Anda Seorang Muslim?

Ini entah kali keberapa kami sekeluarga atau ketika aku bertiga sama anak-anak saja sedang berada di area publik ditanya, "Anta muslim?" atau "Anti muslimah?" ketika kami jawab "Aiwa, Ana Muslim.." dilanjutkan dengan komentar berikutnya, "Ma shaa Allah...". Terakhir pertanyaan itu menghampiri kami ketika sedang walking di taman--Crown Prince Park. Padahal, kala itu suamiku sedang mengenakan baju Thoub (baju gamis khas Arab untuk laki-laki) dan aku sendiri mengenakan cadar. Yang mengherankan, kenapa pertanyaan itu bisa muncul?


Pertama kali aku ditanya waktu itu ketika bertiga bareng anak-anak di sebuah mall. Abu Aafiya sedang menunaikan shalat di masjid lantai 2. Sementara kami di ground floor bersama banyak ibu-ibu lainnya yang juga sedang menunggu suami-suami mereka shalat atau menunggu toko-toko pada buka lagi sehabis jam shalat. Kala itu, Aafiya mengenakan jilbab dan sedang asyik berlarian di area publik yang memang luas dan tersedia tempat duduknya. Lalu, tetiba salah seorang wanita Asli sini bertanya, "Anti muslimah?" (Apakah Anda Seorang Muslim?). Aku mengernyit heran. Butuh dua kali untuk mencerna pertanyaan itu secara anakku pakai jilbab dan aku sendiri mengenakan cadar. "Hemm??" aku menggumam heran. Dia mengulangi pertanyaan yang sama, "Anti muslim? Islam... Islam...!" Tanyanya lagi sekaligus menjelaskan lebih detil pertanyaannya. "Na'am Ana Muslimah." Aku jawab kali ini dengan mantap tapi sekaligus penuh tanda tanya.

Ngapain sih masih harus bertanya lagi apakah aku seorang muslim apa bukan. Aku jelas-jelas sedang mengenakan identitas muslimah. Aku pakai jilbab dan juga cadar. Dan anakku pakai jilbab juga. Bahkan di negeri jazirah gurun ini anak-anak tidak dibiasakan dengan jilbab. Lalu, apakah butuh dipertanyakan lagi bahwasannya aku islam apa bukan di negeri yang berdasar syariat islam ini? Bukankah jilbab itu adalah identitas muslimah dan tidak dikenakan oleh wanita lain selain muslimah? #Edisi BAPER tingkat tinggi... ehehehehehe....

Kali kedua dan kali ketiga dan kali berikutnya dipertanyakan hal yang sama, aku tidak seheran ketika kali pertama dipertanyaankan hal ini. Tapi, masih bertanya-tanya, mengapa harus mempertanyakan seseorang islam apa bukan ketika mereka sudah mengenakan identitas seorang muslimah? Dan juga, di sini bagi yang non muslim sendiri sudah diberikan "kebebasan" untuk tidak mengenakan jilbab walaupun masih harus memakai abaya hitam. Jika seseorang non muslim, mungkin dia tidak akan berpikir untuk memakaikan jilbab buat anaknya, kalau misalnya buat dirinya sendiri masih memungkinkan dengan alasan "safety" misalnya. Sebab dahulu memang sempat non muslim harus mengenakan scarf tapi kebanyakan mereka cuma melingkarkan ke leher dan jika ada polisi syariah baru deh ditutupin ke kepala. Nah, buat anak-anak? Di tempat yang anak-anak mereka sendiri yang muslima tidak dipakaikan jilbab sekalipun. Semestinya, logikanya "ngapain harus cape-cape' ngejilbabin anak di suhu yang 40-50 derjat celcius begini jika bukan seorang muslim?


Setelah dilakukan analisa yang tidak mendalam, sepertinya karena mereka menduga kami citizen Philipina bukan Indonesia. Bahkan, pernah beberapa kali kami tanpa ditanya-tanya dulu langsung diajak bahasa tagalog. Melihat wajah kami yang heran heran bingung, langsung deh ditanya pakai bahasa inggris. Hihihi... Tak terhitung pula entah berapa kali kami disapa dengan salam "Kabayan!" ala tagalog yang kami jawab dengan senyum plus bilang "Indonesia". Kekekeke... Jika wanita Arab yang bertanya "Anta Muslim?" itu tau kami dari Indonesia, mungkin akan serta merta langsung tau kalau kami muslim. Karena kalau dari Indonesia, mereka sudah tau bahwasannya mayoritas adalah muslim. Jamaah haji dari Indonesia juga yang terbanyak kan yaaa...

Tak dipungkiri, Populasi warga Philipina di sini bisa dibilang sangat-sangat banyaaak. Jauh melebihi orang Indonesia. Terbanyak pertama adalah India, lalu Mesir, Yaman dan diikuti dengan Philipina. Mereka menguasai berbagai sektor terutama rumah sakit. Bisa dibilang hampir 85% perawat berbagai rumah sakit maupun klinik di Saudi dikuasai oleh perawat pinoy. Karena perawakan dan wajah pinoy dan Indo mirip (masih satu rumpun) makanya ga salah juga sih sebenarnya aku dikira philipine. Tapi, tetep saja heran dengan pertanyaannya (masih mutung ceritanya... kekekeke).

Terlepas dari semua itu, alhamdulillah... tsumma alhamdulillah Allah takdirkan aku terlahir dalam keluarga muslim. Sebuah anugrah dan hadiah dari-Nya yang tak ternilai harganya! Ini adalah karunia-Nya yang sungguh tak ingin ditukar dengan apapun. Aku seorang muslim! Dan aku bangga menjadi seorang muslim! Semoga Allah berikan keistiqomahan di hati para muslim di manapun berada dan Allah wafatkan dalam keadan muslim. Aamiin yaa Rabb...
Read More

The Beautiful of Wadi Namar

Week end ini alhamdulillah kesampaian juga ke Wadi Namar. Lumayan jauh dari rumah kita (sekitar 30-an km). Tapiii kabar baiknya adalah jalan menuju Wadi Namar dari rumah bisa dibilang sangat gampang dan mudah serta mulus dan hampir tak ada macet. Hanya melewati high-way (Syekh Jaber, Second Ring Road, Southern Ring Road, Western Ring Road, King Khaleed Road dan sampai deeh). Banyak high way nya yang dilewati. Pada perasaannya cuma lurussss sahajaaa, pada kenyataannya menyisiri dari Timur, Selatan hingga Barat Kota Riyadh. Hehehe....

Sebenarnya aku pengen ke Wadi Hanifa. Hampir 4 tahun di Riyadh, belum pernah ke tempat yang cukup fenomenal di Riyadh ini. Tapi, week end biasanya di sana sangat sangat maceeeettt. Males juga menerjang macet hehe. Sedangkan wadi Namar, dulu 3 tahun yang lalu udah pernah ke sini. Masi di perut Aafiyanya. Hehehe... Dan sekarang anaknya udah 2 tahun 9 bulan. Alhamdulillah kesampaian lagi ke sana dan banyak perubahaaaaan... Wadi Namar jadi lebih cantik dan lebih banyak airnya. Entry ticketnya masih gratiss alias ga perlu bayar untuk datang ke sini... Alhamdulillaah...

Wadi dalam bahasa Indonesianya adalah waduk. Hampir mirip yaa kata-katanya? Hihi.. Iya, semacam danau buatan gituh. Pemandangan air (seperti yang aku bilang sebelumnya) adalah hal mewah di sini. Sejujurnya, kalau dibandingkan dengan Danau Ateh Danau di Bawah atau Danau Singkarak, pemandangan Wadi ini mungkin tak seberapa. Tapi, di sini ma shaa Allah terasa sangat mewah. Pemerintah pun cukup berhasil "memugar" nya jadi lebih terlihat cantik apalagi di malam hari dengan lampu yang menawan. Oh iya, powernya dan cantiknya waduk ini dibanding danau di Indonesia adalah karena tebing tinggi dan kokoh yang mengelilinginya. Tebing bebatuan khas gurun banget dan ini jarang ditemukan di Indonesia (aku tak pernah melihatnya di Indonesia). Tebing berundak-undak dan kokoh. Selalu takjub melihat ciptaan-Nya ini, ma shaa Allah... ma shaa Allah... Di sini, destinasi wisata memang semakin malam semakin ramaaiiii sahajaaa... Kalau ga cepat-cepat berangkat, bakalan susah nyari parkir di sini. Dan tentu ga ada tukang palak parkir di sini. Parkir gratis, dengan konsekuensi ga ada yang ngasi teriakan "Yaaak,,,terus...teruss... kuaat kiriii...balass...balaaas...oooopss!" (emang di Indonesiaaa wkwkwkwkwk :P)

Ada air terjun di wadi namar sekarang, ma shaa Allah. Dulu belum ada pas aku berkunjung pertama kali. Dan juga pengunjung bisa melihat pemandangan waduk dari atas tebing. Aku sih belum pernah liat dari atas. Ga tau lewat mana kalo mau ke sana. Kekeke... Kayaknya cantik viewnya dari atas. Semoga suatu saat kesampaian liat dari atas sana.

Kelebihan Wadi Namar adalah membolehkan kita bakar-bakar misal bakar ikan ayam dll di sini. Sesuatu yang tidak boleh di kebanyakan taman-taman lainnya. Menyenangkan sekali menggelar tikar, bakar-bakar, menikmati snack dan main di pinggir waduk. Sayangnya tidak ada playground buat anak-anak sebagaimana taman-taman lainnya. Oh iyaa, yang paling penting (khusus buat emak Aafiya) menyenangkan sekali juga buat para pencinta fotografi untuk klik-klik di sini... Hehehehe.... Ini beberapa foto-fotonya....

ini tebingnya tinggi banget.... itu pagar yg keliatan kecil itu sekitar se dada orang dewasa

aafiya and her father

masukin kaki ke air wadi

air terjun

ada bebek jugaaaa

orang di atas sana cuma kelihatan kayak titik











Read More

Faisaliyah Tower

Sebenarnya kami tidak menyengajakan diri untuk datang ke Faisaliyah Tower jika tidak diajakin oleh teman-teman untuk suatu keperluan. Faisaliyah tower sendiri adalah gedung berbentuk kerucut dengan bola di atasnya. Dibangun katanya pada tahun 2000 dan merupakan gedung tertinggi keempat di Saudi Arabia. Ketinggiannya sekitar 267 meter. Gedung tertinggi pertama familiar bagi jamaah haji dan umrah nih, yaitu Abraj Al Bait yang lebih dikenal dengan zam-zam tower dengan ketinggian 602 meter. Gedung tinggi di depan masjidil haram. Gedung kedua namanya Burj Rafal, dibuka tahun 2014 dengan ketinggian 308 meter. Trus Kingdom Centre dengan ketinggian 302 meter. Sekarang lagi dibangun lagi yang namanya Kingdom Tower (espektasi bakalan kelar 2020) dengan ketinggian lebih dari 1 km dan bakalan jadi gedung tertinggi di Dunia mengalahkan Burj Khalifa (ketinggian 800-an meter). Waaaaahh di Saudi banyak gedung-gedung tinggi yaaaak?! Bahkan masuk list gedung tertinggi di dunia. Itu artinyaaa.... (silakan simpulkan sendiri)... Ga berani ngomong banyak soal ini.. Hehehe
faisaliyah itu gedung yang ada bolanya hehe (source of photo is here )

Dulu waktu awal di Riyadh, kami mengunjungi Kingdom Centre ini dan naik ke Skybridge nya... Tiketnya waktu itu 35 SAR per orang. Dan karena kami mengunjunginya pas week end, antrinya itu lhooooo.... ma shaa Allah, rameeeeeenyaaaaaaa... Rada puyeng juga naek lift tinggi banget.

kingdom centre dengan skybridge di atasnya (source of picture is here)

Nah, niat awalnya mau naik ke rooftop nya Faisaliyah tower ini nih... Mau liat view Riyadh...terutama view kingdom centre. Ehh ternyata tiket naik ke puncak gedung bola ini mahaal banget... Sebesar 60 SAR (sekitar 200-an ribu IDR). Ga worth it laah kalo cuma liat kota Riyadh doang. Bisa liat dari pesawat juga koq kalo mau take off atau landing... wkwkwkwkwk.... Kcuali kalo 60 SAR dapat snack, dapat kaos plus free photography di atas sana....itu baru worth it.... Ngarep bangeeetts... Hihihi... Akhirnya kita cuma halan-halan dan photo-photo ajah di depannya...

Beberapa capturan di Faisaliyah Tower...

miniatur faisaliyah tower

bungaa (credit by Abu Aafiya)

bunga di halamannya

Princess nya mba Tyaas (belum ijin emaknyaaa nih ngaplod photo anaknyaa)

Aafiya and her best friend

mereka lagi

cuma stroller aja koq

run a way


Read More

Green View in Salam Park

Alhamdulillaah...
Kesampaian juga ke salam park, destinasi wisata yang cukup populer di Kota Riyadh setalah lebih dari satu setengah tahun tidak ke sini. Sebelum ini, ke salam park pas hamil Aasiya (when she was 2 month in my womb) dan ke sini lagi pas Aasiya udah usia 8 bulan. Hihihi... Awalnya kita mau ke Salam Park pas libur lebaran. Tapi karena pas kita sudah berangkat ada badai debu, akhirnya diundur deh dan kesampaian minggu lalu. Dan ternyata ada detour jalan yang lumayan pas kita mau nyampe di sana karena (lagi-lagi) ada pembangunan monorail di kota Riyadh.
Salam park aerial view (source of picture is  here)

Tak banyak berubah di Salam Park. Tetap asri, hijau dan sangat menyenangkan. Dengan danau di tengahnya makin bikin eksotik taman ini. Sebuah pemandangan yang mahal untuk dareah gurun. Bayangkan, ada genangan air bekas air hujan aja dijadiin tempat piknik... Ma shaa Allah. Ga heran kalo wisata dengan adanya danau kecil begini men jadi destinasi wisata yang sangat ramaiiii dikunjungi baik oleh citizen Saudi maupun para expatriates. Maka bersyukurlah di Indonesia, pemandangan hijau begitu mudah didapatkan. Alhamdulillah bini'mah...

Salam park aerial photo 2 (source of photo is here)
Hal yang bagus di sini adalah fasilitas taman dan tempat bermain anak yang tersedia di setiap Hayy/District atau bahasa kita kecamatan kali yaa. Bahkan satu Hayy bisa punya 2-4 taman lho. Di Taman ini, disediakan juga playground buat anak-anak yang GRATISSS... Jadi anak bisa main sepuasnya, bersepeda atau bikin istana pasir dan orang tuanya bisa refresh sambil menikmati pemandangan hijau atau berolah raga dengan berjalan sekeliling taman, jogging. Ma shaa Allah, fasilitas ini benar-benar sangat bermanfaat untuk masyarakat. Kalau di Indonesia bisa dibikin seperti ini, pasti lebih bagus lagi in shaa Allah. Di daerah gurun yang rumput saja ditanam, dirawat dan disirami bisa bikin kayak gini, mestinya di negeri hijau yang rumput ga perlu disiram harusnya lebih mudah... Semoga suatu saat bisa terwujud yaah...

Di Salam park tersedia area bermain yang berbayar juga misal jika kita ingin naik kapal yang mengelilingi danau, atau main sepeda air, atau naik bebek-bebekan. Juga ada kereta api wisata. Seruu buat anak-anak. Ke salam park sebelumnya, paling kami cuma naik kapal doang. Hehe... Kemarin kami mencoba hampir semua wahana yang tersedia karena Aafiya sudah bisa diajakin main di sini...Alhamdulillah...

Salah satu kelebihan setiap destinasi wisata di sini adalah soal harga makanan. Jika di kampungku, selain tukang palak parkir, harga makanan dan minuman di tempat wisata pasti bakalan meroket. Air mineral misalnya. Kalau di warung 3rb,di tempat wisata bisa 7rb,di bandara bisa 20rb per pc nya. Kalau di sini sama ajah. Di baqala/warung/minimarket harganya 1 SAR, di tempat wisata yaa tetap 1 SAR juga. Burger yang kami beli 3 tahun lalu di salam park seharga 6 SAR, sampai sekarang harganya tetap 6 SAR. Kenapa harga ini penting? Yaa penting sekali buat emak-emak sebagai CFO Rumah Tangga yang mengatur cash flow keuangan tentunya... Kekekeke


Salam park tentu juga adalah salah satu surga bagi fotografer baik yang pemula macam akuhh atau yg kelas profesional. Kalau di Indonesia, ini taman pasti udah jadi tempat photo pre-wed kali yaah. Tapii jangan ada prewed2an deeeh buat yang mau nikahan... Ntar ajah pasca wed.. Hehe... Di sini tentunya mamnu' alias prohibited! Kita ajah photo keluarga sempat dilarang ama pak satpamnya... Kekekekeke.... Ga banyak sih aku photo2 di sini. Fokus main sama anaknya ajah akuh mah.
Berikut beberapa hasil potretan di Salam Park. Yang juga sebagian adalah photo ke salam park sebelumnya... 
air mancurnya
pinggir danau

bebatuan

bebatuan lagi

green view

taman bunganya

meskipun dalam salam park ini ada masjid, tapi tetap disediakan "mushalla/tempat shalat di area terbuka


Kami juga jalan mengelilingi Taman Salam yang mungkin sekitaran 2 km itu. Alhamdulillah Sangat menyenangkan dan full happy fun and high quality family time... Alhamdulillah bini'matiHi
Read More

Cook and Shoot

Ini sebenarnya postingan lawas. Tapiii, karena ribet mindahin photonya, bukak SD card, pindahin ke ke laptop, kecilin resolusi, baru diaplood. Ribet bangets buat emak-emak macam akuuh yang butuh kepraktisan.. #eaaaaa...
Akhirnya disempatkan juga memindahkan foto-fotonya tapi tak dikasi watermark lagi. Ihiks... Soalnya biasanya pakek photoshop dan sekarang ga mau pakek program bajakan lagi. Heuheu... Istiqomah... Semoga Istiqomah... Mohon do'anya. (Agak) Berat memang. Secaraaa sudah biasa nge-design pakek PSD ini. Yeey, semangat yaa Mak Aafiyaa... Hihi...

Seperti ceritaku terdahulu, dalam hal food photography, aku memang belum mahir laah. Dan lagi, karena emak rempong agak rada malas menghias photo, menyertakan berbagai aksesoris (nunggu anak baby gedean dulu laah <-- ini alibi bangets yak), dan memilih banyak angel, akhirnya yaa begitu deeh. Hasil photonya belum begitu maksimal laah. Tapi dibanding photo sebelumnya, ini mending sih "riasan|" aksesorisnya, meskipun--sekali lagi--belum maksimal... Dan satu lagi, masih butuh banyak belajar tentunya akunyaa... :)


Sebenarnya judulnya ga serepresentatif isinya. Cook and Shoot. Ga semua yang aku shoot ini, aku yang cook. Tapi, karena memang sebagian besaaaar aku yang masak trus aku photo, boleh laah yaaa judulnya berdasarkan suara gambar terbanyak. Udah kayak voting anggota DPR ajee... Hihihi...

Okeeh tanpa memperpanjang mukaddimah lagi, just enjoy the photo. Daaaan, jangan lupa yaaa, meski nda pakek watermark, tolong yaa jangan nyolong photo sesukanya. Kalo mau ambil photo, please...please sertakan sumbernyaa... (Udah ke-GR-an duluan aje nih ada yang bakal ngambil photonya akuh wkwkwkwk). Yaa, meskipun belum bagus-bagus amat, tapi aku sempat menjumpai beberapa orang yang "nyolong" photo akuuh lhooo.. Ihiks, sakitnya tuh di sinii... Hehehe... Aku sudah berusaha untuk tidak menggunakan program bajakan lagi, jadi aku juga ga mau kalo aku dibajak jugaa. Okeh?



sate padang
Sate Padang selalu jadi favorite untuk difoto. Ini entah percobaan keberapa kalinya (bukan percobaan lagi sih harusnya) dan alhamdulillah makin dicoba makin ekpert nih..dah bakat jadi tukang sate keluarga kekekeke

our new favorite: Pomegranate
Just our new fave... Ternyata buah delima itu enaaak yaaa... Salah satu buah yang disebutkan dalam Al Qur'an

empek-empek
Si empek-empek ini eksperimen kedua. Pernah sekali duluuuu banget kepengen empek-empek, aku bikinlah itu si empek-empek. Tapiii, rasanya entah ke mana-mana...wkwkwkwk... itu tahun 2014. Alhamdulillah pas bikin lagi, nemu resep yang passs di lidah, praktis dan alhamdulillah sukseesss. Cuma kuah cukonya yang masih belum pass, need to trial more and more. Karena ini makanan kesukaan aafiya dan anaknya udah bisa request, akhirnya mpek-mpek adalah salah satu "snack" yang cukup sering aku bikin sekarang...

drum stick: kids favourite
Bukan favorite aafiya banget sih yaa, cuma ini bebikinan buat anak-anak di suatu acara. emak aafiya kebagian bikin ayam goreng buat para peserta kiddos... Tapi rada over boiled, jadinya ayamnya kurang krenyeess deeeh... ihiks...

pra-goreng Pastel
Ahaaayy, senangnyaaa bisa bikin pastel... Ketemu cetakannya pas belanja di Lulu Hypermarket. Maklum emak aafiya ga bakat yang namanya jalin menjalin pastel kekekeke... Tapiii lupa dimana yaa resep kulitnya inii... Alhamdulillah cetak-able, jadi alhamdulillah sangat membantu dalam memenuhi "ngidam" pengen pastelnya. Sebagian aku forzen jugak, biar nanti kalo pengen lagi tinggal digoreeng.

gilingan serbaguna
Bagi emak-emak, alat satu ini menurutku must to have deeeh. Serbaguna banget... Bikin kue bawang, cheese stick, bikin kulit pastel, bikin kulit molen (list to do), bikin mie homemade (list to do), bikin kulit cireng jugaa (belum list to do wkwkwkwk) and many more. Sengaja motoin keberantakannya...ehehehe

Cuma semacam bahan-bahan pre-cooking
nothing to explain :P

fruits: kiwi, plum, grapes, apricot, water melon
Yeiy, ini buahku. mana buahmu? seneng banget nyobain buah-buah yang jarang ditemukan di Padang dan tidak pernah ditemukan di Muaro Labuah (apricot, kiwi, plum) kekeke.... Mumpung masih disini dan bisa icip-icip buah around the world

ayam bakar
alhamdulillah ketemu resep yang paling cucooook di lidah. the most delicious chicken barbeque ever i made, kekeke.... Ya, jangan bandingin apple to orange yaaa... Jangan bandingin sama rumah makan sederh*na maksudnyaa. Deliciousnya yaa versi aku ajah. Karena beberapa kali bikin, koq yaa rasanya masih adaa yang kurang gituuuh. Nah pas bikin ini dan nyantaap, koq rasanya pengen ngabisin semua ayam bakarnyaa kekekeke.... ALhamdulillaah...

lagi, si ayam bakar (just another photo)

steak modified
Ini awalnya aku bikin steak. Ramadhan. Tapi lho koq rasanya asin bangeetz... Kata abu aafiya, "numpahin garam sebotol" wkwkwkwk... Akhirnya terpaksa dimodif biar layak makan...wkwkwkwkwk... Ternyata begini lebih maknyos cuy... Sayang cheese creamnya nda adaa... Pernah bikin sih tapiiiinya lupa difoto. emang sih ga semua maksakan sempat difoto..

pre isian sambosa
Ini judulnya buat isian sambosa atau springroll... ehh malah pada kenyataannya cuma sepertiga yang jadi isian, dua pertiganya lagi malah jadi pelengkap nasi goreng...wkwkwkwkwk...harusnya judulnya bukan pre isian sambosa kali yaaa...

bakar-bakar ikan
Yeiiy, klo emak aafiya sukanya ikan bakar tapi klo abu aafiya prefer ikan goreng. Jadinya, ngebakar ikannya ga sering-sering amat sih. Kalo lagi kepengen ajah atau kalo bumbunya masi nyisa, sayang dibuang jadi dimarinate aja ke ikan yang ada kekekeke... Aku bakarnya pakek bakaran elektrik ajah sih... karena ga punya sutuh/roof top atau halaman buat barbeque-an..heuheu...

my first trial and succesful bubua cande
kata abu aafiya, bubua cande adalah favorite nya abu aafiya. mak aafiya pengen bikinin yang  spesial dongs buat someone special. secara ga ada yang jual bubua cande di pasar terdekat tentunya jadi ga bisa beliin ke pasarnya. hihihi... Daan alhamdulillah it's succesful. Ada yang mau? Jom maen ke sini.. kekekeke

first succesful cindua, setelah eksperimen kelima :D
fiiuuftt.... finally, alhamdulillah akhirnya experimen kelima ini berhasil juga menghidangkan cindua alias cendol. Entah kenapa, susaah sekali menaklukkan si cendol. gagal terus dan berakhir di tempat sampah karena tidak layak makan...kekekeke... udah duluan ancur dah tuh si cendol. makanya bahagiaaaa banget pas si cendol berhasil dibikin. meskipun photonya jelek banget, dan pencahayaannya not good. yang penting cendolku berhasil, yeiy...yeiiyy...

samba ladooo padeh
ini laziiim fil mathbakh  alias wajib selalu ada di dapur. si sambalado... Hehehe...
kayaknya makan tanpa sambalado, ibarat makan tanpa kamuuuh Cintaaahh... :P
hambar terasaaa...

broccoli cheese soup
ini di TGI Friday lho, bukan bikinan emak aafiya

sayua tumih with crabstick
My new fave, crabstick... Enak ternyataah si crabstick ini...

Rocheess nyummy
(cuma motoin ajah... sukak ama cokelatnya wlopun rada-rada mihil. jadi belinya pas ada diskon ajaah atau kalo lagi kepengen banget hehehe... but i'm not chocholate lover sih)

ini cuma anggur, pengen nyoba backgroud hitam doang

lupa nama minumannya apa, ini ga bikin sendiri

electric lemonade, segeerr banget ma shaa Allah

spanish rice with corn cob
favorite kalo ke TGI F

sirloin steak with cajun cream, soo nyummy....alhamdulillaah

cuma tumih bakso tahu wortel aja koq

first trial and succesful tahu isi
tau gaaa, ini pertama kali bikin tahu isi lho. alhamdulillah sukses....bukan penggemar tahu isi sih aku, tapi kemarin kepengeen ajah dan bikin dah tuh. alhamdulillaah nice to eat...kekeke

karupuak kuah sate dibawah sinar lampu kekuningan... the most favourite snack in IMore Family
ini favorite kitah semuaaa even Aafiya. dia suka banget walopun rada pedees... jajanan waktu SD jugak ini mah...

burger di TGI Friday and Fries

semur ayam ala-ala emak aafiya
lagi taragaak bana sama semur ayam buatan nekbu.... Alhamdulillaah lumayaan memenuhi ke-taragak-an meskipun belum seenak buatan nekbu.

lemonade with pinnaple, our new favourite
ini sukaaa bangeet kitaah...tanpa gula lho yaaa..... Just water, pinnaple and lemon. Seguuueeeeerrr banget di musim panas begini ma shaa Allah.... Alhamdulilllah....

kesukaan emak Aafiya, beef teriyaki ala-ala gituuuhh...

iseng dikasi kecap, tapi enakan ga pakek kecaap. maklum, emak aafiya emang ga suka kecap kecuali buat nasi goreng dan semur ajah....
anggap saja namanya ini Chicken Ball :D
bikinnya ga pakek resep makanya kurang garam wkwkwkwk..... alhamdulillah lumayan enak koq...
bakaran ikan tadi n.ih

nasi goreng.... makanan favorit abu aafiya

nasgor lagiii
Read More