Tak Seperti Kemestian itu

Mengapa yah, setiap kali melihat mereka, tak lagi dapat kubendung tetesan air dari sang mata ini.
Ya memang. Aku memang sudah tertinggal jauh. Sangat jauh. Dari mereka.
Terkadang, ini melecut semangatku.... Tapi terkadang, ini juga sekaligus melemahkanku...

Semestinya, aku sudah sepenuhnya tegar dari segenap nestapa itu. Seharusnya!
Tapi, nyatanya... aku tak seperti kemestian itu...

Hanya ada dua pilihan, sepenuhnya meninggalkan segenap kisah itu, atau berusaha tegar menyongsong nyata! Tapi, aku tak setegar itu, ternyata.... Belum sepenuhnya. Mungkin esok. Entahlah...

4 comments:

  1. kadang saya juga merasa seperti itu...tapi apalah daya diri ini hanya mengikuti skenario dari-Nya..

    ReplyDelete
  2. hehe...iya. Tapi ketetapan-Nya, adalah sebaik-baik ketetapan kan ya?

    ReplyDelete
  3. akan indah pada waktunya.. insya Allah *pengalaman pribadi.com* hahay

    ReplyDelete
  4. hahahahhaahahahaha....iya..iyaaa..betuuuuulllll....tapi ini bukan soal "itu" loh hanis

    ReplyDelete

Tafadhol, jika ada pendapat lain, masukan, tambahan, kritikan dan saran, hehe, ayuuh... di kasi comment...^^
(jangan lupa pilih salah satu profil yg koment yah. biar termoderasi. jangan anonim. okeh? ^^)