Menyoal Rizki dari Allah

Suatu malam, aku dan suami ke optik dan kemudian mampir di Tamimi Market. Sebenarnya tujuan utamanya cuma buat beli susu hi-calcium. Tapi kemudian aku ingat, bahwasannya stock telur di kulkas sudah habis. Akhirnya aku juga membeli satu tray telur isi 30 pcs. Nah, pas ngebawa telur menuju mobil, aku memegangi telur itu dengan dua tangan. Tapi pas nyampe di apartemen, entah kenapa aku cuma memegang telurnya dengan satu tangan (di tray telurnya ada semacam gantungan dari plastik yang memungkinkan untuk membawa telur dengan 1 tangan saja). Biasanya, aku selalu membawa telur dengan dua tangan. Tapi lain cerita malam itu. Apalagi jarak parkiran di basement dengan lantai dasar tidaklah jauh, jadi aku pikir tak mengapa.

Tiba-tiba,
"Braaak...."
Satu tray telur berguling ke lantai. Aku cuma bisa menatap telur-telur itu dengan speechless. Ada 30 butir telur yang berserakan di lantai dan sebagian besar dari mereka pecaaah mengeluarkan isinya. Hanya sekitar 7 telur yang bisa disealamatkan dan itu pun dalam kondisi retak yang harus sesegara mungkin diamankan untuk menghindari potensi inkubasi bakteri (karena telur adalah media pembiakan yang nyaman untuk bakteri pada suhu ruang).
telur
Speechless sih liat telur begitu banyaknya berserakan di lantai. Hiks...
Tapi, ada hikmah di balik semua itu. Ada pelajaran di balik semua itu.
Apa yang Allah takdirkan untuk menjadi rizki kita, meskipun itu jaaauuuuh dari jangkauan kitaa, yang mungkin kita berpikir tidak akan terjangkau, jika Allah menghendaki menjadi rizki kita, pasti akan sampai pada diri kita. Sebaliknya, segala sesuatu yang bukan menjadi rizki kita, meskipun sudah hampir dalam genggaman dan bahkan sebegitu yakinnya kita itu akan menjadi milik kita, jika Allah tak menghendaki, maka takkan pernah sampai ke tangan kita. Pasti adaaa saja halangan dan rintangannya.

Pun begitu halnya dengan jodoh. Seseorang yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya, mungkin more than our expectation, lebih dari apa yang kita harapkan, bahkan dalam mimpi pun kita merasa tak mungkin untuk berjodoh dengannya, jika Allah menghendaki, maka pasti akan berjodoh (kayak semacam pengalaman pribadi nih yaa. Hihi...). Pasti Allah akan mudahkan jalannya, dan datang dari arah yang sangat-sangat tidak kita duga.

Sebaliknya, seseorang yang mungkin sudah diyakini bakalan menjadi jodoh, bahkan bisa jadi khitbah sudah dilangsungkan, tapi jika Allah tidak menghendaki dia menjadi jodoh, maka pasti akan ada pula halangan dan rintangan yang datang dari arah yang sangat-sangat tak terduga.

Karena rizki kita takkan tertukar dengan yang lain, jadi... kita tidak perlu khawatir... :)
Semangaaaaaattt ^__^


***
Sumber gambar di sini

4 comments:

  1. aslm wr wb
    sudah lama sekali tak buka blog kak fathel... ternyata isinya tetap seperti dulu.. so awesome..!! Sehabis baca tulisan ini, yona buka Alquran acak.. dan langsunglah na bertemu surat Hud ayat 6... MasyaAllah kak.. rezeki kita tak akan pernah tertukar memang.. ia terjaga dalam penyimpanan yang sangat baik..

    ReplyDelete
  2. wslm Nayooooo.......

    ma syaa Allah....syukran ya Nayo sudah menambahkan Dalil Naqli nya... ^__^

    kangen deh ama Nayo. Apa kabar dek?

    ReplyDelete
  3. Yuk kak kita ketemuan...
    Naa udah gak sabar mau vacation nih... eeyyyee
    "Dedek yang dipelut baik-baik ya, yang nyaman disana.." ^_^

    ReplyDelete
  4. Hayuuk Nayoo.. ditunggu sangat laah di sini... :)

    Iyaaaa, syukran ammah Naayooo... ^__^

    ReplyDelete

Tafadhol, jika ada pendapat lain, masukan, tambahan, kritikan dan saran, hehe, ayuuh... di kasi comment...^^
(jangan lupa pilih salah satu profil yg koment yah. biar termoderasi. jangan anonim. okeh? ^^)