Full Supressi

Hmm....hanya sedikit berbagi cerita saja. (Heuu... sempet-sempetnyaaa...., padahal lagi numpuk beut iniiih tugas dan ujian). Yaa, itu karena aku masi teteup cintaaa sama yang namanya dunia per-blogging-an. Walau jika dilihat range postingannya, memang mengalami penurunan drastis. Kalo dulu, aku bisa nulis hampir tiap hari atau minimal satu dalam dua hari, sekarang....ndak bisa gitu. Paling banter yaah, 10-15 postingan per bulannya. Untukku (yang suka curhat di blog, hihi), ini adalah angka yang sedikit Bukannya apah-apah sih, hanya sedang belajar memenej hal-hal yang perlu diprioritaskan dalam hidup. Hee.... Karena aku spontaneous, aku kadang lebih senang mengerjakan sesuatu yang DISENANGI, bukan yang PRIORITAS, hehe... (semoga bukan lagi berdalih dan mencoba mencari-cari alasan pembenaran. hehe)

Hari ini sebenarnya ada jadwal di RSCM, dan aku sudah bela-belain berangkat pagi-pagi banget (ketika matahari masi malu-malu mengintip di ufuk timur) dan juga harus empet-empetan di kereta, plus bawa infocus yang beratnya lumayaaan (keliyatannya ajah aku tuh rajiiiin banget bawa sansel segitu gede, padahal bukunya cuma satu buku tulis doang, hehe), akan tetapi, ternyata tiba-tiba kuliahnya dibatalkan. Uhmm.... Ya sudah, tidak apa-apa... PASTI ada hikmahnya --> mencoba menenangkan hati, hee....
#Jadi ingat, dulu waktu SMA maupun S-1, KULIAH DIBATALKAN itu adalah hal yang sangat menyenangkan. Kalo kata iklan go*d day, "Serasa naik paus akrobatik" saking senengnya. hehe. Tapi kali ini terasa berbezza. Kuliah dibatalkan itu adalah hal yang (agak) mengecewakan. Karena, butuh usaha yang (cukup) keras untuk bisa mencapai lokasi belajarnya (dan juga butuh cost lebih banyak tentunya), namun kemudian hanyalah berujung pada kesia-kesiaan (eitttss, ndak ada sesuatu yang sia-sia, Fatheeel. Sekali lagi, semua pati ada hikmahnya! --> lagi-lagi mencoba menenangkan diri, hehe).

Lalu, ketika sampai di stasiun Cikini pas baliknya, kita udah berusaha lari-lari mengejar kereta Depok, ternyata pintu cummuternya udah tutup waktu kita nyampe di lantai 3 dengan ngos-ngosan, huuuffttt.... Dan akhirnya, harus menunggu kereta berikutnyaaa... Hee... Lagi-lagi, PASTI ADA HIKMAHNYA!

Kejadian kali ini kemudian meninggalkan sebuah pelajaran yang mungkin perlu kupetik. Lagi-lagi soal hidup. Ya, dalam hidup ini, tak selalu ingin-ingin kita saja yang berlaku. Banyak dari realita hidup yang kadang membuat kita harus berdamai dengan segala kepahitan, kesusahan, dan berpeluh payah. Sebab kita tetap akan selalu berada di antara dua range itu, seperti halnya zona terapeutic windows. Range kebahagiaan dan range kesedihan. Maka, cukuplah seperti yang Rasulullaah wasiatkan, bersabar dalam kesusahan maupun kesedihan dan bersyukur dalam kegembiraan...

Minggu-minggu ini hingga penghujung Desember (insya Allah), adalah hari-hari yang berat. Hari-hari full Supressi. Ahh, jikalah waktu itu punya kalkulasi lebih dari 24 jam dalam sehari.... Ahh, jikalah aku bisa merapel semua waktu dahulu yang pernah begitu banyak terbuang percuma.... Ahh, jikalah aku bisa membeli waktu orang-orang putus asa yang ingin berhenti hidup.... Tapi, TIDAK BOLEH ADA KATA "JIKALAH"....
Hari ini, dan seterusnya, cukuplah optimalkan saja waktu yang tersisa... dengan sebaik-baiknnya ikhtiar... Memperbaiki segala rombengan yang pernah ada tetap saja lebih baik dari pada menyesali dan meratapi yang telah lalu tanpa ada aksi nyata. Itu hanya akan membuang lebih banyak waktu...

Full Suppresi...
Uhm...ada dua hal menarik ketika satu anak manusia berada dalam kondisi full suppresi (penuh tekanan), dan setiap kita boleh saja memilih, apa yang ingin dipilih.... Pertama, seperti tape, kedua seperti per. Katika tape jatoh, maka alamat akan hancurlah ia. Tak lagi bisa direstorasi, bahkan tak sedikitpun bisa dimanfaatkan lagi. Jatuah tapai, begitu istilah kami orang Minang. Tak lagi bisa apa-apa. Kondisi full supressi seperti ini bisa saja membuat seseorang sangat down, dan akan begitu sulit untuk bangkit. Lalu kedua, seperti per. Ketika tertekan, justru ia malah memberikan sebuah tekanan yang lebih besar. Adanya tekanan bukannnya membuat dia jatuh, tapi malah membuat ia melejit lebih tinggi.
Nah, sekarang hanya tinggal memilih saja, ingin seperti tape kah, atau ingin seperti per kah?

Desember Full Supressi...
Tapii, HARUS TETAP SEMANGAT!
Lakukan yang terbaik yang dapat kita lakukan...

Hayuuuu, tetap semangattttt!



__________________
@Labkom, setelah Searching HIV-AIDS
Hehe, maaf yah Bloggie, hari ini aku nulisnya berantakan banget, acakadut dan juga nda melalui proses quality assurance dulu...hehe... Ini adalah sesuatu yang spontaneous banget... Jadiii, benar-benar apa adanya saja.... Setidaknya aku tidak sedang meninggalkamnu, Bloggie... Tenaaang, insya Allah aku masih tetap setia nge-blogging.... Hehehe...

2 comments:

  1. Ah iya... harusnya emang jadi per, tapi lebih sering jadi tape. Mbak, sekalian tanya dong. Tentang posting di eramuslim, kok aku gagal terus ya? Udah klik kirim tulisan, tapi balik lagi. Nggak terpublikasi. Kenapa ya Mbak? Bisa kasih saran... Makasih Mbak Fathel...

    ReplyDelete
  2. hee...^^

    uhm....coba di contact ajah CP nya di sana Najivaa...
    banyak yg nda bisa masuk yah??
    huhu...

    ReplyDelete

Tafadhol, jika ada pendapat lain, masukan, tambahan, kritikan dan saran, hehe, ayuuh... di kasi comment...^^
(jangan lupa pilih salah satu profil yg koment yah. biar termoderasi. jangan anonim. okeh? ^^)