Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Kenapa Cinta Tak Terlihat?

Bukan Fraktura Hepatica
Ini bukan tulisanku. Ini dikutip dari Novel Dr. Ikram Abidi, “Cinta yang Terlambat”. Hehe. Lagi hunting novel fenomenal yang sempat menggemparkan Pakistan ini. Dichuba nyari di toko buku, kaga nemu. Mau ke Gramed, hadeuhh..kapan yak bisanya? Akhirnya, perjuangan pun dilanjutkan dengan mencari e-book (yang dulu juga pernah di cari, tapi tak nemu. Berharap, sekarang bias ketemu gituh, hee). Ternyata, tak bersua e-booknya yang gratisan, hehe. (Yang bayar sih ada, tapi males ah, mending beli nyang hard ajah kalo bayar). Lagi nyari-nyari, tak jumpa jugak, eh, malah nemu puisi ini yang juga adalah cuplikan novel tersebut. Hmm…, bagus pisan. Yaah, akhirnya ta’ aplod di Blog deh. Hehe. Selamat membaca yaaaah...

Kenapa kita menutup mata kita ketika kita tidur?
ketika kita menangis? ketika kita membayangkan ?
itu karena hal terindah di dunia ini tidak terlihat...


Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya
SEJALAN dengan kita...
kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keindahan yang serupa yang dinamakan CINTA


Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan
Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan....
tapi ingatlah.......melepaskan BUKAN akhir dari dunia,
Melainkan awal kehidupan baru


Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis,
mereka yang telah mencari.....dan mereka yang telah mencoba
Karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.....


CINTA yang AGUNG?
adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya...
adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia
adalah ketika dia mulai mencintai yang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu'


Apabila cinta tidak berhasil....BEBASKAN dirimu Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI


Ingatlah.... bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya...
tapi ketika cinta itu mati, kamu tidak perlu mati bersamanya....


Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang, MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh


Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kau buat


TEMAN SEJATI...mengerti ketika kamu berkata 'aku lupa....'
menunggu selamanya ketika kamu berkata 'tunggu sebentar'
tetap tinggal ketika kamu berkata 'tinggalkan aku sendiri'
membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan berkata 'bolehkah saya masuk?'


MENCINTAI.....
Bukanlah bagaimana kamu melupakan, melainkan bagaimana kamu memaafkan
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti
Bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasakan
Bukanlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu bertahan


Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati dibandingkan menangis tersedu-sedu
Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang....


Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang.....
tapi ketika cinta itu TULUS,
meskipun kalah, kita tetep MENANG
hanya karena kamu berbahagia........
dapat mencintai seseorang......
LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri.....


Akan tiba saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang
BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita,
MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya


Kadang kala, orang yang kamu cintai
adalah orang yang PALING menyakiti hatimu dan kadang kala, teman yang menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari
Read More

Ketika Bayangan Lebih Indah dari Potret Nyata
















































Tak perlulah kesedihan bertanya pada air mata,
Seperti luka tak perlu bertanya pada darah…
Sebab ia telah terwakilkan,
Sebab ia telah terejawantahkan…

Sering kali bayangan lebih indah dari wajah nyata…
Dan, memang begitu adanya…
Asa yang dibangun, tak selamanya menjadi potret kehidupan…

Bukan berarti tak boleh berharap,
Bahkan tak pernah boleh berhenti melukis harapan!
Hanya saja, harapan itu perlu disandarkan hanya pada ke tempat harapan itu mesti dilabuhkan…
Pada Dzat yang Maha mengabulkan harapan…
Hanya pada-Nya saja…

Insya Allah, Harapan itu masih ada!
Read More

Meranggas



Sungguh, aku tak ingin meranggas sepertimu, Sunkist…
Menguning, dan jatuh perlahan…
Yang kemudian tak sanggup memberikan manismu, untuk mereka yang memetikmu…


Aku tak ingin meranggas…
Sungguh aku masih ingin di sini…di jalan ini…
Dan, aku hanya ingin, jika sampai waktuku, dengan sebuah pengakhiran yang manis…juga di jalan ini…
Read More

Horison Senja


Kutatap horison di langit senja…
Pada garis-garis lembayung dan nila…
Senja-senja pada masa-masa yang tak lagi sama…


Senja, meredup…berharap fajar asa kan menyingsing…


Ingin segera kutinggalkan senja, menuju benang putih sang fajar itu…
Tapi, siapakah yang dapat menjamin, akan ada senerai fajar esok, membersamaiku bersama asa baru?
Read More