Living in Riyadh [part 19]: Very Hot Gossip in Very Hot Summer

Suhu di Riyadh saat ini sangatlah panas... Ya inilah summer in Riyadh. Kalau kamu siang-sore hari mencoba mandi dari shower, maka dipastikan kamu tidak akan tahan saking panasnya air shower. Jadi, kami lebih memilih menampung air lalu mandi dengan gayung ketimbang menggunakan shower. Pernah sekali aku harus merendamkan bongkahan es batu untuk membuat air ga terlalu panas. Okeh itu summer. Sepanas-panasnya suhu udara ternyata ada yang jauh lebih panas dari suhu panas di musim panas ini, yaitu issue dan hot topic di Saudi bagi para expatriates. 


Jadi, seperti ada yang "boommmbbb!!" dan booming di dunia para expat Saudi saat ini... Ceritanya, mulai 1 juli ini (2017), Saudi membebankan pajak yang disebut dependent fee bagi expatriate yg membawa keluarga ke sini. Fee nya lumayan menguras koceek. Heuheu... Mungkin tahun 1 hingga tahun 2 masih bisa diusahain lah, tapi memasuki tahun ketiga, terasa banget bebannya... 


Expat dependent levy ini nilainya adalah 100 SAR di tahun pertama dan meningkat secara gradual di tahun kedua menjadi 200 SAR, Tahun ketiga 300 SAR dan tahun keempat (2020) sebesar 400 SAR (sekitar 1,4juta) per orang per bulan. Jadi, jika punya anak 2 dan 1 istri seperti keluarga kami, tiap bulan pajaknya adalah 4,2jt dan dibayarkan sekaligus untuk setahun (50,4jt). Wow... Wooow... Ma shaa Allah... Laa haulaa walaaquwwata illa billah. Bayangkan saja jika satu keluarga ada 1 istri dan 10 anak. Aahh tutup mukaa daah... Ga sanggup liat angkanya. Hihi... Soalnya beneran ada tuh yg punya anggota keluarga segitu, dan akhirnya mereka memutuskan untuk final exit dari saudi.

Yang cukup berat adalah beban pajak ini sama rata untuk setiap orang tanpa peduli income yang diperoleh oleh expat tersebut. Sedikit merasa tidak adil. Hiks... Take it or leave it! Mau nda mau kalo ga sanggup bayar ya angkat kaki! Pengecualiannya adalah para pekerja sektor domestik yg bekerja sama orang saudi (driver or maid) serta orang-orang yang bekerja di pemerintahan Saudi. Selainnya, atas nama orang-orang yang membawa keluarga ke saudi pasti dikenakan terutama perusahaan swasta. Karena saudi sendiri memang menetapkan golongan orang-orang yang di approve utk membawa keluarga (besaran salary setiap orang meskipun bekerja di perusahaan swasta bakalan ke - record di pemerintahnya). Tidak semua pekerjaan yang tersedia di sini memperbolehkan untuk membawa keluarga. Jadi, artinya kalo pada suatu level kerja seseorang boleh membawa anggota keluarga, artinya saudi menilai orang tersebut mungkin bisa membiayai keluarganya di sini. 


Alasan utamanya adalah karena harga minyak mentah dunia jatuh, jadi saudi membutuhkan diversifikasi sumber pemasukkan dana tidak hanya dari hasil minyak. Tapii, peraturan ini hanya untuk para expat sahajaaa... Tidak diberlakukan untuk citizennya sendiri. Di sisi expat sih ngeliatnya inii beraat. Tapii kalo di sisi pemerintah saudi sendiri, justru sebenarnya ini dalam rangka melindungi penduduk mereka kan yaaa. Kalo masi bisa tidak membebani rakyat sendiri, kenapa enggak. Ya kaaan? Ga kayak di negeri akuuh nun jauh di sono yang mana orang asing berjaya tapi penduduk lokal makin dibuat miskin dengan kenaikan ini dan itu... Nice idea nih buat diterapkan di Indonesia. Kekekeke... Bayangkan saja, di Saudi ini dari 30 juta penduduk, 10 jutanya adalah expat. Lumayan besar kaaan incomenya dari dependent levy ini? 


Adanya hot issue ini benar-benar viral di dunia maya maupun nyata di Saudi. Di mana-mana orang membicarakannya. Hihi... :D
Ketemu di masjid, ngomongin dependent fee. Ketemu di kantor ngomongin itu lagi. Grup wasap juga ngomongin itu.
Sekali lagi, isu itu menyebar jauh lebih cepat dari pada membelahnya bakteri secara exponensial.

Gimana reaksi para expat? Yang jelas pasti ada reaksi untuk setiap aksi. Ada yang reaktif dengan segera mengeluarkan anggota keluarganya dari saudi. Ada yang memutuskan untuk membayar berapapun levy nya. Ada yang masi just wait and see. Heuheu... Dan komentator pun bermunculan di berbagai media, 
"gimana nanti kalo expat pada leave, real estate bakalan down, market bakalan down, retail bakalan down..." komen seseorang. 
"itu akan memicu inflasi di saudi" komen yang lain
"ini saatnya bantu saudi" kalo ini komen positive dari yang mendukung kebijakan ini. Hihi... 
"ini kan negara mereka, suka-suka mereka dong mau bikin peraturan kayak gimana" ini komen terpasrah. Wkwkwkwk... 
Kalau aku yang ga ngerti ilmu pernegaraan dan perpolitikan ini mencoba melihat dan mengomentari, aku memandangnnya justru ini adalah sebentuk upaya Saudisasi. Generasi muda mereka banyaak yang sarjana tapi menganggur karena lapangan kerja mulai sulit. Jadi, dengan adanya beban seperti ini kepada expat, akan banyak expat yang meninggalkan saudi dan pos-pos itu akan terisi oleh generasi muda saudi. Ya bagus sih, kalo masi ada citizen sendiri yang mumpuni kenapa harus import expat. Ya nda sih. Coba ajaaa kalo ini bisa diterapkan di negeriku nun jauh di sana. Mungkin akan efektif mengurangi pengangguran. 

Masi beruntunglah kita, yang kalo pun terpaksa exit misalnya, masih ada kampung halaman yang dituju. Ada banyak orang di sini yang keluarganya sudah menetap puluhan tahun, dari kakek nenek mereka, bapak mereka. Mereka lahir di sini, besar di sini, sekolah di sini, menikah di sini hingga punya anak di sini. Mereka sudah menganggap negeri ini adalah kampung sendiri. Mereka sama sekali ga kenal kampung halaman mereka meskipun itu adalah nasionality mereka. Ketika tiba-tiba harus "pulang" dan exit, mereka pasti jauh lebih bingung. Smoga Allah mudahkan... 



'Ala kulli haal, alhamdulillaah... Ada hikmah atas segala sesuatu... 
Kami?
Untuk saat ini masi mengejar satu target sebelum akhirnya jika harus meninggalkan saudi. Target untuk bisa melaksanakan haji. Aamiin. Sembari berdoa semoga kebaikan melimpah untuk negeri Two Custodian of Holy Land ini... Negeri khadimul haramain... Dan juga berharap agar peraturan baru ini ditinjau ulang... Eaaaaa... 😂 Aamiin...
Masi betah rasanya tinggal di negeri ini untuk alasan yang mungkin hampir semua muslim memiliki alasan yang sama tinggal di sini: mudah berangkat ke tanah harom, makkah dan madinah. Smoga masih diizinkan-Nya menunaikan haji dan umrah dan menziarahi masjid nabi. Aamiin... 

0 Comment:

Post a Comment

Tafadhol, jika ada pendapat lain, masukan, tambahan, kritikan dan saran, hehe, ayuuh... di kasi comment...^^
(jangan lupa pilih salah satu profil yg koment yah. biar termoderasi. jangan anonim. okeh? ^^)