Sanlat Anak TK

Jika biasanya sanlat Ramadhan adalah untuk anak-anak SD kelas IV hingga SMA kelas VII, maka berbeda dengan sanlat yang satu ini. Sanlat untuk siswa-siswi playgroup, TK hingga kelas 1 SD. Hehe, ternyata tak semudah yang dibayangkan! Ternyata, untuk anak-anak umur 4 hingga 7 tahun itu, punya seni tersendiri. Hehe…

Aku menyukai anak-anak. Aku juga menyukai segala sesuatu yang berkaitan dengan psikologi anak (walau aku juga tak memiliki ilmu tentang itu dan tidak memiliki latar belakang disiplin ilmu di bidang itu). Aku mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan itu (meskipun belum banyak. Hee…).
Tapi, pelajaran realita mengajariku bahwa segalanya tak semudah teori di atas kertas atau di dalam e-book saja. hee… Pelajaran realita berbeda jauh dengan pelajaran idealita. Dan, kenyataan itulah yang aku jumpai… Meski aku sering bermain dengan anak-anak, tapiii menyampaikan sebuah cerita hikmah saja, ternyata sudah sulit yaah? Hehe… *kenak deh saia!

Pada mereka, anak-anak di umur emas mereka, sejatinya tugas kitalah membentuk lingkungan mereka menjadi baik, dan  semestinya  kita mengiring mereka pada iklim yang baik. Sebab masa emas ini adalah masa dengan daya serap yang sangat tinggi. Ketika segalanya akan mereka catat dalam simpul saraf mereka. Ketika setiap apa yang kita lakukan akan jadi tiruan bagi mereka. Mereka menduplikasi setiap kebaikan dan keburukan yang kita hadirkan di depan mata mereka. Itu semua teorinya. Tapii, kenyataan berkata, bahwa itu tidak mudah. Ya, itu tidak mudah. Akan tetapi, mempelajarinya kemudian hasilnya tidak seoptimal yang kita harapkan tetap lebih baik dari pada tak mau mempelajarinya sama sekali dan hasilnya sama-sama tak optimal, bukan?

Miris sekali melihat anak-anak di usia emas mereka yang berdendang tembang dewasa tanpa mereka mengerti maksudnya, ketika lingkungan yang membentuknya demikian. Miris sekali ketika melihat anak-anak yang tak mengerti apa-apa itu, lalu dengan mudahnya berteriak carut marut sebab lingkungannya yang membentuknya demikian. Miris dan sungguh amat miris…

Sekali lagi, pelajaran idealita dan teori itu sungguh berbeda dengan pelajaran realita. Akan tetapi, meng-intergrasikan antara pelajaran idealita dan teori dengan pelajaran realita—learning by doing—adalah pilihan paling baik yang kita pilih. Sebab bagi orang tua, mereka adalah amanah!

Hehe, maaf yaah, postingan kali ini GJ ajah niih. Sudah lama ndak nulis. Jadinya, koq yah agak kaku gitu terasa. Heuu…

0 Comment:

Post a Comment

Tafadhol, jika ada pendapat lain, masukan, tambahan, kritikan dan saran, hehe, ayuuh... di kasi comment...^^
(jangan lupa pilih salah satu profil yg koment yah. biar termoderasi. jangan anonim. okeh? ^^)