Very Kind Doctor

Mau sedikit share... bukan hal penting sih... cuma sekedar share aja...

Pagi tahun awal tahun 2015, kami mnuju rumah sakit. Tak ada bekas kembang api. Tak ada keributan di malamnya. Semua berjalan seperti biasa. Bahkan siapa saja mungkin lupa klo hr ini sudah thn 2015. Klo tidak mlihat kertas invoice untuk consultation fee dg consultant neonatologist...kami jg nda nyadar klo hr ini sudah thn 2015. Hari-hari berjalan sperti biasa. Orang-orang tetap masuk kerja. Tak ada liburan tahun baru!

Bukan soal tahun baru yg tak pernah di rayakan di negeri sejuta mesjid ini yg ingin di share. Tapi tentang pelayanan kesehatan.
Maksud kunjungan kami k RS adalah evaluasi baby Aafiya dan kami ingin tau retinanya karena penglihatan beby yg belum fokus. Tapu ini bukan atas arahan si dokter utk datang. Kita aja yang pengen datang. Alhamdulillaah everything is good. Tp yg berkesan adalah pernyataan dokternya sebelum kami meninggalkan ruang dokter berkebangsaan Irlandia itu.
"You should not go to docter often. Your baby is ok. There many patient here. So, just take care your baby. Just come here if there is any problem."

Ahay... that's the point...
"Kamu ga perlu sering-sering ke saya. Bayi kamu oke koq. Dtg nya klo ada masalah ajaa..."

Padahal, 1 kali kunjungan, cuma buat konsultasi yg hanya 5-10 menit, bayarannya 700-800rb. Seharusnya, untung doongs dokternya. Uang masuk buat dia. Tp dia jauh lebih memikirkan pasien. Ga memikirkan uang masuk buat dia. Pdhl 700-800rb itu kan ga sedikit. Buat 1 pasien loh... Yg sesungguhnya harga yg wajar untuk seorang consultant sub spesialis (Konsultan Dokter spesialist anak, yg sub spesialist nya neonatalogist/menangani newborn or neonatal)

Di lain kesempatan (pada kunjungan sebelumnya), dia nanya, "does she have insurance. If she has, please come here after 5 days. If not, no need to come."
Kita diminta datang jika kita punya asuransi kesehatan saja. Kalau tidak, ya ndak usah datang. Kadang si dokter malah yang menelpon kita nenjelaskan apa yang perlu dijelaskan.  Dia memikirkan pasien yg mesti bayar klo ga punya asuransi. Pernah juga dia minta datang tanpa appointment dan invoice, jd ga perlu bayar. Ma syaa Allah, smoga Allah merahmati dokter itu.

Di sisi lain, miris sekali melihat ada dokter-dokter yg memanfaatkan ketidaktahuan dan kepercayaan pasien ke si dokter. Kalau bisa, sesering mungkin datang ke dia. Dengan begitu uang masuk semakin banyak. Tidak semua dokter begitu, masih banyak yg baik. Tp case yg di atas selalu ada...

Pernah dulu pas praktek di apotek, obat yg seharusnya diresepkan 1x atau max 2x sehari, diresepkan 3x sehari. Usut punya usut, ternyata ada "target" utk menghabiskan obat tsb dg kompensasi tertentu. Pernah juga ada yang nanyain, "ini umum apa pasien jaminan." Ketika dijawab pasien umum maka langsung diresepkan obat yang mahal. Padahal belum tentu si pasien orang berada. Bisa jadi dia nda mengurus jamkes karena tersangkut administrasi kan yaa? Dwuuhh gemes tapi nda bisa berbuat apa-apa.

Semoga semakin banyak dokter2 baik yg mengutamakan pasien, bukan uang. Hopefully... Sebab aku melihat secercah harapan. Banyak juga dokter yang ma syaa Allah baiiiknyaaa... Kedapatan pasien yang kurang mampu diberikan gratis. Ramah. Mementingkan pasien. Semoga semakin banyaaaak dokter-dokter baik hati yang kebaikannya akan mendapat balasan yang lebih baik di yaumil akhir... ^__^

Riyadh, 1 jan 2015

0 Comment:

Post a Comment

Tafadhol, jika ada pendapat lain, masukan, tambahan, kritikan dan saran, hehe, ayuuh... di kasi comment...^^
(jangan lupa pilih salah satu profil yg koment yah. biar termoderasi. jangan anonim. okeh? ^^)