GEJE

Hwaaaa.... sudahlah!
Aku nda mauuu dengaarrr cerita-cerita itu lagii... #mulai menutup telinga
Cape' aku. Sungguh!!
Perlu ditanyakan berapa kali lagi...
jika aku sudah punya jawabannya, sungguh sudah dari dulu aku jawab!
Lalu, mengapa semua orang suka nanyain sesuatu yang tak kupunya jawabannya? Mengapaaa?

Pokonya aku nda mau denger cerita aapun tentang itu lagi! Titik!
Aku nda mau cerita yang tendensi nya ke arah sana.
Aku juga (mencoba) nda peduli dengan wajah-wajah sumringah itu! Itu kebahagiaan kau, dia atau mereka, ya biarlah jadi milik kau, dia atau mereka! Bukan aku tidak turut bahagia, tapi aku hanya tak menyukai suasana yang tak terdefinisi begini.
Jadi, plisss, bawalah kebahagiaan itu bersama kereta hidup kau semua.
Jika ada di antara kau bersedih, maka aku masi di sini, masih setia menampung segala kesedihan itu.
Kebahagiaanmu, bawalah pergi. Tak perlulah kau bagi padaku. Bagiku dan untukku, cukuplah sedihmu saja. Aku masih siap mendengar cerita sedih. Tapi, sekali lagi, bukan cerita bahagiamu. Sebab, ternyata, aku tidak lebih siap untuk sebuah cerita bahagia.

Haha, adalah sesuatu yang mengherankan ketika aku memang tak siap dengan cerita-cerita bahagia itu, wajah-wajah sumringah itu. Percayalah, aku turut berbahagia, juga turut berdo'a agar bahagiamu, bahagia dia, bahagia mereka, tak pernah lekang, sepanjang apapun masa yang dilewati. Tapi, aku hanya tak siap dengan cerita itu. Sangkiaahhh....hohoho



*GEJE mode ON
Read More

F8 dan Buntut Panjangnya

Ini hanyalah cerita tak penting saja. Tak usah dibacaaaa, pliiiiiiiiiissss... Hehe...

________________________
Rabu, 11 April 2012.
Ini hari paling tidak menyenangkan yang pernah aku rasakan dalam satu minggu ini. Hemm, tidak juga tidak menyenangkan sih. Ada juga hal positifnya sebenarnya. Tapi sungguh, hari ini seperti ada beban berat yang tersandang di pundak ini. Hoo, begini toh rasanya hampir menyerah. Hee (kaya ndak pernah menyerah ajah, Fatheeel! ahayy!). Sepertinya lebih tidak menyenangkan dari pada patah hati. Hehe. . . Karena, patah hati saja punya banyak hikmah. Hihi. . . (ini cerita orang-orang yang patah hatiii loh yaaaahh. Bukan sepenuhnya pengalaman pribadiku. Hehe. . .).

Tentang F8 dan buntut panjangnya. Aku tak menyangka, hanya karena F8 saja, akhirnya, banyak hal yang harus dikorbankan. Apalagi Mba Ayu, sang tokoh utama yang sangat aku rugikan dalam permasalahan ini. Dalam beberapa waktu terakhir ini, aku disodorin temen-temen tentang laptop yang bermasalah. Semua laptop itu mereknya SAMA. hee... Pertama, Mba Dewi. Alhamdulillah, lapotopnya sembuh tanpa harus bertanya pada ahlinya, hee. Lalu Ka Luli yang kerusakannya lebih parah. Setelah nanya-nanya dan ngerepotin banyak orang (di SMS-in, ditelponin) untuk menyelesaikan masalahnya, trus berbekal trial dan error juga, alhamdulillah akhirnya laptopnya sembuh (berdua Ka Luli sih meng-eksplore itu laptop). Dan yang terakhir ini yang lebih gawat. Laptopnya mba Ayu, yang tiada bersalah dan tiada berdosa, kemudian harus ERROR gara-gara aku pencetin F8. Aku sih nda pernah menyangka, akan seriweuh ini masalahnya. Bahkan kali ini lebih banyak lagi orang yang aku repotin. Rabu itu, yang seharusnya Mba Ayu sudah bisa menyelesaikan tugas kuliah dan aku yang seharusnya sudah bisa menyelesaikan downloadan bukuku, ternyata harus dihabiskan dengan bolak-balik ke Sudirman. ke Iparnya mba Ayu. Hadeuuuhh, bukan hanya pengin nangis, tapi aku sudah bener-bener nangis deeh ngeliyat kondisi ituuuu. Ba'da sholat dzuhur, aku bener-bener nangis. Hwaaa, cengeng banget sih. Tapii, aku bener-bener ngerasa bersalah. Apalagi tugasnya mba Ayu itu udah hampir kelar semua. Waaaaahh, bisa nangis aku ngerjain tugasnya mba Ayu. Kalo Regulasi sih masih mungkin aku kerjain. Tapi kalau radioisotop? Hwaahh, jangankan ngerjain tugas, mengerti saja aku tidaaakk. Itu bukan bidangkuuu.

Sampai hari ini (Minggu, 15 April 2012), laptopnya Mba Ayu masih belum kuketahui nasibnya. Smoga sudah baik. Aamiin. Tapi aku sudah membuat mba Ayu tidak bisa mengerjakan tugas selama 4 hari lamanya. Hwaaa, mba Ayuuu, maaffkan akuuuuhh Mbaaaa...

Tapi, setidaknya aku bisa belajar dari kejadian ini. Hikmah pertama adalah, JANGAN SUKA KEISENGAN NGOTAK-ATIK. Kalau dulu-dulu, isengku masih tak berdampak dan berbuntut panjang, kali ini aku bener-bener rasain akibatnya. Pelajaran lainnya adalah, bahwa bisa saja hal-hal kecil yang kita kerjain yang mungkin kita duga tak akan sebegitunya, ternyata justru berdampak sangat panjang dan melelahkan. BIsa jadi, banyak hal-hal kecil yang kemudian berakibat sangat dahsyat dalam kehidupan kita atau kehidupan orang lain yang terlibat dengan apa yang kita lakukan itu. Jadi, aku harus berpikir-pikir dulu sebelum melakukan sesuatu. Meski itu hanya keisengan doang.

Hikmah kedua. Sesulit dan seberat apapun itu, sepanik apa pun itu, PASTI ADA JALAN KELUAR! Ya, karena setiap kesulitan, PASTI diiringi dengan kemudahan. :)

Lalu, kemudian, satu hal lagi yang tak boleh dilupakan adalah, bahwa PANIK itu me-NOL-kan inteligensi. Jadiii, tenangkan diri, yakinkan diri, bahwa segala sesuatu PASTI ada penyelesaiannya.

Terakhir, do'akan yaahh laptop Mba Ayu cepet sembuh. Biar mba Ayu bisa bikin tugas and belajar lagi...
^__^
semoga semakin banyak yang do'ain, peluang untuk diijabahnya makin besar..
:)
Read More

Kutemukan Jawabnya

Akhirnya, hari ini aku temukan jawabannya. Jawaban mengapa jalanku (juga jalanmu, jalan dia, juga jalan mereka) adalah begini, bukanlah begitu. Karena sesungguhnya,--dan memang semestinya--kita percaya tentang takdir-Nya yang sungguh sangat indah. Sekali lagi, (bahkan aku sudah menuliskannya berkali-kali), bahwa setiap TAKDIR dari-Nya adalah selalu yang terindah. Jangan pernah berpersepsi bahwa Indah adalah sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita inginkan saja. Karena indah itu memiliki makna yang jauh lebih luas dari pada sekedar apa ingin-ingin kita saja. Indah itu adalah karena Dia yang kehidupan kita bergantung pada-Nya telah pilihkan jalan hidup yang sedemikian rupa adanya. Apapun itu, PASTI itu adalah yang TERBAIK!

Tak ada yang perlu dikhawatirkan dari masa depan. Selagi kita menggantungkan segala pengharapan hanya pada-Nya. Pada-Nya yang kekuatan dan segala daya upaya bersumber. Jika hanya bergantung pada manusia, sungguh yang manusia punya hanyalah kelemahan. Hanyalah kedhaifan. Tapi Allah, PASTI punya SOLUSI untuk setiap persoalan yang kita punya.

Hari ini, segalanya seperti terjawab sudah. Jawaban yang benar-benar aku butuhkan di saat kegalauan melanda, di saat segalanya terasa begitu sulit dan berat. Di saat aku kalut memandang ke depan. Di saat asa dan semangat itu melemah. Di saat kelemahan dan keterpurukan yang lebih mendominasi. Ya, satu jawabannya; KARENA KITA PUNYA ALLAH yang Maha Kuat, yang Maha Adi Daya, maka tak sedikitpun kita boleh berputus asa. Pada setiap persoalan hidup, Dia pasti menyediakan segenap jawaban-Nya.

Sebagaimana yang banyak dikemukan orang-orang, tentang teori egosentrik, tentang manusia dan segala keberpusatannya, maka banyak waktu dan banyak hal yang kemudian mengajarkanku untuk bisa berdamai dengan itu semua. Banyak hal. Bahkan hampir di setiap kisi. Hal ini semakin mengajarkanku, tentang tiada penting pengakuan manusia atas eksistensi kita. Ya, tiada perlu. Dan sebuah penyadaran yang lebih terpenting dari itu adalah, bahwa ini semakin menyibakkan aku pada siapa aku yang sesungguhnya. Tentang aku yang bukanlah apa-apa. Sungguh masih jauh. Masih banyaaaak yang harus aku pelajari. Masih banyak yang harus aku gali. Dan ini semakin melecuti semangat, untuk belajar lebih banyak dan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. Ya, ini adalah trigger. Pemantik yang akan mengobarkan semangat. Semangat belajar. Semangat untuk memperbaiki diri dan semangat untuk berbenah!

Teriakan ALLAHU AKBAR! dan BERSEMANGATLAH!
KArena kita tak pernah tau, kapan kereta kehidupan kita akan bertemu ujungnya. Dan seberapa banyak bekal yang kita siapkan, untuk kehidupan yang sesungguhnya,--yang jauh melintasi dunia.
Read More

Untitled [again]

Jika saja pengandaian itu boleh, maka pasti sudah banyak "andai saja" dalam hidup ini. Lebih dari pada seribu kemenangan itu sendiri. Tapi, tidak boleh ada kata itu. Sungguh tak boleh.

Ah, mungkin taruma psikologis itu jauh lebih meninggalkan sequele barang kali, yah? Hanya hal-hal kecil saja, lebih mudah membuat ia tersensititasi. Rawan. Trauma. Dan sangat tak ingin itu semua terulang. Oleh sebab itu, di banyak waktu mapun kesempatan, merasa gentar untuk maju dan melangkah, sebab ternyata ketakutan itu lebih mendominasi. Takut untuk kembali sakit. Takut untuk sekedar berharap. Takut menerbitkan mimpi. Takut untuk mengalami luka yang sama.

Sekali lagi, mungkin ini hanyalah satu fragmen dari episode hidup yang memang tak selalu manis. Tapi, mengapa masih takut untuk melangkah? Mengapa masih selalu menakar-nakar harga pantas? Mengapa masih sulit mengenyahkan sepotong masa silam? Entahlah. . . Bahkan si pemilik hati itu sendiri, juga tak mengerti, mengapa begini. . .

Ah tapi, satu hal yang harus diyakinui adalah. . .bagaimanapun itu kisahnya, Allah selalu punya skenario terindah untuk kita. Terindah bukan berarti sesuai dengan ingin-ingin kita saja. Sebab dia jauh lebih tahu apa yg terbaik. Jadi, bersemangatlah!

#catatan ini adalah karena Lagi melankolik sahaja... hehe...
Read More

Sudah Cukup!

Tanpa perlu lebih dijelaskan lagi, ini sudah amat sangat menjelaskan!
Tanpa berlaku lebih jauh lagi pun, ini sudah lebih dari cukup untuk memberitakan.
Baiklah.
Dicukupkan sampai di sini saja.
Bagiku, segalanya tak lagi pernah ada.
Sudah cukup bagiku.
Sebab aku sudah pernah rasakan luka yang jauh lebih menyakitkan dari ini, maka kuanggap ini biasa-biasa saja. Mungkin sedikit perih. Tapi, setidaknya ini menebas segalanya, memangkas segalanya.
Dan itu LEBIH BAIK bagiku. Ya, lebih baik!
Dan ini...sungguh membuat segalanya jauh lebih tawar. Setawar-tawar rasa yang pernah kurasakan. Sebagaimana sedari dulu aku memimpikan rasa yang tawar. Tanpa konfigurasi, tanpa muatan, tanpa kepolaran. Dan inilah sebaik-baik kondisi yang aku pernah inginkan...
I was named it : ZERO CONDITION!

Untuk selanjutnya,
Adalah merapihkan kembali folder-folder kehidupan!
Menyusun kembali dan dengan segera mendelesi segalanya.
Segala tentang itu.
Dan aku berjanji pada diriku sendiri, bahwa segala yang pernah terjadi, insya Allah tak akan menjadi kejadian repetisi di kemudian hari! Iya, tak akan berulang lagi.
Karena aku, sudah mendelesi semuanya! Semuanya! Tanpa sisa.
Semoga tidak ada sequele kebencian di sana. Karena aku juga tak punya alasan untuk membenci. Iya kan?!

Ini hidupku.
Hidup yang sedang menuju pada akhir yang memutus segalanya.
Lantas, mengapa aku harus terpaku dengan itu, sementara yang kupersiapkan masihlah sangat sedikit?!
Alangkah lebih baiknya, aku menyiapkan diri untuk kehidupan yang jauh melintasi dunia dari pada memikirkan  hal-hal BODOH yang sedikitpun tak mengkatalisku untuk menjadi lebih baik dari aku yang sebelumnya.
Dan lagi, apakah aku butuh itu semua dalam mengarungi jalanku? Sepertinya TIDAK! Memangnya hanya itu saja orang-orang 'hebat' di muka bumi ini. Ah, masih banyak!
Lalu, mengapa harus terpekur dan terpaku dengan itu?!
Jika iya, maka itu adalah KEBODOHAN KESEKIAN kalinya dalam hidupku!!
Mengapa tak belajar dari kisah-kisah perih sebelumnya?
hanya keledai DUNGU yang jatuh dua kali di lubang yang sama.
dan aku tak ingin jadi keledai DUNGU!

Allahu akbar!
Karena aku tau, takdir-Nya adalah sebaik-baik takdir, dan DIa-lah sebaik-baiknya tempat melabuhkan harap, maka selain-Nya adalah kecil! Amat sangat kecil! Kerdil. Amat sangat kerdil. Sebagaimana aku juga dengan segala kedhaifanku.

Okeh, Fathel!
BERSEMANGAT!
Innallaaha ma'ana!
Read More

Z.E.R.O

Sudah. Cukup sudah!
Ini sudah tak lagi sewajarnya.
Lantas, akan sampai kapan mentolerir diri dan menganggapnya sesuatu yang niscaya?
Tidak!
Ini bukan sesuatu yang niscaya (lagi)!
Ia adalah niscaya yang overdose!

This must be a zero condition! This should be Z.E.R.O!
As a Zero condition that I mind, the freedom from all of 'poison' that contaminating the 'ruhiy' homoestatis.

STOP!
or You dissolve permanently!
It's not me who should!
It's not me!
It's not me!

And I who should is in ZERO CONDITION!
okeehh, back to Zero Condition and move to trash all of viruses that disturbing my ruhiy homestasis!

DOING NOW!
or DIE!
Read More

Lo Gue End!

Sehalus-halus kehinaan di sisi-Nya adalah mulai tercerabutnya kedekatan dengan-Nya. Tak lagi libatkan Dia di setiap jenak hidupmu! Ya, itulah sehalus-halusnya kehinaan. Sesuatu yang mungkin saja tanpa sadar. Tanpa terasa, tiba-tiba sudah berada di titik kulminatif. Halus. Sungguh begitu halus!
Dan bukankah syetan itu jadikan indah setiap keburukan, kemaksiatan dan kejahatan yang kau lakukan?!
Astaghfirullaah... Astaghfirullaah... Wa atuubu ilaik...

Okeh,
Kelalaian, Lo gue end!
Keterlenaan, Lo gue end!

Karena aku tak pernah tau, kapan akan berakhirnya?
Kapan kereta kehidupanku akan berhenti di stasiunnya?
Lalu, bekal apa yang harus kubawa jika aku hanya bertemankan kelalaian dan keterlenaan?
Bekal apaaa?!
Ah, segala yang menyeret pada kelalaian yang istimror --> Lo gue end!!

Hayoo, benahi hidup! Benahi segera!
Karena boleh jadi, kau tak lagi memiliki hari esok, Fathel!



Read More

Anak-Anak Ojek Payung

Sebenarnya aku mau ujian farmakologi molekuler, besok Rabu pagi, insya Allah. Bahan ujiannya agak sedikit rumit dan riweuh. Sudah berkerut tujuh nih dahi, teteeppp ajah masuknya susaaahhh. Heuu... Eh, ujug-ujug malah ngepost ini. Hee. . .

Hari niy aku ke perpus, buat ikutan penelusuran literatur gituuh. Tapiii, di tengah jalan, undur diri, dan memutuskan untuk ngedown-load ebook ajah. Nah, ditengah-tengah progress ngedownload itu, juga mesti ngurusin regulasi matakuliah regulasi (hee, ribet yaah bahasanya, hehe. . .). Siangnya caww ke farmasi buat belajarr farmol. Tapiii, lagi-lagi, ko susah bet yaahh masuknyaaa?! Masya Allah. . . (tak pernah aku segalau ini menghadapi ujian. Hee. . .)

Nah, pas lagi pulang, kan mulai ujan tuuuh. Aku bareng mba Dewi, ngelewatin blakang Detos. Di persimpangan jalan Haji Attan kami berpisah. Tapi tiba-tiba, "cerrrrrrrr....", hujan derraaasss. Dan, segera aku menyelamatkan diri dengan si payung dongker. Heuu. . . Dari kejauhan, aku melihat segerombol anak-anak tanpa alas kaki, dengan payung-payung besaaarrr di tangan mereka tengah berlari dan saling mendahului. Hemm. . . ojek payung! Merek berlari skencang-kencangnya, seeprti berkompetisi dengan teman-teman mereka untuk menuju mall, mencari sebanyak-banyaknya pelanggan. Dulu, aku sempat mendengar keluh kesah salah seorang anak ojekers payung (skitar kelas 4 SD), yang menyesalkan "Hadeuuhh, kenapa yah hujan harus reda? pendapatan belom banyak niih." Ck..ck...ck,, masya Allah. . . Di saat banyak orang yang sedang berteduh itu berdo'a semoga hujan segera reda, anak-anak itu justru berdo'a smoga hujan jangan reda. Ah, hidup ini benar-benar keras, kawan!

Ah, semakin banyak hal yang semestinya patut kita syukuri. Mungkin tak banyak di antara kita yang sempat merasakan kehidupan seperti mereka. Masa kecil yang memang benar-benar dihabiskan untuk bermain. Tanpa harus ikut membanting tulang seperti mereka. . . Dan memang semestinya kita patut men-syukurinya. Sesuatu yang sering luput dari diri kita (terutama aku) dan sering menganggap sehalanya adala hal yang niscaya yang memang seharusnya begitu. . . Semoga ini mengingatkan kita kembali. . .

Meski hujan belum reda, tapi adzan isya telah berkumandang. Selain itu, hand out farmol belumlah kukuasai barang 5 % pun. Saatnya off duluuuu. Trima kasih, untuk masih tetap setia menyambangi blog sederhanaku ini. (halaah, apasih Fatheeeelll... hihihi). Mohon do'anya yaaah. Semakin banyak yang mendo'akan, smoga semakin berkah.. . .
^___^


Read More

Jika Kau Mengerti

Jika kau mengerti apa itu gamang,
maka itulah aku. . .
Jika kau mengerti apa itu ketakutan,
maka itu juga aku. . .
Jika kau mengerti apa itu kesedihan,
itu pun adalah aku. . .

Ah, gamang, ketakutan, dan juga kesedihan. . .
Tiga formulasi rasa pada wajan kehidupan. . .--mungkin saat ini, dan juga di banyak saat-saat lain yang telah berlalu. . .
Banyak orang, justru memaparkan bahagianya,--sebagaimana tak sedikit juga yang mengisahkan kesedihannya. . .
Dan aku di antara itu. . .

Sepengecut-pengecutnya aku adalah,
ketika aku berusaha untuk lari, menghindar,
berpura-pura berwajah datar,--seperti tak pernah terjadi apa-apa. . .
berselindung di balik, "halaaaah, nanti juga jadi. . ."
tapi, jika saja kau tahu bagaimana kecamuknya, di sini, di dalam sini. . .
apalagi setiap menatap kereta-kereta penuh senyum sumringah itu melewatiku. . .

tapi,
jika kau dihadapkan pada dua pilihan,
pertama terang, namun ujungnya adalah jurang
dan kelabu, namun kau tahu, pasti ada wewangi bebungaan di balik kelabu itu,
pasti kau pilih kelabu namun penuh wangi bunga, bukan?

jika di balik kelabu, pasti ada wewangi sang bunga,
mungkin tak lagi perlu ada gamang, ketakutan dan kesedihan. . .
karena satu hal saja, TAKDIR-Nya Pastilah Seindah-indah takdir. . .


#CatatanERRORsetelahujianFARMAKOEPID. . . Hehe
#Bahkanakupuntakmengertidenganapayangsedangakuceracaukan. . . --> haha, labil!
Read More

Pelayanan Informasi Obat (PIO) Online; GRATISSS!

Sejarahnya, Mengapa PIO Online?

Hmm...sejujurnya, ide ini sebenarnya sudah cukup lama terbersit di pikiran. Apalagi, dengan berkembang pesatnya dunia teknologi informasi yang membuat semakin banyak orang-orang melek tekonologi, dan itu artinya pengguna internet semakin banyak. Kebutuhan akan informasi juga semakin meningkat.
Heuu, meski sudah lama terbersit di fikiran, tapiii aku tidak punya cukup nyali untuk memproklamirkannya. Karena, aku masih takut, jangan-jangan nanti kenapa-napa. Jangan-jangan aku tidak bisa memberikan informasi yang benar. Jangan-jangan malah berdampak tidak baik. Pokonya, banyak "jangan-jangan" lainnya yang memenuhi pikiranku sehingga aku jadi maju mundur deh. Heuu...
Tapiiii, kemarin aku kuliah ROTD (Reaksi OBat yang Tak Dikehendaki aka Adverse Drug Reaction) sama bu Dr. Retnosari (pakar farmasi klinis UI) yang bagiku sangat inspirative banget yang benar-benar open minded, membuat aku mencoba mem-PD-kan diri untuk me-launchingkan PIO Online ini. Hemm...sebenarnya masalah terkait obat itu masiiiih suangaaattt buanyaaaakk sekalii. Dan sebagian sih masi 'misteri', dan belum terpecahkan. Hemm...ternyata belajar farmakovigillance, Post-Marketing Surveillance, dan Adverse Drug Reaction itu sangat menyenangkan. Karena ini menuntut kita untuk paham, mulai dari mekanisme normal homeostasis tubuh, kondisi patologisnya, lalu efek terapeuticnya, hingga ke adverse drug reaction nya. Kalau cuma paham ujung-ujungnya doang, lalu ngafalin buat ujian, belajar ini sama saja dengan bohong. Nda bakalan ada ilmu yang kita dapatkan kalo hanya memahami (apalagi cuma ngafalin) sepotong saja. Hemm, belajar ROTD menuntut kita untuk paham rangkaian dan mekanismenya sehingga memang dituntut belajar keras. Heuu... Harus jungkar-jungkir balik ngebuka buku-buku yang dulu aku pelajari di semester 3 hanya untuk satu bab presentasi. Yaahh, hitung-hitung, aku belajar konsep dasar dari awal lagi dah. Dan itu sama sekali bukan hal yang buruk. Aku malah senang, bisa belajar dan mempelajarinya lagi...
(ah, hal yang paling mencengangkan yang terjadi pada diriku saat ini adalah..tentang paradigma BELAJAR itu adalah SEBUAH PROSES yang MENYENANGKAN! Dan jika sesuatu sudah dimulai dengan CINTA, seberat dan sesulit apapun untuk mempelajarinya, tetap saja ia adalah sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan. Hee.... Aku Cinta Farmasiiii, cihuuuyyy)...


Sebenarnya, Kita Sudah Memberikan PIO


Sebenarnya disadari atau tidak, kita (temen-temen farmasis lainnya) sudah memberikan PIO kepada sekurang-kurangnya orang-orang di sekeliling kita. Iya, mereka yang suka SMS dan Nanya soal Obat. Kalau aku sih ya, memang sering di -SMS-in,
"Fathel, aku (atau mamaku, atau adekku, atau siapapun itu), lagi dapat obat A, B, C dan D. Itu obat apah yah? Gimana cara pakenya?"
atau, "Fathel, suamiku abis makan obat E, kok langsung bengkak-bengkak yah? Apa yang harus aku lakukan?"
atau, "Fathel, kalau kondisi begini-begini, aku mestinya gimana yah? Boleh ndak aku makan obat F yang diiklankan itu?"
Hemm, hal yang sama aku yakin juga terjadi pada temen-temen farmasi lainnya meski pun case nya mungkin beda-beda. Nah, secara tak langsung sesungguhnya kita sudah memberikan PIO kan yah? Untuk menjawab pertanyaan itu sendiri, aku biasanya harus buka buku lagi (soalnya, aku hanya tak ingin memberikan informasi yang salah. Lagian, aku juga belom hafal semua obattt koo, hihihi..kecuali obat-obat yang memang sering digunakan di kalangan masyarakat).
Dan, akuu, sesungguhnya tak ingin hanya orang tertentu yang bisa dapatkan info itu. Aku ingin berbagi kemanfaatan itu lebih banyak lagi. Yah, alasan sederhananya adalah.... Aku hanya ingin bisa memberikan kemanfaatan bagi orang lain. Aku ingin, ilmuku ini berkah, tidak hanya buatku sendiri, tapi juga buat orang lain. Heuu....


Kalau Salah, Bagaimana?

Satu lagi hal yang begitu aku takuti, mengapa aku tidak launching dari dulu adalah...aku takut salah!
Tapi, satu hal yang kemudian aku yakini adalah....TIDAK ADA YANG SALAH DENGAN SALAH!
Karena, dari salahlah kita belajar.
Jika kita selalu benar, lantas dari mana kita belajar?
Kalau sudah selalu benar, ngapain juga belajar?
Heuu....
Makanya aku berani untuk melaunchingkan ini. Bukan tanpa pertimbangan, bukan juga tanpa resiko, bahkan bukan juga tanpa sambutan yang tidak baik dari orang-orang. Tapi, jika ingin maju, jika tak ingin stagnan, kita juga harus berani ambil risiko tho?
Jadii, berani ajah...
Pede ajaah...
Heuu...#ngucepinnya beraatt...


Gratis kah?

"Ada yang bilang, untukku boleh gratis yah?"
Iya, ini semua GRATIS!
Bahkan kamu tak perlu isikan pulsaku, untuk membalas SMS mu. (Meski aku sering seret pulsa. haha... Kebanyakan Jarkom siiihh...hehe).

Hemm,,,tahukah kamu, sebenarnya ini tak gratis sama sekali. Sebab, aku dapat "bayaran" yang menurutku jauh lebih mahal! It's intangible. Nda bisa dihitung!
Apa coba?
ILMU!
Iyaahh, ILMU! Karena dengannya, kamu dapat informasi dan aku dapat ilmunya. Dan bagiku, ini lebih berharga dari rupiah. Sebab, dengan pertanyaan itu, aku akan berusaha untuk mengkaji lebih dalam, dan jika tak kuketahui jawabannya, maka aku insya Allah akan tanyakan kepada orang-orang yang lebih pakar dari aku (karena aku memang masih belum apa-apa. Belom pakar. Belom ahli...hehe...hanya seseorang yang sedang mencoba belajar saja...). Dan, bersama dengan itu aku mendapatkan pelajaran deh. Maka, memang tak ada yang rugi. Insya Allah ini memberikan kemanfaatan bagiku, juga bagimu yang sedang membutuhkan informasi...

So, Sok Atuh, Silakan...

So, Sok atuh,bagi yang membutuhkan informasi tentang obat, silakan SMS atau Klik di SINI. Atau Klik Banner Informasi Obat yang ada di sidebar blog ini...
Don't worry, jangan khawatir soal confidential data. INFORMASI kamu tidak akan disebarluaskan dan juga tidak akan dipajang di blog ini. Rahasianya terjamin insya Allah! Kalau kamu tak ingin diketahui identitasnya, cukup pakai nama samaran saja. Tapi alamat emailnya jangan samaran yaah, karena jawaban pertanyaanmu akan terkirim via email nantinya. No HP juga aku required karena aku bisa balas via SMS juga. Siipp??
Read More