Kepada : Bapak Fathelvi Mudaris





Ah tidaaaaaaaaaaakkk!
Jangankan dipanggil "bapak", dipanggil "ibuk" saja saat ini saia tak sudi.
Huwaaaaahhh, saia kan bukan bapak-bapak!!
Teganya-teganya-teganya-teganya-teganyaaaaa.....
Ini bukan kali pertama, mungkin sudah kali kesekiannya...
Huhuhu....

Tapi biarlah...
Semuanya mengajarkanku, untuk tidak menghukumi dan menghakimi sebuah KETIDAKTAHUAN.
Tiada berhak kita menghukumi sesuatu yang orang lain tiada tahu akan hal itu...
Bukan kah Allah saja tidak menghukumi dosa atas suatu perkara yang pelakunya tersebut tiada memiliki pengetahuan tentang itu?
Lantas, masihkah aku punya alasan untuk menghukumi ketidaktahuan mereka sementara aku juga adalah makhluk yang sama dhiofnya dengan sang pelaku itu?

Hehe, anggap saja ini sebuah lelucon, di tengah tingginya pressure. Bukankah kita memang perlu tertawa? hihi...


#Postingan GEJE Part 1 

2 comments:

  1. fathelvi dan fahlevi tu mungkin beda tipis kk :D

    ReplyDelete

Feel free to accept your comment. Spam comment will be deleted and blocked