Wisata Kuliner di Riyadh ala IMoreFamily

Kata Abu Aafiya, emak Aafiya ini "Culinary Adventurer alias petualang rasa". Hihi... Maksudnya, senang mencicipi cita rasa baru. Senang nyoba yang "aneh-aneh" yang belum pernah dicoba dan dirasakan selama ini. Kalo Abu Aafiya sukanya yang pasti-pasti aja laah. Yang memang sudah ter-verifikasi dan ter-kualifikasi di lidah dan nda begitu tertarik untuk mencoba yang aneh-aneh. 
Makanya, 4 tahun jadi warga Bandung semasa kuliah, belum pernah sekalipun Abu Aafiya nyicipin cireng. Padahal si tukang cireng selalu nangkring di deket masjid Salman. Hihihi... Aku aja yang baru pertama kali mampir di masjid Salman yang cuma buat jalan-jalan doang, udah langsung nyicipin itu si cireng. Qiqiqiqi... Abu Aafiya malah nyicipin cirengnya pas udah di Riyadh, itu pun setelah aku kompor-komporin kalo si cirengnya maknyuuss... Qiqiqiqi...

Naaah, soal wisata kuliner di kota Riyadh, kita memang punya agenda bulanan untuk nge-date ala IMoreFamily. Hihi... Nda perlu resto muahhaaaall, yang penting momennya. Jika ada yang jual sate Padang ala abang-abang di jalan Margonda, udah pengen aku serbu ajah tuuh... Qiqiqi.. Sayangnya, kalo mau beli sate Padang, kudu ke Ummul Hamam dulu. Jauuuhh cyyyynn... Qiqiqiqi...
Nah berikut tempat kuliner di Riyadh ala IMoreFamily. Barang kali ada yang tertarik untuk berkunjung dan berkeliling Riyadh jugak. Hehe... Harga bersahabat koq... Kekekekeke...
Daaan yang berikut ini adalah citarasa middle-east bangeeett...
Read More

Setelah Sekian Lamaaaa...

Judulnya rada-rada alay yes? Hehehe.. Baiklah.. Mari bercerita yang ringan-ringan saja. :)

Sebelum 3 postingan di bulan Mei 2016 ini, kapan terakhir kalinya aku ngeblog? Sepertinya Februari! Ya salaam... ini rekor banget yaak 2 bulan tanpa postingan. Ckckck....

Baiklah sedikit excuse, emak Aafiya lagi rada nausea, lagi ngadepin masa-masa ikhtibar (ujian) di sekolah (mustawa tsani ternyata lebih beraaat), pulang sekolah biasanya tepaarr, lagi soksok sibuk (padahal enggak). Daan banyak macam excuse lainnya.. hihi.. Manusia memang sering kali melakukan pembelaan diri yaak.. wkwkwkwk...

Sebenarnya banyaaak sekalii yang mau diceritakan di blog. Tapi, lagi-lagi cuma mengendap di pikiran untuk kemudian menguap entah ke mana... Naah, sekarang alhamdulillah ikhtibar nihai (ujian akhir semester) telah berlalu daaan semoga naik kelaas.. aamiin.. Ga bisa ikutan summer class juga karena ga ada kelas untuk mustawa tsalist (waah.. PD nih bakalan di level 3... In shaa Allah najahtu wa intiqaltu ilal mustawa tsalist :D). Oleh sebab itu ga boleh lagi ada excuse yaak Fatheeel... :P
(Kalo dulu mah masa2 tesis masa2 nya ngeblog.. hihi...).

Baiklah... Mari bersemangat lagii ngeblognya...
Daaan in shaa Allah sebentar lagi Ramadhan. Allahumma balighna Ramadhaan...
Semangat berbenah! Semangat menyiapkan yang terbaik! Semangaaaaatt!!!

Read More

Candit-Candit

Duluu semasa masih belum ke Riyadh, dalam pikiranku, candit-candit (memoto orang lain tanpa sepengetahuan dan ijin yang bersangkutan) adalah hal yang biasa. Toh, juga tidak ada undang-undang yang mengatur akan hal itu.

Nah sekitar 4 bulan di Riyadh, suatu ketika aku candit pemandangan menarik di depanku. Beberapa wanita merokok di toilet (sepertinya bukan warga asli) dan aku candit mereka. Pas kuceritakan kejadian itu ke suami, suamiku bilang "Waah jangaaan! Bahaya!"
"Memangnya kenapa, Yang?"
"Di sini candit termasuk tindakan kriminal jika ketahuan yang bersangkutan. Apabila yang bersangkutan tidak merelakan untuk difoto, kota bisa dilaporkan dan kita bisa diseret ke penjara."
"Hiyyy... syereeem..."

Sejak itu aku tak berani lagi candit-candit siapapun. Mereka, sangat melindungi para wanita arab (meski pun mengenakan cadar) untuk tidak difoto. Suatu ketika kami di taman, berniat semacam foto keluarga. Kemudian didatangi security dan mereka melarang kami berfoto keluarga lantaran khawatir malah memoto wanita-wanita di taman. Hehe.. Dengan sedikit permohonan dan meyakinkan bahwa hanya foto keluarga, akhirnya diijinkan juga berfoto. Hihihi..

Hari ini ada kejadian unik. Di sebuah mall di kota Riyadh, kami sedang menunggu pesanan es krim. Karena agak lama, akhirnya aku dan Aafiya duduk di bangku yang disediakan di sana yang jaraknya sekitar 10 meter dari outlet es krim. Ternyata suami lagi candit-candit kami. Tetiba, security menegur Abu Aafiya dan berkata, "Dilarang memfoto wanita arab." Pakek bahasa arab tentunya. "Dia istri saya." Jawab suami. Aku kaget juga kenapa security menegur Abu Aafiya. Pas si bapak security melihat ke arahku, aku juga spontan bilang "Dia suamiku." Setelah mengetahui kami adalah satu keluarga, si bapak pun mempersilahkan untuk melanjutkan candit-canditnya. Hihi...
Aku dikira wanita arab utk pertama kalinya. Biasanya suka dikira pembantu. Xixixixixi... LOL
Daan aku jg baru tau kalo ada seseorang yang lagi candit setelah mendengar teguran si bapak security. Sayang belum liat potonya. Hehe...

Naaah, pas di food court ada seorang anak yang kayaknya interest sama Aafiya. Dia lantas meminta ijin untuk memfoto Aafiya tapi Abu Aafiya tidak mengijinkan. Heuheu... Ya, begitulah.. kalau mau memfoto seseorang HARUS ATAS IJIN yang bersangkutan jika tidak ingin diperkarakan.

Setidaknya aku jadi belajar banyak. Untuk tidak meng-candit-candit orang sembarangan. :)

*Udah lama nda nuliis...
*Yuk nge blog lagii
*Semangaaattt

Read More

SUKHRIYAH: Mencela, Mengolok, Mem-bully


Salah satu chapter yang menarik menurutku adalah tentang Sukhriyah ini. Ceritanya sederhana, tapi sarat makna. Alkisah, di sebuah hayy (district) tinggallah  3 orang anak yang pemalas, dan kerjanya suka mencela dan membully orang. Suatu ketika, seorang anak namanya Hassan sedang menuju ke masjid. Pakaiannya yang dikenakannya sudah robek karena ia fakir dan dia membawa beberapa buku. Ketika memasuki halaman mesjid, 3 anak tersebut membully nya, menarik bajunya, merebut bukunya dan kemudian menertawakannya. Hassan masuk ke masjid dengan menangis.

Kejadian itu rupanya dilihat oleh syaikh imam masjid dan beliau langsung menghampiri ketiga anak tersebut. "Kalian kenapa mengolok-olok Hassan?"
"Kami?? Gak ada koq syaikh.." eh ketiga anak ini malah bohong. Tapi sayangnya, mereka udah ketangkap basah sama Syaikh imam sehingga tak bisa mengelak lagi.

Lalu syaikh berkata dengan baik, "Apakah kalian tidak mengetahui kalau Sukhriyah (mencela mengolok dan membully) itu perbuatan yang tidak disukai oleh Allah dan Rasul-Nya.

Syaikh membacakan surat Al Hujurat: 11

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ ...)
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok..." (Qs Al Hujurat: 11)

Kemudian Syaikh menceritakan tentang Kisah Betis Ibn Mas'ud. Suatu ketika ibnu mas'ud memanjat pohon kurma, sehingga tersingkap jubahnya (tsaub) dan terlihatlah betis beliau yang kurus. Para sahabat menertawakan beliau. Lalu Rasulullah menegur sahabat dan bersabda "Mengapa kalian tertawa? Terhadap kaki hamba Allah yang timbangannya di hari akhir jauh lebih berat dari gunung uhud?"

Syaikh lalu berkata, "kalian hari ini mengolok-olok Hassan. Sementara ia adalah anak yang paling rajin di Hayy ini. Pagi dia belajar, siang dia membantu orang tuanya, dan dia juga menghafal Al Qur'an dan Hadits di masjid ini."

Akhirnya ketiga anak itu meminta maaf pada Hassan dan Hassan pun memaafkan.

Banyak hikmah dari kisah ini. Di jaman serba sosmed ini, orang dengan mudahnya membully dan mengolok cukup dengan memainkan jempol. Fenomena membully, mengolok, mencela seseorang atau sekelompok orang tampak sepertinya sudah biasa dilihat dan dibaca di laman sosial media. Seolah itu biasa saja. Bahkan ada yang dengan mudahnya mencela para ulama dengan kefakihannya, padahal si pencela sendiri entah seberapa ilmunya dibanding para ulama. Ada kebaikan mencuat kepermukaan, tetaap saja ada celah untuk dicela. Padahal... boleh jadi, boleh jadi yang dicela jauh lebih baik dari yang mencela.

Semoga kita lebih bijak dalam berkomentar terhadap sesuatu, dalam membagikan sesuatu, dalam pembelaan terhadap seseorang atau sekelompok orang jangan sampai etrjatuh pada kategori sukhriyah. Bukan untuk membungkam kita ketika mengkritisi sesuatu, melainkan menjadi rambu-rambu agar jangan sampai jatuhnya pada mencela.

#Menasihati Diri SendiriTerutama
#Maafkan Jika Pernah Sengaja Atau Tidak Mengolok/Mencela
#Yuk Lebih Bijak ber-SosMed, baik dalam men-share, santun dalam berkomentar
#No Sukhriyah
#Saling Mengingatkan
#Selamat Ujian Nihayah ^_^

Read More

Recycle and Reuse

Naah..  sesuai judulnya, emak Aafiya pengen share soal hobi baru niy, yaituuu... permak permak. Qiqiqiqi...
Bahan yang digunakan adalah jeans dan denim punya Abu Aafiya yang sudah expire alias habis masa pakainya...

Recycle and reuse part 1, dipermak jadi rok Aafiya...
Dan part 2 nya, jadi tas belanja.. Hihihi...
Bikinnya juga kilat, skitar 30 menit sampai 1 jam. Yuks ini diaaa...
Read More

Salah Satu Kunci Sukses Berbisnis Online

Ahhh, judulnya sotoy pake banget yaaah... :D :P
Orang aju belum mulai. Hehe... Tapi anggaplah ini diliat dari sudut pandang aku sebagai pelanggan/pembeli.

Okeeh dimulai dari kronologis ketika aku memesan jilbab online. Sejujurnya, aku ga begitu suka belanja online (kecuali ke teman yang sudah dikenal dan pernah tau barangnya kayak gimana). Kenapa? Karena ga bisa liat langsung barangnya. Kalau beli offline, kan bisa liat dan bisa ngerasain feelingnya cucok apa enggak. Jadi kalau kita ga suka, ya tinggal ditinggal. Hehe. Simple kan alasannya. Naah, kalau berbelanja online, kita cuma bisa liat dari foto. Dan kebanyakan foto itu ada "efek pembagusan" nya.. :D
Maklum aku kan tukang edit foto... wkwkwkwk...
Sering kali belanja online yang kita terima tak seindah yang difoto. Nah kalo pas ta'aruf tak seindah yang di foto gimanaa? Wkwkwkwk... peaceeee... :D
(Cateet: akuh ga photoshop-ed foto ta'aruf aku lho yaa. Jangan pada suudzon :P )
Read More

Just Learn!

Akhirnyaa, mesin jahit portable Brother GS37000 kita bawa pulang jugaak. Hehe... Sebenernya aku pengen mesin jahit yang lain semacam singer atau si juki atau si janome.. (sebut mereek niih ceritanya...) :D, tapi karena spesifikasi yang aku pengen ga ada di toko terdekat dan adanya cuma di Deerah yang terkenal dengan kemacetannya yang ruarr biyasaaah...,akhirnya memutuskan untuk beli si brother ini. Setidaknya sangat memuaskan feature nya untuk pemula pake banget seperti aku.. :D

Ceritanya, emak Aafiya lagi pengen bisa jahit sendiri baju Aafiya... Pengen bisa permak, perpendek abaya, pengen bisa jahit jilbab sendiri... Banyak pengennya niih... hihi... daaan gayungpun bersambut..  Abu Aafiya approved... ♥♡♥
Jazakallaahu khair Zaujiy... Dan akhirnya kitaaa beli deh mesin jahitnya...

Ketika abis bongkar dus dan baca buku manualnya, aku sampai bilang ke Abu Aafiya,
"Kita refund lagi ajah yuuk..."
Hahahaha... Ketawa berduaa...
Plus juga Galau.
Abisnya, baca manualnya bikin frustate dan bikin akuu kedeerrr... Kaga ngerti sama sekali yang namanya mengoperasikan mesin jahit. Istilah-istilah di mesin jahit juga awam bangeeett. Daan... manualnya cuma menyediakan bahasa arab dan english. Untuk aku yang ga familiar dengan istilah-istilah dalam hal jahit menjahit, it was so hard.
Mesti bolak balik buka gambar dan nyocokin dengan mesinnya... Pluss, running DVD manual nya, biar ngertiii.. hehe...

Akhirnya kucoba-coba ajah dah tuh. Sambil teteeup baca manual dan liat DVD manual... Akhirnya, berhasil... berhasilll... alhamdulillaah... Bisa jahit luruuuss... wkwkwkwk... Abis itu bikin buttonhole... Seneeng buttonholenya cantiiik.. hihi... Emang feature dari sononya siy.
Yeee... ga jadi refund. Alhamdulillaah...

Naahh, masuk ke tantangan kedua. Bikin baju Aafiya... sempet frustate juga liat hasilnya yang masi jauuuhh dari bagus... hihihi...

Frustate ketiga adalah ketika mendekin abaya... Dudududu... koq hasil jahitnya berantakan... Koq ga straight malah model zigzag jahitannya... Huaaa.. Ya Salaam, setelah selesai baru nyadar kalo pake settingan buttonhole bukan yg straight... Dungdungdung...  Panteeess...
Pas ngejahit blind hem juga eror pake bingitz... Salah settingan... hihi..

Sempet mau give up ajah rasanya... hiks.. Tapi, hayuk semangaattt lagiii... ^^

Ada beberapa pelajaran berharga buatku dari kisah jahitmenjahit yang masih jauuuhh dari mahir ini:
Pertama, betapa pentingnya manual book itu. Coba kalau tak ada manual.book, dijamin ga ngerti sama sekaliii!! Naah, sebagai muslim, kita jg sudah diberikan bekal oleh Allah dan rasul-Nya, manual book yang yang tidak pernah lekang hingga akhir zaman. Siapa yang berpegang teguh padanya, in shaa Allah selamat dunia akhiratnya. Ya, al qur'an dan Sunnah, manual booknya orang muslim...

Kedua, kita mungkin kesal, sedih atau nyesek banget ketika salah. Tapi, justru dari salah itulah kita jadi banyak belajar. Kalau kita tak pernah salah, maka sesungguhnya kita tak pernah belajar.

Ketiga, belajar itu butuh sabar dan butuh proses. Segala yang instan-instan dan karbitan itu tidaklah matang dengan sempurna. Tidak mungkin begitu pegang mesin jahit langsung bisa jadi ahli menjahit. It's impposible. Segalanya butuh proses. Dan proses butuh sabar!

Keempat, maintenance semangat belajar! Semangat belajar apapun sangat perlu di-maintenance. Apalagi untuk orang sejenis aku yang begitu fluktuatif. Hari ini semangat. Besok down. Hehehe.. keep calm and confidence... Step by step... :)

Kelima, belajar menghargai profesi. Ada yang menganggap sebuah pekerjaan semisal, "ahh cuma tukang jahit."? Terlalu sombong mah kalau begitu. Percayalah, menjahit bukan pekerjaan mudah. Setiap profesi punya peran masing-masing. Coba, kalau ga ada tukang jahit, jas presiden ada ga? So, presiden aja butuh tukang jahit kaan... 

Keenam, Ketika kenyataan masih jauh dari harapan, don't be sad. Misal, dalam bayangan kita akan bikin abaya seperti apa, ehh yang jadi malah abaya-abayaan alias ga enak dipandang. Hihi... Please, don't give up!! Just learn! Learn. And Learn any more...
Dulu, ketika belajar adobe flash tahun 2008 aku sempet frustate se frustate2nya. Sampai sempet mikir, "duhhh, kayaknya aku ga bakalan pinter ini flash. Syusyaaahhhh...", siapa sangka tahun 2013 flash menjadi salah satu instrumen thesisku... In shaa Allah bisaaa... selagu mau belajaaarr...

Yuuk ahh semangaaaatttt...

Sebagai bonus, ini hasil karya pertama emak Aafiya... ^_^
Pameeerrr... :P

Read More

Menakjubkan, Ma shaa Allah

Hari ini tepat 15 bulan usia my little princess, Aafiya... Alhamdulillaah... Alhamdulillaah yaa Allah atas karunia-Mu yang tak ternilai harganya ini...

Menakjubkan, Ma shaa Allah, ketika mengikuti perkembangan anak-anak, dari bayi yang bahasanya hanya tangis dan tawa, kini berangsur memiliki bahasa komunikasi yang lebih kaya. Mulai menunjukkan keinginan dan juga menunjukkan emosi ketika keinginannya tidak tersalurkan.

Suatu ketika,
"Aafiya, jangan... jangan..." tiba-tiba si gadis kecil ikut bilang "ngan.. ngan.." dengan irama dan nada yang mirip.

Lain waktu, ketika aku bilang, "la... la... la...", dan aafiya pun mengikutinya. "La... la... la..."

Ya Allah...
Aku baru menyadari--meskipun sudah berulang kali membaca maupun mendengarkan--bahwa anak akan meng-copy apapun yang dikatakan dan dilakukan orang tuanya. Kita ibarat sedang diawasi oleh CCTV yang mana akan ditiru tanpa kecuali. Mereka melakukan apa yang kita lakukan juga. Ini sungguh adalah masa emas dalam menanamkan segala pondasi; akidah, keimanan, adab dan akhlak. Jika gagal di masa emas ini, maka... itu tidak bisa diulangi di masa mendatang. Tidak bisa di-undo :(.
Hasil desain di photoshop masih bisa direvisi, tapi hasil design pendidikan anak, tak bisa diulangi lagi dari awal lagi. Tak bisa di-undo.

Ahh kadang menyesal. Masih banyak yang mesti diriku benahi soal mendidik anak... Masih sering terlalai dengan Hp pinter :(
Hp pinter alias smartphone yang ga bikin anak pinter..

Ahh, sekali lagi... hayo berbenah ummu Aafiya

Read More

Januari 2016

Ini sudah Januari 2016, hei...
Waktu berlari sedemikian kencangnya... Jejak kata masih bersarang di laman draft. Sudah lama tak menggoreskan huruf demi huruf di rumah persinggahan ide ini... Baiklah, mari sejenak singgah, menyapa... tentang apa kabar Bloggie...

Ini Januari 2016,
Jatah hidup semakin dan semakin berkurang...
Menatap sejenak ke belakang; ~tentang kesalahan, tentang kebodohan, tentang apapun yang sebenarnya tak diingini kejadiannya,--alhamdulillaah..'ala kulli haal, itu semua adalah masa lalu yang Allah karunikan nikmat lupa atasnya... Semoga menjadi pelajaran berharga, agar tak berulang kesekian kalinya.
~tentang segenap nikmat,kebahagiaan,ketentraman jiwa, alhamdulillaah bini'matiHi... semoga menjadi penyubur rasa syukur...

Waktu kian berlalu, jatah jantung berdetak kian berkurang, sedetik demi sedetik... hingga pada waktu ketetapan-Nya berlaku...
Tertunduk diri ini, atas segenap hina dan alpa... Ahh, diri ini masih begitu jauh dari-Mu, Rabb...
Ijinkan hati ini berlari menuju-Mu... Ijinkan diri ini memohon agar Engkau membersamai di setiap langkahku...

Tiada kata selain; berbenahlah wahai Diriku... Sebelum Sampai waktumu...


Riyadh, Dini Hari Pertengahan Januari 2016

Read More

Al Romansiah

Math'am Al Romansiah alias Restaurant Al Romansiah adalah salah satu restorant yang terkenal di Saudi. Kayak restoran Sederhana kalo di Indonesia mah. Dulu, pertama kali mendengar kata Romansiah, aku berpikir ini restoran koq kedengarannya Romantis gituh yaah. Wkwkwkwk... Al Romantika kaliii... :D :D

Naah, ketika baru datang ke Riyadh 2 tahun lalu, suamikuh tercintaah ngajakin nge-date di restoran Al Romansiah ini. Menunya? Ibil... Yak, daging unta. For the first time I have tasted the camel.

Sejujurnya, kala itu sama sekali tak bersahabat dengan lidah. Hihi.. Dan waktu pun berlalu dengan cepaat. Tak terasa sudah 2 tahun menjadi penduduk Riyadh. Daaan, lidah pun sudah bertransformasi. Jadi kayak apa tuh lidah bertransformasi? Qiqiqiqi.. Diksi yang tepat adalah ber-adaptasi dengan berbagai rasa. Rasa ala Pakistan (semisal Briyani). Rasa ala Arabian and Middle east.

Jika dulu (apalagi pas hamil Aafiya) mencium aroma masakan Arab atau Pakistan bisa mabook beraaat, sekaraaang koq udah bisa request makanan yang notabene dulunya paling dihindari?

Kesimpulannya:
- ternyata soal lidah, aku udah berhasil move on. Mabruuuuk... wkwkwk
- hikmah jauh dari rumah makan Padang: jadi bisa menyicipi makanan lintas negara. :P

Seperti hari ini, emak Aafiya lagi kepengen Nusfh Fahm nya Al Romansiah. Maknyuuuss... Alhamdulillaah bini'matiHi...

***
Dudududu, jarang ngeblog. Lagi banyak ikhtibar dan next week in shaa Allah ikhtibar Nihayah (final exam) utk term ini. Do'akan biar bisa lulus dan naik kelas ke Mustawa Tsani yaa Bloggie... ;)

Read More