akan panjaang. we have to make sure the cancellation already done. Nda apa nyinyir and bawel dikit ngingetin hamlanya. Xixixixi...

Read More

Berangkat Haji dari Saudi

Beberapa pertanyaan yang sering terlontar oleh orang-orang ketika aku bilang bahwa aku berdomisili di Saudi adalah,
"Sudah berangkat haji belum?"
"Enak yaaa, berangkat haji dari sana bisa tiap tahun yaa?"
"Kalau haji dari Saudi, ga perlu bayar yaa?"

Menurutku, semua pertanyaan itu wajar adanya mengingat sudah di Saudi sekalian. Mestinya hajiannya gampang. Nda kayak dari Indonesia, yang hajiannya ngantri bisa sampai 10 tahun lagi. Ya, alhamdulillaah memang nda sesulit dari Indonesia, tapi juga tidak semudah yang orang-orang pikirkan.

"Sudah berangkat haji belum?"
Ada yang sudah bertahun-tahun di sini, tapi belum haji, tapi ada juga yang belum setahun di sini sudah dapat kesempatan untuk hajian. Even orang Saudi asli pun, ternyata banyak yang belum hajian juga meskipun sudah usia 30-an.
Jika pertanyaannya diajukan kepadaku;
Maka jawaban aku adalah belum.
Tahun pertama di Saudi, aku sedang hamil besar (sudah mendekati due date), dan nyatanya Aafiya lahir beberapa hari setelah prosesi hajian. Dan lagi, suami juga belum dapat ijin dari kantor untuk hajian.
Tahun kedua, (lagi) suami sebagai mahrom belum dapat hajj permit dari kantor, berhubung suami bekerja di bidang telco yang memang lagi padat-padatnya jadwal kerja pas Hajj Sesion (nda seperti yang bekerja di bidang lainnya yang justru pas Hajj Session dapat libur panjaaang).
Tahun ketiga, finally kita memutuskan untuk hajian di tahun ketiga ini. Semua sudah direncanakan dengan matang. Tapi qadarullah, Allah berkehendak lain. In shaa Allah akan aku ceritakan di next posting yaa... ;)

"Enak yaaa, berangkat haji dari sana bisa tiap tahun yaa?"
Nope. Meskipun berdomisili di Saudi dan bahkan orang Saudi asli sekalipun, jatah hajian hanya diperbolehkan sekali 5 tahun kecuali jika ada case menemani mahrom. Maka, in shaa Allah akan keluar ijin hajj nya. Karena salah stau syarat wajib haji adalah adanya mahram yang menemani. Bahkan ada kabar juga (need to confirm), jika hajian tanpa mahram, didenda 50.000 SR (senilai 175juta rupiah).
Dahulu, sebelum ada pembangunan besar-besaran di masjidil haram dan adanya pendaftaran haji secara online bagi pemegang resident permit Saudi, orang-orang bisa aja haji tiap tahun. Pemeriksaannya tidak ketat. Tapi, semenjak tahun 2012, untuk menghindari overflow orang-orang di tanah haram, pemerintah menerapkan sistem yang sangat ketat soal hajian. Hanya yang mempunyai tasreeh/hajj permit saja yang diijinkan masuk ke tanah haram Makkah Al Mukarramah. Jika kedapatan haji secara ilegal (tidak memiliki hajj permit/tasreeh), resikonya sangat sangat besaaar. Bagi oarng saudi asli, tidak akan diijinkan memasuki tanah haram sampai beberapa tahun ke depan. Dan bagi ekspatriat, akan dideportasi dan tidak diijinkan travel ke Saudi dengan alasan apapun sampai 10 tahun ke depan. Jadiii, kalo mau haji secara 'ilegal' alias datang ke Makkah tanpa hajj permit selama prosesi hajian, siap-siap dengan resiko yang sangat besar.


"Kalau haji dari Saudi, ga perlu bayar yaa?"
Nope. Hajj dari Saudi sama seperti hajj dari negara lain, harus bayar juga. Biayanya tergantung reservation packages yang kita pilih ketika kita mendaftar hajian secara online. Bisa juga kita mendaftar via Hajj and Umra Travel Agent, tapi secara harga lebih mahal dari range yang ditetapkan oleh pemerintah. Biaya hajian tahun 2016 ini range nya adalah dari SR 3000-SR 11000 lebih (sekitar 10 jutaan lebih sampai 37 juta-an). Tergantung fasilitasnya yang akan kita peroleh, jarak dengan jamarat (tempat melontar jumrah), fasilitas kereta dari mina (fasilitas kereta ini biasanya hanya dimiliki oleh orang-orang yang berangkat haji dari Saudi dan sekitarnya dan itupun tidak semua, tergantung packages juga).
Kebanyakan orang Indonesia di sini, tidak mendaftar haji secara langsung melainkan mendaftar via Hamla (Travel agent untuk haji dan umrah). Semua diurus oleh Hamla, jadi kita tidak perlu repot mendaftar online atau memilih syarikah penyelenggara hajj). Malaysia juga punya hamla (Sebagian orang Indonesia ada yang mendaftar hajj via hamla Malaysia). Teman-teman Pakistan (dapat info dari grup sekolahku, Daar Adh Dhikr, juga punya hamla khusus hajian). Biaya hajian jika kita ikut hamla Indonesia tahun ini (2016) berkisar mulai dari harga 21juta-an hingga 23jt an. Dan hamla malaysia sekitar 30-an juta lebih.


In shaa Allah bersambung ke cerita berikutnya ^_^
Read More

Nasib Sekotak Rempah-Rempah

Pas lagi beberes di dapur, tetiba Aafiya mencoba membuka kulkas, meraih isinya, daaan...
"Braaak..." Sekotak rempah-rempah persediaan bumbu buat sepekan jatuh berserakan di lantai.
"Ya Salaam, shalihah bunda!!!" Aku spontan setengah berteriak. Speechless. Kebayang itu si rempah-rempah penuh perjuangan untuk menguleknya (meskipun menggunakan food processor, tapi ngirisnya dan merajangnya menjadi potongan kecil-kecil kan butuh perjuangan juga). Apalagi untuk emak Aafiya yang memang tidak terlalu hobby menghabiskan waktu di dapur. Heuuu...
Dengan polosnya Aafiya bilang, "tumpaaah..." Wajah innocentnya bikin emaknya cuma bilang, "tumpah ya nak, yuk kita bersihin." Berhubung Aafiya nda sengaja menumpahkannya, emaknya masi legowo dan tidak esmosi. Hihi...

Sembari membersihkan sisa rempah yang berserakan di lantai, terjadi kejadian kedua. Sebotol susu cokelat juga  sdah berserakan di lantai dan sedang dimain-mainkan Aafiya. Kali ini rmak Aafiya cukup "tersulut" esmosinya hihi. "Aafiyaaaa... Udahan buka-buka kulkasnya yaaa. Mana tangannya? Yuk bersihin!" Sebelum tangan mungil itu mendarat di mulutnya, emak Aafiya buru-buru ngelap.
Padahal tadinya udah kebayang-bayang di benak, setelah bersihin si rempah-rempah ini, mau menikmati si susu coklat ituuh. Hiks...



Ya, begitulah yang namanya rejeki (rizki).
Jika Allah takdirkan sampai di tangan, maka apapun rintangannya akan tetap dapat dinikmati. Tapi, jika bukan takdirnya menjadi milik kita, sudah di tangan sekalipun akan terlepas.
Ada banyak hal yang sesungguhnya "sekedar lewat" saja di tangan kita. Bukan untuk kita. Tapi hanya mampir sejenak di tangan kita.


Sering kali, kecintaan kita pada dunia membuat kita terlena. Tak ingin rugi sedikitpun. Padahal kerugian yang sesungguhnya adalah ketika kita jauh dari-Nya. Astaghfirullaah... Astaghfirullaah... Mungkin karena kecintaan pada dunia itulah yang membuat kita semakin jauh dari-Nya. Astaghfirullaah... Astaghfirullaah...


Ah, harta dunia ini hanyalah sementara, duhai diri. Jika memang ditakdirkan menjadi rizki, sungguh ia takkan bisa dicegah oleh sesiapapun sebesar apapun upayanya. Sebaliknya, jika Allah takdirkan bukan rizki, sekuat apapun upaya, takkan pernah jadi milikmu, wahai diri.
Jangan, jangan, sungguh jangan engkau letakkan dunia di hatimu, wahai diri. Dunia cukuplah di dalam genggaman dan letakkan akhirat di hati. Itulah kemenangan dan keuntungan yang sesungguhnya.


Segeralah berbenah wahai diri.
Sebelum segala kefanaan dan kesementaraan ini berakhir dan engkau masih berniat untuk bertaubat. Masih berniat dan belum menyelenggarakannya.
Bersegaralah wahai diri. Sebelum engkau terlambat, dan penyesalan itu jauh melewati dimensi kesementaraan dunia; na'udzubillah...
Read More

Yang Tak Terlupakan di DMC

Okeh, mari bercerita yang ringan-ringan sahaja... Hehe...
Ceritanya, emak Aafiya lagi searching-searching tempat jualan peralatan craft di Riyadh. Susaaah banget nemu toko perlatan craft baik online maupun offline yang memang sesuai dengan yang diinginkan. Akhirnya ada satu blog expatriate yang bercerita tentang artworld around Riyadh yaitu DMC artstore ini. Senaaaang, exciteeed dan penuh semangaaat deh ngajakin Abu Aafiya ke sana. Kita plan lah untuk ke DMC ini. Dan week end ini adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi DMC.


Oh iya, sedikit perkenalan; DMC sendiri berbasis di newyork. Dan katanya sih sejauh ini produk kluaran DMC terutama needlework merupakan benang yang termasuk berkualitas bagus around the world. Nah, ternyata salah satu cabangnya ada di Riyadh. Tepatnya di dekat Akaria Compound. Pusat kotanya Riyadh banget. Mirip-mirip daerah Sudirman nya jakarta kalo kita bilang. Gedung-gedung menjulang, pusat perbelanjaaan dsb. Dan sekaligus paling malas untuk dikunjungi juga kecuali memang benar-benar ada alasan untuk mengunjunginya. Kalau sekedar hang out mah, malah bikin tambah puyeng dengan kemacetannya yang parah (ga separah jakarta siy). Hhee... Apalagi adanya pembangunan MRT sepenuh kota riyadh dan banyaknya detour-detour di jalan. Fiuuufttt banget deeh... Subhanallah...


Pas masuk DMC, kayaknya cuma ada 2 pengunjung. Kami dan satu orang wanita. Sepi. Yang bikin excited adalah... Wooww ma shaa Allah smua yang aku hiring ternyata tersedia lengkap di DMC. Sebut apa saja yang aku inginkan (yang selama ini butuh 'import' dari Indonesia, semuanya tersedia lengkap kap kap... Ma shaa Allah...


Tapiiiiiii... Hiks... (Ada tapinya)...
Harga-harga di DMC ini benar-benar selangitttt biruu deeeh... Kayaknya lebih dari 10 kali lipat harga-harga dengan kualitas yang sama barang di Indonesia.
Ada yang lucu ketika kita tanya harga kulit sintetis di sana. Penjaga tokonya jawab harganya 150 sr. Trus kita bilang, kita nda nanya harga segulungan/roll koq, kita cuma nanya harga semeter berapa. Ehh ternyata beneran 150 SAR. Ihiks... Semeter 500ribu??? Kulit sintetis lagi! Masi mending kalo top grain leather alias kulit asli yang paling bagus kualitasnya. Padahal dengan bahan yang sama di Indonesia (pas ceki2 online shop) harganya cuma 50ribu rupiah permeter. Tuh kaaan 10 kali lipaat. Ogah aahh beli bahan segitu. Mending beli tas jadi ajah. Udah dapet tas yang cakep. Xixixixi... Trus fabric, sepertinya bahannya dari linen. Tau nda harganya semeter berapa? 250 SAR!!! Itu setara dengan 900rb lho. Padahal di Indonesia, linen semeter dapet 180ribuan dengan motif yang lebih cakep2. Lagian 900rb udah dapet gamis yang bagus kalii dan bikin gamis nda mungkin kan dengan semeter kain doang. Ckckckck... Geleng-geleng dah.


Yaah begitulah kalo menjadi satu-satunya toko yang mendominasi yak. No another choice so we have to buy if we need. Kalo buat sekedr hobby siy masi acceptable lah beberapa properti craft nya. Tapi kalo untuk keperluan usaha kayaknya nda worth it sama sekali!! Mau dijual berapaaa??? Ya nda siiiy? Hehe...

Meskipun excited di DMC, tapi emak Aafiya nda ingin ke sana untuk kedua kalinya. Hihi... Mending import dari endonesiaaah tercintaah...
Kesimpulannya: indonesia adalah surga para crafter 😉


Oh iya aku cuma beli velcro, buckles, ram utk jahit sama d-ring di DMC. Lumayan dari pada manyun. Xixixi...
Alhamdulillaah 'ala kulli haal...

Read More

Sewing Project: Organizer Insert Bag

organizing insert bag

Ini just trial aja sih, beberapa waktu yang lalu (sudah agak lama dibikinnya). Ceritanya kalo yg dulu itu buat keperluan emak-emak yang bawa baby. Nah kalo yang ini, buat emak-emak yang nda pengen rempong bawa2 sesuatu kalo mau ganti2 tas. Tapi karena bikinnya nda pakek tutorial dan cuma pakek sense of kirologi,jdnya hasilnya masi acak-acakan beginiih... Hehehe



Pelajaran berharga: jangan pernah mengabaikan tutorial (apalagi sebagai pemula) dan jangan malas mengukur :P



#Dahh gitu ajah siy
#Dibuang sayang :P
#ini sebenernya bukan belajar jait kayaknya tp belajar poto :P

penampakan sisi 1

penampakan sisi 2

Read More

A Masterpiece Sewing Project

special for Aafiya
Setiap karya pasti ada masterpiece nya kan yaaa... Daaaan, mari aku perkenalkan karya masterpice ku; Tiny Rucksack for my little princess... Hihi karya masterpiece ku bukanlah karya yang benar-benar sangat waaaahhh banget. Simple, sederhana sahaja... Tapi Ini karya yang sangat berkesan bagi aku. Setidaknya sepanjang "seumuran jagung" proses belajarku dalam hal jahit-menjahit (selama 7 bulan terakhir ini...).

Berawal dari membuat tas yang model sling tapi benar-benar GAGAL TOTAL. Hiks... (Alhamdulillaah 'ala lkulli haal). Semuanya menjadi pelajaran berharga.
Nah, si tas sling bag ini bener-bener jadi mood killer banget karena penampakannya yang "menyeramkan" alias sangat tidak enak dipandang... xixixixi... JAdilah itu tas setengah jadi cuma dianggurin selama hampir 2 bulan karena sudah nda ada mood untuk melanjutkan. Sebenarnya tinggal menyelesaikan bagian lining nya ajah siy. Kalo dikerjakan paling cuma 30 menit sampai 1 jam an juga kelar. Tapi, ternyata aku bener-bener mood depending yak >.<


Karena masih nda sreg, akhirnya aku putuskan untuk MENGGUNTING tas itu :D
Daaaan, sebagai tujuan utamanyanya adalah "menyulapnya" jadi tas Aafiya. Dan ransel menjadi pilihan. Sebelumnya, aku belajar beberapa tutorial pembuatan ransel. Hanya saja, karena keterbatasan bahan utama yang cuma seukuran totebag, emak Aafiya mesti cari akal untuk me-utilisasi bahan yang ada plus berimprovisasi dengan bahan lainnya yang tersedia.


Akhirnya, tanpa mengukur pola, tanpa nyontek tutorial, dan hanya mengandalkan sense of kirologi, jadilah si tas ini. Desainnya juga ngarang abis. Tapi, alhamdulillaah.... ternyata hal sederhana ini menjadi "batu loncatan" bagi emak Aafiya dan jadi starting point untuk bisa membuat ransel dengan sebenar-benar ransel... Xixixi (memangnya ada ransel jadi-jadian Fathel? :P)
Ini juga yang kemudian menjadi "loading dose" untuk menginisiasi pembuatan ransel berikutnya (kisahnya ada di sini)


Alhamdulillaah senang sekali rasanya bisa membuat ransel mini ini. Anaknya juga alhamdulillah senang. Begitu jadi, dipake ke mana-mana sampai nda mau dilepas ehehehe. Tapi, setelah itu disimpen dulu karena talinya masih little bit kepanjangan. Waktu itu belum ada ring jalan untuk ukuran tali segini karena mesti nunggu import dari Indonesia...


Pelajaran berharganya bagiku: Kadang dari kegagalan itulah justru yang menginisiasi sebuah kesuksesan. ALhamdulillah, setiap step-stepnya menjadi pelajaran berharga untuk proses-proses selanjutnya...


Semangat berkarya, Emak Aafiya ^___^
talinya lagi dipendekkin berhubung belum ada ring jalannya... mesti pesan di indonesia ukuran Aafiya >.<

susah ngambil fotonya, anaknya gerak jd blur deeh. hehehe.... lagian motonya juga curi-curi githuuu :D
dipakai ke mana-mana :D
Read More

Musim Panas dan Pohon Kurma

Pohon Kurma Berbuah di An Nahda Park
Pohon-pohon kurma mulai berbuah. Ini adalah pertanda musim panas di negeri gurun ini... :)
Alhamdulillaah, summer ketiga di Riyadh. Dan selama 3 tahun terakhir, ini adalah summer terpanas yang pernah aku rasakan. Ma shaa Allah panaaaaaasss niaan. Suhunya mencapai 47 derajat celcius. Daaan, air mandi pun terasa sangat panas di kulit. Hehehe... Saking panasnya, sebaskom air yang dicampur setengah galon es batu ternyata masih terasa hangat... ;)
Alhamdulillaah 'ala kulli haal.


Salah satu hal yang menyenangkan di summer adalah menyaksikan pohon kurma berbuah. Sebuah pemandangan langka yang tak aku saksikan di Indonesia... Dulu aku mengira pohon kurma itu tidak terlalu besar. Dalam bayanganku seperti pohon pinang ukuran sedang lah... Hehehe...
Ternyata pohon kurma itu besuaaaarr juga yaaak? See the picture below ;)

emak aafiya, aafiya dan pohon kurma
Melihat pohon kurma yang sebesar ini, aku jadi teringat kisah Maryam yang diabadikan Allah dalam Al Qur'an. Sosok maryam yang suci ini melahirkan dibawah pohon kurma dan beliau pun diperintahkan untuk menggoyangkan pohon kurma agar berjatuhan buahnya. Ma shaa Allah, ga kebayang pohon kurma sebesar ini digoyangkan dengan kondisi habis melahirkan. Bagi wanita yang pernah melahirkan, pasti tau gimana rasa sakitnya dan berapa tenaga yang mesti dikeluarkan. Masih sanggup kah setelahnya menggoyangkan pohon kurma sebesar ini?

Begitulah, Allah tidak memerintahkan segala sesuatu melainkan pasti ada hikmah di baliknya. Apa hikmahnya Maryam menggoyangkan pohon kurma setelah prosesi melahirkan yang begitu berat? Simak yuk di manhajuna.
Read More

Sewing Project: Small Flower Rucksack

smallflower rucksack, one of the successful product :D

Craftalova Fabric Club adalah salah satu grup di FB yang isinya karya-karya handmade, tutorial, tanya jawab seputar jahit menjahit dan segala sesuatu yang berkaitan dengan itu. Pertama kali dikenalkan dengan grup ini oleh Rahma Ummu Fatih. Senang bisa "tercebur" ke grup CFC. Banyak menginspirasi alhamdulillaah.. Apalagi untuk pemula seperti aku yang baru benar-benar megang mesin jahit sekitar 7 bulanan ini :)


Di CFC aku sebenarnya hanyalah silent reader. Cukup jadi penikmat karya-karya para crafter di sana sembari mencari inspirasi dan beroleh banyak informasi juga. CFC sendiri punya challenge tiap bulannya tapi tidak wajib untuk anggota. Hanya buat yang memang kepengen belajar ajah. Tapi, pas tantangan di bulan Juli, aku sangat tertarik untuk ikut dan "pecah telor" deh buat posting di sana hihi. Karena, challenge nya membuat ransel/backpack. Sebagai salah seorang pencinta ransel dan kepingin bisa bikin ransel sendiri,maka aku taklukkan tantangannya untuk membuat ransel meskipun tutorialnya pakai bahasa rusia yang mesti diterjemah dulu. Heuu.... Tapi, salah satu batu loncatannnya dan the most catalisator untuk keberhasilan ransel ini sebenarnya adalah karya sebelum si ransel ini yaitu Tiny rucksack for little princess yang merupakan karya masterpiece bagi emak Aafiya dalam 7 bulan terakhir ;)
(In shaa Allah nanti ceritanya di postingan Tersendiri)

Begitu liat hasilnya, alhamdulillaah aku puas... setidaknya untuk karya pemula. Tadinya mau dipakai sendiri aja, tapi aku sudah kebanyakan tas. Apalagi tas-tas gagal ahahaha. Akhirnya, aku putuskan untuk dijual saja. Barangkali ada yang berminat. Alhamdulillaah, si small flower rucksack nya sold out ^_^ ♥


That's the story behind this rucksack...

sesekali jadi model bolehlaah :P
rada blurr hehe...

Read More

Sewing Project: Slingbag

Fruit sling bag by umm aafiya

sling bag nya dipakek sama Aafiya. Sayang pas mau photo2, sling bag nya nda nemu di mana. Pake foto yang ini sahaja yaak... ;)

This is a very-very late blog posting. Hehehe... Baiklah, dibuang sayang.... dibuang sayang... xixixi

Akhir-akhir ini emak Aafiya paling seneng kalo ada celana jeans Abu Aafiya yang robek. Wkwkwkwk... Itu artinya, kita bakalan shopping lagi #ehhh...
Maksudnya, itu artinya... celananya bisa dipreteli sama emak Aafiya dan dijadikan bahan craft.. ^_^

Seperti celana yang satu ini (nda sempat difoto). Critanya, celana ini robek di bagian lututnya. Naaah, aku jadiin sling bag buat Aafiya. Pake aplikasi bunga dari sisa-sisa kain yang lain. Kekurangannya adalah, semestinya sisa-sisa kain yang jadi aplikasi bunga itu dibordir dulu pinggirannya. Tapii, kala itu nda kepikiran dan belum ada ide jugasih buat ngebordir. Pas mau sesi foto2 ala studio ala-ala emak Aafiya, tasnya nda nemu di mana.. >.< , ketinggalan di mobil kayaknya. Jadilah cuma foto yang ada aja dengan resolusi yang kurang bagus.


Nah, pas acara buka bersama PKS DD Riyadh, di mana emak Aafiya adalah salah satu panitianya, kepikiran buat bikin mini sling bag yang isinya cuma buat dompet sama HP. Kan ceritanya, kalo panitia suka wara-wiri sana sini tuh yaa.. Masa' harus ngangkut-angkut totebag yang isinya ada termos,botol susu, pampers, baju ganti de el el. Beraaatt cyyn. Kalo ditinggal gitu aja, kan khawatir juga kalo dompet ama HP nya nda sengaja jadi mainan anak-anak. Kartu-kartunya itu lhooo. Ada iqomah (resident permit) punyaku dan Aafiya di sana yang jika ilang satunya kena denda sekitar 5000 SAR (kira-kira 17,5jt rupiah). Huwaaa ga sanggup mesti bayar 35jt untuk 2 kartu hanya gegara kelalaian aku menjaganya di dompet... Na'udzubillah. Makanya akhirnya kepikiran buat bikin mini sling bag ini.

Ubek-ubek kain yang ada, daan alhamdulillaah sisa jeans buat bikin tas sling bag Aafiya masih adaa. Jadilah dipreteli buat bikin fruit sling bag nya emak Aafiya.


Ternyata tas ini jadi favorit emak Aafiya sekarang. Ke mana-mana diangkutin ini tas even cuma belanja ke lulu. Hehe... Sampai udah kucel dan dekil tasnya tapi teteeeupp ajah dibawa ke mana-mana :D
Alhamdulillaah... senangnya bisa memanfaatkan jeans bekas menjadi sesuatu yang baru. Selama ini, jeans bekas yang sudah robek mah dijadiin kain lap ajah... :D


Semoga menginspirasi yaak buat yang jeans nya udah robek dan nda tau mau diapain.. xixixixi...
Read More