Teko

Teko hanya akan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya. Jika isinya air teh manis, yang dikeluarkan juga adalah teh manis. Jika isinya air comberan, maka yang dikeluarkan dari teko tersebut juga air comberan. Meskipun tekonya hanya teko plastik tapi isinya madu, yang keluar darinya ketika kita tuang adalah madu. Sebaliknya meski teko terbuat dari emas sekalipun, tapi isi di dalamnya adalah air kubangan, tetap saja akan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya tersebut; air kubangan.

Begitu juga dengan diri kita. Apa yang keluar dari mulut kita (atau yang kita tuliskan di komentar) adalah cerminan dari apa yang ada di dalam diri kita. Bacalah sekali lagi, tentang apa yang tertuang dalam setiap goresan yang kita tulis, baik berupa tulisan maupun komentar. Apakah berupa hujatan, cacian, ejekan, dan ujaran kebencian? Ataukah sudah berbaik-baik dalam berkata? Merasa menang dengan mengomentari berapi-api penuh luapan emosi yang disertai dengan cacian dan ejekan? Ah, jangan-jangan kita hanya tengah mempertontonkan apa yang menjadi "isi" dari diri kita, hati kita. Alih-alih merasa memenangkan perdebatan dan berhasil 'mengalahkan' lawan yang kita hujat dan hinakan, yang ada sebenarnya kita sedang mempertunjukkan diri kita yang sebenarnya.

Yuk, mari bijak dalam berkomentar. Jika tidak sesuai dengan kita, tidak harus dengan mengeluarkan kata kasar, hujatan dan hinaan kan? Bisa jadi, ajal kita datang saat tak sempat minta maaf kepada orang yang kita hina, ejek dan hujat. Kemanakah akan dicari orang yang kita hujat itu nanti di yaumul hisab untuk meminta maaf?

Sungguh sedih rasanya melihat hilangnya empati dan rasa kemanusiaan ketika diberitakan ada yang meninggal ketika aksi damai kemarin tapi dikomentari dengan kasar, ditertawakan bahkan dihina. Bisa saja mereka orang yang tak sengaja lewat ketika kebrutalan terjadi. Atau orang yang berniat di dalam hatinya memperjuangkan keadilan yang dirasa timpang. Lalu kita menertawakan kematian mereka. Padahal, boleh jadi mereka pergi dengan sebaik-baik kematian (misal karena terbunuh ketika kebetulan berada di sana atau niat mereka adalah tim medis yang berniat untuk membantu yang terluka). Kita tidak pernah tau akhir kehidupan kita nantinya akan seperti apa. Dapatkah kita menjamin diri kita lebih baik dari orang yang kita tertawakan tersebut? Atau jangan-jangan lebih buruk.

Duhai sahabat, semoga kita bisa lebih bijak dan lebih baik dalam berkata (berkomentar) ataupun dalam menuliskan sesuatu. Karena sejatinya, apa yang keluar dari mulut kita adalah cerminan dari apa yang ada di hati kita. Jangan hanya demi membela jagoan di pilpres, kita korban diri kita dengan berkata keji sehingga semakin menumpuklah timbangan keburukan kita. Membela kebenaran itu harus. Membela ketidakadilan itu mesti. Tapi, bukan membela dengan fantisme buta. Sehingga terpecah-pecahlah kita, padahal sama-sama mengaku umat Nabi Muhammad.

Semoga Allah senantiasa tunjuki kita akan sesuatu yang Haqq dan Allah kuatkan kita untuk mengikutinya. Dan semoga Allah tunjukkan kita pada kebathilan dan Dia kuatkan pula kita untuk tidak mengikutinya. Semoga Allah selamatkan bangsa Indonesia dari makar orang-orang dzalim. Aamiin yaa mujibassailin.

Read More

Ketupat


Sejujurnya ini adalah kali pertama aku berlebaran dengan memasak ketupat. Dan ini baru kali kedua memasak ketupat di mana percobaan pertama beberapa tahun yang lalu gagal total dengan hasil ketupatnya tinggal kulitnya doang. Hahaha. Isinya berhamburan di dalam air perebusnya. Jadi bisa disimpulkan, selain pertama kali berlebaran dengan ketupat, ini juga kali pertama ketupatnya berhasil dieksekusi dengan sukses. Hehe. Mungkin terdengar aneh bagi yang sudah terbiasa dengan menu mainstream lebaran berupa ketupat, opor, sambal ati dan goreng kentang. Oleh sebab menu yang mainstream di kampungku (setidaknya di keluargaku) bukanlah ketupat dan kolega-koleganya. Jika suatu saat kau datang ke kampungku untuk berlebaran, maka yang kau nikmati adalah nasi beserta rendang hitam (yang proses memasaknya bisa seharian), gulai kalio, abuih pucuak ubi, dan sambalado. Salah satu "menu wajib" lainnya adalah kue gadang dan lamang (beras ketan beserta santan yang dimasak dalam bambu dan dibakar di api besar) yang rasanya ladziiiiiz ma shaa Allah... Apalagi jika ditemani tape hitam. Rendang adalah salah satu menu wajib lebaran. Sedangkan gulai kapau sendiri, tidak begitu familiar di kampungku. Itu khasnya kampung Ayah Aafiya kayaknya yaa. Hehehe... Percaya atau enggak, aku baru mengenal dan mendengar istilah "nasi kapau" ketika kira-kira usia SMP.

Jadi apa menu lebaran kali ini? Sebut saja ini katupek pitalah KW10. Ekekekeke... Atau kalau di kampungku sebutannya adalah lontong gulai cubadak. Varian lain adalah lontong gulai toco dan lontong gulai paku. Eittss.. Paku digulai?! Hehehehe...


Eid mubarak 1440 H
Taqabbalallahu minna wa minkum, Taqabbal ya kariim.
Read More

Perniagaan yang Amanah

Kali ini aku akan berbagi cerita soal beli air galon. Xixixixi... Kalo di Indonesia, untuk keperluan memasak (masak nasi, masak air, masak sayur dan lain-lain) cukup mengambil air dari sumur. Air sumur di Indonesia in shaa Allah bersih. Biasanya kalau di rumah, ibu menyiapkan 1 wadah khusus yang dipakek untuk menyimpan air untuk keperluan memasak. Apalagi kandungan mineralnya juga bagus yaa. Hehehe. Kalau untuk keperluan minum sendiri, biasanya air dimasak lagi kan yaa hingga mendidih.

Naaah, itu semua ga akan berlaku di sini! Air yang mengaliri untuk keperluan rumah tangga merupakan air suling dari air laut. Ya kalii di gurun ada sumur πŸ˜†. Ya ga ada laaaaah... ekekekekke... Bayangkan, air-air itu "didatangkan" dari jarak 400 km. Soal teknologinya, ma shaa Allah... udah canggih lah yaaa. 

Naaah, berhubung itu adalah sulingan air laut, mau ga mau tetap saja masih ada "sisa endapan" garam walaupun dengan kadar yang sedikit. Aku sering temukan wadah-wadah yang abis dicuci lalu dibiarkan lama dengan posisi tidak dimiringkan agar airnya turun tapi dengan posisi di mana ada genangan sedikit air lalu mengering sendiri, maka akan ada residu putih yang agak mengeras. Itulah garam! Saluran air juga lebih sering mengalami kerusakan karena adanya garam tersebut. Oleh sebab itulah makanya air ini tidak dipakai untuk kebutuhan memasak.

Lalu pakai apa untuk keperluan memasak? Yup! Air galon. Tapiii bukan kayak beli air di depot galon air. Air galon di sini adalah air galon kemasan. Sama kayak kita kalo beli galon aq*a kalo di Indonesia. Naahh, proses pembelian isi ulangnya yang pengen aku ceritakan di sini.


Kami memang memilih n*stle sebagai air galon (iyaa... memang produk b*ikot... hiks hiks...). Tapii karena kemudahan prosesnya makanya kami lebih memilih ini. Kami tinggal di lantai paling atas (lantai 3) ga ada lift. Ga kebayang juga mau angkut-angkut galon ke lantai 3. Naah beli air galon n*stle ini benar-benar "memanjakan" kami sebagai costumer. Prosesnya sangat manageble dan..... karyawan antar jemput galonnya AMANAH!

Pertama kali sebelum beli galon kita registrasi dulu di web nya (wuiihh canggih yaaa, beli air galon aja pakek registrasi segala.. ekekeke. Ntar kepikiran di Indonesia mau bikin layanan kayak gini aaahhh.... semogaa... semogaaa..). Lalu kita akan dihubungi sama costumer service nya untuk detilnya termasuk alamat rumah. Naah pada hari rutinnya (misal buat area Nahda--tempat tinggal kami--pada hari Rabu pagi, tapi di district lain bisa berbeda. Bisa hari kamis, bisa hari selasa juga) petugas yang delivery galon akan membawakan booklet kupon yang kita request. Booklet kupon itu bisa isi 100 kupon, bisa isi 50 kupon ataupun 20 kupon. Tapi kebijakan terbaru adalah booklet 90 kupon dan 60 kupon serta 20 kupon. Jika kita adalah pelanggan baru, kita dapat gratis 5 tabung galon berserta isinya tentunya (masa galon kosong kekeke) untuk pembelian 100 kupon, gratis 3 tabung galon untuk pembelian 50 kupon dan gratis 1 tabung galon untuk pembelian 20 kupon. Dalam penukaran kuponnya, 1 kupon untuk redeem 1 galon air.

Penampakan Kupon Galonnya



Booklet kuponnya


Petugas delivery akan mengambil galon kosong dan menggantinya dengan galon baru yang berisi air (tentunya harus ada kuponnya untuk menukarnya dengan galon terisi penuh dong yaa hehehe) pada hari tertentu (seperti yang aku bilang di atas, di district tempat kami tinggal, jadwal rutinnya pada hari rabu pagi). Kita cukup meletakkan galon kosong di depan pintu rumah beserta kuponnya pada malamnya trus tinggal bobo cantik deeh. Besok paginya... taraaaaa... galonnya sudah berganti dengan yang full. Tanpa harus repot-repot nelponin bolak-balik si tukang galon. Begitulah setiap rabu. Kita ga perlu pusing mikirin galon yang kehabisan karena petugasnya akan datang setiap waktu yang ditentukan tanpa sibuk-sibuk kita telponin. Enak kan yaaa... Pengen deeh bikin kayak gini jadi usaha alias bisnis. Ekekekeke.... Memanjakan costumer banget soalnya. Berabenya kalo kita kelupaan narok galon doang. Misal lupa kalo hari ini hari rabu dan belum taro galon kosong di depan pintu rumah!! Hihi... Tapii so far sih aku masih ga masalah karena punya galon 5 pcs (dapat gratisan dari beli kupon pertama kali) dan dapat hibah 5 botol galon lagidaro teman yang exit. Jadi total ada 10 galon. Kekekeke.... Naah kebutuhan air galon cuma 2-3 pcs seminggu. Jadi kalo kelupaan narok di hari rabu, masi ada stok. Kecuali kalo lupa berturut-turut 3 minggu. Ini bari berabe. Hihi...

Gimana kalo kupon habis??? Naahhh inilah inti ceritaku sebenarnya yang memiliki preambule yang panjaaaaang di atas wkwkwkwk... Tentang amanahnya mas-mas delivery galon (emang orang jawa panggil mas?! Ya enggaklaah... Kekeke).
Harga 1 booklet isi 60 (yang versi terbaru) yang mau kami beli adalah 480 SAR. Sekitar 1,8jt kalo dirupiahkan. Kedengarannya mahaal yaaa. Heuheu... Tenaang itu bukan buat sekali minum koq. Hehehe... Biasanya 60 kupon itu untuk 7 bulan-an. Jadi, sekali beli kupon untuk 7 bulan ke depannya. Harga 1 galon adalah sekitar 30rb rupiah. Hampir 2 kali lipat harga segalon aq*a kalau di Indonesia yaa. Tapi kan itu udah include delivery sampai pintu rumah, dan udah diangkutin ke lantai 3 lagi! Memang biaya hidup di sini rata-rata lebih tinggi dari Indonesia. Tapi dalam beberapa hal lebih murah juga siiiihh. Hehehe... Apalagi di sini banyaaak diskon untuk kebutuhan groceries.

Pas kupon habis, kami cukup meletakkan uang di depan rumah dan bikin tulisan "we want to buy new coupons booklet" sambil meletakkan uangnnya diikat pakai karet. Transparant gitu. Ga pakek amplop-amplopan (amplop maah serangan fajar kaliii... Jangan mau terima yang beginian yaaaa). Kebayang ga sihhh, narok uang 1.8jt di depan pintu rumah di mana bisa aja digondol orang tak bertanggung jawab, dibawa kabur atau apalaaah. Kalo tukang delivery galonnya ga amanah kan bisa aja dia ambil uangnya trus kabur. Toh selama ini aku juga ga pernah berjumpa denga tukang delivery galon. Jadi ga bisa diaduin juga dan ga bisa nuduh juga. Kan ga tukang delivery galon aja yang berpeluang ngambil uangnya. Bisa juga tetangga kan yaa yang 1 building yang punya akses ke depan pintu rumah kita.

Transaksi cukup taro uang di luar diikat karet dan bikin tulisan pengen beli galon (kebetulan minggu kemarin uangnya kurang karena bookletnya jadi 60 kupon yang sebelumnya 50 pcs, jd ini yang ditaro di luar cuma sisanya yang kurang aja)

Ma shaa Allah tabarakallah. Mereka amanah. Uang segitu banyak cukup dengan modal "percaya" aja diletakkan begitu saja di pintu rumah tapi Alhamdulillaah tetap diganti dengan booklet. Bukan dibawa kabur. Ma shaa Allah. Aku sungguh kagum dengan keamanahan mereka. Dan juga dengan kondisi yang relatif aman seperti ini, ma shaa Allah. Semoga terus begitu yaaa...
Kalau di Indonesia aku sungguh ga yakin deh, naro uang 1.8jt di depan pintu rumah tanpa pengawasan. Apalagi CCTV. Mana ada CCTV di rumahku. Kalo Di Indonesia mungkin belum 5 menit mungkin udah raib. Aahhh... semoga sajaa di Indonesia nanti bisa begini yaaa... Aamiin yaa Allah.... Aamiin yaa Allah...
Read More

Pengalaman Pemilu di Riyadh tahun 2019

Pemilu 2019 alhamdulillah telah terselenggara di Riyadh, Arab Saudi pada tanggal 12 April 2019. Tapiii, penghitungan suara akan dilakukan serentak dengan pemilu di Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 April nanti in shaa Allah.

Pemilu 2019 ini sangat-sangat berbeda dengan pemilu 2014 lalu. Terasa banget ke-crowded-an nya. Tingginya animo masyarakat Indonesia di Riyadh untuk pemilu kali ini membuat pemilu ini terasa sangat-sangat berbeda. Banyak orang yang terpaksa harus golput karena tidak bisa mencoblos. Jadi, pagi-pagi udah datang ke KBRI, tapi antrian puanjaaaaang sampai 3 jam lebih tapi akhirnya tidak bisa mencoblos karena sudah harus balik lagi ke tempat kerja. Terutama yang bekerja di perumahan (ART) yang ijin majikannya cuma sebentar saja. Sayang sekali sebenarnya... hiks.

Formulir C6 sendiri harus diprint di tempat. Hal ini membuat antrian semakin mengular karena keterbatasan SDM dan device. Dengan peserta pemilu yang membludak (meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2014), benar-benar tidak mengakomodir.

ngantri C6 (foto by Abu Aafiya)

Suami kebetulan berada di antara lautan manusia itu. Ngantri 3 jam lamanya. Membayangkannya saja sudah ga sanggup dirikuuh. heheu... Pada akhirnya ga ada lagi print out C6. Hanya dicatat manual saja. siapa saja yang punya passport Indonesia atau e-KTP atau SPLP bisa mencoblos meskipun tak terdaftar di DPT. Data DPT pun datanya diambil dari WNI yang memperpanjang passport 5 tahun terahir. Teman-teman yang sudah final exit dari Riyadh pun masih terdaftar di DPT. Daaan, sebenarnya ini membuka peluang untuk terjadinya kecurangan kan yaaa. Semoga aja ga ada yang berlaku curang.


Semoga terpilih pemimpin Indonesia yang lebih baik yaa...
Jangan lupaaa hari ini nyoblos yaa... pilih PKS dan 02 utk presidennya... otreee... (emaaaanggg ada yang bacaaa Fathel.. hahahaha... udah selesai kaliii nyoblosnyaa jam seginiiiπŸ˜†... pakeknya jam saudi siiihhh... jam Indonesia mah skarang udah menjelang siang kekeeke....)

Read More

Pasar Kaget Annisa: Sebuah Ide Cemerlang

Jajanan dari pasar kaget Annisa: bubur ayam, nasi rames, nasi ayam geprek dan es campur... hmmm nyummyy ma shaa Allah...
Dari dulu pengen nulisin ini... tapi belum kesampaian hehehe. Tentang pasar kaget Annisa; sebuah ide cemerlang yang menguntungkan. Keuntungan bagi pembeli; bisa menikmati jajanan khas Indonesia. Keuntungan bagi penyelenggara (dalam hal ini adalah BPKK PKS Riyadh) mendapatkan sumber dana. Hehehe...

Pasar Kaget Annisa digagas kalau tidak salah sekitar 2 tahun yang lalu dan rutin dilaksanakan setiap bulannya. Mekanismenya sederhana; beberapa orang yang memiliki passion memasak dan bisa "memproduksi makanan" dalam jumlah cukup banyak (misal 20-50 porsi) bisa mengajukan ke pengurus BPKK (digawangi oleh bidang pemberdayaan perempuan/keluarga) untuk menjadi chef bakulan makanan kuliner Indonesia. Satu kali periode; chefnya sekitar 3-4 orang yang menjual makanan Indonesia dengan menu yang tidak boleh sama. Masing-masing orang dapat jatah 2 menu. Menu didaftarkan ke pengurus di sebuah grup khusus. Setelah semuanya fix, Pengurus yang bertugas akan memberikan pengumuman mengenai menu-menu yang tersedia di berbagai grup komunitas masyarakat Indonesia di Riyadh. Sistemnya adalah pre-order.

Misalkan, seperti pasar kaget bulan ini yang berlangsung hari ini (5 April 2019), yang memang biasanya dilangsungkan hari jum'at. Kenapa jum'at? Karena itubadalah hari libur bagi aebagian besar orang. Untuk menunya berupa siomay, bubur ayam, baso malang, nasi ayam geprek, nasi rames, cilok, es campur, aneka sambel. Naah, pembeli tinggal pilih menu yang disukai, order ke pengurus sampai batas waktu yang ditentukan (biasanya 1 hari sebelum hari H). Ketika hari H, pengorder tinggal ambil di tempat dengan menu-menu yang sudah di pack. Tempatnya? Biasanya di Imarah/rumah salah satu orang Indonesia. Ma shaa Allah barokah banget rumah yang biasanya ditempati buat acara-acara itu.

Buat aku pasar kaget Annisa ini sangat menguntungkan. Bisa menikmati kuliner Indonesia apalagi pas ngidam dulu.. hihihi. Udah gitu, ma shaa Allah itu semua kan homemade yaa.. masakan rumahan. Dibuat bukan dengan sistem sakala produksi ala restoran. In shaa Allah kualitasnya pun terjaga.

Dengan berbelanja di pasar kaget Annisa berarti ikut berinfak?! Koq bisa?!!
Nah di sini letak istimewanya pasar kaget ini. Karena 10% dari total penjualan akan disalurkan untuk infaq. Pembeli beinfaq, penjual berinfaq dan dana ummat pun berdaya. Selain itu ada pemberdayaan SDM juga; belajar berniaga. Ternyata berniaga iru seru jugaa yaaa... Meskipun aku sendiri ilmunya masi cetek laah... Kayak ga punya passion gitu dalam berniaga. Hihihi... Mungkin harus lebih banyak belajar lagi. Ya harus lah yaaa!! Hehehe...


Semoga ide pasar kaget ini bisa menginspirasi terutama buat diaspora masyarakat Indonesia di belahan bumi mana pun berada saat ini... :)

Read More

Laptop Jaman Now

Fix, maret missing postingan. Heuheu...
Maaf yaa blog. Sudah lama tak disambangi. Tak terurus jadinya. Ada banyak kesibukan di bulan maret ini. Maklum, lagi musim pemilu. Apa hubungannya yaa? Kekekeke...

Oke guys, berhubung ini bulan April 2019 itu artinya kita akan menghadapi pemilu. Jangan lupaa pilih PKS No.8, dan juga Prabowo-Sandi nomor 02. Semoga Allah anugrahkan pemimpin yang amanah untuk Indonesia yang lebih baik, in shaa Allah...

Buat kamu yang berdomisili di Luar Negeri, surat suara cuma 2 ajaa yaaa... pileg DPR-RI (dapil jakarta II, jakpus, jaksel dan Luar Negeri) dan pilpres. Jangan sampai ketinggalam yaa guys... Otreeee... 😉😉😉

Di Riyadh sendiri pemilu diadakan hari Jum'at 12 April 2019, berhubung Jum'at adalah hari libur di sini. Beberapa daerah lainnya yang jauh dari KBRI, pemilu diadakan lebih cepat lagi (dimulai tanggal 8 April ini). Tapii, penghitungan suaranya tetap sama di tanggal 17 April 2019. Ada sekitar 10.000 an warga Indonesia di Riyadh tapii yang ikut pemilu paling berkisar 2000-3000 an orang saja kalau tidak salah. Karena keterbatasan transportasi dan ijin majikan biasanya siih karena mayoritas di sini kan pekerja rumahan.

Pemilu 2014 lalu juga aku ikuti di Riyadh. Itu berarti sudah hamir 5 setengah tahun aku berada di kota yang awalnya bernama Nejd ini. Waaaa... tak terasaa waktu begitu cepat berlalu...

Nah, ini judulnya apaa isinya apaa cobaa?! Hihihi... Ga nyambung banget! Harap maklum yaaa, ini baru intro yang ga berkaitan dengan isi dan inti (yang mungkin panjangnya lebih panjang dari intinya... wkwkwkwkwk...). Anggap aja temu kangen karena sudah lama tak jumpa blog. Kekekeke... Soalnya ga sempat nuliss aku tuuuuu.... Jadi emak beranak 3 ternyata lebih banyak menyita waktu. Noh, di belakang (ehh enggak dink... klo di sini dapur bukan di belakang. Kapan2 deeh aku ceritain soal desain rumah orang sini), cucian segunuuung, piring seabrek... dudududududu....

Laptop.
Benda ini akrab bagi kalangan mahasiswa (dan bahkan siswa jaman now). Tapi buat emak-emak, kayaknya HP aja udah cukup kali yaaa. Pengecualian buat emak-emak kantoran dan juga emak-emak yang hobby nguprek2 sofwer disain, video editing, atau yang suka nge-vlog.

Dahulu kala. Ketika beli laptop, biasanya "paket" nya udah include dengan penginstallan berbagai macam program/software. Mulai dari sotware sejagad raya yaitu Microsoft Office buat berbagai keperluan (apalagi mahasiswa) hingga software lainnya semisal keluaran adobe untuk keperluan photo editing, video editing. Atau keluaran corel.

Aku yaaa ngertinya begituuu. Beli laptop, sekalian dapat bonus berbagai software. Daan sudah pasti itu adalah program yang bukan original. Karena kalo original, emang mauu gituh dibagi-bagi gratisan?! Oke, sebutlah itu bajakan. Dan adalah hal yang terasa lumrah dan biasa saja. Ngopy software ke teman juga terasa biasa ajaa... ga ada rasa bersalah sedikitpun. Makluum, mahasiswaaaa. Dimaklumi kaan... kan... kaaaaan...?! Sampai-sampai antivirus pun bajakan jugaaa... Ya Salaaam...
Meskipun ada yang versi "student", tetaaap sahajaaa jutek alias ga ramah alias ga bersahabat dengan kantong mahasiswa. Parahnya lagi, aku juga ga tau itu ada versi student nya. Baru ngeeh yaa pas udah di sini, di Riyadh.

Ya, aku ga ngerti dulunya kalau segala macam software-software itu WAJIB pakek yang berlisensi. Wkwkwkwk, ketahuan banget kalo nginstall software ga pakek baca Agreement nya dulu. Langsung tekan tombol "next" aja... hihihi...

Naaah, setelah puluhan purnama tak beli laptop, surpriseeeeee.... suamiku tercinta beliin laptop 😍😍😍. Ma shaa Allah tabarakallah. Mungkin karena kasian liat istrinya penuh perjuangan menghadapi ke-lemot-an si laptop jadul ketika bikin desain spanduk, bikin video maupun pamflet. Kekekeke... Meskipun aku sebenarnya sudah biasa "bersabar" dengan laptop yang lemot atau yang tetiba "not responding" karena kelebihan beban buat nampung sotware yang makan space gedeeee, tapiii dikasi laptop yang space nya gedee itu benar-benar ga nolaaak dan senang banget alhamdulillaah... Ma shaa Allah tabarakallaah. Sebutlah ini laptop kami berdua. Eciyeeeee... hihihi... Walaupun suami lebih banyak pakeknya laptop yang dari kantor aja yang tentu saja spek nya jauh lebih besaaar dan ga dijual di pasaran. Laptop yang didesain khusus untuk pekerjaan telekomunikasi tentunya. Jadi, otomatis laptop yang baru dibeliin tersebut aku yang lebih banyak pakek. Heuheuheu...

Enaak banget rasanya upgrade dari RAM yang awalnya 2 GB jadi 8 GB. Hehehe... Alhamdulillaah... (yang sebenarnya bukan ini inti tulisanku kali ini). Laptop jaman now yang aku maksud di sini adalah tentang penyadaran bahwa aku mesti memakai software yang berlisensi bukan yang bajakan lagi. Ya, memang sih... yang bajakan juga kaga bisa diinstall di sini... 😂😂😂. Jadi, mau ga mau mesti beli yang original.

Dulu, ogah bangeett ngeluarin duit 100rb buat beli antivirus. Kemarin, kita hunting antivirus alhamdulillaah dapat promoo... yeiiiy... sekitar 120rb an laah... Mana mikir dulunya mau beli antivirus. Wkwkwkwk...

Laptop jaman now masi terinstall software gretongan aja kebanyakan... tapiii lumayan laaah untuk keperluan desain masi tercukupi dengan versi CS2 yang jaduull ituuu. Iyaaappp, di saat orang-orang udah pakek versi CC, aku tuuu masi ajaa pakek yang versi CS2 yang emang dikasi gretongan sama adobe. Gapapalaaah... Demi software yang ori... kekekke...
Kalo mau subscribe ke adobe-nya... mayan mahaaaall.. kecuali aku produktif menggunakan sofware nya. Kalo cuma dipakek sesekali ajaaa... sayang kalo subscribe katakuu maah. Aku sebenarnya lebih sukaa yang "beli putus" alias beli sekali bisa dipakek sepanjang masaaa. Hehe...

Sekarang lagi ngincer corel video studio aku tuu... Lumayan harganya.. sekitar $89 untuk versi ultimate 2019. Nabung duluuu... wkwkwkwkwk... Abisnya aku udah terlanjur suka ama video studio dari jaman dia masi bernama Ulead Video Studio dulunyaa. Kalo yang adobe premiere... lagi-lagi deeh subscribe tahunan... Aaaakk.. ogah deeeh sekarang. Heuheuheu... Ntar aja kalo memang produktif dalam dunia per-edit-an foto maupun video. Sekarang fokusnya sama triple princess dulu deeeh yaaa... Ga punya banyak waktu untuk di depan laptop. Princesses biasanya protes kalo emaknya duduk manis di depan laptop. Jadii, aku mesti buka laptopnya nyuri-nyiri waktu banget.

Okeeeh.. sekiaan curcol (geje) dari aku. Lumayaaan buat mengisi kekosongan postingan 2019 ini. Maaf yaa spam ajaa. Eh iyaa, kenapa aku kekeuh ga mau pakek software bajakan lagi, dulu udah aku bahas juga di blog ini. Tapii sekali lagi aku ga judge lho yaaa gaes. Dikembalikan ke keyakinan masing-masing adjaah. Okee siip?! 😉😉😉

Read More

Krucils with Piama

Suhu 7° C pagi itu. Anak-anak masih terlelap oleh sebab malamnya baru tidur jam 12-an. Tapi kami harus berangkat untuk pijet [baca: fisioterapi] baby Maryam. Antara bimbang dan ragu untuk membawa mereka (dua kakaknya Maryam) yang masi tertidur pulas. Ada opsi untuk meninggalkan mereka berdua tidur di rumah. Toh jarak ke RS cuma 8 km. Fisioterapi juga biasanya cuma 15 menitan. Dan lagi klo tidur telat, biasanya pagi juga belum bangun (pola tidur yg mesti diperbaiki yaa. Ntar kapan2 cerita soal perjuangan menormalkan pola tidur merekaa yaa...). Kendatipun banyak alasan yg sebenarnya menguatkan mereka untuk ditinggal saja, Tapiii... ga tega. Gimana kalo terbangun dan nyari emak bapaknya. Haduuhh pasti panik anaknya.

Sebenarnya mungkin bisa saja ayahnya pergi berdua sama Maryam aja. Tinggal ditaro di carseat dan ayahnya bisa bebas nyetir. Tapii., agak susah kalau si baby mau nenen dan nangis kejer. Bisa-bisa ayahnya malah ndak konsen nyetirnya.

Akhirnya diputuskan, anak-anak diangkut aja. Nanti pas di RS aku nunggu di parkiran bersama di duo uni, ayahnya ke fisioterapist bawa Maryam. Deal.
Anak2 diangkut masi dengan piama, dan bahkan juga dengan selimutnya masing-masing. Hihi... Lalu ditaro di carseat masing-masing. Beres. Berangkat.

Rumah sakitnya terdiri dari 3 basement (basement 1, 2 dan3) dan 4 lantai gedung (ground, 1, 2 dan 3). Lantai ground khusus utk fisioterapi. Sedangkan kami parkir di basement 1 persis di depan pintu menuju lift. Di lantai basement jg ada absensi finger print sebelum menuju lift.

Pagi itu kami (anak-anak sudah terbangun) menyaksikan orang-orang bekejaran dengan waktu, mengejar absen agar tepat waktu. Ada yang terburu-buru dan bahkan meninggalkan begitu saja mobilnya yang masih menyala dan pintu yang terbuka lebar demi absen finger print. Jika ada yang berniat jahat, tinggal dibawa lari aja tuh mobil... 🙈🙈🙈... Alhamdulillaah di sini relatif aman (tapi ga juga bisa dikatakan bebas dari pencurian lho yaa).

Ah iyaa... pelajaran buat diri sendiri: untuk absensi dunia yang waktunya ditentukan oleh manusia saja, kita berlari dan berusaha untuk mengejar agar tepat waktu agar bonus atau gaji ga dipotong, agar performa bagus bisa naik pangkat atau tujuan lainnya. Tapi ketika aturan-Nya dan waktu yang ditetapkannya berlaku, apakah kita juga menyegerakan diri?! Astaghfirullaah... astaghfirullaah...

Nah sampailah aku pada masa di mana ketika Aafiya berkata "Bunda mau pipiis".
Haduuuhh... tak ada toilet di basement. Mau ga mau harus ke ground floor. Tapiii, anak-anak masih ileran. Masi pakek piama tidur. Hadudududu... Mau ga mau akhirnya kami menuju toilet. Berusaha mengabaikan tatapan heran orang yang sudah rapi tentunya. Ga pada pakek piama dan wajah baru bangun. Hehehe...

Pas mau balik lagi ke basement dr kejauhan aku liat mirip Rosaline, perawat dokter obgyene ku. Buru-buru aku masuk lift sebelum benar-benar papasan sama dia. Untungnya lift juga langsung terbuka. Ehh ga dinyata pas lift terbuka; triiiiing... Rosaline nya juga menuju lantai basement. Kirain mau ke lt1 (ruang klinik dokter obgyene ku). Tapi ternyata mau ngabsen juga. Aaakk.. pertemuan tak terhindarkan lagi.

Saling sapa hi, nanyain kabar. Kentara sekali wajah Rosaline heran, ngapain aku ke RS dengan bawa anak yang masi berpiama. Xixixi... "I m so sorry Rosaline, they just wake up." (Sambil masang wajah sok innocent plus nyengir. Tengsin juga sih). "No problem, fathelvi. Noo problem". Jawabnya. Rosaline adalah perawat berkebangsaan philipine. Dia sangat ramah.

Aahh iya yaa... Berpiama bukan dosa. Masi kucel juga bukan dosa. Apalagi masi anak-anak. Mengapa harus malu. Malu lah jika kita memang berbuat salah. Seharusnya tak perlu malu... hehehe...

*Tulisan ini ditulis setelah ditinggal2 beberapa kali.. jadi udah lupa apa yang mau ditulis... kekekeke... Maklum, emak beranak 3 ini emang lagi rada hektik. Kekekeke...

Read More

Januari 2019

Januari.
Sudah januari lagi.
Begitu cepat waktu berlalu.

Meski Januari adalah bulan di mana aku dilahirkan lebih dari 30 tahun yang silam, di mana momen ulang tahun bukanlah momen spesial buatku dan sama sekali tak perlu dirayakan, tetap saja memasuki Januari artinya berganti tahun masehi, dan juga yang pasti semakin berkurang usia. Semakin berkurang jatah waktu untuk berbuat kebaikan. Sejatinya, setiap detik yang terlewat, semakin mendekatkan diri kita pada kematian. Sudahkah mempersiapkan sebaik-baik bekal? Atau masi lalai dengan kemilau dunia yang melenakan?! Astaghfirullaah...

Begitu cepat berlalu. Manusia-manusia bisa berubah. Dahulu, mengenal internet barulah seusia SMA. Sekarang? Bocah saja sudah tau. Arus informasi menderas. Tinggal bagaimana memfilter. Dahulu, ingin mendapatkannya sulit. Sekarang, memilah-milahnya yang sulit. Sulit membedakan antara hoax dan real. Jaman abu-abu berkabut kah?

Beberapa hari yang lalu talking heart to heart bersama Aafiya; apa yang Aafiya ga suka dari bunda dan sebalinya, apa yg bunda ga suka dari Aafiya. Maksudnya di sini adalah sesuatu yang harus masing-masing kita ubah. Semacam resolusi buat kita berdua. Aafiya said, "Aafiya ga suka kalau bunda liat HP terus. Dan di depan laptop terus (mendesain)."
Ahh.. anakku sayang. Iya benar, seharusnya bunda ga nge-HP terus ya Nak... In shaa Allah yaa Nak... jadi resolusi kita berdua... Kalau untuk laptop mungkin bunda harus curi-curi waktu nih. Hehe...

Ah iyaaa...
HP sekarang rasanya menjadi candu yang harus segera di withdrawal, boleh dengan tappering off atau direct withdrawal. Dunia zombie, kata orang. Di mana masing-masing sibuk dengan "dunia tak bertepi dalam genggaman". Tak peduli sekeliling. Kadang aku merasa berada di pusaran ini. Ya Salaam... Astaghfirullaah. Meskipun ga begitu aktif di media sosial seperti facebook dan instagram seperti kebangakan orang-orang, tapiii ada satu aplikasi yang bikin candu bernama wattpad. Sepertinya gadget management nya harus disetting ulang lagi nih.

Aafiya, memang tidak kubiasakan dengan gadget. Jatah menggunakan gadgetnya (baik itu laptop, maupun HP) sehari cuma max 20 an menit untuk menonton tayangan pre school. Tapii, Aafiya lihat aku pegang HP kan yaa... Jadi emaknya mesti dibenahi dulu nih.

Ini masa-masa struggle untuk bonding bersama anak. Agar kelak, semoga Allah dekatkan hati mereka kepada kita. Bukan kepada yang lain (teman, lingkungan, pergaulan). Masi tertatih-tatih. Smoga amanah-amanah yang Allah titipkan ini yang merupakan hadiah sekaligus ujian dapat terdidik dan terasuh dengan sebaik-baik pengasuhan. Karena tak dapat di-undo masa-masa pengasuhan ini...

Kemarin, sempat cerita sama salah seorang teman yang baru datang dari Indonesia. Di Indonesia ia adalah working mom. Pagi berangkat, pulang malam ketika anak-anak sudah tidur. Anak-anak bersama khadimah sehari-harinya. "Baru dua minggu..." katanya "badanku terasa remuk redam. Ternyata jadi full time mommy itu beraaaatt bangeett. Kalo kerja ada istirahatnya. Ini klo sama anak-anaknya, mesti siaga 24/7. Aku acungin jempoool banget buat fulltime mommy."

Iya ini bukanlah tugas yang ringan. Mendidik anak, berarti mendidik generasi. Dan itu takkan berhasil kalau ibunya saja belum mampu memenej diri dan emosi. Dan akan useless pula tanpa supporting system yaitu dari suami yang menyokong dan terus mengisi tanki-tangki cinta dan semangat hingga full charged. Tentu saja tidak meninggalkan do'a dan juga kesungguhan hati untuk membelajarinya; ilmu pengasuhan.

Semangaaaattt...

Kapan-kapan aahh aku sharing soal ini, sekedar pengingat diri dan juga berbagi kemanfaatan. Biar januari ini ga absen postingan, meski ngepostnya udah injury time wkwkwkwk..
*bikin tulisannya udah dari 3 hari yang lalu, nyicil-nyicil.. hihihi...

Read More

Desember Ini: 5 Tahun!

Desember ini: 5 tahun. Yeiye... alhamdulillaah ini 5 tahun menginjakkan kaki di kota Riyadh. Lima tahun lalu--setelah perjuangan selama 7 bulan--mengurus dokumen keberangkatan ke sini. Lima tahun lalu, perjalanan pertama aku ke luar negri. Hehe... Bekejaran dengan waktu di Bandara internasional hongkong, karena ketika landing untuk transit, pesawat menuju riyadh sudah boarding. Harus mengitari bandara hongkong yang besar dan harus naik kereta bawah tanah untuk menuju terminal keberangkatan ke riyadh dengan 1 ransel berat, 1 totebag yang kepenuhan dan 1 tas kecil tempat dokumen, plus gamis dan jilbab hitam yang menjuntai. Hehehehe...

Tak berasa, sudah 5 tahun saja menjejaki bumi jazira arab ini. Waktu begitu cepat berlalu. Dari yang dulu cuma berdua, sekarang sudah berlima. Alhamdulillaah... Bukan hanya itu. Ada lagi yang berkembang dan bertumbuh selama 5 tahun ini: berat badan. Ya salaaaam. Datang2 dulu masi ramping, tapi sekarang... aaaakkk *sembunyi di balik pohon kurmaa... πŸ˜‚. Inilah yang berkembanh pesat hingga 18k. Ups! 😣😷

Sudah lama ndak ngepost di blog yaa... Hehe... Harap maklum kesibukan emak2 dengan 3 balita iniih. *excuse* wkwkwkwk...
Sebenarnya banyak yang mau diceritakan di blog. Tapi, terlewat begitu saja... Lalu sudah menguap entah ke mana. Hihi...

Dari pada ga ada postingan, yuk laah bikin postingan di desember ini... ga berat2 koq. Cuma cerita ringan saja.

Kami baru saja membayar kontrak rumah untuk 6 bulan ke depan. Kontrak rumah di sini memang common setiap 6 bulan, atau 4 bulan atau 1 bulan kalo yang model flat atau apartemen. Dan, kami memutuskan untuk pindah rumah lagi! Iya. Pindah lagi. [Rajin amat yaa pindahan]. Hehehe... Alasannya tak perlulah aku jelaskan di sini. Intinya pindah rumah kontrakan, dah gitu aja.

Membayar kontrak rumah yang sekarang, ternyata sudah dengan sistem yang baru. Dulu aku pernah cerita kan yaa soal kontrakan rumah di sini. Nah, sekarang dengan sistem yang lebih baru lagi. Sistem ejar namanya. Jadi, kita ngontrak gituuh mesti terdaftar di kementrian perumahan. Waaaa... ma shaa Allah... urusan ngontrak aja pakek daftar di kementrian segala. Kalo di kampung, mau ngontrak yaa ngontrak aja. Urusannya cuma antara si pemilik dan si pengontrak.

Di sini, ngontrak rumah harus melalui maktab lil 'aqarat. Maktab yang baik adalah yang telah terverifikasi dengan sistem ejar. Jadi, ada akta kontraknya yang sudah melewati proses di kementrian perumahan terlebih dahulu. Di akun kita di kementrian dalam negri pun sudah terapdet kota ngontrak sama siapanya, maktab aqari mana. Sistem begini enak menurutku karena akan "save" buat si pengontrak maupun pemilik. Pemilik akan terselamatkan dari pengontrak yang tipu2 yg suka ga bayar dll dan si pengontrak juga ga kenak tipu2 sama maktab yg rese yang suka ngasi harga yang ga seharusnya.

Kadang suka ketawa aja kalo ada yang bilang orang arab itu kolot, terbelakang misalnya. Jangan salah-salah. Justru mereka jauh lebih maju dan hi-tec di banding kita. Dalam sistem kependudukan misalnya. Kita sebagai expatriate aja memiliki akun sendiri di kementrian dalam negri. Akun itu sangat sangat lengkap, segala data kita ada di sana. Siapa saja anggota keluarga, ada suransi kesehatan ga, riwayat perjalanan ke luar negara ini, boleh atau tidak untuk melaksanakan haji, expire passport, ada pelanggaran lalu lintas tidak, mengurus dokumen kelahiran anak, dan banyak lagi. Sekarang juga rumah yang disewa terecord di akun kita. Ngomong2 soal Pelanggaran lalu lintas, kita bukan bayar langsung ke polisi yang menilang lho. Kalo ke polisi yang nilang, bisa nego kan hihi. Bayarnya harus lewat ATM. Di account bank kita juga akan terecord traffic violance yang kita lakukan. Kalo ada, di klik dan langsung dibayar via akun bank. Na'udzubillaah semoga tidak ada pelanggaran lalu lintas. Karena bayarnya mahaaaaal... Menerobos lampu merah aja kenak sampai denda 20jt! 😨
Kecepatan di atas batas normal (misal max 80km/jam trus kita melaju drngan kecepatan 100 km/jam) dendanya bisa sampai 1 juta lebih.

Secara sistem, ma shaa Allah sangat rapih dan baguuss banget. Urusan kependudukan lebih mudah di sini di banding bikin kartu tanda penduduk di kampungku misalnya yang kita dioper2 ke sana kemari yang bikinnya bisa berminggu2 karena urusan asministrasi yang ribet. Huhu... semoga di negaraku nanti sistemnya lebih baik... Makanya harus pilih pemimpin yang baik! Kalo aku sih di pemilu 2019 in shaa Allah, pilih no 8 untuk partainya dan nomor 2 untuk presidennya. Kalau kamu?? Pilihan kita sama kaaan? πŸ˜‰

Read More

Tips Umrah Bersama Bayi dan atau Toddler

Umrah adalah ibadah yang dirindukan banyak orang muslim tentunya. Mendatangi rumah-Nya dan tawaf mengelilingi ka'bah. Menyaksikan langsung ka'bah dah shalat di depannya merupakan hal yang sangat mengharukan dan menghadirkan rasa tersendiri yang mungkin sulit kita definiskan. Bahagia. Haru dan juga kadang ta'jub. Apalagi keutamaan shalat di masjidil haram, yang 10.000x lebih utama dibanding masjid lainnya. Akan tetapi, adakalanya ketika umrah kita harus membawa anak-anak kita. Terutama ketika tidak ada keluarga yang bisa dititipi anak. Atau memang kita ingin membawa anak untuk memperkenalkan baitullah pada anak. Mungkin cocok untuk usia 5 tahun ke atas ketika mereka sudah mengerti. Lalu bagaimana dengan bayi dan todler which is belum ngerti apa-apa?

Ibadah umrah sendiri sebenarnya belum "apa-apa" dibanding ibadah haji. Umrah terdiri dari 4 rukun; niat di miqat, tawaf, sai dan tahalul dengan bercukur. Sebagain orang berasumsi ibadah umrah itu memakan waktu sampai seminggu lebih. Sebenarnya tidak. Umrah itu (tawaf, sai dan bercukur) hanya memakan waktu 2-5 jam tergantung ramai atau tidaknya masjidil haram. Rata-rata dalam waktu 3 jam umrah sudah selesai dilaksanakan. Nah, untuk yang membawa bayi ketika umrah tips dariku adalah:

1. Jika memungkinkan (misal umrah bersama pasangan), laksanakan umrah bergantian. Misal suami umrah terlebih dahulu, istri bersama anak-anak di hotel. Lalu ketika suami selesai melaksanakan umrah, gantian istri yang berumrah dan suami yang menjaga anak-anak. Atau sebaliknya. Ini lebih terasa "aman" in shaa Allah.

2. Jika tidak memungkinkan untuk meninggalkan anggota keluarga di hotel atau jarak hotel yang cukup jauh dari al haram sehingga sulit untuk berangkat sendiri, apalagi bagi wanita yang memang tak mudah untuk bepergian sendiri (takut tersesat, belum hafal jalan ke al haram, tidak biasa bepergian di tempat asing sendiri misalnya atau alasan lainnya), maka berangkatlah bersama-sama. Sebagian hotel memberikan layanan pinjaman kursi roda gratis. Maka manfaatkan layanana ini untuk "mengangkut" anak-anak (todler) dari hotel menuju al haram dan ketika tawaf dan sai. Karena kursi roda diperbolehkankan masuk ke dalam masjid al haram sementara push chair, stroller, buggy, kereta bayi dilarang masuk ke masjid al haram. Jika tidak bisa bersama-sama maka umrah bergantian bisa menjadi opsi berikutnya tapi menunggu di masjid al haram bukan di hotel. Tapi ini akan memakan waktu lebih lama (2x lipat waktu biasanya) dan bayi atau todler biasanya akan rewel dan bosan jika berlama-lama menunggu.

3. Mengajak anak umrah memang baik. Mengenalkan pada anak baitullah semenjak usia dini. Tapi, menurutku usia yang ideal untuk mengikutsertakan anak dalam rangkaian ibadah umrah adalah usia 4-5 tahun ke atas. Di usia 2 tahun anak mungkin belum mengerti. Mengajak mereka untuk ikut lebih banyak membuat mereka lelah saja tapi mereka belum mengerti, dan kita sebagai orang tua pun rentan lebih capek karena mungkin saja mereka minta digendong, atau berjalan sangat pelan atau jalan sambil main-main. Jadi, usia 4-5 tahun (3 tahun acceptable untuk anak yang terlihat sudah mulai mengerti, usia pre-school seperti ini), boleh diajak untuk tawaf dan sai semampu mereka.

Untuk ibadah shalat wajib ke masjid al haram, ketika membawa bayi dan toddler, maka pilihlah lokasi yang relatif lebih sepi. Tapi bukan juga di halaman masjid. Di halaman mungkin terlihat luas tapi cuaca kadang kurang bersahabat dan tidak cocok untuk anak-anak. Apalagi di musim panas yang bisa mencapai 45-50° C. Ketika membawa bayi/toddler tidak usah dipaksakan untuk shalat di depan ka'bah karena akan sangat crowded. Area dari pintu masuk King abdul aziz dan king fahd juga merupakan area yang sangat ramai. Pilihlah area perluasan semisal king Abdullah extension. Kami biasanya memilih di area king Abdullah gate karena lebih sepi dan lebih nyaman untuk anak dan bayi.
Baby Maryam (2 bulan) di masjidil haram, king abdull gate yang ma shaa Allah sepii banget. Cucok buat bayi-bayi di area sini. Hehe...


Memang, ibadah umrah bersama anak-anak lebih 'sulit' dari pada umrah tanpa anak-anak. Tapi bukan berarti tidak bisa. Selagi anak-anak masih ngintilin kita kemana-mana, mari nikmati momen berharga ini. ^^
Jika umrah tanpa anak-anak bisa menikmati berlama-lama di masjidil haram dan bisa shalat 5 waktu di masjid terbaik di muka bumi ini, maka ketika membawa bayi/todler, don't expect more... Tapi in shaa Allah niat kita sudah dicatat-Nya. Mungkin ada rahmat-Nya dari sisi yang lain ketika kita tidak bisa full ke masjid lantaran harus menjaga dan mengasuh anak-anak kita.

Mudah-mudahan Allah berikan kelapangan rizki bagi kita untuk bisa mengunjungi al haram lagi dan lagi. Aamiin yaa Rabb... Dan bagi yang berkunjung ke al haram dan memiliki kelonggaran waktu, semoga dapat memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya...
Semoga Allah lapangkan kita untuk ke sini, lagi dan lagi.

Di depan ka'bah sendiri dan anak-anak bersama ayahnya di hotel. ^^

Read More