Living in Riyadh [part 16]: Memilih Villa

Ini adalah kelanjutan kisah sebelumnya, Pindah ke Villa (cekidot di sini ).
Setelah kita memutuskan untuk pindah ke Villa, lanjut ke step berikutnya yaitu mulai meng-hunting dan memilih Villa. Yang unik dari prosesi memilih villa ini adalah, bukan mencari rumah yang ada tulisan "Lil Ijaar" (disewakan) melainkan mendatangi maktab Akari. Pilihan kita jatuh pada akari-akari yang tersebar di sepanjang Ibn Haitham street. Secaraaa, kantor Abu Aafiya memang berada di Ibn Haitham Street. Mumpung belum punya anak yang usia sekolah, kita memilih lokasi yang dekat dengan kantor saja.

Tiga hari pertama hunting, belum ada yang sreg di hati. Ada yang sreg di hati, tapi ndak sreg di budget. Hihihi...
Kita bahkan mulai hunting akari yang ada di Salman Al Farisi street (ngedekitin Lulu ceritanya :D), tapiii lagi-lagi ga ada yang sreg di hati.
Ternyataa, memilih rumah itu tak semudah yang dibayangkan.
Akhirnya pilihan jatuh pada 2 opsi. Tapi, dua-duanya sama-sama sulit untuk diputuskan, yang mana yang akan dipilih.

Tapi, di tengah prosesi pencarian rumah itu, ternyata ada hambatan pada proses haji kemarin yang membuat kita sempat ingin mundur saja, ga jadi pindah ke villa dan memilih untuk move on dari sini. Tapi, setelah proses cancel tasreeh clear, akhirnya kita kembali ke keputusan awal untuk pindah ke villa.

Malam itu, habis magrib (emang waktunya cuma malam siy kalo mau hunting villa, karena siang umumnya akari tutup hehehe dan Abu Aafiya baru pulang kerja mendekati maghrib) kita coba ke akari depan apartemen, tapi benar-benar nda sreg dengan rumahnya. Akhirnya balik lagi ke akari yang dulu pernah kita datangi.

Daaaan, ma shaa Allah, kita langsung sreg dengan rumahnya! Meskipun kali ini sedikit overbudget juga, tapii yang namanya udah kadung jatuh hati dan sukaa, ya udaah kitaa lanjutkaaan deh :)

Alhamdulillaah, akhirnya ketemu jugaa dengan villa yang cucook buat IMoreFamiliy. Lokasinya juga sangat dekat dengan kantor Abu Aafiya. Alhamdulillaah bini'matiHi.

Pelajaran berharga: memilih rumah itu sama seperti memilih jodoh; ada kesesuaian hati dan kenyamanan jiwa ;)
Tak perlu mengutarakan apa alasannya,sebab kadang kita tak tau apa alasan mengapa kita jatuh cinta. Biarlah hati yang memilih ;)

Smoga hati yang memilih itu,bukan karena alasan duniawi semata tapi karena tuntunan dari-Nya, Rabb Sang Maha pemilik hati.

***
In shaa Allah bersambung ke part selanjutnya; hunting household ;)

0 Comment:

Post a Comment

Tafadhol, jika ada pendapat lain, masukan, tambahan, kritikan dan saran, hehe, ayuuh... di kasi comment...^^
(jangan lupa pilih salah satu profil yg koment yah. biar termoderasi. jangan anonim. okeh? ^^)