Cerita Ied 1438 H

Ini adalah idul fitri di tahun ke-4 sejak aku berada di Riyadh, Saudi Arabia. Setiap ied tentu punya cerita. Begitu pula dengan idul fitri kali ini. Sejak 2 hari sebelum shalat ied, emak Aafiya sudah mengajukan "proposal" kepada Abu Aafiya bahwasannya pengen shalat Ied di KBRI, embassy of Indonesia di Diplomatic Quarter. Tahun lalu aku tidak sempat menunaikan shalat ied karena suami masuk kerja shift2an. Dan mumpung tahun ini shift nya sore, jadi bisalah paginya ke KBRI yang secara jarak lumayan jauuuh dari rumah kita yaitu sekitar 32 km.

Prepare nya lumayaaan.. Hehehe.. Karena kita mesti berangkat selambat2nya jam 4.30 pagi. Karena gerbang KBRI akan ditutup jam 5.25. Anak-anak baru tidur jam 2-an hingga jam 2.30. Aku akhirnya memutuskan untuk tidak tidur saja karena kumandang adzan subuh adalah jam 3.30-an. Waktu sejam tersebut aku gunakan utk persiapan berangkat, menyetrika baju, mempersiapkan perbekalan (susu, air panas, baju ganti anak2  diapers).

Akhirnya berangkatlah kita dengan kondisi anak-anak yang masi pada pulas tidurnya. Jalanan pun tidak begitu ramai karena mungkin banyak yang shalat di masjid jami' dekat rumahnya masing2. Karena kecepatan yang berkisar 80-90 km/jam, perjalanan 32 km ditempuh hanya dalam kurun waktu tidak sampai 15-an menit. Tapiii di sinilah musykila terjadi 😕

Jadi ceritanya pas di gerbang diplomatic quarter itu kan selalu ada check point dan polisi yang berjaga dan ternyata gerbang utama DQ (Diplomatoc quarter) itu belum dibuka. Kita diarahkan untuk lurus sekitar 1 km dan setelah bertemu lampu merah belok kanan. Kita tempuhlah 1 km itu, tapi ternyata muteeerr lagi ke jalan yang sama dan sampai lagi di gerbang yang sama, bukab gerbang yang kedua yang dimaksud sama polisi. Kita putarin lagi untuk yang kedua kalinya. Daaan masii aja muter-muter ga jelas! 😱😵.

Akhirnya untuk ketiga kalinya kita hanya muter-muter di tempat yang sama... Hiks...
Jam sudah menunjukkan pukul 5.19,artinya hanya tersisa waktu 6 menit untuk menemukan gerbang kedua dan itu sudah termasuk parkir plus ngangkutin dua anak, si baby dan toddler dengan kemungkinan dapat parkir yang cukup jauh.

Meski udah rada pesimis dan sempat mikir, klo ga ketemu juga yaudah, kita pulang ajah atau shalat di masjid terdekat dari sana ajah...(tapi mostly udah pada mulai shalat ied nya sih ihiks). Sedih jugaaa siih, udah siap-siap segitunyaaaa, jika pada akhirnya cuma muter-muterin dan "tawaf" sekelilibg DQ doang. Huhuhu...
Akhirnya, nothing to loose, kita coba jalan lagi dan muterin lagi tapi agak jauhan. Yaa sekitar 4 km an laah, trus belok kanan... Daaan alhamdulillah ketemuuu itu gerbangnyaaa. Ya salaaam, ternyata bukan 1 km pak polisiii, itu harusnya 4 km an!!! Aku udah cek di googlemap jarak presisinya. Kita terlalu manut kali yaaa hahahaha. Jadinya pas sekiranya 1 km kita belok kanan, akhirnya muter-muter tak jelas dan balik lagi ke jalan yang sama!!!

Sampai di KBRI udah jam 5.37 dan gerbang udah ditutup!! Tapi untunglah kita barengan sama bus angkutan KBRI dan lumayan rame orangnya. Ketika kita selesai ambil perangkat yang mau dibawa ke dalam, bertepatan dengan bus nya yang nge parkir. Pas diketok-ketok, ada yang mau bukain pintu gerbangnya alhamdulillah... Kita sampai di lapangan KBRI pas shalatnya baru mau dimulai. Alhamdulillah ga telat-telat banget deh sholat ied nya. 😉

Lumayan rameee orang indonesia yang shalat di KBRI dan pak dubes yang jadi khatibnya... Hehehe
Tahun lalu banyak juga yang akhirnya ga bisa shalat ied di KBRI karena masalah gerbang ini.. Heuheu... Ada yang akhirnya shalat ied di Masjid Putih (masjid paling besar di area Ummul Hamam dan kalo ga salah itu salah satu masjid kerajaan deh, masjid di jaman king Khalid kali yaa). Karena masjidnya warna putih, akhirnya lebih populer disebutnya masjid putih. Dulu pas ied di KBRI pertama kalinya, kita pilih jalur ini nih buat ke KBRI tapiii ternyata maceeet banget di depan masjid putih dan kita juga deg2an karena waktu itu gerbang KBRI ditutup jam 50.20 dan kita nyampe di depan gerbangnya bener2 injury time meskipun waktu itu gerbang utama DQ ga ditutup.

Ini cerita lebaranku, mana ceritamu? 😂

0 Comment:

Post a Comment

Tafadhol, jika ada pendapat lain, masukan, tambahan, kritikan dan saran, hehe, ayuuh... di kasi comment...^^
(jangan lupa pilih salah satu profil yg koment yah. biar termoderasi. jangan anonim. okeh? ^^)