Sebuah Dimensi yang Berbeda di FLP


Hmm…First FLP’ers discuss, episode perburuan taman budaya. Hee…
Sudah sangat lama tak bisa ikutan diskusi FLP dan sungguh betapa euphorianya aku ketika bisa kembali ikutan di FLP’ers. Waah akhirnya kusadari jugah, betapa berkumpul dengan FLP’ers sekalian menularkan semangat bagiku. Kurasakan banget deeh, penurunan kualitas tulisanku (apalagi EYD-nya) sejak gak bisa ikutan karena PKP selama 4 bulan belakangan. Waaah, tengsin jugah waktu dikomentarin, “Karya Fathel mengalami penurunan kualitas. EYD-nya berantakkan.” Huhu. Tak apee, jadi pelecut semangat kite orang!

Masya Allah…
Bahagia pernah mengenal dan menjadi bagian FLP, sebuah organisasi kumpulan orang2 “aneh”, unik dan luar biasa. Mereka, yang menularkan semangat luar biasa. Membuatku begitu cemburu dengan karya2 luar biasa mereka yang telah terbit di berbagai media. Dengan launching2 buku proyek FLP. Barokallaah buat semua FLP’ers SUmbar dan Padang yang karyanya bakal dilaunchingkan. Insya Allah, aku pun pengin nyusul. Tunggu sajaaaa >,<.
Maafkan aku belum bisa berbuat banyak untuk FLP. Maafkan aku yang seperti meninggalkan saja beberapa bulan terakhir. Tapi, insya Allah ke depan mari kita berangkat bersama, wahai para pejuang pena! Aku pun ingin menjadikan pena sebagai “mata pedangku”. Aku masih ingin tetap menjadi bagian darimu semua. Karena aku sangat cinta dengan FLP. Sangat!

Aku teringat dengan sebuah pameo yang cukup terkenal di kalangan FLP’ers Sumbar, “FLP ini hanya butuh orang-orang yang focus dan istiqomah!!”. Aku jadi malu dengan diri sendiri karena ini sangat menyentilku. Baiklah, mari, kita berjuang bersama!!

FLP’ers…
Bukan hanya semangat menulis yang kudapatkan, tapi, juga tentang arti sebuah perjuangan. Mereka, kisah hidup mereka, mengajariku akan arti sebuah perjuangan. Tentang hidup yang tentu saja tak selalu manis. Sungguh, selalu saja ada air mata yang ingin kuseka setiap kali mendengarkan perjuanganmu wahai saudari-saudariku. Dan, SELALU SAJA KUTEMUKAN DIMENSI YANG BERBEDA!!! Dimensi yang mengantarkanku kadang pada “dunia asing” yang aku tak pernah berpikir sejauh itu.

Menghabiskan senja dengan pantai, untuk saling berbagi.
Ini juga yang kusuka. Pantai!
Menorehkan seukir cerita, untuk kemudian kubawa pulang dengan gelegak rasa tak bernama. Ada hikmah. Ada inspirasi. Juga ada kesyukuran yang menyertai.
Meski, menyelamimu wahai saudariku, tak semudah yang kubayangkan. Saudari2 di FLP adalah pribadi2 yang benar2 sangaaaaat unik, spesifik dan…sulit diterka. Kadang, “aneh” dan agak sedikit “senewen” (hehehe, peace!). Begitu banyak2 hal2 yang tak lagi terjamah logika, yang dilakukan. Bahkan berjalan kaki Limau Manih-Taman Budaya (20 km) dan pp-nya berarti 40 km demi sebuah diskusi FLP! Ck..ck..ck…, aku hanya bias geleng2kepala. Kagum bercampur heran. Tapi, begitulah kekuatan cinta barang kali yah? Dan sungguh…sekali lagi, menyelamimu semua memang tak mudah!

Terima kasih untuk 3 tahun kebersamaan di FLP. Ada yang datang dan ada yang pergi. Biarlah… Tak apa. Satu hal saja, aku masih ingin membersamaimu, menukilkan pena di lahan ini. Karena jihad kita, adalah jihad pena, insya Allah.

0 Comment:

Post a Comment

Feel free to accept your comment. Spam comment will be deleted and blocked