Showing posts with label info Wisma. Show all posts
Showing posts with label info Wisma. Show all posts

Bukan Sekedar Kata!


Mencintai itu…adalah sebuah keputusan!! Begitu yang dituliskan Ustadz Anis Matta dalam Serial Cinta Majalah Tabawi*. Sebuah ulasan yang menurutku sangat menarik. Di sana, ustadz Anis Matta menyampaikan, Sekali kamu mengatakan kepada seseorang : “Aku mencintaimu.” Maka kamu harus membuktikan ucapan itu. Sebab itu adalah deklarasi jiwa. Bahwa setiap sang pencinta mestilah siap untuk memperhatikan, menumbuhkan dan melindungi.

Deklarasi cinta. Hmm…, andai mereka tahu, bahwa deklarasi cinta itu sesungguhnya tak mudah. Sebab, ada konsekuensi dibelakangnya. Bukan sekedar kata…

Orang-orang bilang, aku gombal! Cintaku begitu murah. Aaah, andai saja mereka tahu, bahwa sesunguhnya tak mudah bagiku untuk mengatakan cinta, kecuali hanya kepada orang-orang yang aku cinta. Yaah…, mereka…yang kucinta.

Sering, haru meliput jiwaku atas cinta saudari-saudariku. Mereka yang cintanya bukan sekedar kata. Ada cinta di setiap tindakkan mereka. Setiap apapun jejak indah yang mereka tinggalkan. Aku…mencintai mereka. Terungkapkan atau pun tidak, sesungguhnya aku mencintai mereka. Saudari-saudariku yang bersama mereka ada gelak tawa, ada tangis duka.

Maka, adakah lebih manis dalam pertemanan selain indahnya ukuwah di jalan-Nya?

Terkadang, ada rasa-rasa yang menggelitik persendian batinku. Bahwa, betapa hanya sebentar lagi saja… Sungguh hanya sebentar lagi saja…Setelahnya, aku…mereka…memilih arah yang berbeda. Suasana yang berbeda dan tempat yang berbeda. Ada gamang yang menelusup di relung hatiku. Aku masih ingin bersamamu lebih lama, saudari-saudariku… Sungguh!

Terima kasih atas cinta dan kebersamaan kita!
Satu penggal episode bersamamu adalah sepotong fragmen indah yang akan kukenang selalu.
Sungguh, aku telah belajar begitu banyak dari kebersamaan kita. Sebuah pelajaran berharga yang takkkan pernah dapat dirupiahkan. Begitu mahal!

Read More

Wisma Award



Alhamdulillah…,wisma dari hari ke hari, semakin inovatif saja. Waaah…perlu acungan jempol deeh buat BPW (badan pengelola wisma) yang sudah sangat kreatip mengelola wisma MIPA-Farmasi (suatu saat farmasi insya Allah bakal bikin wisma sendiri tho). Semoga, ke depan, wisma menjadi lebih baik lagi, daaan lebih baik lagi. Menjadi projek percontohan bagi wisma fakultas lain atau universitas lain. Semoga lebih berkualitas, Baik dari segi programnya, Ruhiyyahnya, aktivitas da’wahnya, “ramah lingkungan” dan bersahabat dengan masyarakat di sekitar, punya agenda entrepreuneurship dan akademisnya jugah okeh! Soal akademis niih, wisma belum mencapai target. Mudah2an di momen wisma Award ke depan, ada perbaikan-perbaikan. (huhu, berat rasanya jika harus meninggalkan wisma). Dan, semoga dihasilkan alumni2 yang hmm…berkepribadian luar biyasa. Allahu akbar!!!


Huumm…,sekilas tentang Wisma Award dengan beberapa kategori yang diperlombakan. Kategorinya adalah : wisma terbersih, wisma ter-friendly, wisma aktivis, wisma entrepreunership, wisma akademis dan wisma dengan program terbaik.


Pesertanya adalah delapan wisma FSI FMIPA Unand, 3 wisma ikhwan (wisma iqro’, wisma ukhuwwah, dan wisma Lasqar) dan 5 wisma akhwat (wisma Al Hurriyyah, wisma Muthi’ah, wisma Syakuro, wisma Shafiyyah, dan wisma Pelita Sholehah).


Pemenangnya adalah :
Untuk kategori yang digabung antara wisma ikhwan dan akhwat :
Wisma aktivis (yg isinya aktivis2 smua dung. Hehe) : Wima Muthi’ah
Wisma akademis (yg paling tinggi rata2 IPK nya) : wisma Al Hurriyyah.
Wisma dengan program terbaik (program2 yg diadain di wisma) : Wisma Muthi’ah

Kategori wisma terpisah antara ikhwan dan akhwat :
Ikhwan :
Wisma terbersih : Wisma Lasqar
Wisma entrepreunership : wisma Iqro’
Wisma paling friendly : wisma Iqro’

Akhwat :
Wisma terbersih : Wisma Al Hurriyyah
Wisma entrepreneurship : wisma Muthi’ah
Wisma paling friendly : wisma Shafiyyah

Hehe…, Alhamdulillah wisma Al Hurriyyah memenangkan dua kategori. Wisma terbersih dan wisma akademis. Alhamdulillaah. Semoga jadi motivasi agar ke depannya lebih baik dan lebih baik lagi…
Semangat!!!


Tentang Hurriyyah


Hurriyyah adalah Al Hurriyyah (para bidadari), cieee (k'Jen)


 
Hurriyyah itu merubah karakter pendiamku…hehe (ima)


  Hurriyyah itu adalah wisma terindah (Lilis)
  Hurriyyah itu totemo sutekina wisma, menyenangkan, heboh dan ukhuwahnya kuat banget (nany)



Hurriyyah tempat ketingal kedua setelah wisma bunda (nina)









Wisma Adalah tempat yang menyenangkan (uul)











Hurriyyah itu, wisma paling gokil, wisma gila-gilaan, bisa berekspressi sebebas-bebasnya, dan “cinta” baserak di sana. Hiihii (Fathel)



Read More

WISMA ITUUUH =MADRASAH YG INDAH!



Humm…,
Okeh..okeh…,
Bukan bermaksud untuk promosi, tapi, aku hanya ingin sedikit menginspirasi. Hehe.
Uhuk..uhuk…, menginspiraasi dari mananya tho?

Baiklah,
Skarang, sedikit pertanyaan. Menurutmu, tempat kos itu sebagai apa?
Kamu mungkin menjawab, “Ya iyalah sebagai tempat tinggal! Pertanyaan aneh!” Hihiihi.

Tapi, sangat disayangkan sekali jika hanya sebagai tempat tinggal sementara. Toh, waktu akan terus berlalu. Rugi jika hidup kita teramat biasa-biasa saja. Rugi, jika tempat kos Cuma buwat tawa2 doang. Atau, malah jadi tempat tidur doang??

Nah…nah…,
Mau sdikit crita nihh.

Sdikit sharing tentang sesuatu yg biyasa kami sebut “Wisma”. Apa itu wisma, sok atuh..bole dibaca lagi crita-crita sbelumnya. Hehe.

Nah, di wisma itu, hak perogratif ‘peraturan’ diatur oleh kita-kita, sang kontraktor…
Kalo di kosan ada Bu Kos yg suka ngatur2 jadi peminat kosannya agak kurang ketimbang di kosan2yg lebih bebas. Nah, kalo secara system dasarnya, wisma pun demikian. Bahkan lebih bebas lagi malah! Secara, ini kontrakan looh. Jadi, suka-suka orang yg ngontrak dong!

Nah, justru karena bebasnya itulah, kitapun jadi bebas untuk menentukan pilihan. Mau diapain itu rumah. Jadi, alhmadulillah, kita bikin peraturan sendiri yang disepakati secara bersama-sama (kalo disepakati sama2 kan menjalankannya jadi enak. Ga ada grata grutu nya). Okelah bukan peraturan namanya. (soalnya rada2 paranoid jugah kalo disebut peraturan. Gaswatnya, malah ada yg bilang peraturan dibuat untuk dilanggar. Haddduuuh!). jadi, anggap saja ini sebuah “Rumah Tangga” yang menyenangkan. So, yg diubah, paradigmanya dulu.



Hummm…, di wisma itu…, kami bikin segala sesuatunya mendekati ideal, walaupun tak ada yg sempurna di dunia ini.

Pertama, ASPEK RUHIYAH.
Di wisma, kudu sholat jama’ah 5 waktu. (hehe, biyasa nya sih rebutan jadi makmun. Hohoho). Tapi, jama’ah itu, penting!
Trus, malam2 eihh…dini hari, kalo terbangun, kudu bangunin orang se rumah. ^^
Jadi, qiyamullail bareng2. Ga’ jama’ah sih, sendiri2 biyasanya.
Ba’da subuh, adalah waktu yg “strenger”. Ini saatnya “Nyetorrr!” hapalan. Jadih, smua penduduk wisma MESTI, KUDU, HARUS, punya hapalan tiap hari! Minimal satu ayat deeh. Nah, bagi yang kebetulan lagi, ehhmm..palang merah, maka hapalannya diganti dengan hadits Arba’in. system nyetornya ga’ face to face (apalagi face to facebook! Hoho, kagak nyambung euy!) tapi satu orang, nyetor dihadapan smua penduduk wisma. Jadi, ‘beban sosialnya’ jauh lebih besar. Hihii. Muroja’ah nya tiap 1 kali seminggu, pas ahad, sebelum riyadhoh bareng.

Read More

Aku terlanjur jatuh cinta

Eheeemm…., judulnya rada2 ngepink yah? Hehe. Wokeh..wokeh.., anggap saja ini syndrome dua puluh walaupun sebenarnya isinya bukan sepenuhnya soal ini (wuduuuh, tak kasi bocoran duluan nih…).

Sebelumnya, diriku sedikit bertanya (mungkin retoris kali yah), sebenarnya apaan tuh cinta???
Hayyo…, semua juga pasti bisa jawab. Iya tho?? Hehe. Jawab ajah sendiri giiih. Tapi, yang kumaksud di sini bukan yang “itu tuuuh”. (yahh, seperti definisi kebanyakan orang kali yahh…)

Lalu, apa dong?? Apaaaaaaa?!! (duuh, jangan emosi gituh….hihi, ngaco!). eheem…, begini! Dahulu, ketika diputuskan untuk ditempatkan di sebuah tempat yang lazim dikenal (baru2 ini) dengan istilah wisma jompo, hatiku sedikit pilu. Huaaahhh…, apakah aku harus meninggalkan kebersamaan yang begitu indah di homeSWEEThome, Syakuro ku tercinta? Apakah?? Huhu…, sediihnya bukan kepalang. Aku harus ninggalin semua-muanya, dan diungsikan ke wisma jompo. Hiks…hiks…

Dengernya aja rada2 serreeem. Ih, jompo! Emang tua banget yah?? Mentang2, rata2, and kebanyakan di antara kami udah pada semester 9. (eh, kami semua dapet KTM baru looh, hehehe). Wal hasil, keputusan bwt pindah itu benar2 terlaksana. Bahwasannya, aku harus say gudbai to syakuro homeSWEEThome.

Alhamdulillah, akhirnya, aku beserta beberapa “jompo’ers” lainnya berkumpul lah di sebuah rumah (yang ahiks…ahiks.., terlalu tega disebut WISMA JOMPO dan yang parahnya lagi, ada yg malah bilang WISMA PEMBUANGAN! Huaaaaaa……!!! T_T).

Dan, masya Allah…, luar biasa! Sungguh luar biasa!!! Amazing!! (duuh, daku gak punya perbendaharaan kosa kata lagi nih, buat ngungkapinnya. Hahay, lebay!)

Aku menyadari kemudian, bahwa aku perlu menyukuri keputusan ini. Aku benar-benar bersyukur ditempatkan-Nya di tempat ini. Sungguh. Aku menyukai, setiap apapun yang ada di dalamnya, dan orang2 luar biasa yang memiliki segenap kelebihan (tentu saja kekurangan) yang aku belajar banyak dari mereka. Aku dipertemukan-Nya dengan sosok-sosok yang sungguh dalam sekejap kami langsung merasa dekat, dengan kedekatan hati. Sebagian nyeletuk, “Aihh, sekarang ukhuwwahnya lebih berasa yah? Mungkin karena kita senasib kali yah? Sama2 jompo’ers” hehehe. Becanda memang. Tapi, kurasa ada benarnya.

Aku, sudah terlanjur jatuh cinta pada mereka (para jompo’ers), aku terlanjur jatuh cinta pada kebersamaan kami, pada hari-hari kami yang penuh tawa (dan, kadang, rada sedikit ‘gila’!!! pokok’e gokil abizz dah!!!
Semoga, kemudian yang menjadi masalah bagi kami adalah : bingung mencari masalah. Hehe…
Di sini, aku belajar banyak hal. Menyelami setiap dasar2 hati mereka, hingga yang kutemukan adalah keunikan. Sungguh, sekali lagi, aku belajar banyak dari mereka.

Ah iyyyah…,
Aku belum perkenalkan apa itu wisma kami.
Okeh..okeh….,
Kami menyebutnya : Wisma Al Hurriyyah. Wismanya para bidadari yang bermata jelita (hehehe….kan artinya memang bidadari yg bermata jelita, hihi). wismanya para jompo yg masi jomblo. Dan wismanya para jompo yang lagi pusing mikirin penelitian, yang kemudian menjadi salah satu alasan untuk ma-‘ere-ere (hahay, istilah baru nihhh) dengan tawa yang bahagia. Yang di sana, ada bermacam2 kebiasaan dan hobby. Pertama, yang hobby masak (daku tukang makan ajah). Yg hobby nyuci piring, daku dapet yang bersihnya ajah. Yang hobby nguras bak mandi, aku tinggal pake. Yang hobby nyapu, daku dapet yang kinclongnya ajah. Yang hobby bersihin tempat tidur, eeh…, punyaku dirapiin jugah.Hahaha. Maunya yang enak doang mah! Hi..hi…. Trus,ada yg hobby tilawah jugah. Aiih, jadi pemicu semangat, tentunya. Oohh.., indahnya ukhuwwah. Dan aku terlanjur jatuh cinta pada mereka semua.

Lha, tujuannya nulis ini apa? Buat promo doang??
Aihhh, ya enggak lah!
Entahlah…,aku benar2 merasakan sekali apa itu istilah, “JIka semuanya sudah menjadi solusi, lalu siapa lagi yang akan menjadi masalah?”
Kurasa, mereka semua(yg kucintai itu) benar2 menerapkan ini semua, di kala permasalahan ukhuwwah terkadang mencuat ke pemukaan.
Aih, ukhuwwah. Benar sih, masalah yg satu ini tak pernah ada habis-habisnya. Mulai dari jaman Habil dan Qobil (inget kan kisahnya??), hingga ke jamannya Rasulullah dan sahabat (Perang jamal & shiffin), hingga saat ini. Tapi, kita juga perlu belajar dari kisah itsarnya sahabat hingga semuanya syahid.

Ah, sungguh, kedekatan hati itu sesuatu yang takkan mungkin terbayar dengan dunia dan seisinya…dan takkan mungkin bisa diciptakan hanya oleh manusia tanpa campur tangan-Nya.
“Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yg beriman), walaupun kamu membelanjakan (semua) kekayaan yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”


Al Hurriyyah, Baiti Jannati, 23 Ramadhan 1430 H
Read More

Warisan yang Terpenggal

Ini soal nostalgia, teman.
Sungguh bagaimanapun, manusia takkan mungkin kembali terlempar ke pada masa lalu. Adalah sesuatu yang absurb untuk menjemput jejak. Namun, ada segenap memori yang masih lekang dalam bingkai kenangan. Sejenak kembali ke sana. Bukan! Bukan untuk melemahkan, melainkan menguatkan, insya Allah.

Maka, akupun ingin kembali mengurai kenangan itu untuk dipintal menjadi sebongkah semangat. Dahulu, dulu sekali, ketika pertama kali memasuki komunitas bernama wisma, ada banyak hal luar biasa yang telah diperbuat oleh sosok-sosok yang menurutku (dan menurut kami) juga luar biasa.

Dahulu, kebersamaan itu begitu manis. Sungguh sangat manis. Semua orang menamainya ukhuwwah yang memesona. Masih lekang diingatanku, kakak-kakak yang begitu loyal terhadap kami. Kakak-kakak yang begitu perhatian. Ukhuwah yang bukan main! Yang sampai mencucikan baju saudarinya. Padahal, yang kami tahu, kakak-kakak itu tak lebih longgar waktunya dari kami. Bahkan mereka jauh lebih sibuk. Itupun bukan seember, sampai dua-sampai tiga ember.

Setiap malam, ada saja yang inspeksi ke masing-masing kamar apakah ada yang tertidur begitu saja tanpa selimut. Jika ada, maka mereka menyelamatkan buku-buku yang berantakkan lalu membentangkan selimut untuk kami. Subhanallah…

Sering kali jua, ada saudari-saudari yang membantu menjemurkan pakaian, dan kemudian mengangkat kembali jemuran itu ketika sudah sore. Bahkan, malamnya, kain itu telah terlipat dengan rapi! Atau, kain-kain yang mau disetrika, ternyata sudah terstrika dengan rapi jika ketiduran di jadwal nyetrika. Hal-hal “kecil” lainnya adalah memasakkan nasi bagi yang piket. Membuatkan segelas susu untuk saudarinya. Aahhh…Subhanallah…

Juga, kakak-kakak yang diberikan kelebihan harta yg loyal, rela “nombokin” berbagai kekurangan logistic tanpa hitung-hitung. Sampai membantu & diam-diam membayarkan uang kuliah & uang wisma untuk saudarinya. Subhanallah…Masya Allah…

Dahulu, juga ada kakak-kakak yang menepuk pipi kami ketika mencuri-curi untuk tidur setelah subuh, membangun kami tengah malam. Memberikan perhatian yang lebih ketika salah satu di antara kami sakit. Atau sebuah senyuman, ketika masakan yang kami masak kurang gimanaaa..gituu (kalau tidak tega menyebutnya “TIDAK ENAK”).

Pada hari libur, jika tidak ada aktivitas di kampus, masanya untuk berkumpul, sama-sama membuat kolak, bubur kacang padi, nutrijel, ataupun susu kedelai lalu dinikmati bersama-sama. Jika saatnya puasa, yang piket masak membuatkan menu pabukoan juga. Sederhana saja, meski hanya the manis. Tapi, sungguh sangat manis.

Ahhh..sungguh, semua itu masa-masa yang manis. Masa-masa yang sbagian kami masih sempat merasakannya. Subhanallah…, manis.

Sekarang, perlahan semuanya mengalami distorsi. Meski sisa-sisa “warisan” kebaikan itu masih ada sebagian namun…ada hal yang kini berbeda. Pokoknya berbeda saja. Lalu, di mana do’a Rabithah yang kita lantunkan selalu? Apakah hanya sekedar rutinitas belaka?

Siapa yang salah sebenarnya? Yang salah adalah para pemenggal warisan itu. Yah…warisan kebiasaan baik, warisan kebaikan yang telah diturunkan oleh para pendahulul! Sekalilagi, warisan yang terpenggal. Siapa pelakunya? Kami! Kami yang tidak mewariskannya kepada adik-adik. Kami yang pernah merasakan bagaimana manisnya masa-masa itu yang tidak memberikan contoh yang baik. Bahkan diri kami lebih jauh lebih buruk.

Ah, saudara-saudariku…
Mari kita kembalikan warisan yang terpenggal itu. Insya Allah masih ada waktu untuk menjadikan wisma kita (wisma kami, wisma kamu semua, dan wisma kita semua)menjadi wisma yang ideal. Wisma yang berfungsi sebagai mesjid, sebagai madrasah, sebagai rumah sakit, sebagai bataliyon, dan sebagai benteng .

Kelak, insya Allah, akan kita dapati wisma kita adalah wisma yang sepertiga malamnya dipenuhi dengan jiwa-jiwa yang menangis yang melantunkan ayat-ayat-Nya. Lalu, siangnya yang penuh dengankebersamaan yang indah. Saling ta’awun, itsar dengan saudara-saudarinya. Masing-masing kita adalah solusi, sehingga tak ada lagi yang menjadi masalah. Jika hari ini kita miskin teladan, maka tekadkanlah masing-masing kita yang akan menjadi khudwah (ngutip isi penyampaian materi Da Hasdi dengan redaksi yang berbeda). Mari kita kembalikan kejayaan yang dahulu pernah ada.
Sepakat???



Syakuro, Home Sweet, Jumadil AKhir 1430 H
Ba’da Dauroh Wisma, sebuah acara yang benar2 menginspirasi dan mencetuskan semangat baru.


PS : Sekalian promosi sebenarnya untuk adik2 yg di asrama ataupun yg lagi siap2 mau SNMPTN dan menempatkan pilihannya di Unand limau manih tacinto. Yuuuu…k, rame2 masuk wisma. Syaratnya dua saja : pertama Islam, kedua : bersedia ikut semua ketentuan2 & peraturan yang ditetapkan oleh BPW (badan pengelola wisma). Peraturan yang insya Allah akan menjerumuskan kita ke jalan yang benar. Hi..hi…

Mau???

Yuk, masuk wisma!!!!
Read More

Ngintip Wisma Yuuu…k

Ehm, tulisan ini special bwt adek2 yang sekarang lagi sibuk UAN dan yang insya Allah mau bertarung di SMNPTN, dan yang lebih special lagi buat yang berniat mau kuliah di Unand alias Universitas Andalas, Padang, Kujaga dan Kubela. Cee elaaaah… Tapi, yang laen juga boleh baca koq. Okeh? Ah, iya, bagi angkatan ’08 yg mau ‘cabut’ dari asrama bulan Juli ini insya juga boleh tuh. Kami siap menampung . ehm..,Tidak tertutup utk 07 ke atas.

Nah…nah…, soal wisma. Ehm…., sebelumnya,di kenalin dulu dong, apa itu wisma. Siap?! Baiklah! Wisma sebenernya adalah sebuah rumah tinggal biasa khusus bagi mahasiswa yang dihuni oleh beberapa orang. Systemnya bukan kos-kosan yg bayarannya perbulan, melainkan kontrakan. Okeh, udah pada paham kan?

Tapi…tapi…, kenapa wisma? Aha! Itu dia, yg pengen dijelasin. Kenapa perlu dipromoin? Itu karena, insya Allah ada hal istimewa yang dipunya sebuah wisma. Yuuuk, qta kenalan sejenak.

Pertama, soal itung-itungan bayaran. Wisma sesungguhnya lebih murah costnya. Rata-rata sekitar 600-800 ribu setahun. Hmm…, coba itung bulanannya,. Sekitar 50-70 ribu sebulan. Cukup murah kan? Sip! Insya Allah cheaper. Paling nambah duit bayaran listrik sekitar 10rb per bulan. Klu wismanya agak elit sikit, bolehlah pake tilpun. Soal bayaran tilpun, eh…telpon, tergantung pemakaian wisma masing2. Mau pake speedy juga boleh, kalau mau.

Kedua, soal lokasi. Ga’ jauh-jauh amat koq dari lokasi bus kampus. Masiy sekitar Pasar Baru. Tinggal jalan sikit, skitar 200-500an meter (itung-itung sekalian riyadhoh), nyampee deeh di pemberhentian pertama Bus Kampus (yang bakalan mengantarkan qta medaki Bukik Karangmuntiang).

Ketiga, soal fasilitas. Rata-rata dan sebagian besar kos-kosan di kawasan Pasar Baru dan sekitarnya (Limau Manis, Kapalo Koto, Kampuang Dalam, Cupak Tangah), hingga ke Pasar Ambacang, Jalan Tunggang, by Pass, Ketaping, Anduring, rata-rata menyediakan kamar kosong saja. So, biasanya penghuni baru mesti menyiapkan segala macam perabotan, mulai dari kasur beserta perangkatnya, lemari, rak buku,magicjar, strikaan, hmm…apa lagi yah? Tape, emm…pokok’e benda sejenis lah. Bagi sebagian orang, TV juga termasuk barang penting. Juga benda2 penting seperti rak piring beserta perangkatnya, kuali, kompor, apa lagi? (silakan dilanjutkan). Nah…nah…,insya Allah, di wisma, sebagian besar sudah ditalangi. Adek2 baru tinggal bawa kasur, lemari (isinya juga dong, masa’ ga ada bajunya, hehehe). Soal magigjar, strikaan, piring dan seperangkat alat memasak lainnya, ga’ usah dipikirin deeeh. Okeh?

Keempat, aha!! Ini bagian terpenting sebenarnya yg ingin disampaikan yang membuat wisma itu berbezza. Klw tiga point di atas adalah hal yang biasa, maka poin yg satu ini lebih istimewa. Wisma bukan sekedar tempat tinggal biasa, yang disambangi sepulang kampus saja. Ada program-program istimewa di sini.

Apa saja program wisma?
Wisma insya Allah sebagai media untuk meng-up grade ‘ilmu keislaman qta. Programnya kami sebut : ROHIS alias program ROHANI ISLAM. Di wisma, qta ga’ Cuma jadi mahasiswa farmasi misalnya, cieee…, atau mhs Teknik, mhs ekonomi, mhs MIPA, tapi, qta juga bisa blajar Fiqh, Siroh, Tafsir Qur’an, Siroh Sahabat, Riyadhusshalihiin. Di kegiatan rohis, juga ada sesi khusus taujih (kaya’ ngasi kajian gitu, sekalian blajar nomong didepan orang banyak). Trus,program Tahfidz. Ada hari khusus untuk setoran hafalan.
Selain Rohis, program wisma juga Riyadhoh bareng. Biasanya ahad. Di wisma, juga ada program Ta’lim. Acaranya insya Allah bulanan. Ngundang ustadz. Dalam acara ta’lim, qta juga ngundang ibu-ibu tetangga, kiri kanan, depan belakang, trus, juga jamaah mesjid sekitar wisma untuk datang.

Selain itu, di wisma, insya Allah blajar menej sebuah rumah tangga jugah. Hehe. Soalnya, qta kan ngatur segala sesuatunya sendiri. Ada amir/amirohnya juga, trus, pj2 masing2 (kaya’ pj kebersihan, pj listrik, yang disesuaikan dengan wisma masing2)

Apa lagi yah? Ah iya! Soal kebutuhan sumatera tengah. Klo’ ngekos, kadang2 males masak. Seringnya kan beli ajah di ampere sebelah. Hehe. Klw di wisma, diterapkan system piket masak. Lebih irit loh. Cuma Rp. 3rb per hari, qta udah bisa makan lauk pauk lengkap, empat sehat (lima sempurnanya beli sendiri, hehehe). Cuma 5 liter beras per bulan. Huaaa, hemat kagak??

Ehmm…, jangan dipikir piket masak itu berat dulu. Asyik koq. Bisa bikin innovasi masakan sendiri. Itung2 eksperimen sekalian latihan persiapan. Hihi. Menunya suka-suka. Asalkan ada lauknya dan sayurnya. Eh…, percaya ga’, ada yang dulunya kaga’ bisa masak sama sekali, setelah masuk wisma, sampai pintar bikin gulai kalio Ayam. Bisa ngalahin lapau One looh. Hebuaaat kagak?? Hehe

Dalam periode tertentu, juga ada Wisma Award nya, yang diadakan oleh BPW (badan pengelola wisma). Ada lomba-lomba juga, kaya’ lomba hafidz Qur’an, lomba wisma terbaik, wisma dengan innovasi program paling menarik, wisma yang paling bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Nah loh, wisma Ada badan pengelolanya jugah? Ooohhh…, tentu dong! Ini kan bukan sekedar tempat tinggal biasa. Insya Allah, semua tersusun secara rapid an terkoordinir.

Hal yang terpenting dari sebuah wisma itu adalah Ni’mat Ukhuwwahnya. Kalo’ yang ini mah tak terbeli dengan apapun. Cerita soal indahnya ukhuwwah ini, hmmm…ga’ cukup puluhan lembar. Kalo’ dinovelin, ada berapa lembar novelnya yah?? Hehe. So, insya Allah akan ada sesi berikutnya, mengenai wisma niy. Sing penting, rajin2 bahas soal yah…., persiapan bwt SMNPTN nya. Mana tau, ada yang ‘nyasar’ ke Bukik Karangmuntiang and berguru di sana. Kalau memang baitu ajaknyo, haaa…., rancak masuak wisma lai!!! Dan, catet yaaa, kalau tertarik dengan wisma, tinggal contact diriku saja… Okeh?? Okeh??? (nanti, kusampaikan ke BPW nya, insya Allah)


Ini sedikit prolog dan perkenalan awal soal wisma. Tunggu info selanjutnya!!!
(hehe, kaya’ tukang iklan saja)



homeSWEET Syakuro, 23 April 2009
Read More

Wisma oh Wisma...,Yuk, Masuk Wisma...


“Apa?? Wisma?? Ih, gak banget deh!”
“Eng…, entarlah ya.., gue baikin diri dulu, baru masuk wisma.”
“Ah, aku sih, gak mau terkekang. Wisma itu kan…emm…banyak aturannya! Gak boleh kluar di atas jam 9 malam. Harus piket masak, serba juhud, eh..zuhud,.. bla..bla…”
“Masuk wisma?? Aduuh…, bukannya gimana gitu yah?? Aku ngerasa gak pantes ajah berada di wisma.”
“Sorry, fren. Wisma bukan tempat yg cocok buat gue.”
“Di wisma, tamu cowok gak boleh masuk kan ya? Adduuh, gimana dunk?? Ntar cowok gua kagak bisa ngapelin gua lagi.”

Mungkin itu beberapa cuplikan ketika di Tanya soal kesediaannya masuk wisma. Hmm…., BELUM TAHU DIA! Sungguh, 100 % Wisma qeren! (Halah! Nyontek judul buku, lagi!).

Hmm..mungkin perlu diperkenalkan sedikit tentang wisma. Begini looh, sodara-sodara tercinta! Harap dicatat yeee! Pertama, buang dulu segala paradigma burukmu tentang wisma. Siapa bilang wisma itu hanya buat para makhluk berjilbab panjnag ‘n para jenggoters dengan ‘celana ngatung’?? enggak, lagi! WISMA, insya Allah terbuka buat siapa saja nyang muslim! Tapi harus muslim/muslimah loh! Itu syarat utama. Nah loh, yg merasa muslim, buruan datangi wisma dan daftarkan diri anda segera!

Lalu, whats the else??
Hmm…akan ada banyak cerita soal wisma ini. Insya Allah, wisma bukan sekedar tempat tinggal biasa dengan bayaran relative lebih murah (ini salah satu nilai plus wisma loh, gak perlu kalkulator ampe’ rusak buat ngitungin utang tunggakan bayaran rumah, hehehe. Soalnya, yah itu tadi, lebih irit dari kos-kosan biasa), tapi, juga sebuah wadah untuk menjadikan qta luar biasa!!! Gak percaya?? Coba gih, masuk wisma ajah! Dijamin ketagihan deeeh!

Di wisma ada program rohis (rohani islam), tiap ba’da isya or ba’da subuh, meliputi,pembahasan mengenai Fiqh, Siroh RAsul ‘n sahabat, Riyadhushalihin, tafsir, diskusi soal ibadah yg insya Allah bakal nombokin ilmu qta yg begitu sedikit dan banyak kekurangan niy (itu mah, saya atuuuh). Setidaknya, nyang semula kagak tau, jadi tau dengan adanya diskusi-diskusi. Kalo’ ada yg buntu, tinggal Tanya di agendatatsqif (tarbiyah tsaqofiyah) yg di adain di kampus dengan ustadz2 nyang lebih berkafa’ah alias kapabel di bidang itu. Selain itu,program wisma juga bisa ditambahin dengan tahsin dan Tahfidz dengan mendatangkan ustadz/ustadzah, dari LTQ misalnya. Trus, di wisma juga ada madding loh! Isinya, tausyiah, up-date an info2 kampus ‘n sputar dunia Islam. Buat ajang ekspressi karya2 juga bisa. Enak kan???
>>Nah loh, bener kan?? Bukan hanya sekedar tempat tinggal. Ada nilai plusnya!<<>>tahap tanzim kali yah??hahaha<<, yg ada ketuanya, pj2nya. Mulai dari ngatur uang masak, ngatur biaya listrik ‘n tagihan telpon (kalo’ wismanya punya telpon), ngatur BBM ‘n logistic, and other. Yg diamanahkan jadi ketua, mesti memenej semua anggota wisma, dan anggota mesti ngenjalankan tugas masing2nya. Nahh, asyik kan??

Lalu, di wisma, qta juga belajar untuk memahami saudara qta. Secara, ada banyak latar belakang kehidupan, track record, kondisi keluarga, tempat tinggal yg berbeda yg kemudian disatukan dalam wadah yg bernama wisma. Budaya Payakumbuh, Solok Selatan, Dumai, Solok, Batam, Pekan Baru, Lubuk Alung, Pasaman kemudian disatukan dalam lingkup bernama wisma. Ditambah lagi, aktivitas di kampus yg beda-beda. (Contoh, di wismaku nih yaa, ada yg aktivis BEM KM, anak MAPALA, Ketua Keputrian, anggota KAderisasi LDK kampus, aktivis JAMAAD alias jaringan mahasiswa anti pemurtadan), anggota kaderisasi LDF [FSI], pengurus HIMA dan KAMMI, tim FSLDK, eeehh iya, FLP'er juga ada nih..^_^), akan banyak perbedaan agenda dan waktu2. Nah, itu semua yg akan disinergiskan dalam tatanan yg bernama wisma. Mencoba untuk memahami saudara berikut kesibukannya. Indahnya, ukhuwah..ohhhh…

Di sini qta jga saling mengingatkan. Tadzkiroh. Jika ada penurunan, sama2 diperbaiki kembali. Jika ada perselisihan, diperdamaikan kembali. Subhanallah, betapa indahnya ketika qta saling mengingatkan, saling menopang, saling menguatkan. Wuisss…indah bgt bo’. Gak tau deeh, entah bahasa apa lagi nyang dapat mewakili betapa indahnya kebersamaan itu.

Dan lagi, wisma gak serem2 ‘n kaku2 banget koq. Qta juga punya agenda rihlah. Syukuran bagi wisudawan/wati or selamatan atas seminar, misalnya. Kadang, qta pilih momen2 buat makan di luar rame-rame. Atau gak, ke pantai bareng2. Minimal, masak2 bakwan, tabro deeh, kalo’ lagi gak da kerjaan. Sekalian refreshing, gituh. Serrrruuu..banget!

Apa lagi yang kau ragukan ,teman?? Soal peraturan yg ketat di wisma?? Ahhh, alasan saja tho. Peraturan itu dibuat, kan sudah disesuaikan dengan kapasitas qta. Lagian, itu peraturan juga UNTUK MENJAGA QTA SEMUA, ‘N UNTUK KESELAMATAN DIRI QTA JUGA. Missal, gak boleh keluar di atas jm9 bagi nyang cewek. Itu kan baek buat qta. Iya tho?? Apa lagi??? Gak boleh pakaian ketat. So pasti buat ngejaga diri qta juga kan??? Gak boleh pacaran, itu juga buat menjaa qta. Intinya, peraturan yg dibuat itu untuk kepentingan qta juga. Lagian, kalau qta jalani, sama sekali tak terasa mengikat kok!!

NAH LOOOOOH!
Masih ragu buat masuk wisma????
Tanya kenapa!



NB: Segera dehhh, hubungi BPW (Badan Pengelola Wisma) di fakultasmu masing2. Contoh: Kalo’ di Unand, khusus fak. MIPA ‘n Fak. Farmasi, hubungi ajah ukhtiy Jendra (Kim 05), ‘n buat nyang ikhwah…ke akh Wisga (Math 05). Tunggu apa lagi??? Limited edition loh!
Ini waktu syukuran wisuda S-1 Ni Dian 'n Ni Rin..
wuiss...
makan2 bo'!!

Nak Ikut???
^_^




Ini mading qta..
hayooo, ada nyang mau nyumbang karya??




Wisma syakuro, 30 Januari 2009 (at starting zone 22-quw)
Read More

SYAKURO, home SWEET...



Tulisan ini special kuhadiahkan buat akhwatifillah yang kusayangi karena Allah, insya Allah…. Mungkin tak dapat kuungkapkan lagi, betapa aku sangat menyayangimu semua, saudariku.

Saudariku,
Perjalanan hidup ini benar-benar teramat sangat berliku. Sungguh, ada banyak warna hidup yg telah kulalui bersamamu. Tidak selalu suka, bahagia, dan canda. Juga ada duka, pergolakan, dan pergesekan, yang dengan penyelesaian di majlis-majlis qta telah membuatnya semakin kecil dan mengkerucut. Sungguh, betapa sangat manis dan indahnya ukhuwah itu. Sangaaaa..t lezaaat.

Dahulu, waktu diriku masih ngekos, gak terbayang bagiku akan bersama-samamu menapaki hari-hari ini. Memang, harus kuakui, ada perbedaan atsmosphier yang begitu signifikan. Ketika aku jalani hidup yg nyaris serba individual, lalu, berpindah kepada kehidupan yg serba ‘bersama-sama’. Dan tahukah dirimu semua, aku benar-benar bersyukur pernah menjadi bagian dari dirimu semua di markas da’wah ini, insya Allah.

Saudariku,
Mungkin aku juga pernah merasa ‘ilfil’ dgn akhwatifillah semua, ketika grafik penurunan itu terjadi pada qta. Ketika wisma sempat bukan lagi menjadi baiti jannati. Mungkin disaat itu, ruhy kita secara bersama-sama mengalami degradasi. Entah karena maksiat, atau banyaknya tugas da’wah yang terlalaikan. Atau, entah karena banyaknya hal-hal laghwu yg mulai menyerang wisma qta. Dan, mungkin juga karena perselisihan kecil karena perbedaan cara pandang, latar belakang kehidupan dan lingkungan yg membesarkan qta sebelumnnya. Atau kesibukan di agenda-agenda kampus. Tidak saling terbukanya qta. Tapi, Alhamdulillah,pasca konsolidasi dan kembali merefresh semua itu, ketika kita kembali membuat perencanaan baru, semua insya Allah mejadi keeping mozaik yang mesti dilemparkan jauh-jauh. Memang, adalah hal niscaya peningkatan dan penurunan itu terjadi, namun benar-benar sangat indah ketika kita berkomitmen untuk kembali memperbaikinya. Saling bergenggaman erat memancangkan visi dan misi, saling mengingatkan, saling menguatkan!

Di balik hal-hal kecil itu, sungguh ada selaksa hal-hal manis yang telah kita lalui. Setiap mengingatnya, satu senyum terukir dibibirku. Aku benar-benar bersyukur pernah mengenal dan pernah menjadi bagian dari dikau semua. Sungguh. Ketika qta saling menguatkan, saling menasehati, saling menopang, saling mengokohkan. Sungguh, ketika akhwatifillah memprotes setiap kesalahan2 itu bahkan mengambil tindakan , bukan atas dasar kebencian, melainkan perhatian dan ‘rasa sayang’ terhadap saudaranya. Tidak men-cuekin saudarinya yang tersalah.

Masih lekang di ingatanku, ketika sama-sama qta menjalankan tugas-tugas mulia itu. Masak sama-sama sampai dini hari or begadang untuk acara lamda. Rapat-rapat persiapan acara sampai latihan nasyid bwt FA sampai jam 3 (sampai-sampai dikira suara hantu oleh tetangga, hehehehe), membuat spanduk sederhana dengan kain panjang, membuat bunga yang ditempelin kertas2 kampanye pemira, membuat bendera Palestine bwt symposium, membuat amunisi. Meski, aku orang yang paling sering ketiduran duluan (hehehe, mohon di’afwankan), tapi, aku berdo’a semoga apa yang akhwatifillah lalukan dicatat Allah sebagai suatu kebajikan dan dibalasi-Nya dengan balasan yang setimpal. Bahkan, wismapun sebagai tempat penampungan sementara bagi adek2 MABA dan teman-teman yg kesurupan. (Wah, pertikaian dan pergolakan serta perjuangan itu benar-benar masih sangat panjang ya?? Waktu yg qta punya tidak lebih banyak dari kerja panjang yang harus kita lakukan ya akhwatifillah. >>semoga Allah sematkan keistiqamahan di dada qta<<) Intinya, Aku benar-benar bersyukur pernah menjadi bagian dari dirimu semua. Semua, insya Allah akan menjadi kenangan indah yg akan kucatat sebagai sejarah dalam perjalananku di kehidupan fana ini. Satu kata untuk dirimu semua, aku mencintaimu karena Allah.


S
pecial untuk :
Kak Sulungku; nyang lagi setress sekarang niy. Hehehehe. Diriku sgt mengerti sekali posisimu saat ini, Kak Sulung. Diriku berdo’a, semoga Allah berikan yg terbaik untukmu. Waduh, gak sabaran lagi nih, mau jadi panitia. Hehehehe. Pokoknya, ongkos ke sana gratisan yahh! Itung2, biaya transport buat panitia(hahaha).
But,…sungguh kisahmu telah memberikan begitu banyak hikmah dan begitu banyak inspirasi, bahwa masih ada ‘kemurnian’ itu ketika aku sempat meragukannya.

Ratih, nyang ‘aneh’ bin ajaib. Hehehe, piss Tih. Ratih yang ‘ilmunya segudang, tempat referensi bagi qta-qta.. Sang pemanjat gunung!

Wewen; adequ yg manis (awas kalo GR, hehehe), ceritamu juga begitu banyak memberi inspirasi sekaligus mengingatkan uni. Carito2 boco apo lay, hahaha. Pokok ‘e qta saling mengingatkan yah ewe. Btw, kapan qta ke singgalang trus pulangnya mampir di es krim Andalas?? ^_^

Mega : mantan my roommate nyang “mengerikan”. Hahaha. Becanda’ Meg! Jazakillah, telah mau mendengarkan keluh kesah diriku dan bersedia ‘dirusak pemandanganmu’ oleh diriku. Hehehehe.

Citra : dek bungsuku...semoga lulus SMNPTN tahun depan, dan menjadi dokter, seperti yg dikau cita2kan

Titi : mujahidah tangguh qta yg satu niy..tetep semangat Ti!! Insya Allah, qta akan berbagi cerita lagi. Btw, selamat memeriksa lembar jawaban ajah dehh.. (waduuh, cape’ deeeh!!)

Dhy : the sibukers qta yg pergi pagi pulang malam. Ati2 lohh, entar tepar lagi!!! Nb : kapan ya dhy, qta k kampus gak telat lagi. Ups, emang ada kuliah yg bareng lagi??? Hehehe, mantang2 tahun akhir niy....

Via : nyang luchu abizzz..., tetep jadi anak baek yah Via...hehehehe

Dewi : my new roommate nyang penuh inpirasi, visi, dan misi. Senang pernah mengenal orang yg penuh semangat sepertimu dedew. Jgn lupa kasi smangat terus sm uni yahh...ehm..program qta kapan jalannya nih dew???



Read More

WISMA, SEPENGGAL KISAH MANIS ADA DISINI…


What is a WISMA????
Wisma???? Banyak orang yang menginterpretasikannya sebuah penginapan untuk beberapa hari saja dengan bayaran yang lumayan jika bepergian dalam waktu yang tidak begitu lama (dapat dihitung dengan hari). Tapi tidak untuk yang satu ini.
Wisma,... bagi kalangan ADK-nya UNAND (universitas Andalas, limau manis, Padang) adalah tempat spesial yang multi fungsi, wisma adalah basecamp dakwah, wisma adalah pusat pergerakan dakwah, wadah perbaikan diri, dan peningkatan kualitas Ruhy, tadzkiyatun nafs...
Ngintip kehidupan di Wisma yuuuk....!!!
Sepintas, rumah-rumah itu terlihat biasa-biasa saja dari luarnya (ya iya lah ya????hehehe)
Tapi, sekali melangkahkan kaki ke pintunya, maka sungguh siapapun akan merasakan biasan lain! Kehidupan yang penuh rutinitas ini memang tergolong sangat langka. Didalamnya ada penghuni dengan berbagai kesibukan, plus ’jam terbang’ tinggi. Apalgai wisma FMIPA yang tak asing lagi dengan istilah pratikum ’every day’. Penghuninya disibukkan dengan berbagai aktivitas. Pagi, qabla subuh, sudah pada bangun, Qiyamullail sampai subuh, lalu bersama berjama’ah ke mesjid yang terdekat. Lalu, lagi-lagi disibukkan dengan aktivitas dan rutinitas. Tilawah, mandi, nyuci, masak, and ada juga yang udah siap-siap mau berangkat ngampus or rapat. Lalu pulang sore, atau lebih tepatnya maghrib (untuk akhwat), dan mungkin menjelang tengah malam (bagi ikhwan sibukers). Terlihat biasa-biasa saja ya?? Tunggu dulu!!!
Ada dimensi lain disini!!!
Aku sebagai penghuni barunya cukup tergelitik untuk menuliskan ini semua. Benar-benar kehidupan yang menakjubkan. Disini, ibarat rumah tangga sebelum rumah tangga sebenarnya. Kenapa?? Begitu banyak alumni wisma yang ’segala bisa’. Aku menemukan berbagai macam hal-hal positif disini. Soal manajemen rumah tangga dulu, mulai dari ngatur bayar uang listrik, telpon, piket, logistik dengan pj2 tersendiri. Soal kemampuan masak (= latihan masak). Dulu aku termasuk orang yang sama sekali tak bisa memasak. (karena semenjak tamat SD sampai SMA di besarkan di lingkungan asrama yang notabenenya selalu siap saji (di sajiin uni-uni atau mbak2 yang masak di dapur asrama, hehehe). Disini, aku mulai belajar memasak. Awalnya Cuma goreng tahu, telor, kentang, seiring dengan perkembangan dan pematangan di wisma ini lah aku mulai-mulai mencoba bikin gulai, rendang, dsb. Bahkan, seorang senior yang benar2 ’buta’ soal memasak sekarang dah bisa bikin gulai kalio ayam yang lezat. Hmmm.... enak ya????
Soal bascamp, apapun kegiatan dakwah, info paling up to date ya di wisma!!! Karena, memang disini basic pergerakan dakwah itu sendiri.
Soal ukhuwah,... jangan ditanya lagi! Hmmmm... Indaaaahhh banget!!! Dijamin mutu!!!!! Mulai dari makan se-talam berempat (hehehe), (anekdotnya : saketek cukuik banyak habih)... ROHIS bareng (semacam kajian islam yang dilakukan ba’da Isya, yang menambah ilmu, mengokohkan ukhuwah, dan tentu saja, sharing dan saling berbagi and menguatkan). Disini bukan hanya buat yang ahli masak, tapi, juga ’kamar produser’ pamflet-pamflet kegiatan di kampus, dan tempat rapat paling kondusif (diiringi penganan plus air mineral doang biasanya, kalo’ rapatnya sesama akhwat aja nih yaaa!!! Or sebaliknya)
Disini, ditemukan indahnya persaudaraan, saling berbagi perhatian. Jika yang satu dapet masalah yang lain ikut memikirkan. Jika yang satu dah buru2 pergi karena ada rapat ini itu hingga ga sempat walau hanya sekedar nge-jemur kain yang laen ikut nge-jemur pakaian saudaranya tadi walaupun tanpa di mintai tolong, subhanallah.. Hmmm,.... indah.
Disini, juga saling tadzkiroh, saling mengingatkan. Menyemangati kalo’ kualitas ruhy lagi turun. Dan tentu saja bersama2 meningkatkannya.
Disini ’tempat subsidi silang yang kereeeen’, ga ada separasi antara kaya dan miskin. Kalo’ berkecukupan, yaaa bantu yang ga berkecukupan. 

Di sini juga tempat tinggal paling ngirit! Why??? Bayangkan!!! Setahun Cuma bayarv uang sewa rumah Rp. 600.000,- kalo’ di itung per bulan, berarti Cuma Rp. 50.000,- (murah kan?), trus, uang makan (lauk dan sayurnya) Cuma Rp. 2.500,- per orang per hari, duit telfon Cuma bayar abodemen Rp. 5.000,- /bulan/orang (telponnya di kunci, jadi buat nerima aja), listrik Cuma Rp. 10.000,- per orang per bulan. Kalau dihitung-hitung, untuk kebutuhan satu bulan (di luar kepentingan kuliah niy yaa??), Rp. 50.000 + 75.000 + 10.000 + 5.000 = Rp 140.000,- Subhanallah!!!!
Cuma dengan Rp. 140.000 kita dah dapat ’hidup’. Kalo’ kebutuhan kuliah (foto copy, internet, rental, dll), kira-kira Rp.60.000, maka dengan Rp.200.000,- saja kita sudah bisa ’hidup’ disini. Kalo’ dibandingkan dengan ’hidup sendiri’ di kos, jauh lebih murah tentunya!!!
Terlepas dari hitung-hitungan angka2 bermata Rupiah di atas, maka sesungguhnya yang paling indah disini adalah ukhuwahnya. Indaaaaa...h banget. Disini ditemukan forum2 diskusi yang insya Allah nambah ilmu, shalat berjema’ah di awal waktu bersama-sama, tilawah berbarengan, balapan ngafal Al Qur’an, shaum sunnah bareng, dan treaining kedewasaan tentunya... sungguh ini adalah kebahagian yang tak adapat dibeli dengan Rupiah, ataupun dollar sekalipun.
Masih ragu untuk masuk wisma????? Tanya kenapaaaaa!!!!
special : dipersembahkan buat akhwat-akhwat Syakuro (Ni Rini yang care and pinter masak yang sering mengingatkan ana, syukran un. Ni Reni yang lembut dan dewasa banget, syukran ya Un atas perhatian yang uni berikan. Ni Lu’, teknisinya syakuro, syukran atas ilmu2 yang Ni’Lu’ berikan, sungguh indah hari2 yg qta lalui ya??? Trus, buat Ratih, soulmate the later my roomate, teman sekamar yang pinter,kritis and maskulin, hehehe. Buat Dhy, kendatipun qta sama2 suka telat masuk lokal and sama2 tlat dapet info2 apapun, tapi, syukran atas smua kebaikannya, beliin ane coklat, ngopiiin bahan kuliah, dima ka di cari kawan sa elok ko lai koh??). untuk Lilis yang perassaannyo dalaaam banget, afwan jiddan Lis, banyak kata yang salah yang terucap kpd Lilis, qta sama2 jaga hati ya ukht??. Untuk Titi, temen bacakak ane, hehehe, Titi yang bawaannya jutek kalo’ lagi becanda, tapi, sebenarnya baik hati banget sama ane. Mega, yang cuek cuek tapi perhatian, tegas, (kok bisa sih Ga???), Ni’Dian E, figur yang penuh keteraturan (ini yg ane salut banget sm Ni Dian), prinsipil and pinter juga. Ni Marwit, Miss Jeng, yang dah di wisuda, si cantiknya Syakuro, kapan walimahan nih Un?? Kami ga sabaran mau jadi panitia nih, heheheh) Smua akhwat2 yang bersama akhwatifillah semua, ana merajut hari-hari indah. Syukran, jazakillah atas semua perhatian dan ukhuwah yang akhwat curahkan kepada ana (yang masih sering down nya, sering egoisnya, ’afwan jiddan) bukan kah hidup itu adalah proses ya??? Mudah2an kita berkumpul disini, akan mengantarkan kita berkumpul di Jannah-Nya kelak.
Read More