WISMA ITUUUH =MADRASAH YG INDAH!



Humm…,
Okeh..okeh…,
Bukan bermaksud untuk promosi, tapi, aku hanya ingin sedikit menginspirasi. Hehe.
Uhuk..uhuk…, menginspiraasi dari mananya tho?

Baiklah,
Skarang, sedikit pertanyaan. Menurutmu, tempat kos itu sebagai apa?
Kamu mungkin menjawab, “Ya iyalah sebagai tempat tinggal! Pertanyaan aneh!” Hihiihi.

Tapi, sangat disayangkan sekali jika hanya sebagai tempat tinggal sementara. Toh, waktu akan terus berlalu. Rugi jika hidup kita teramat biasa-biasa saja. Rugi, jika tempat kos Cuma buwat tawa2 doang. Atau, malah jadi tempat tidur doang??

Nah…nah…,
Mau sdikit crita nihh.

Sdikit sharing tentang sesuatu yg biyasa kami sebut “Wisma”. Apa itu wisma, sok atuh..bole dibaca lagi crita-crita sbelumnya. Hehe.

Nah, di wisma itu, hak perogratif ‘peraturan’ diatur oleh kita-kita, sang kontraktor…
Kalo di kosan ada Bu Kos yg suka ngatur2 jadi peminat kosannya agak kurang ketimbang di kosan2yg lebih bebas. Nah, kalo secara system dasarnya, wisma pun demikian. Bahkan lebih bebas lagi malah! Secara, ini kontrakan looh. Jadi, suka-suka orang yg ngontrak dong!

Nah, justru karena bebasnya itulah, kitapun jadi bebas untuk menentukan pilihan. Mau diapain itu rumah. Jadi, alhmadulillah, kita bikin peraturan sendiri yang disepakati secara bersama-sama (kalo disepakati sama2 kan menjalankannya jadi enak. Ga ada grata grutu nya). Okelah bukan peraturan namanya. (soalnya rada2 paranoid jugah kalo disebut peraturan. Gaswatnya, malah ada yg bilang peraturan dibuat untuk dilanggar. Haddduuuh!). jadi, anggap saja ini sebuah “Rumah Tangga” yang menyenangkan. So, yg diubah, paradigmanya dulu.



Hummm…, di wisma itu…, kami bikin segala sesuatunya mendekati ideal, walaupun tak ada yg sempurna di dunia ini.

Pertama, ASPEK RUHIYAH.
Di wisma, kudu sholat jama’ah 5 waktu. (hehe, biyasa nya sih rebutan jadi makmun. Hohoho). Tapi, jama’ah itu, penting!
Trus, malam2 eihh…dini hari, kalo terbangun, kudu bangunin orang se rumah. ^^
Jadi, qiyamullail bareng2. Ga’ jama’ah sih, sendiri2 biyasanya.
Ba’da subuh, adalah waktu yg “strenger”. Ini saatnya “Nyetorrr!” hapalan. Jadih, smua penduduk wisma MESTI, KUDU, HARUS, punya hapalan tiap hari! Minimal satu ayat deeh. Nah, bagi yang kebetulan lagi, ehhmm..palang merah, maka hapalannya diganti dengan hadits Arba’in. system nyetornya ga’ face to face (apalagi face to facebook! Hoho, kagak nyambung euy!) tapi satu orang, nyetor dihadapan smua penduduk wisma. Jadi, ‘beban sosialnya’ jauh lebih besar. Hihii. Muroja’ah nya tiap 1 kali seminggu, pas ahad, sebelum riyadhoh bareng.

Read More

Emak Farida



Hehehe….
(lho koq ketawa duluan yah?) hihi.
Ini sebuah crita saaahhhaaajaa. Ini tentang kuliah KONSELING PASIEN. Jadi, di akhir kuliah Pak Khairil Armal, S.Si, Apt, Sp FRS,  ngasih kami sebuah kasus dan diperagakan. Kasusnya tentang seorang Ibu yg bernama Farida, berumur 56 tahun, terdiagnosa hiperurisemia, dikasi terapi Indometacin 3X1 hari 1 kapsul. Kolkisin 3 X1 hari 1 tablet dan vitamin Neurodex 1X1 hari tablet.

“Siapa yang mau jadi konselor dan apotekernya?” Tanya Bapak. Kak Mestika angkat tangan.
“lalu, yang jadi pasien? Ada yg namanya Farida di sini?”
“Gaaaak paaaak.” Koor teman2 sekelas. “Yg ada Farizal Pak.”
“Yak, silahkan Bu Farizal.”
“Farizal itu cowoook Pak…”
“OOoo…, lalu siapa yang bersedia?”
“Pak..si Fathel saja Pak.” Tiba-tiba barisan depan angkat bicara.
“Ihh.., tak mau laah!” aku mengelak.
“Ayo lah Thel, ayolah…Fathel saja.” Kata teman2 yg lain.
Huff..hufff, akhirnya kuterima juga peran itu.

Dalam hati, ku berspekulasi.
“Hmm…, jika aku pake bahasa Indonesia, tentulah…akan  tegang. Aaaaah…, ku pakai bahasa Minang saja lah!”

Naaaah…,
Akhirnya aku berperan jadi emak-emak.

Read More

Ini Soal Cita-cita, Kawan!


Bukan bermaksud (Sepenuhnya) untuk curhat. Hanya ingin sedikit berbagi. Mana tahu ada yang nyasar jalan-jalan ke blog ini, dan ikut baca. Mana tahu kemudian, ada yang punya pandangan yang berbeda dan bisa memberikan sedikit pencerahan, yang kemudian menginspirasiku. ^_^ . Jika pun tidak, maka tiada mengapa. Setidaknya, aku telah menuliskannya. (Begitu banyak keberhasilan itu diawali dari cita-cita yang dituliskan, bukan?)

Ini tentang hidup.
Sungguh, rel-rel kehidupan ini tentu saja takkan pernah sejajar. Takkan pernah berada di titik yang berhimpit. Jika pun ada yang sama, itu hanyalah rel-rel yang bersisian. Sebab, masing-masing kita pun telah dipilihkan-Nya satu rel yang harus dijalani, dan satu stasiun pemberhentian sementara untuk kemudian memelanjutkan perjalanan menuju kehidupan yang abadi, akhirat. Yah, --skali lagi--, hanya ada satu rel, satu stasiun, untuk satu anak manusia.

Hidup.
Ke mana pun itu, pasti akan dihadapkan pada berbagai macam pilihan. Dan, pasti harus memilih, tidak boleh tidak. Iya tho?
Bahkan hanya untuk pilihan, berkedip atau tidak. Apalagi piihan yang jauh lebih besar; mau ke surge atau neraka?
Dan tentu saja, setiap pilihan punya konsekuensinya. Benar tak?

Sedikit bercerita,
Dahulu, duluuu sekali…, ketika aku baru mengenal apa itu warna dunia, Di saat teman-teman seusiaku mengumumkan cita-citanya yang nyaris sama; dokter, guru, pilot, dan pramugari, aku malah bercita-cita ingin menjadi insinyur pembangunan. Mungkin, banyak yang heran. Tapi, itulah aku. Dulu. Kata ayah dan ibuku, dahulu aku anak yang cukup “rewel” dan sangat rajin bertanya, “mengapa begini…, mengapa begitu…”. Kadang, beliau jadi repot juga ngejawab. Hehe.

Dari kecil, aku sangat menyukai kertas bekas dan pinsil warna. Aku sangaaaaaaaat menyukai kertas. Aku akan sangat bahagia jika sepulang dari kantor, ayahku membawakan kertas bekas yang dibelakangnya ada tulisan dari alat canggih bernama “laptop tanpa enter, yang dilengkapi printer otomatis”. Hehe.kamu tahu apa itu? Yak! Tepat sekali! Mesin tik. Ga’ ada tombol enternya, trus, pas diketik langsung kluar print out nya. Hihihi…

Read More

Alhamdulillah..., Satu Episode Berlalu Sudah


Eheem…., sebenarnya sudah sangat terlambat skali untuk menuliskannya. Hehe. Karena, sudah lebih dari 2 bulan berlalu. Dan, cukup di catatan haria saja, bahagia itu terpatri dan terukir …
Tapi…,tapi…, karena hari ini, kisah ‘nenteng-nenteng’ skripsi ke mana-mana itu kembali berulang, akhirnya, terinspirasi jugah untuk menuliskannya. Hihihihi…. (setelah lebih dari dua bulan skripsiku nyaris tak tersentuh, tergeletak begitu saja di rak buku).

Huf..huff…
Meneruka sebuah perjuangan memang gak pernah mudah yaaa. Selalu saja ada rintangan, hambatan, tantangan. Tapi, insya Allah juga ada kemudahan. Stiap satu kesulitan ada dua kemudahan.setidaknya, itulah yang kurasakan. Setelah “jungkir balik, kaki di kepala, kepala di kaki”, hihih… Setelah skian lama ‘terisolasi’ di lab untuk mengisolasi. Hehe.

Alhamdulillah…, akhirnya…., setelah skian lama perjuangan itu, gelar S. Farm itu tersematkan jua dibalakang namaku (disemat pake apa yah? Peniti kali. Hhihih…). Setelah menukil begitu panjang perjuangan…. Tepatnya 24 Agustus 2009. Wuiihhh…, menurutku tanggal itu adalah tanggal cantiq. Hihi. Kenapa? Karena, aku tercatat sebagai mahasiswi Universitas Adlas pada tanggal 24 Agustus 2005 dan tercatat sebagai sarjana lulusan Universitas Andalas tanggal 24 Agustus 2009. Persis 4 tahun. Tak lebih dan tak kurang satu hari pun. ^^V


Read More

Ughhh.... Bau!!!!!

Heheh…
Ini adalah sebuah kisah, ketika jaman penelitian dahulu kala (halaaaaah…lebay banget deeeh! Emang barapa lama berllau? Paling juga 4 bulanan! Hihihi…)

Ehm…ehm…, di suatu siang yang ‘naas’. Waduh, istilahnya rada-rada lebay niy. Siang niy, ada kejadian yang cukup bikin heboh di labor mikro tercinta. Hmm…, begini, berhubung incubator bakteri pada penuh dengan sampel kami, akhirnya diputuskan untuk memindahkan sampel yang di Erlenmeyer ke tabung reaksi (biar irit tempat gitu loh, secara kalo’ jumlah erlenmeyernya 18 buah, memakan begitu banyak tempat. Kalo’ di tabung reaksi mah, Cuma butuh 3 beaker glass ukuran 100 ml). Tau ga’?? Masya Allah, sampelnya baaaauuuuuuuuuuuuuu… minta ampun! Bau banget. Para pratikan mikro saja sampe tutup idung membau tuh labor and sampel. Kesiaan sekali adek2, response sambil nutup idung. Waduuuh…, maaf ya adek2 sekalian.


Ehm…dan cerita pun berlanjut. Akhirnya, kami memindahkan sampel itu di ruang cuci dan kami nutup pintunya (dengan maksud biar bau di area lab agak sedikit tereduksi). Wal hasil, perut niy serasa di aduk dengan bau yg superrr dupeeerrr itu. Huaaaaaa…, masya Allah…, serasa ingin keluar semua komponen yang ada di lambung. Hueeeek….


Read More

Beternak Tikus???



Beternak tikus? Waaah..pakarnya Indonesia tuuuuh. Habisss, begitu banyak tikus yang diternakan di negeri ini. Turun menurun, mengakar dan membudaya. Tikus berdasi yang mengerat uang rakyat. Hiihhh…,
Indonesia…ohh…Indonesiaku.

Okeh…okeh…, diriku ga’ bakal membahas masalah tikus berdasi koq. Untuk tikus berdasi, yang penting ada iman di dada, insya Allah ga’ bakalan jadi tikus koq. Ahhh, andai setiap tikus2 itu menyadari bahwa setiap harta yang dikeratnya lewat jalur apapun itu besok2, di hari yang penuh penyesalan yg ga ada lagi tawar menawar dan jual beli, akan diaudit dengan benar2 sangat teliti oleh Dzat Yang Maha Teliti, dan akan diumumkan ,”Si Fulan memakan harta rakyat sebesar sekian..sekian..dan gunakan untuk bla….bla…”, mungkin takkan ada lagi tikus2 berdasi itu. Sebaliknya, adalah orang2 yg memperjuangkan masyarakat madani. Ops…, koq jadi panjang lebar yah?

Nah…nah.., ini beternak tikus beneran looh. Bener2 tikus! Tapi, bukan tikus got atau tikus sawah, ataupun tikus rumah. Tapi, tikus putih! Hmmm..begini, di fakultas2 sains kaya FK, Farmasi, Biologi sesuatu yang bernama tikus menjadi barang yang sangat penting. Banyak tikus-tikus yang telah mengantarkan seseorang menjadi sarjana. So, tikus memang cukup dibutuhkan!


Read More

Non Aktifkan Fesbuk? Why Not?!


Awalnya, aku tak terlalu ambil pusing soal pertanyaan ini. Tapi, pada akhirnya tertarik juga karena dalam tempo satu pekan blakangan, ada banyak orang yang menanyakan padaku, baik secara langsung, atau via internet atau SMS.
Lebih kurang begini,
“Athel, gimana cara non aktifin eFBe?”
“ipi, fb ny lagi non aktif yo? Baa caronyo?”
“atau, Fathel, gimana cara menghilangkan fb?”
“atau, ihh…, gimana sih caranya Thel? Ajarin kakak dung.”

Read More

Resep untuk Mendapatkan Resep


26 Oktober ’09, Tarandam trus Pasar Raya Padang

Huff…
Akhirnya nyampe juga di Tarandam. Persisi, di depan bimbel GAMA, aku berhenti. Di sana, ada karangan bunga dan tulisan “Kepergianmu sahabat, adalah kesedihan kami”. Teringat aku pada kejadian 30 September 2009, yang telah mengubur begitu banyka tunas bangsa di sini. Di bimbel ini.

Dan, ekspedisi itu pun dimulai…
Bismillah…


Eh..eh.., sebelumnya, aku lupa menjelaskan, mengapa aku harus melakukan ekspedisi ini. Hmm…, begini. Salah satu dosenku memberikan tugas untuk meng-copy resep 2 di apotek, Rumah sakit atau puskesmas, untuk kemudian di analisis…, ini reser rasional apa tidak? Gitu looh…. Tugasnya juga tidak sedikit. 50 Resep, dengan jumlah obat dalam satu resep minimal empat. Wuihh…, kalo dikali-kalikan, berarti 200 obat dong. Itu dikaji semua-muanya! Kalau satu resep bisa 6 halaman doble folio, berarti ada 300 halaman folio dong? Tulis tangan pulak! Itu baru satu mata kuliah. Belum mata kuliah laiiin. Fiuufff…
Eh…, tak bole mengeluh! Tak leh..tak leh!

Ehm…ehmm….

“Assalamu’alaykum Bu/Uni/Kak, saya mahasiswa farmasi. Hmm…begini. Saya dapat tugas mengumpulkan resep dari dosen. Kira-kira saya boleh copy resep dari apotek ibu/uni/kakak tidak?”
Lebih kurang begitu diriku ucapkan, plus wajah ramah (diramah2kan) dan sedikit memelas.
“Oo..maaf ya Dek. Tidak bisa. Resep adalah rahasia apotek.”
Pada umumnya semua pada jawab begitu. Mulai dari apotek di pasar Raya hingga ke kawasan Jati.
Akhirnya, dengan sedikit “sebel” diriku bilang (dalam ati), “ihh.., koq pada pelit smua siih? Padahal, apa ruginya? Pun, gak ada di undang2,bahwasannya resep harus dirahasiakan. Lagian, ini kan untuk kepentingan ilmu!”

Hup..hup….
Tahan Athel..tahaaaan…
Jangan sampai diledakkan lagi yah…
Hihihi..

Maka, aku bertanya2, temen2 yg lain, gimana sih cara dapetin resepnya?

Masya Allah…,
Ternyata, ada satu hal yang luar biasa yang terlupa olehku. Yaitu, “BAGAIMANA MEMBANGUN LINK & PENTINGNYA LINK ITU.”
Kalau punya link kan mudah banget. Tinggal SMS senior2 yang kerja di apotek, “Kak, boleh copy resep di apoteknya. Dapat tugas dari bapak fulan niiy.” Biasanya, kakak2 tuh pada baik semua. Dan, mau mengasih copy resepnya, karena udah saling percaya.
Hohoho, sesuatu yang terlupa.

Aku jadi ingat, ternyata trik sukses bisnis itu seperti yg dibilang oleh begitu banyak bisnismen, yaa membangun LINK! Betapa sangat pentingnya LINK. Punya LINK berarti punya banyak teman, yang berarti akan memberikan peluang lebih banyak. Itu pula rahasianya, kenapa Allah dan Rasulullah nyuruh kita untuk membangun silaturrahmi, bukan?

“Bertaqwalah kamu sekalian kepada Allah dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan peliharalah hubungan silaturrahim.” (Qs. An Nisaa’ : 1)

Bukan hanya itu, silaturrahim juga mendatangkan rezki.
“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia suka bersilaturrahim.” (HR. Bukhori & Muslim, dari Anas ra.)

Semoga ini semua jadi reminder bagi diriku terutama, dan bagimu semua. Amiin.

Kesimpulan : resep untuk mendapatkan resep adalah : silaturrahim. _^ V




Al Hurriyyah, Baiti Jannati, Dzulqo’dah 1430 H
Read More

SIKAP MUSLIM MENGHADAPI BENCANA



alhamdulillah...
akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga.hehe...

setelah skian lama tatsqif terhenti (ba'da liburan semester genap kemaren, lalu disusul dgn musibah,tatsqifnya gak ada terus...)
akhirnya, alhamdulillah..., jum'at ini (tgl 23 Oktober 2009) tatsqif perdana pun dimulai...

Sebenarnya materi pekan ini adalh FIQH bersama ustadz Zul Adli..., tapi berhubung masih dalam susana musibah, maka materinya diganti dengan "Fiqh Musibah". tentang bagaimana sikap kita menghadapi musibah.

Nah, sebelum ke materi, ada baiknya kita mengajak teman2 skalian (yg berada di kota Padang dan skitarnya) untuk menghadiri acara ini. Sebuah majlis ‘ilmu yg insya Alloh barokah. Diisi oleh ustadz2 yang memiliki kapabilitas di bidangnya. Dan tentu saja : GRATIS!!
Tatsqif ini adalah salah satu program yang diangkatkan oleh FKI Rabbani Unand.

Yuk..yuk…., rame2 datang ^^

Nah, mari qta masuk ke materinya yaitu : SIKAP QTA BILA MENGHADAPI BENCANA

Prinsip seorang muslim terhadap bencana :
Pertama; Kita harus yakin bahwa hidup initakkan luput dari musibah
Kita PASTI akan diuji dengan ujian
Kata ulama, dunia ini adalah daarul I’tila’ : kampug yang penuh dengan musibah

Read More