Sekitar 13 tahun yang lalu. Kala itu, aku masih di tahap pengajuan propsal tesis. Dan kebetulan, ibu Professor pembimbing kami (iya kami, karena ada beberapa orang yang berada di bawah bimbingan beliau secara bersamaan. Dan hei, bukankah ini hal yang biasa di berbagai kampus. Jadi sebenarnya tidak perlu aku jelaskan lebih detil kan? Hehe). Beliau sedang mencari salah satu mahasiswa yang selain di bidang farmasi juga bisa membuat video animasi. Jadi beliau ingin melihat apakah video animasi dalam informasi obat itu lebih menarik untul dilihat ketimbang hanya membuat leaflet semata. Dan kebetulan waktu itu aku memang lagi suka membuat video animasi menggunakan adobe flash dan juga mendesain leaflet menggunakan adobe photoshop. Dan juga memang tidak banyak anak farmasi yang juga sekaligus hobi desain dan video animasi kan yaa... Disclaimer: Aku tidak bermaksud merasa diri lebih baik yaaa... Itu hanya soal hobi saja (sudah kuceritakan di postingan shoe rack sebelumnya perkara hobi ini). Dan setiap orang punya hobi yang berbeda-beda kan.
Karena (Allahumma baarik) I was meet her criteria, jadilah pembuatan thesisku berkaitan dengan leaflet dan animasi edukasi obat. Video animasi yang dibuat sendiri selama 2 minggu (hampir non stop) dari pagi sampai malam, sampai-sampai aku skip makan siang beberapa kali karena fokus mengerjakan animasi tersebut.
Hari ini, 13 tahun berlalu setelah masa itu. Aku tidak akan menceritakan tentang ijazah S2 yang diselesaikan dengan penuh perjuangan itu akhirnya 'hanya' tersimpan di lemari dan tawaran untuk menjadi dosen yang merupakan cita-citaku yang pada akhirnya aku tinggalkan dan memilih untuk ikut merantau mendampingi suami. Note: aku tidak menyesali keputusan itu, alhamdulillaah. Note lagi: dulu pernah bercita-cita ingin merasakan tinggal di luar negeri di negara maju eropa, inggris, jepang, atau benua kanguru dan tetangganya at least. Namun sekarang aku tidak lagi ingin pergi ke negara2 tersebut. Aku hanya ingin tinggal lebih lama di Saudi Arabia. Dan tidak ingin melirik negara lain lagi. Semoga Allah memgabulkannya. Memanjangkan masa kami untuk tinggal di negara ini. Aamiin yaa Rabb...
Yang ingin aku ceritakan di postingan kali ini adalah tentang betapa cepatnya dunia berubah. Tiga belas tahun lalu, membuat video animasi butuh waktu berhari-hari. Mengedit video butuh software yang mumpuni
Membuat desain leaflet lagi-lagi harus menggunakan software tertentu yang tidak friendly untuk semua orang. Ya, tidak semua orang menguasai adobe photoshop maupun corel. Tapi sekarang, ada canva, ada capcut, daaan AI yang bisa mengerjakannya dalam waktu singkat dan tidak butuh effort besar. Cukup dengan tau prompt yang tepat aja. Aku sendiri juga sering menggunakan canva untuk keperluan desain instead of photoshop atau coreldraw. Untuk video editing menggunakan fitur video editing bawaan HP yang mirip dengam capcut.
Hanya dalam 13 tahun saja! Bahkan mungkin kurang dari itu. Dan jika ditelusuri lebib jauh, 13 tahun sebelum pembuatan thesis itu (berarti sekitar tahun 2000). Di masa itu bahkan HP belum "pintar" alias bukan smartphone. Masih mode monochrome dan rington monoponik. Yang gamesnya cuma ular-ularan atau sudoku. Gak ada kamera canggih yang zoom puluhan kali masih terlihat jelas hasil fotonya. Dan jika ditarik 13 tahun sebelumnya (berarti sekitar tahun 1987), belum ada ponsel sama sekali. Telepon cuma milik orang kaya. Dan tidak ada kecanggihan teknologi seperti sekarang ini. Bayangkan kamu menulis skripsi tapi tidak ada opsi delete nya ketika salah. Ya, itulah dia mesin tik. Sungguh, tidak pernah kebayang sebelumnya akan ada HP yang sangat pintar seperti saat ini yang layarnya dapat disentuh dengan feature-feature yang super canggih. Pernahkah kita bayangkan sebelumnya? Mungkin tidak.
Sungguh. Betapa cepatnya dunia itu berubah. Entah kecanggihan apalagi yang akan terjadi di masa mendatang? Apakah kita bisa mengikuti perkembangan ini terutama dalam membesarkan anak-anak kita?
Sungguh, kita hidup di zaman yang berbeda dengan anak-anak kita. Adalah PR yang besar bagi kita sebagai orang tua untuk mendidik mereka sesuai zamannya. Dan itu tantangannya sungguh besar. Semoga Allah memudahkan kita untuk mendidik mereka sesuai zamannya mereka.