Titrasi (lagi)

Kadang, ingin sekali menertawakan diri sendiri. Haha, bodohnya!
Sel B dan sel T saja begitu dapat mengenali setiap ada benda asing masuk dan berusaha merusaki sang tubuh hospes. Lantas, kenapa aku tidak?
Bukankah sudah berkali-kali terpapar hal yang sama.
Lantas tak belajar kah?
Lantas, masihkah ingin merasakan kesakitan yang sama?

Sudahlah, tanpa kau titrasi pun, kau sebenarnya sudah tau kan?
Bahwa akan ke manakah terpolarnya, kau pun sudah tau kan?
Lalu, apa lagi, wahai diri?

Berserah saja pada Rabb-mu, wahai diriku...
Tak perlulah kau liriki mereka, mereka atau mereka.
Karena kasih sayang-Nya pun tak pernah luput darimu, wahai diriku.
Usah kau gubris lagi ingin-inginmu yang mungkin tak akan menuju ujudnya itu...

Baiklah, berjanjilah takkan ada titrasi lagi,
Berjanjilah, bahwa ia akan selalu tawar adanya, hingga ada ketetapan Rabb-mu padamu wahai diriku...
Dan berjanjilah, tak akan ada setetes air mata pun untuk hal ini....

Semangaaat!!!
Laa tahzan!
Innallaah ma'ana...

0 Comment:

Post a Comment

Tafadhol, jika ada pendapat lain, masukan, tambahan, kritikan dan saran, hehe, ayuuh... di kasi comment...^^
(jangan lupa pilih salah satu profil yg koment yah. biar termoderasi. jangan anonim. okeh? ^^)