Stenosis

Wah, sudah begitu lama tak membersamaimu Bloggie. Dan, segala yang ingin aku tuliskan menguap entah kemana langitnya. Hehe. Saking banyaknya yang pengin aku tuliskan, jadinya, malah tak satu pun yang kemudian tertuliskan (halaah, apaansih?). Iya, lebih kurang begitu. Ada semacam degradasi itu (atau malah degeneratif? hehe...)

Ak mau cerita apah yah Bloggie? Hemm....cerita tentang stenosis ajah yuuk. Maaf yah Bloggie, lagi-lagi kali ini aku pake bahasa egois (hehe, mksdnya bahasa yang hanya kalangan tertentu yang familiar). Untuk obat-obat hipertensi dengan kondisi compelling CKD dan penyakit ginjal lainnya (komplikasi dengan diabetes), golongan ACE inhibitor masih menjadi pilihan paling topcer! Mengapa? Karena dia tidak merusak ginjal, tidak seperti obat-obatan lainnya. Akan tetapi, DIKECUALIKAN untuk stenosis pada pembuluh aferens nefron ginjal. Pemberian ACE inhibitor justru membahayakan ginjal karena adanya stenosis dapat memperberat kerjanya karena pembuluh eferens nya mengalami vasodilatasi sementara di aferensnya stenosis (terjadi penyempitan).

Ya, si stenosis ini memberikan pelajaran banyak padaku. Sangat banyak! Jika aferens mengalami stenosis akan sangat mustahil dapat mengalirkan ke eferens dengan jumlah yang banyak. Apalagi jika eferens mengalami vasodilatasi. Hal itu hanya akan dapat merusak saja. Justru merusak. Ya, jika ruhiyah mengalami stenosis, akan sulit (bahkan teramat sulit) untuk mengalirkannya... Akan begitu sulit untuk mengalirkan energi-energi positif itu. Apalagi, adanya vasodilatasi keharusan untuk mengalirkannya lebih banyak. Percayalah, ini bukan menyoal bagaimana beretorika Fathel! Tapi ini menyoal, the power of ruhiy! Sehebat apapun retorika, jika tanpa ruh, segalanya hanyalah nol besar! Hati hanya akan menerima seberapa banyak yang dikeluarkan.. Tidak seperti otak, yang bisa saja menerima, meski dalam kapasitas besar. Karena tak ada pelibatan hati di sana. Hanyalah sekedar sampai-menyampaikan saja...

Dan, stenosis ini pulalah yang menjadi alasan, mengapa blog ini menjadi sepi tulisan...

Baiklaah, mari kembali merefresh segalanya... Kembali berbenah!
Karena ujian dari-Nya hanyalah sebatas kesanggupanmu saja Fathelvi Mudaris, maka JAGALAH HATIMU! Jagalah Allah di hatimu, maka Allah-pun akan menjagamu...Ketahuilah, bahwa dunia ini hanyalah sejenak saja...Ketahuilah, bahwa MAUT datang pada WAKTU yang TAK TERPREDIKSI!

Related Posts:

  • Saturasi KebahagiaanSudah tiga hari aku tidak keluar dari pertapaan, kecuali hanya untuk "penyambung hidup" alias beli makanan. Hehe... Warung bu Dhe maupun tukang sayur … Read More
  • Kisah 'Tragis' Kunci KosanKetika hendak membeli dua porsi nasi uduk plus ayam goreng favorit kami (aku dan Dewi) tak jauh dari kosan ba'da maghrib kemarin, tiba-tiba tak dinyan… Read More
  • Tesisong dan Seulas CintaHari ini aku sama sekali tak ada niat buat ke mana-manat and niatnya cuma stay di kosan sampai jam 4 sore untuk kemudian ketemu dengan ukht Ega. Seben… Read More
  • Tak PentingTulisan ini sudah aku tulis lebih kurang 1 minggu yang lalu. Tapi, ketika menulisnya, tiba-tiba quota internetku habis. Dan bahkan email pun tak terki… Read More
  • NgompolKita sudah sama-sama tau, betapa "hangat"nya berita politik di negeri ini. Uhm... sebagai orang "awam" di bidang politik, sebenernya agak 'kurang nyam… Read More

2 comments:

Feel free to accept your comment. Spam comment will be deleted and blocked