DIY projects ini alhamdulillaah selesai juga. Untuk project terakhir (setelah shoe cabinet), sesungguhnya butuh waktu yang agak lama. Kalo project sebelumnya seminggu kurang lebih sudah kelar. Project kali ini (mungkin karena banyak printilan juga) dikerjakan dengan waktu yang lebih lama. Lebih dari 3 minggu.
Project ini berawal dari rak buku anak-anak yang sudah kepenuhan. Sampai "melimpah" ke atas raknya. Dan biasanya mereka punya rak khusus untuk buku sekolah. Berhubung sudah masuk sekolah, rak yang di-occupied oleh buku-buku bacaan biasa harus "digusur" untuk menempatkan buku sekolah. Jadi, harus ada tambahan raknya. Akhirnya aku memutuskan untuk membuat sendiri rak buku sekalian membuat reading corner. Tempat duduknya adalah kursi majlis ala arab (yang telah mengalami modifikasi cover beberapa kali) aku tempatkan di atas bench lebar sekaligus sebagai storage di bawahnya.
Sebenarnya aku agak sedikit menyesal, hehe. Karena aku order plywood yang plain. Jadi harus ada tambahan lagi untuk melapisinya. Niatnya sih low budget project aja. Karena aku berpikir harga cat lebih murah dari pada aku membeli plywood dengan veneer atau yang sudah dilapisi melamine. Awalnya aku agak PeDe pengen ngecat sendiri si plywood nya. Sayangnya cat yang aku beli ternyata salah. Dan aku ga pengen low budget yang aku gadang-gadangkan awalnya malah lebih mahal hitungannya dari pada beli yang udah di veneer atau melamine sekalian jika aku membeli cat baru lagi. Padahal jauh lebih bagus yang udah veneer atau lapis melamine ketimbang yang dicat sendiri kan. Akhirnya aku beli pelapis PVC di 5amazon Saudi aja. Tapi, memasang lapisan ini--subhanallaah--susah banget. Gampang robek dan susah untuk mulus. Sampai encok ngelapisinnya... Alhamdulillaah 'ala kulli haal. Dan hasilnya masih jauh dari rapi. Huhu. Makanya aku menyesal tidak beli yang udah lapis melamine atau veneer sekalian aja. Tapi gapapa jadi pelajaran untuk kedepannya kalau mau bikin project lagi bahwa lebih baik order yang veneered atau lapis melamine sekalian. Meskipun secara harga lebih mahal dari yang plain, tapi kalo dengan tambahan cat atau pelapis ternyata harganya hampir sama aja. Di segi hasil, jelas yang lapis melamine atau veneer lebih bagus dan lebih less effort. Tapi, so far sih aku belum kepikiran untuk membuat project baru kecuali project yang memanfaatkan sisa-sisa plywood/MDF saja. Pelajaran berikutnya; penyesalan di dunia, apalagi hanya sekedar untuk urusan dunia masih bisa diperbaiki. Sedangkan penyesalan di akhirat adalah penyesalan yang tiada lagi dapat diperbaiki. Penyesalan yang besar. Sebagaimana dalam firman Allah surat Al Fajr ayat 24; pada hari itu manusia berkata "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini". Dan inilah penyesalan yang amat sangat.
Ada beberapa project yang aku kerjakan selain reading corner. Yaitu wall cladding, 3-seat sofa super simple dan belum sempurna hehe dan memanfaatkan sisa-sisa busa, standing lamp dan wall shelf (juga dari bahan-bahan sisa), dan juga textured wall painting berbahan gypsum powder. Dari semua project DIY ini, sebenarnya misiku selain ingin merapikan rumah dan membuat tambahan rak adalah ingin memanfaatkan segala bahan yang ada di rumah aja. Jadi, aku mengusahakan agar tidak beli baru lagi dan lebih ke menggunakan produk sisa/produk yang tersedia di rumah aja, meskipun tetap ada yang dibeli baru semisal kabel, socket, dan dudukan lampu E27 (lampunya sendiri sebagian sudah ada, tinggal dipakai aja). Aku inginnya semakin berkurang barang yang tergeletak. Biar pada punya fungsi. Dan itu juga belum semua termanfaatkan. Masih banyak yang tersimpan di box lemari craft. Tapi sejujurnya aku takut. Takut belum bisa memanfaatkan semuanya dan berdaya guna sampai habis masa yang Allah tetapkan di dunia ini untukku. Aku takut ketika harus mempertanggungjawabkan semuanya di hadapan Allah, sementara aku belum memanfaatkan semuanya dan belum berdaya guna. Takut dengan pertanyaan tentang "dari mana kau peroleh, dan untuk apa kau gunakan?". Astaghfirullaah.
Sejujurnya, aku juga berpikir berkali-kali ketika akan mem-publish ini di khalayak publik (sosial media dan blog). Karena aku sangat mengkhawatirkan niatku. Benarkah hanya sekedar berbagi inspirasi atau terselip niatan lainnya semisal merasa diri lebih baik dari orang lain atau pamer?! Aku berlindung kepada Allah dari keburukan diriku dan bisikan hatiku. Aku hanya berharap ini untuk berbagi inspirasi semata. Semoga menjadi wasilah kebaikan. Aamiin.
Berapa biaya yang dihabiskan untuk project ini? Kurang lebih hanya sekitar 400 Riyal. Sangat low budget jika dibandingkan harga pasaran untuk semua items DIY ini. Apalagi jika memesan produk custom.
Ketika aku melihat desain-desain interior (nyari inspirasi ceritanya hehe), aku melihat interior-interior yang looks like mewah dan mahal. Ada rasa ingin meniru dan memiliki interior seperti itu juga. Tapi, pada titik ini aku kembali diingatkan tentang kalimat yang Rasulullah ucapkan ketika membangun Khandaq.
La aisya illa aisyul akhiroh" (لا عَيْشَ إلا عَيْشُ الآخِرَة) adalah "Ya Allah, tidak ada kehidupan yang hakiki (sebenarnya) melainkan kehidupan akhirat". Ya, dunia ini penuh dengan warna warni cantik dan menggoda. Tapi ini hanyalah dunia. Sebentar. Hanyalah dunia. Tiada kehidupan yang sesungguhnya melainkan kehidupan akhirat. Aku sangat sadar diri bahwa ini mudah mengucapkannya. Tapi, sangat sulit untuk dilaksanakan. Betapa sering kita memanjangkan penglihatan pada gemerlapnya dunia dan lupa bahwa dunia ini pasti akan ditinggalkan. Rumah yang dibangun. Interior yang diupayakan. Jika bukan meninggalkan kita (oleh sebab bencana misalnya atau sebab lainnya), pasti akan kita tinggalkan (ketika meninggal dunia). Semoga Allah menjaga kita dari fitnah dunia ini. Aamiin yaa Rabb.