Sebuah Epilog Senja...


Sore yang indah… Melepaskan pandangan pada sketsa senja yang begitu menawan. Anggun. Dan begitu mempesona. Pemandangan rerumpun padi-padi dan tongkol jagung-jagung…

Kepada tongkol jagung, aku tersenyum… Senyum entah apa. Tapi, sesungguhnya si rerumpun padi, si tongkol jagung, si rerumput yang menyertainya, tengah memuji dan bertasbih pada-Nya dengan cara mereka sendiri…

Belajar begitu banyak hal…Tiba-tiba di kepalaku memuat siklus krebs..siklus c-AMP… Teringat pula pada peredaran bulan dan bintang yang berjalan pada garis edarnya. Semua berkelebat… Bahkan, ketika kupandangi diriku sendiri, ada poses MAHA DAYA yang takkan pernah terjamah oleh tenaga manusia! Dan Al Qur’an telah mengisahkan smuanya!
Semua keluarbiasaan yang tak sanggup manusia lakukan…
Semakin tersadarlah diri yang dhaif ini, bahwa sesungguhnya kita amat lemah! Amat sangat lemah!

Terhadap diriku, dirimu, diri kita, para manusia yang Allah anugrahkan kesempurnaan…
Sedikit menelik pada diri kita. Tak jauh-jauh. Hanya pada diri kita. Pada jantung yang berdenyut, bahkan tanpa kita perintah. Pada impuls syaraf yang kecepatannya melebihi cahaya matahari. Pada segala proses regulator di hipotalamus dan hipofisa. Pada, proses feedback positif dan feedback negative yang memberikan keseimabngan. Sungguh, aku bahkan tak sangup menuliskan satu persatu…

Dalam diri kita, dalam fisiologis tubuh kita, ada jutaan, bahkan milyaran proses luar biasa yang tak terjamah oleh manusia itu sendiri. Semua proses yang berada pada garis edarnya. Andaikan manusia itu menjalankan proses fisiolgis itu, maka sungguh, takkan ada manusia yang dapat hidup! Tak ada!
Subhanallaah…
Siapakah yang menuntun segala proses itu, siapakah yang menuntun agar sel ini harus tumbuh dan berada di sini di bagian ini, bukan yang ini… Siapakah? Diri kita, sel-sel dalam tubuh kita, BAHKAN JAUH LEBIH CERDAS DARI DIRI KITA! Jauh…sangat jauh…di atas diri kita…

Setiap proses yang ada pada diri kita, sesungguhnya…adalah dalam rangka bertasbih kepada-Nya, berada pada garis edar-Nya, dan dalam rangka memenuhi fithrahnya…

MUNGKIN KITA TAK SADAR, bahwa setiap amstrong dari tubuh kita, yang senantiasa melaksanakan proses-proses fisiologis itu sebagai suatu cara bertasbih kepada-Nya, TIDAK PERNAH RELA untuk diajak bermaksiat. Tapii, sering kita tak pernah sadar akan itu…

Sebuah renungan, sehari sebelum siding komprehensif…di senja yang berawan… Wisma Hurriyah, Sya’ban 1431 H

0 Comment:

Post a Comment

Tafadhol, jika ada pendapat lain, masukan, tambahan, kritikan dan saran, hehe, ayuuh... di kasi comment...^^
(jangan lupa pilih salah satu profil yg koment yah. biar termoderasi. jangan anonim. okeh? ^^)