Serenade Seberkas Cahaya

debu dan cahaya...

Suatu hari, aku hendak beristirahat di sebuah kamar. Tapi ternyata, cahaya dan panasnya matahari menembus lewat jendela yang gordennya terbuka, sehingga istirahat di sana akan membuatku kepanasan. Akhirnya, kuputuskan untuk menutup gordennya. Tak dinyana, ternyata ada seberkas cahaya yang melewati celah gorden itu. Bekas cahaya itu kemudian membuatku memandanginya cukup lama.

Mengapa?

Karena pada seberkas cahaya itu setelah gorden ditutupi, memperjelas debu-debu yang berterbangan. Debu yang tak terlihat ketika tak ada seberkas cahaya itu. Adanya cahaya, telah membuat debu-debu yang semi mikroskopik itu menjadi terlihat dalam kesat mata.

Kemudian, ada pelajaran berharga yang bisa kupetik dari ini semua. Melihat kejadian ini, aku teringat pada surat cinta-Nya,

“…Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [Qs. An-Nuur : 35]

“….Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya hampir tidak dapat melihatnya. Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikitpun.” [Qs. An-Nuur : 40]

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertaqwa pada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqaan (kemampuan membedakan antara yang haq dan yang bathil) kepadamu dan menghapuskan segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar.” [Qs. Al Anfaal : 29]

Seperti halnya berkas cahaya yang menunjukkan kepada kita tentang debu, begitu pula cahaya-Nya barang kali. Hanya dengan cahaya-Nya lah kita dapat melihat adanya al haq dan bathil. Ketika kebenaran itu terasa nyata dan yang salah pun terasa nyata.

Sungguh, hal yang paling mahal dalam hidup ini, adalah hidayah-Nya. Tak ada yang lebih mahal dari pada itu. Harganya adalah seharga bumi dan langit. Sebab, ketika ada seseorang menjadi perantara bagi hidayah terhadap orang lain, ia diganjar dengan sesuatu yang harganya seharga bumi langit dan seisinya. Hidayahlah yang kemudian menuntun hati kita untuk terpolar pada kebenaran dan menjauhi polarisasi kebathilan. Hidayah jualah yang kemudian mengeluarkan manusia dari kedangkalan terhadap persepsi dunia yang begitu sejenak ini. Sungguh, tak ada lagi yang lebih mahal harganya dari pada ini…

Wahai diriku, sahabatku, saudara-saudariku, sungguh, ketika tiba-tiba kita rasakan hati kita merindukan ketenangan, merindukan kedekatan dengan-Nya, merindukan ketentraman, maka janganlah abaikan rasa ini, wahai diri. Sungguh, inilah karunia-Nya. Sebanyak apapun harga yang kita bayarkan, sungguh tak pernah dapat kita membelinya. Hanya kesungguhan kita untuk terus mencarinya lah yang kemudian insya Alloh akan menuntun kita pada hidayah itu sendiri. Sungguh, wahai diri, jika diri kita abai terhadap hal ini, maka belum tentulah kita berjumpa dengan rasa ini lagi dikemudiannya. Rasa yang begitu mahal adanya… Apalagi, syetan akan senantiasa berupaya untuk menjauhkan kita dari-Nya. Menjauhkan kita dari keinginan untuk terus menerus mengejar hidayah-Nya. Menghalangi kita dari keinginan untuk menuju jalan kebenaran.

Nasihat ini, adalah nasihat yang kutujukan untuk diriku sendiri. Juga untukmu. Tiada dari diri kita yang dhaif ini dapat menjamin, akan seperti apa ujungnya nanti. Tiadalah dapat menjamin, akan seperti apa hari kita ke depannya. Apakah lebih baik ataukah lebih buruk. Maka dari itu wahai sahabat, saudara-saudariku, ketika engkau melihat aku lengah, ingatkanlah aku. Sanggalah pundakku ketika aku lemah. Adalah bagian dari terpenting dalam berukhuwah ketika kita saling menguatkan, saling mengingatkan dan saling memperkokoh pijakkan. Bukankah kita tak ingin meniti jalan ini sendirian? Bukankah cita-cita tertinggi kita adalah ingin bersama-sama memasuki jannah-Nya? Dan, bukankah juga adalah keinginan tertinggi kita untuk dapat melihat wajah-Nya? Dan bukankah, kita hari ini tak dapat menjamin itu semua?

Allahumma arina haqqo haqqan warzuknattibaa’ah, wa arinal bathila bathilan warzuknattinaabah…

Ya Allah, tunjukkanlah pada kami bahwa kebenaran itu adalah benar dan berilah kami kekuatan untuk melaksanakannya. Dan tunjukkanlah kepada kami yang bathil itu adalah bathil, dan beri pula kami kekuatan untuk menjauhinya.

1 comment:

  1. hoho,,,kq pakai kamera tinggi resolusi tmabh padiah potonyo nak kk,
    atau jan2 ko lah kamera nan babayoh??!

    ReplyDelete

Tafadhol, jika ada pendapat lain, masukan, tambahan, kritikan dan saran, hehe, ayuuh... di kasi comment...^^
(jangan lupa pilih salah satu profil yg koment yah. biar termoderasi. jangan anonim. okeh? ^^)