Nasib Sekotak Rempah-Rempah

Pas lagi beberes di dapur, tetiba Aafiya mencoba membuka kulkas, meraih isinya, daaan...
"Braaak..." Sekotak rempah-rempah persediaan bumbu buat sepekan jatuh berserakan di lantai.
"Ya Salaam, shalihah bunda!!!" Aku spontan setengah berteriak. Speechless. Kebayang itu si rempah-rempah penuh perjuangan untuk menguleknya (meskipun menggunakan food processor, tapi ngirisnya dan merajangnya menjadi potongan kecil-kecil kan butuh perjuangan juga). Apalagi untuk emak Aafiya yang memang tidak terlalu hobby menghabiskan waktu di dapur. Heuuu...
Dengan polosnya Aafiya bilang, "tumpaaah..." Wajah innocentnya bikin emaknya cuma bilang, "tumpah ya nak, yuk kita bersihin." Berhubung Aafiya nda sengaja menumpahkannya, emaknya masi legowo dan tidak esmosi. Hihi...

Sembari membersihkan sisa rempah yang berserakan di lantai, terjadi kejadian kedua. Sebotol susu cokelat juga  sdah berserakan di lantai dan sedang dimain-mainkan Aafiya. Kali ini rmak Aafiya cukup "tersulut" esmosinya hihi. "Aafiyaaaa... Udahan buka-buka kulkasnya yaaa. Mana tangannya? Yuk bersihin!" Sebelum tangan mungil itu mendarat di mulutnya, emak Aafiya buru-buru ngelap.
Padahal tadinya udah kebayang-bayang di benak, setelah bersihin si rempah-rempah ini, mau menikmati si susu coklat ituuh. Hiks...



Ya, begitulah yang namanya rejeki (rizki).
Jika Allah takdirkan sampai di tangan, maka apapun rintangannya akan tetap dapat dinikmati. Tapi, jika bukan takdirnya menjadi milik kita, sudah di tangan sekalipun akan terlepas.
Ada banyak hal yang sesungguhnya "sekedar lewat" saja di tangan kita. Bukan untuk kita. Tapi hanya mampir sejenak di tangan kita.


Sering kali, kecintaan kita pada dunia membuat kita terlena. Tak ingin rugi sedikitpun. Padahal kerugian yang sesungguhnya adalah ketika kita jauh dari-Nya. Astaghfirullaah... Astaghfirullaah... Mungkin karena kecintaan pada dunia itulah yang membuat kita semakin jauh dari-Nya. Astaghfirullaah... Astaghfirullaah...


Ah, harta dunia ini hanyalah sementara, duhai diri. Jika memang ditakdirkan menjadi rizki, sungguh ia takkan bisa dicegah oleh sesiapapun sebesar apapun upayanya. Sebaliknya, jika Allah takdirkan bukan rizki, sekuat apapun upaya, takkan pernah jadi milikmu, wahai diri.
Jangan, jangan, sungguh jangan engkau letakkan dunia di hatimu, wahai diri. Dunia cukuplah di dalam genggaman dan letakkan akhirat di hati. Itulah kemenangan dan keuntungan yang sesungguhnya.


Segeralah berbenah wahai diri.
Sebelum segala kefanaan dan kesementaraan ini berakhir dan engkau masih berniat untuk bertaubat. Masih berniat dan belum menyelenggarakannya.
Bersegaralah wahai diri. Sebelum engkau terlambat, dan penyesalan itu jauh melewati dimensi kesementaraan dunia; na'udzubillah...
Read More

Yang Tak Terlupakan di DMC

Okeh, mari bercerita yang ringan-ringan sahaja... Hehe...
Ceritanya, emak Aafiya lagi searching-searching tempat jualan peralatan craft di Riyadh. Susaaah banget nemu toko perlatan craft baik online maupun offline yang memang sesuai dengan yang diinginkan. Akhirnya ada satu blog expatriate yang bercerita tentang artworld around Riyadh yaitu DMC artstore ini. Senaaaang, exciteeed dan penuh semangaaat deh ngajakin Abu Aafiya ke sana. Kita plan lah untuk ke DMC ini. Dan week end ini adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi DMC.


Oh iya, sedikit perkenalan; DMC sendiri berbasis di newyork. Dan katanya sih sejauh ini produk kluaran DMC terutama needlework merupakan benang yang termasuk berkualitas bagus around the world. Nah, ternyata salah satu cabangnya ada di Riyadh. Tepatnya di dekat Akaria Compound. Pusat kotanya Riyadh banget. Mirip-mirip daerah Sudirman nya jakarta kalo kita bilang. Gedung-gedung menjulang, pusat perbelanjaaan dsb. Dan sekaligus paling malas untuk dikunjungi juga kecuali memang benar-benar ada alasan untuk mengunjunginya. Kalau sekedar hang out mah, malah bikin tambah puyeng dengan kemacetannya yang parah (ga separah jakarta siy). Hhee... Apalagi adanya pembangunan MRT sepenuh kota riyadh dan banyaknya detour-detour di jalan. Fiuuufttt banget deeh... Subhanallah...


Pas masuk DMC, kayaknya cuma ada 2 pengunjung. Kami dan satu orang wanita. Sepi. Yang bikin excited adalah... Wooww ma shaa Allah smua yang aku hiring ternyata tersedia lengkap di DMC. Sebut apa saja yang aku inginkan (yang selama ini butuh 'import' dari Indonesia, semuanya tersedia lengkap kap kap... Ma shaa Allah...


Tapiiiiiii... Hiks... (Ada tapinya)...
Harga-harga di DMC ini benar-benar selangitttt biruu deeeh... Kayaknya lebih dari 10 kali lipat harga-harga dengan kualitas yang sama barang di Indonesia.
Ada yang lucu ketika kita tanya harga kulit sintetis di sana. Penjaga tokonya jawab harganya 150 sr. Trus kita bilang, kita nda nanya harga segulungan/roll koq, kita cuma nanya harga semeter berapa. Ehh ternyata beneran 150 SAR. Ihiks... Semeter 500ribu??? Kulit sintetis lagi! Masi mending kalo top grain leather alias kulit asli yang paling bagus kualitasnya. Padahal dengan bahan yang sama di Indonesia (pas ceki2 online shop) harganya cuma 50ribu rupiah permeter. Tuh kaaan 10 kali lipaat. Ogah aahh beli bahan segitu. Mending beli tas jadi ajah. Udah dapet tas yang cakep. Xixixixi... Trus fabric, sepertinya bahannya dari linen. Tau nda harganya semeter berapa? 250 SAR!!! Itu setara dengan 900rb lho. Padahal di Indonesia, linen semeter dapet 180ribuan dengan motif yang lebih cakep2. Lagian 900rb udah dapet gamis yang bagus kalii dan bikin gamis nda mungkin kan dengan semeter kain doang. Ckckckck... Geleng-geleng dah.


Yaah begitulah kalo menjadi satu-satunya toko yang mendominasi yak. No another choice so we have to buy if we need. Kalo buat sekedr hobby siy masi acceptable lah beberapa properti craft nya. Tapi kalo untuk keperluan usaha kayaknya nda worth it sama sekali!! Mau dijual berapaaa??? Ya nda siiiy? Hehe...

Meskipun excited di DMC, tapi emak Aafiya nda ingin ke sana untuk kedua kalinya. Hihi... Mending import dari endonesiaaah tercintaah...
Kesimpulannya: indonesia adalah surga para crafter 😉


Oh iya aku cuma beli velcro, buckles, ram utk jahit sama d-ring di DMC. Lumayan dari pada manyun. Xixixi...
Alhamdulillaah 'ala kulli haal...

Read More

Sewing Project: Organizer Insert Bag

organizing insert bag

Ini just trial aja sih, beberapa waktu yang lalu (sudah agak lama dibikinnya). Ceritanya kalo yg dulu itu buat keperluan emak-emak yang bawa baby. Nah kalo yang ini, buat emak-emak yang nda pengen rempong bawa2 sesuatu kalo mau ganti2 tas. Tapi karena bikinnya nda pakek tutorial dan cuma pakek sense of kirologi,jdnya hasilnya masi acak-acakan beginiih... Hehehe



Pelajaran berharga: jangan pernah mengabaikan tutorial (apalagi sebagai pemula) dan jangan malas mengukur :P



#Dahh gitu ajah siy
#Dibuang sayang :P
#ini sebenernya bukan belajar jait kayaknya tp belajar poto :P

penampakan sisi 1

penampakan sisi 2

Read More

A Masterpiece Sewing Project

special for Aafiya
Setiap karya pasti ada masterpiece nya kan yaaa... Daaaan, mari aku perkenalkan karya masterpice ku; Tiny Rucksack for my little princess... Hihi karya masterpiece ku bukanlah karya yang benar-benar sangat waaaahhh banget. Simple, sederhana sahaja... Tapi Ini karya yang sangat berkesan bagi aku. Setidaknya sepanjang "seumuran jagung" proses belajarku dalam hal jahit-menjahit (selama 7 bulan terakhir ini...).

Berawal dari membuat tas yang model sling tapi benar-benar GAGAL TOTAL. Hiks... (Alhamdulillaah 'ala lkulli haal). Semuanya menjadi pelajaran berharga.
Nah, si tas sling bag ini bener-bener jadi mood killer banget karena penampakannya yang "menyeramkan" alias sangat tidak enak dipandang... xixixixi... JAdilah itu tas setengah jadi cuma dianggurin selama hampir 2 bulan karena sudah nda ada mood untuk melanjutkan. Sebenarnya tinggal menyelesaikan bagian lining nya ajah siy. Kalo dikerjakan paling cuma 30 menit sampai 1 jam an juga kelar. Tapi, ternyata aku bener-bener mood depending yak >.<


Karena masih nda sreg, akhirnya aku putuskan untuk MENGGUNTING tas itu :D
Daaaan, sebagai tujuan utamanyanya adalah "menyulapnya" jadi tas Aafiya. Dan ransel menjadi pilihan. Sebelumnya, aku belajar beberapa tutorial pembuatan ransel. Hanya saja, karena keterbatasan bahan utama yang cuma seukuran totebag, emak Aafiya mesti cari akal untuk me-utilisasi bahan yang ada plus berimprovisasi dengan bahan lainnya yang tersedia.


Akhirnya, tanpa mengukur pola, tanpa nyontek tutorial, dan hanya mengandalkan sense of kirologi, jadilah si tas ini. Desainnya juga ngarang abis. Tapi, alhamdulillaah.... ternyata hal sederhana ini menjadi "batu loncatan" bagi emak Aafiya dan jadi starting point untuk bisa membuat ransel dengan sebenar-benar ransel... Xixixi (memangnya ada ransel jadi-jadian Fathel? :P)
Ini juga yang kemudian menjadi "loading dose" untuk menginisiasi pembuatan ransel berikutnya (kisahnya ada di sini)


Alhamdulillaah senang sekali rasanya bisa membuat ransel mini ini. Anaknya juga alhamdulillah senang. Begitu jadi, dipake ke mana-mana sampai nda mau dilepas ehehehe. Tapi, setelah itu disimpen dulu karena talinya masih little bit kepanjangan. Waktu itu belum ada ring jalan untuk ukuran tali segini karena mesti nunggu import dari Indonesia...


Pelajaran berharganya bagiku: Kadang dari kegagalan itulah justru yang menginisiasi sebuah kesuksesan. ALhamdulillah, setiap step-stepnya menjadi pelajaran berharga untuk proses-proses selanjutnya...


Semangat berkarya, Emak Aafiya ^___^
talinya lagi dipendekkin berhubung belum ada ring jalannya... mesti pesan di indonesia ukuran Aafiya >.<

susah ngambil fotonya, anaknya gerak jd blur deeh. hehehe.... lagian motonya juga curi-curi githuuu :D
dipakai ke mana-mana :D
Read More

Musim Panas dan Pohon Kurma

Pohon Kurma Berbuah di An Nahda Park
Pohon-pohon kurma mulai berbuah. Ini adalah pertanda musim panas di negeri gurun ini... :)
Alhamdulillaah, summer ketiga di Riyadh. Dan selama 3 tahun terakhir, ini adalah summer terpanas yang pernah aku rasakan. Ma shaa Allah panaaaaaasss niaan. Suhunya mencapai 47 derajat celcius. Daaan, air mandi pun terasa sangat panas di kulit. Hehehe... Saking panasnya, sebaskom air yang dicampur setengah galon es batu ternyata masih terasa hangat... ;)
Alhamdulillaah 'ala kulli haal.


Salah satu hal yang menyenangkan di summer adalah menyaksikan pohon kurma berbuah. Sebuah pemandangan langka yang tak aku saksikan di Indonesia... Dulu aku mengira pohon kurma itu tidak terlalu besar. Dalam bayanganku seperti pohon pinang ukuran sedang lah... Hehehe...
Ternyata pohon kurma itu besuaaaarr juga yaaak? See the picture below ;)

emak aafiya, aafiya dan pohon kurma
Melihat pohon kurma yang sebesar ini, aku jadi teringat kisah Maryam yang diabadikan Allah dalam Al Qur'an. Sosok maryam yang suci ini melahirkan dibawah pohon kurma dan beliau pun diperintahkan untuk menggoyangkan pohon kurma agar berjatuhan buahnya. Ma shaa Allah, ga kebayang pohon kurma sebesar ini digoyangkan dengan kondisi habis melahirkan. Bagi wanita yang pernah melahirkan, pasti tau gimana rasa sakitnya dan berapa tenaga yang mesti dikeluarkan. Masih sanggup kah setelahnya menggoyangkan pohon kurma sebesar ini?

Begitulah, Allah tidak memerintahkan segala sesuatu melainkan pasti ada hikmah di baliknya. Apa hikmahnya Maryam menggoyangkan pohon kurma setelah prosesi melahirkan yang begitu berat? Simak yuk di manhajuna.
Read More

Sewing Project: Small Flower Rucksack

smallflower rucksack, one of the successful product :D

Craftalova Fabric Club adalah salah satu grup di FB yang isinya karya-karya handmade, tutorial, tanya jawab seputar jahit menjahit dan segala sesuatu yang berkaitan dengan itu. Pertama kali dikenalkan dengan grup ini oleh Rahma Ummu Fatih. Senang bisa "tercebur" ke grup CFC. Banyak menginspirasi alhamdulillaah.. Apalagi untuk pemula seperti aku yang baru benar-benar megang mesin jahit sekitar 7 bulanan ini :)


Di CFC aku sebenarnya hanyalah silent reader. Cukup jadi penikmat karya-karya para crafter di sana sembari mencari inspirasi dan beroleh banyak informasi juga. CFC sendiri punya challenge tiap bulannya tapi tidak wajib untuk anggota. Hanya buat yang memang kepengen belajar ajah. Tapi, pas tantangan di bulan Juli, aku sangat tertarik untuk ikut dan "pecah telor" deh buat posting di sana hihi. Karena, challenge nya membuat ransel/backpack. Sebagai salah seorang pencinta ransel dan kepingin bisa bikin ransel sendiri,maka aku taklukkan tantangannya untuk membuat ransel meskipun tutorialnya pakai bahasa rusia yang mesti diterjemah dulu. Heuu.... Tapi, salah satu batu loncatannnya dan the most catalisator untuk keberhasilan ransel ini sebenarnya adalah karya sebelum si ransel ini yaitu Tiny rucksack for little princess yang merupakan karya masterpiece bagi emak Aafiya dalam 7 bulan terakhir ;)
(In shaa Allah nanti ceritanya di postingan Tersendiri)

Begitu liat hasilnya, alhamdulillaah aku puas... setidaknya untuk karya pemula. Tadinya mau dipakai sendiri aja, tapi aku sudah kebanyakan tas. Apalagi tas-tas gagal ahahaha. Akhirnya, aku putuskan untuk dijual saja. Barangkali ada yang berminat. Alhamdulillaah, si small flower rucksack nya sold out ^_^ ♥


That's the story behind this rucksack...

sesekali jadi model bolehlaah :P
rada blurr hehe...

Read More

Sewing Project: Slingbag

Fruit sling bag by umm aafiya

sling bag nya dipakek sama Aafiya. Sayang pas mau photo2, sling bag nya nda nemu di mana. Pake foto yang ini sahaja yaak... ;)

This is a very-very late blog posting. Hehehe... Baiklah, dibuang sayang.... dibuang sayang... xixixi

Akhir-akhir ini emak Aafiya paling seneng kalo ada celana jeans Abu Aafiya yang robek. Wkwkwkwk... Itu artinya, kita bakalan shopping lagi #ehhh...
Maksudnya, itu artinya... celananya bisa dipreteli sama emak Aafiya dan dijadikan bahan craft.. ^_^

Seperti celana yang satu ini (nda sempat difoto). Critanya, celana ini robek di bagian lututnya. Naaah, aku jadiin sling bag buat Aafiya. Pake aplikasi bunga dari sisa-sisa kain yang lain. Kekurangannya adalah, semestinya sisa-sisa kain yang jadi aplikasi bunga itu dibordir dulu pinggirannya. Tapii, kala itu nda kepikiran dan belum ada ide jugasih buat ngebordir. Pas mau sesi foto2 ala studio ala-ala emak Aafiya, tasnya nda nemu di mana.. >.< , ketinggalan di mobil kayaknya. Jadilah cuma foto yang ada aja dengan resolusi yang kurang bagus.


Nah, pas acara buka bersama PKS DD Riyadh, di mana emak Aafiya adalah salah satu panitianya, kepikiran buat bikin mini sling bag yang isinya cuma buat dompet sama HP. Kan ceritanya, kalo panitia suka wara-wiri sana sini tuh yaa.. Masa' harus ngangkut-angkut totebag yang isinya ada termos,botol susu, pampers, baju ganti de el el. Beraaatt cyyn. Kalo ditinggal gitu aja, kan khawatir juga kalo dompet ama HP nya nda sengaja jadi mainan anak-anak. Kartu-kartunya itu lhooo. Ada iqomah (resident permit) punyaku dan Aafiya di sana yang jika ilang satunya kena denda sekitar 5000 SAR (kira-kira 17,5jt rupiah). Huwaaa ga sanggup mesti bayar 35jt untuk 2 kartu hanya gegara kelalaian aku menjaganya di dompet... Na'udzubillah. Makanya akhirnya kepikiran buat bikin mini sling bag ini.

Ubek-ubek kain yang ada, daan alhamdulillaah sisa jeans buat bikin tas sling bag Aafiya masih adaa. Jadilah dipreteli buat bikin fruit sling bag nya emak Aafiya.


Ternyata tas ini jadi favorit emak Aafiya sekarang. Ke mana-mana diangkutin ini tas even cuma belanja ke lulu. Hehe... Sampai udah kucel dan dekil tasnya tapi teteeeupp ajah dibawa ke mana-mana :D
Alhamdulillaah... senangnya bisa memanfaatkan jeans bekas menjadi sesuatu yang baru. Selama ini, jeans bekas yang sudah robek mah dijadiin kain lap ajah... :D


Semoga menginspirasi yaak buat yang jeans nya udah robek dan nda tau mau diapain.. xixixixi...
Read More

Libur Lebaran

Hehehe, nge-post tentang libur lebaran malah pas liburnya sudah lewat. Baru sempat nulis lagi siy.. hehe..

Ceritanya, alhamdulillaah Abu Aafiya dapat libur lebaran 1 hari... Hihi.. Iyaa, cuma satu hari dan itu pun pas weekend... :D
Nah, libur lebarannya bener-bener kita utilisasi deeh.. wkwkwk...

Karena musim panas menggigit (sekitar 44-46º C), kita memutuskan buat jalan-jalannya pas sorean ajah. Tapi sore pun masi panaas.. Dini hari pun masi panas siy... xixixi...
Yaah, lebih kurang mengarungi seperempat kota Riyadh daah. Raun sabalik ceritanyee... Tujuan pertama adalah Shark Al Maktabah tapi masi tutup karena libur lebaran. Akhirnya kita capcus ke Baqala Indo samping resto Rindu Alam. Beli tahu tempe hehe... Truuuss ke Mothercare beli sabun Aafiya yang sudah hampir habis. Mampir juga di Sadeddin Pastry beli cake 3 pcs. Hihi... Ini favorit kitah niiy cake nya Sadeddin.

Abis ituuuu ke Jarir Bookstore. Ke Jarir beli peralatan crafting. Senangnyaaaaa dapat cutting mat ukuran A2 yang udah diincer-incer, curve ruller, rotary blade daaaaaan yang paling pertama dan utama sekali tujuan ke jarirnya adalah... beli Marabu Textile Painter. Seneengnyaaaa... Tapi belum dibuka segelnya berhubung belum sempat beli kainnya. Hehehe... Plus pinsil warna buat Aafiya dan beberapa buku bacaan Aafiya. Aafiya lagi seneng menggambar dan minta dibikinin gambar sekarang, plus juga lagi senang mengenal warna, "pink, biyu, ungu, meyah, kuning, hijau..." itu ejaan si shalihah.. xixixixi.... Jadinya kita beliin pensil warna deeh.

Karena waktu maghrib masi sekitar 45 menit lagi, kita mampir di pharmacy nya Dr Sulaiman Alhabib Hospital untuk beli Nappy Cream Aafiya. Tadinya mau beli di mothercare aja itu si nappy cream, tapi lagi nda available. Ya udah, capcuss deeh ke Al Habib. Fyi, DR Sulaiman Al Habib hospital adalah RS tempat aku lahiran Aafiya, tempat Aafiya imunisasi, ke ER nya juga ke Al Habib, daan tempat periksa maternity jugaa.. Apa-apa kalo butuh RS kita capcusnya ke Al Habib. Hehe... Dah kadung jatuh tjinta sama rumah sakit ini dan nda mau pindah rumah sakit lagi rasanya kecuali memang nanti final exit dari Riyadh. Hehehe..

Abis dari Al Habib, kita nunggu maghrib di masjid dekat Al Habib. Abis maghrib, kita cuuusss ke main purpose kitaaa deeeh.. Hehehe... Ke tujuan utama kita jalan-jalan raun sabalik kali ini yaitu... imore family monthly dating. Setiap bulan kita memang mengagendakan untuk dating dan wiskul. ^_^ Dinner ceritanya...
Daaan tujuan Dinner kita kali ini adalah Forchetta Italian Restaurant. Forchetta adalah restoran dengan citarasa Italian. Aku pesen ga jauh-jauh dari steak hehe dan Abu Aafiya pesen Seafood. Good tasty alhamdulillaah... Abu Aafiya juga memperkenalkan minuman Blue Logooon. Aafiya sukaaa banget si blue logoon inii. Kita dinner sampai mendekati Isha.

Abis itu capcus ke Lulu Hypermarket deeh, beli ayam, daging, sayur dan buah. Belanja untuk keperluan logistik. Baruu deh abis itu pulang.

Ma shaa Allah... ijazah sa'idah alhamdulillaah.... ^_^

***
Photo menyusul yaaak... Nge-blog dari HP soalnyaaa hehe

Read More

Weaning with Love for Aafiya ♥

Para emaks kekinian udah pada akrab dongs yaah tentang Weaning With Love (WWL) buat si buah hati. Iyaapph, proses penyapihan dengan penuh cintaaa. Nah, emak Aafiya juga pengen cerita-cerita aahh soal WWL ini. Ini bukan tips and trick WWL lho yaah... Murni hanya bercerita sahaja. Cerita yang disimpan untuk kemudian dibaca di kemudian hari in shaa Allah... Hehehe... Maklum, blog ini bukan blog yang SEO untuk menggaet berjuta pengunjung. Paling cuma yang nyasar doang siy yang nda sengaja mampir. Wkwkwkwk... Blog yang cuma buat cuap-cuap doang, yang sedang dicoba untuk 'disuburkan' kembali. Hehe.. In shaa Allah...

Katanya, salah satu cara WWL itu adalah sounding ke bayi sejak dari lama bahwasannya nanti nda nenen lagi... "Ade' udah besaaar... nda nenen lagi yaaa..." begitulah yang perlu diucapkan sesering mungkin pada si baby. Sembari itu, frekuensi menyusui sedikit demi sedikit dikurangi. Biar nda kaget. Begitulah menurut teorinya. Tapi, praktek di lapangan tentu tak seindah teori. Hehe... Susah-susah gampang deh pokoknya.

Nah, kita sudah coba terapkan sounding ini pada Aafiya sejak kurang lebih usianya 15-16 bulanan laah. Pada suatu malam, kita mencoba untuk nda kasi nenen pas mau bobo'. Aafiya memang sebelum disapih hampir nda pernah tidur kalo nda nenen... Kayanya, kalo mau tidur itu mestiii selalu nenen deeh. Nah, pas malam itu, kita coba nda kasi nenen. Ya Salaam, sampai begadang ayahnya dan aafiya karena nda nenen dan anaknya nangis kejerr minta nenen. Tertidur akhirnya karena cape' nangis. Kita memutuskan untuk tidak menyapih Aafiya dulu. Karena Aafiya sepertinya belum siap untuk disapih (usianya 19 bulan waktu itu). Tapi wacana untuk menyapih lebih cepat (sebelum 2 tahun) memang sudah kita rencanakan. In shaa Allah bukan tanpa alasan kuat karena setiap ibu pastilah ingin menggenapkan untuk menyusui anaknya selama 2 tahun penuh. Ada beberapa alasan yang lebih kuat dari itu semua untuk menyegerakannya walaupun terasa berat... :'(

Nah, pada tanggal 1 juni, sepulang dari acara kumpul tausyiah ibu-ibu Ruhamma, ada momen yang sangat pas. Aku merasa takjub karena menyaksikan untuk pertama kalinya Aafiya tidur siang tanpa nenen. Ma shaa Allah. Daan, malamnya pun sama. Aafiya tidur tanpa nenen juga untuk pertama kalinya. Alhamdulillaah... Ini moment langka dan in shaa Allah bisa menjadi starting point yang bagus untuk menyapih. Begitu kesimpulan kita. Karena, belum tentu momen itu akan datang 2x atau akan ada di hari-hari berikutnya. Kita juga tidak ingin menyia-nyiakan starting point yang bagus ini. Akhirnya, kita memutuskan untuk memulai WWL dan melanjutkan dari starting point tersebut.

Alhamdulillaah, tidak seperti pada malam trial itu, Aafiya nda nangis minta nenen kalo mau tidur. Walaupun dia 3 malam pertama setelah malam tanggal 1 juni Aafiya tidurnya sampai telat banget (jam 12-an), tertidur karena sudah ngantuk tapi tanpa nenen dan tanpa nangis minta nenen Alhamdulillaah... Nangisnya justru dini hari kalau terbangun dari tidur karena biasanya langsung dikasi nenen. Tapi, karena udah nda dikasi nenen, makanya nangis tapi nda sampai kejeerrr banget.. Cuma nangis dikit. Digendong akhirnya bobo lagi.

Alhamdulillaah  sekarang sudah 1 bulan lebih Aafiya disapih (start diusia 20 bulan). Soft landing... alhamdulillaah... Nda kebayang rasanya jika harus melakukan cara seperti mengasi saus sambel, makanan pahit di nenen dan cara sejenis biar anaknya kapok nenen... :'(

Aafiya masih suka bilang, "neneeen...", dan jawabannya; "Aafiya sudah bee..." lalu disambung Aafiya"saaaan" (maksudnya sudah besar) "ndak nenen laaa..." aafiya menyambung "giii..."
(Aafiya sudah besar, nda nenen lagi)

Kadang kocak liat Aafiya nenenin bonekanya dan bilang; "Bunny nenen" sambil memperagakan boneka bunny nya lagi nenen sama dia. Hihihi... Semoga bukan ungkapan hati yang terpendam yaa, nak. Maafkan Bunda, nda bisa nyusuin Aafiya full 2 tahun... :'(

Read More

Obat Flu & Batuk yang Tepat pada Bayi dan Toddler

Dulu semasa masih kuliah farmasi klinis, aku ingaaat seingat-ingatnya ketika bu dosen bilang, "Sebenarnya tidak ada lho obat batuk atau flu untuk bayi." Batuk yang dimaksud adalah batuk pada umumnya terjadi (penyakit sejuta umat yang hampir dialami oleh semua orang), bukan batuk disebabkan oleh kasus berat seperti TBC, Pneumonia, Pertusis dan kasus infeksi lainnya.
Sementara, fakta di lapangan menunjukkan banyaknya obat flu dan batuk untuk anak beredar di pasaran. Daaan, adalah lumrah ketika menjumpai bayi dan toddler yang batuk menerima sekurang-kurangnnya 3-4 macam obat: Paracetamol, CTM, obat batuk dan flu dan antibiotik. Ini adalah fakta yang sering dijumpai di lapangan (ehh di masyarakat maksudnya... bukan di lapangan bola).

"Batuk pada anak tidak butuh obat. Cukup dengan nebulizer dengan cairan normal saline." Lanjut bu dosen. "Karena, bayi dan balita belum dapat mengeluarkan dahak sendiri. Obat batuk kebanyakan adalah untuk merangsang agar dahak dapat dikeluarkan kecuali obat penekan batuk pada kasus berat. Codein dilarang keras untuk diberikan kepada bayi." Codein adalah salah satu obat penekan batuk yang ampuh.

Yaah, begitulah... Di lapangan banyak sekaliii kita jumpai anak-anak yang diresepkan obat batuk. Datanglah ke toko obat, maka sekurang-kurangnya 4 macam obat mesti dibawa pulang. Daaan, ada juga sebagain oknum dokter (mungkin yang kurang update) ikut memberikan empat macam obat di atas. Fiuufftt... benar-benar menghela nafas panjang deeeh... hiks..

Nah, CTM... memangnya semua batuk disebabkan alergi?? Enggak kaaaan... ngapain pulak dikasi CTM segalaa... fiiuufftt (lagi). Kecuali memang ada riwayat alergi maka penggunaaan antihistamin adalah terapi yang tepat. Yang jelas, tidak semua bayi alergi kaaan? Masa' semuanya dikasi antihistamin. Ckckckck...
Yang paling parah adalah antibiotik. Sengaja di bold dan di italic. Entah kenapa, penggunaan antibiotik sangat over dan non-indikasi. Beli antibiotik sudah kayak mau beli nasi padang ajah. Ada di mana-mana. Bahkan di warung juga ketemu kali tuuh di amoxicillin... Fiuuftt... (lagi-lagi fiuuuft...).
Kebanyakan batuk dan juga flu penyebabnya adalah virus (kecuali kasus berat seperti yang sudah aku sebutkan di awal). Lha, orang cuma virus koq... kenapa mesti dikasi antibiotik... >.<
Bikin resisten ajaah.. hiks...
Terapi non indikasi... Salah satu DRP (drug related problem maah iniiih...). Tapi sayangnya, belum banyak yang ter-edukasi tentang hal ini. Penggunaan 3 macam obat ga perlu (CTM, obat flu dan batuk, antibiotik) untuk kasus flu dan batuk itu agaknya masi lumrah terjadi. Tantangan dunia farmasi sebenarnya.

Naah, jadi sebenarnya apa sih terapi yang tepat untuk batuk dan flu pada bayi dan toddler (batita)? Sedikit share sahaja... smoga bermanfaat... Mari belajar dari case Aafiya saja. Langsung dari contoh kasusnya.. hehe... dan juga aku reffers dari web MD.

Sejak bayi hingga toddler, Aafiya mengalami 2x kondisi batuk dan flu yang pada akhirnya aku dan abu Aafiya bawa ke ER nya RS. Yang selainnya cuma batuk biasa dan sebentar yang tidak perlu ada kunjungan ke ER segala. Dan buat aku, hal tersebut menjadi pengalaman berharga. Pas selesai dari ER, aku cukup takjub dengan obat yang diresepkan dokternya.
Apakah Aafiya dapat ctm, antibiotik dan obat batuk untuk mengatasi batuknya? Jawabannya tidak. Dokternya meresepkan nebulizer beserta normal saline nya. Aku awalnya cukup kaget dapat resep alat nebulizer. Langsung inget pelajaran farmasi klinis jaman kuliah dulu. Alhamdulillaah pengobatannya rasional.

Jadi terapi untuk batuk pada bayi dan toddler yang pertama adalah: nebulizer dengan menggunakan cairan normal saline. Jika tidak ada alat nebulizer, untuk kasus flu in shaa Allah bisa digantikan dengan nasal spray normal saline. Dikasi obat tetes hidung yang mengandung normal saline.

Terapi kedua adalah memperbanyak asupan cairan.

Ketiga, jika ada demam, dapat diberikan paracetamol atau ibuprofen baik secara oral maupun suppositoria. Dosisnya disesuaikan dengan usia yaak.

Ingat!!! Demam pada bayi usia newborn-3 bulan (terutama bayi newborn hingga 1 bulan) bukanlah hal normal, jadi harus segera dibawa ke dokter.

Keempat, berikan sedikit madu.
Kelima, tinggikan posisi kepala bayi/toddler.
Keenam (optional but better) gunakan humidifier terutama di malam hari.
Untuk negara Indonesia yang humiditas yang cukup tinggi, humidifier sepertinya not too mandatory yaak. Tapi jika berdomisili di negara dengan humiditas yang rendah (seperti di negara tempat aku berdomisili saat ini), maka penggunaan humidifier cukup penting apalagi yang punya bayi.

So, stop obat batuk dan antibiotik pada bayi dan balita. Okeeeh? ;)

Read More

Lebaran Ceriaaa

Labaran nda kemana-mana... Sperti yang sudah diceritakan sebelumnya.. Hehe... Hari pertama lebaran, nothing different lah di rumah. Lebaran paling sederhana kalo kita bilang. Nda ada rendang apalagi kue lebaran. Hihi... Abu Aafiya juga abis shift sore-tengah malem jadi siangnya tidurr... Kita berlebaran dengan nasi goreng ala-ala sahaja.. xixixixi...
Sempat mau bikin kue, bahan-bahan sudah dibeli tapi nda jadi karena baru nyadar kalo oven belum diberesin.. >.<

Pas lebaran hari kedua, baru deeh berasa suasana lebarannya. Alhamdulillaah bisa silaturrahim di rumah bersama mba Tyas, Anis dan mba Aiz yang mampir sebentar nganterin kue sama opor ma shaa Allah... Aku nda bikin kue lebaran tapiii dapat kiriman kue lebaran dari para akhowat sholihah... Ma shaa Allah... Alhamdulillaaah... Mba Tyas bawain opor, kastengeals, rambutan. Anis bawain sagu keju dan chocho crunch serta ayam (nda tau namanya apa >.<), dan mba Aiz nganterin opor, sambel ati dan kentang, plus kue lidah kucing, kastengeals dan nastar. Ma shaa Allah.. Jazakunnallahu khair... Senangnyaaa.... ^_^ ♥♡♥

Lebaran ceriaaaa.. Alhamdulillaaah...
Inii niih mau "pamer" kiriman makanannya... ^_^

Read More

Sewing Project: Tiny Abaya for Little Princess

Lebaran ketika masa kecil dulu selalu identik dengan yang namanya baju baru... :D, xixixi...
Nahh, setelah di sini... persepsinya jadi berubah. Baju lebaran menjadi sesuatu yang not too mandatory.. :P
Karena bingung juga mau pakek baju lebaran kemanaaah.. hihi...

Bagi sebagian istri yang suami-suaminya bekerja di telco di Saudi, momen awal ramadhan, akhir ramadhan dan lebaran sangat antitesis dan antimainstream bagi kebanyakan orang. Kenapaa? Karena inilah saatnya "jaga gawang", xixixixi... Mengawal si operator tetap okee selama momen ramadhan dan lebaran. Sebagai konsekuensinya, ketika waktu-waktu yang disebutkan di atas; artinya itu saatnya masuk kerjaaa... Shift-shift-an pulak. Alhamdulillaah bini'mati-Hi... :)
Makanya, puasa pertama dan puasa terakhir di Ramadhan ini malah berdua sama Aafiya ajah.. hiks.. hiks... Kita buka barengnya bertiga via telepon ajah.. Hehehe...
Sekali lagi, Alhamdulillaah bini'mati-Hi... Alhamdulillaah... Alhamdulillaah...

Alhamdulillaah, meski misalnya dapat shift sore, masih bisa sholat ied paginya... Dan teman-teman yang lain, lebih nyesek lagi... Pas sholat ied, pas kebagian shift suaminya, jadinya nda bisa sholat ied deeh... >.<

Jadi, momen lebaran di sini nda kayak di Indo yang seharian bisa ke sana-kemari dengan judul silaturrahmi. Jika nda ada acara kumpul-kumpul emak se-gank yang para suaminya pada kebagian shift dan masuk kerja pas lebaran, yaa lebaran di rumah ajah... :)
Lebaran kali ini nda ada rencana kumpul-kumpul para emaks se-gank karena jam masuk kerjanya para suami pada berbeda dan sulit juga untuk akomodasi. Kan ke mana-mana mesti ditemani suami. Itulah serunya di sini.. hehe.. :)

Naah, menurutmu baju lebaran masi mandatory nda? >.<
Xixixixi...
Awalnya memang nda niat bikin baju lebaran buat Aafiya. Tapii.. kurang apdol ajah kalo nda ada baju lebaran. Wkwkwkwkwk... Mana dalilnya, Fathel? :D
Ini mungkin karena brainwash nya orang Indo di mana lebaran kudu punya baju baru kali yaaak..  wkwkwkwk...

Dari dulu emak Aafiya emang udah niat bikinin abaya buat Aafiya. Kaininnya udah dibeli tapi belum dieksekusi. Udah hitungan bulan. Masi sibuk ama tas-tas dan lagi interest bikin DIY nya tas-tas githuuu... Naaah, mumpung lebaran, abu aafiya masuk kerja, bingung berdua ngapain ajah, akhirnya jadi juga dieksekusi si Abaya nya. Hihi... Kita berdua jait-jait deh malam lebaran. Aafiya bantu bundanya ngerecokin.. xixixixi... "ini guntiiing. Tajaaaam...", "Inii... jait bundaa...", "iniii benaaang..." itu di antara beberapa celoteh Aafiya... Ma shaa Allah... yang kemudian berakhir dengan ending Aafiya manjat kursinya trus ambil benang dan main-mainin... >.<

Tapiiii, sumringah abis jaitnya jadi rada meredup karena ukurannya kegedaan.. Huhuhu... Kayaknya cucook buat anak 2,5-3yr deeeh.. Ihiks... Dasaar emang emak Aafiya malas ngukur-ngukur siiy... >.<
Semuanya pakek ilmu kirologi ajah.. wkwkwkwk...

Pas udah jadi, Aafiya bilang... "Cantiiik..." aahhh rasanya ilang deeh capeknyaaa...
Kata orang, taubek jariah... xixixi... Alhamdulillaah... Anaknya minta dipakek in Abayanya. Tapiii hiks.. kebesaraaan dikit euy. Berbagai daya dan upaya dikerahkan untuk membuatnya good looking dan sesuai dengan ukuran Aafiya, rombak sana sini... dedel lagi dedel lagi... Hasilnya tak begitu memuaskan. Nah lho Fatheeel, makanya lain kali diukur dongs, jangan pakek kirologi... hehehe.. Baiklaaaah...

Ini penampakan abayanya... Maap yees, ini pakek kamera HP dan malam pulak... Jadi gambarnya rada nda begitu kinclong. Aslinya lebih cakep kooq... #minta dipentung... wkwkwkwkwk

Read More