Kadang Rindu Tak Mengenal Logika

Kadang rindu tak mengenal logika.
Ya begitulah.

Hari ini,sepertinya rindu tidak sedang berkompromi.
Aku tahu, 300 rupiah tidaklah cukup menggunakan call antar negara.
Aku tak perlu berpikir dua kali untuk segera isi ulang pulsa (sesuatu yang dulu sering membuatku berpikir panjang), lalu memencet kode +966 dan 9 digit angka selanjutnya yang tentu saja sudah sangat hafal bahkan aku bisa mengetikkan deretan nomor itu tanpa melihat keypad handphone saking akrabnya aku dengan deretan angka tersebut. 

Ya, rindu itu kadang tak mengenal logika.
Tak peduli seberapapun harga yang harus dibayarkan agar gelombang suara yang terpisah ribuan mil jarak itu terdengar dekat. Sangat dekat. Yang aku tahu, penggunaan pulsaku saat ini (dalam 7 bulan terakhir), meningkat sampai 5x lipat, tapi aku benar-benar tidak peduli. Sungguh tak peduli. Aku hanya peduli, bahwa aku sedang sangat ingin mendengarkan kabar seseorang di belahan bumi sana, terpisah daratan dan samudra. Itu saja.
Aku merindukan suara teduh dan menenangkan milik seseorang. Sungguh, aku benar-benar sedang ingin mendengarkannya. Apalagi, di saat tidak bisa menggunakan fasilitas skype.

Kadang rindu tak mengenal logika.
Ya begitulah yang kurasa.

0 Comment:

Post a Comment

Tafadhol, jika ada pendapat lain, masukan, tambahan, kritikan dan saran, hehe, ayuuh... di kasi comment...^^
(jangan lupa pilih salah satu profil yg koment yah. biar termoderasi. jangan anonim. okeh? ^^)