A Miracle

Alhamdulillaah tsumma alhamdulillaah. Tiada kata yang patut terungkapkan selain segenap kesyukuran kehadirat-Nya atas segenap curahan nikmat dari-Nya. Begitu banyak nikmat-Nya tercurah tapi tetap saja manusia sering berkeluh kesah. Astaghfirullaah lii walakum...

Miracle...
What'a an amazing thing...
Sungguh sesuatu yang tak terdugakan. Mengharukan. Dan tak terlukiskan lewat rangkaian diksi.

Begitulah.
Jika Dia berkehendak, maka segalanya akan mudah bagi-Nya.
Aku tidak pernah membayangkan satu sosok mungil yang polos itu akan hadir ke dunia ini lebih cepat dari perkiraan. Dia hadir 4 minggu lebih awal dari espektasi manusia.

Tujuh hari yang lalu. Tiba-tiba aku merasakan nyeri yang tidak biasa. Masi acceptable jika dibandingkan dengan nyeri hebat setelahnya. Tapi, kala itu cukup membuat aku tidak bisa tidur. Masih 35 minggu tapi kenapa nyeri sekali?

Rencana ke rumah sakit pasca liburan idul adha sudah dibuat appointment nya untuk hari Selasa. Tapi terlalu lama menunggu rasanya untuk hari Selasa. Alhamdulillaah.. kemudahan pertama dari-Nya; bisa di-reschedule menjadi hari Senin siang. Padahal biasanya tidak bisa reschedule mendadak. Alhamdulillaah...

Di rumah sakit, menjalani pemeriksaan USG dan CTG ternyata the servix opened about 0,71 cm and there is contraction. "Should I gave birth as soon?" Begitulah perasaan yang campur aduk di hati kala itu. "Should I have delivery today or tomorrow?" Huaaa... Allahu akbar!

Dokter tidak mengijinkan aku pulang. Harus dilakukan observasi selama 1-2 hari untuk melihat perkembangan dan berujung pada keputusan apakah aku akan segera delivery or not. Pengurusan admission ke rumah sakit segera dilakukan perawat. We just wait an approval. Ya, just wait. Alhamdulillah, sekitar jam setengah 3 lewat (sebelum waktu ashar), admission beres dan aku segera menempati ruang rawat. Main building, 1st floor, Ward 1B no. 145 menjadi salah satu sejarah in syaa Allah dalam perjalanan ini... :)

Observasi dilakukan dan selama 36 jam pertama, nyaris tidak ada progress yang berarti kecuali intensitas nyeri yang makin tinggi namun tidak begitu detected by CTG. Aku sudah senang mengingat rencananya besok (tgl 15 oktober) itu aku akan pulang. Tapi begitulah. Segalanya adalah kehendak-Nya.
Sekitaran jam 10, nyeri yang kurasa memang semakin hebat. Dan tiba-tiba ada rembesan air yang begitu banyaak. Is this amnion fluid? Begitu dugaanku.

Rangkaian peristiwa setelahnya kulalui dengan nyeri yang semakin menghebat. Pethidine injection ternyata sama sekali tidak memberi pengaruh apa-apa. I still feel pain. Very pain.
Dan dalam waktu 3 jam setelahnya aku tidak pernah menyangka the servix was opened about 8 cm. Aku segera di transfer ke Labor and Delivery Room (LDR). Dan lagi, LDR 5 menjadi sakah satu sejarah yang tak terlupakan...in syaa Allah... :)

Di LDR ternyata... cervix dilatation was complete. I was already to push but I had to wait my Obstetri. Allahuakbar... Berkali-kali aku bilang, "I can't hold any more. I wanna push." Tapi jawabannya selalu sama, "please wait, Madam. Doctor still almost reach hospital."
Argghhhh...Allahu akbaar!!! Rasanya sudah tidak kuat lagi menahan diri untuk mengedan.
Di sampingku, suami selalu membisikkan untuk tetap dzikir, tetap ingat Allah... dan full support tentunya.
Alhamdulillaah
Syukran Cinta, jazakallahu khair, Zaujiy...

Alhamdulillah... dokterku datang juga dan kalimat "Oke Madam, please push" seperti kalimat menyenangkan di tengah nyeri hebat itu. Bahkan episiotomi tidak lagi berasa. Yang tersisa adalah keinginan untuk segera "push".
Allahu akbar!

Finally... 1.57 am waktu saudi, tangisan sosok mungil itu memecah malam. Bersamanya... ada kelegaan yang amat sangat. Alhamdulillaah tsumma Alhamdulillaah..

Butuh observasi selama 1x24 jam di NICU karena gestasi terjadi di minggu ke-35 dan berat badan bayi dibawah 2,5 kg. Pre-term delivery kata dokternya. Tapi alhamdulillaah... tsumma alhamdulillaah... parunya sudah matang dan alhamdulillaah tsumma alhamdulillaah everything is good sehingga bisa segera ditransfer ke nursery.

Alhamdulillaah.... Rabu, 15 Oktober 2014; welcome our baby girl: NASAMAH AAFIYA ILDEN
Hope we can do the best in dunya and prepare our self for the real life, akhirat...
Aamiin

2 comments:

  1. wahhhh selamat ya ni fathel, barakallah semoga menjadi anak yang sholehah.

    ReplyDelete

Tafadhol, jika ada pendapat lain, masukan, tambahan, kritikan dan saran, hehe, ayuuh... di kasi comment...^^
(jangan lupa pilih salah satu profil yg koment yah. biar termoderasi. jangan anonim. okeh? ^^)