Ini Soal Interaksi, Kawan!


Waaaah…, aku pengen crita sikit niiiih.
Di hari ke-5 PKP-ku, di mushalla PT. Tanabe Indonesia, jam dhuha. (inilah yang membuatku begitu takjub di Tanabe ini. Hmm… a good habbit. Di jam dhuha sebelum bel kedua, mushalla udaah penuh banget sampe ngantre oleh ibu-ibu dan teteh-teteh karyawan yang mau dhuhaan. Pas jam dzuhur dan asyarnya jugah, habbit untuk sholat jama'ah, meski sering ga kedenger ampe jama'ah yang perempuannya. Udah gittuu, ada DKM Al Ikhlas jugah. Waaah, pokok'e suka banget laah di sini tuuuh. ~_^)
Nah, pagi ituu, Seorang karyawan, ibu-ibu yang jugah tengah berada di mushalla. Kusapa sang ibu. Si ibu menjawab dengan sangaaaaat ramah! Subhanallaah, aku sering kagum sama orang sunda. Semuanya ramah2 pisan euy! Bahasanya halus, lembut, sopan dan menyenangkan hatii. Dan crita2lah aku sama si Ibu sebentar.

Truss, si ibu nanya dengan logat sundanya yang kental:
“Dari SMK mana yah, Nak?”
Hwaaaa..kyaaaa…SMK..a.k.a SMA??? (emang siiih, ada jugah anak SMK kimia analisis dan teknik industry yang lagi PL di sana, khususnya di bagian analisnya).
Apakah wajahku terlalu childish dan imut2 (hueeeek!!)??
Tapiii, masih mending ntu ibu bilang aku anak SMA, aku pernah disangka anak SMP ama seorang penjaga toko. Haddduuuuh, kesian yaaah?? Huhuhu…>,<

Hmmm…, tapiiii, tak apalah…, jika pun harus disamakan dengan anak SMA. Hemat wajah critanya. Udah 23 gini masih disangkain sweet seventeen. Itu artinya, ketika kepala tiga, masih berasa umur duapuluhan! Hhehehe. Kadang aku suka heran jugah, temen2 sesama PKP komen gini, “Fathel teh henteu cocok jadi apoteker. Cocoknya mah jadi anak SMA ajah!” haduuuuuuh!

Seumur2, baru sekali aku klepek2 disangkain lebih dewasa dari umurku. Trima kasi yaa bu Dokter atas apresiasinya yang luar biasa! (heeee…..). si Ibu adalah salah satu dosen FK Unand. Waktu itu bareng di acara training PCR di lab Mikrobiologi RSUP M. Djamil dengan tim riset dari SCEAS Kyoto University, Jepang. Pas selesai training, diskusi dan semacamnya, si ibu bilang gini; “Fathel mahasiswa S-2 yaah?”
Hoalaaaah! Si ibu! Aku kan masih S-1. Trus…trus…, pas rapat persiapan seminar jugah, si Ibu masih memastikan, “Fathel lagi S-2 bukan yaaah?”. “Aahh, ibuuu, insya Allah baru mau kompre S-1, Bu.”
(hehehehehe….apaaaan siiiiiih!? Kaga penting banget!

Trus…trus…., ngapain jugah nulis ini, coba?
Hmmm…., dari banyak pertemuan, aku jadi memperoleh pelajaran darinya. Hmm…., gini…, dalam hal interaksi, apalagi dengan orang yang baru dikenal, hal pertama yang harus kita lakukan adalah, : Menganggap semua orang itu adalah BAIK! Tanamkan estimasi positif terhadapnya sehingga yang memenuhi pikiran kita adalah asassement positif dan nilai2 positif sahajaa. Trus, kedua, jangan posisian diri kita “di atas” dia karena akan mempengaruhi paradigm kita dan dampaknya pada penempatan sikap. Singkatnya begini, andai hidup itu punya IPK, maka pertama-tama berilah nilai B untuk orang itu! Ketigaa, jangan pula lupa untuk menyisakan sedikiiit ruang waspada. Ingat, waspada, bukan curigaan, apalagi suudzon! Apalagi bertemu dengan orang2 baru yang secara kultur keluarga, latar pendidikan, atmospier kehidupannya yang tidak kita tahu. Mungkin ini pula pentingnya belajar membaca bahasa mimic dan gesture yaah?
(halaaaah, dasar si Fathel ajah yang ekspressif! Hehehe)

Barulah setelah berinteraksi banyak, kita bisa mengenalinya lebih jauh. Naaah, jangan siakan kesempatan. Ambillah sisi positif dari orang tersebut dan ditanamkan dalam hati,
 “Waaaah, aku senang diperlakukan seperti ini oleh orang ini, maka aku pun ingin memperlakukan orang lain dengan perlakuan ini.”
Sebaliknya, jika ada hal negative yang tak kita suka, maka, tanamkan pula dalam hati,
”Waaah, kalo aku diperlakukan seperti ini aku jadi kesal, marah, dan ga eunakeun. Aah, aku jugah ga mau aaaah memperlakukan orang lain seperti iniii.”

Kata Bapak Dosenku, Bapak Sofiarman, salah satu jajaran direksi PT. Kimia Farma, tuliskanlah semua hal positif dan semua hal negative sebanyak2nya, yang kita tahu, kita lihat, kita dengar. Hal positif untuk dilakuin, hal negative untuk ditinggalkan.
Siiiiip???

Dengan begini, insya Allah kita tengah belajar dari kehidupa itu sendiri.
^__~

Nah looh, umat Islam sendiri udah di kasi contoh, khudwah yang sangat luar biasa kan yaaah? Langsung dari sosok Rasulullaaah… Subhanallaah…

Hmmm.., tulisan ini untuk mengingatkanku terlebih utama! Karena, dalam hal interaksi sesama temen, keluarga, hmmm…siapa pun laah, pergesekan “muatan” arus yang menimbulkan kilat dan halilintar jugah ada. (waaaah, lebay banget yaah! Pake halilintar segala!). Pokoknya, yang namanya pergesekan ukhuwwah itu yaaa pasti ada laaaah. Tinggal bagaimana kita menyikapi saja, tho?


Jadiiii....
Ambil positifnya ajah!

0 Comment:

Post a Comment

Feel free to accept your comment. Spam comment will be deleted and blocked