Mendekati Margin Sebuah Komitmen

Dan sungguh, janji Allah itu pasti!
Sungguh, jika kita berdo'a pada Rabb yang hanya pada-Nya saja kita menggantungkan segenap pengharapan, maka lihatlah... Ada masa di mana Dia mewujudkannya, atau menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.

Mungkin memang benar, kadang kita melewati lembah grafik kosinus untuk sebuah komitmen. Ya, tiadalah yang dapat melintasinya kecuali diri kita sendiri. Tiada yang dapat melanggarnya, kecuali kita kita sendiri yang mencoba melintasi margin-margin komitmen itu. Tapi, entah karena aku memang sudah 'berdamai'. Atau sebab tengah berada pada titik penyadaran untuk tidak menyandarkan harap pada manusia, sehebat apapun dia.

Tapi, insya Allah untuk komitmen yang satu ini, aku tidak ingin dan benar-benar tak ingin melintasinya. Bahkan, aku tak ingin mendekati marginnya sedikit pun : tentang komitmen bahwa aku tak ingin menyandarkan harap pada seseorang, sebelum Allah tetapkan untukku! Dan aku, insya Allah akan berusaha untuk menjaga ini. Menjaga agar aku tak selangkah pun mendekati marginnya, apalagi melintasinya dan melanggarnya. Itu inginku yang sederhana :)

2 comments:

Tafadhol, jika ada pendapat lain, masukan, tambahan, kritikan dan saran, hehe, ayuuh... di kasi comment...^^
(jangan lupa pilih salah satu profil yg koment yah. biar termoderasi. jangan anonim. okeh? ^^)