The Journey to Pasir Jambak Beach



Hwaaaa….
Senangnya…senangnyaaaa…
Alhamdulillaah, sehabis ujian…, langsung refreshing, rehat, rihlah plus outbond uyy… Kali ini berlokasi di Pantai Pasir Jambak, daerah Tabing. Dari halte Pasarbaru kami otrek2an ke pantai. Skitar satu jam, kami nyampe di lokasi. Waaa….diriku langsung lompat2 dan berlarian menuju pantai euyy. Nah, biar kamu2 ndak hanya dapet critanya doang, itu tuuuuwww….tak aplod poto2nya. Hehe.

Games Perang Badar, Nyeburrr di laut ampe basah ke jilbab2nyaa, bikin pyramide, huumm…apa lagih yaaah? Poko’e serrruuuuu dah! Apa lagiiiii, yang ’05, genre NRD’ers….Wuihhh, subhanallah, walaupun udah pada piyuzzzing penelitian and TA, sebagian udah pada sarjana, yang amanahnya di kampus udah pada cawww, yang ada jugah lagi nyari kerjaaa, dan ada yang udah nikah, tapi masih tetep semangaat! Paling bunyaaaak yang hadir itu yaaa…dari ’05 dung! (lho, koq angkatan-isme geeneee siih?? Hehe)....

Read More

Manjakan Matamu!!!

Waaahh...., satu "beban" menghimpit selesei jugah. Alhamdulillaah. Makanya, sikit memanjakan mata dulu aaah.... Yuk..yuk..yuk...

Ini niiih, hasil "pret..pret"-ku (baca : jepretanku) , setelah berkeliling sana sini. Hehe...
Ini periodenya beda-beda. Sayang sih, gak semua bisa di upload. Masih ada yg laen (kapan2, insya Allah di upload).

Mari..mari...,
kita manjakan mata, seraya memuji keagungan sang Penciptanya. Maha Besar Allah, yang telah menciptakannya dengan begitu indaah....
tafadhol, 'dicigap' semuanya...ada 26 capture....



(Ini Bukit Batu Busuak di liyat dari Halte Pertanian. Ngambilnya di penurunan deket peertanian itu looh. PAs sore2, pulang dari lab)



(Nah, kalo yang ini, pagi hari di Belakang Syakuroku tercinta. Hayyooo, apa nama gumpalan awannya? colonimbus atau cristoper colombus?? haha. Ngaco! Maklum, udah lupa plajaran geografinya. Udah lama banget. 7 tahun silam.)
 
(Ini Pantai Artha Pariaman menjelang senja. Subahanallaah. Cantiiiq)



(Mesjid Hidayah, Kuranji. Humm, diriku suka angel nya yang ini...,Siapa dulu photografernya?? hehe, narsis euy.)



(Ini Pantai Purus Ba'da Asyar. Humm..., di captur waktu jalan2 bareng Great Team Biotechnology, Univ Andalas. Hwaaaa, jadi kaengen ngumpul great team lagi euy..)

Read More

Aku Malu, Tapi Aku Mau


Huaaah…, otakku lagi mumet-mumetnya, setelah beruntun ujian beberapa hari ni, diambah jiwa lagi ndak terlalu stabil-stabilnya. Resep-resep dokter dengan tulisan yang bener2 sangat “cantiq” itu seperti melayang-layang menertawakanku. Ampyuuun…, meliyatnya ajah udah kaga mood, apalagi harus menganalisisnya berikut membahas DRP nya. Bisa baca itu huruf demi huruf ajah udah syukur (Buat temen2 dokter, pliss..tulisannya agak di”kerenin” sikit dung. Hehe. No offense…katanya tulisan dokter jaman sekarang udah bagus2)....

Read More

Haadza Sabiliy



Huff….
Tiada kata lagi, tiada pilihan lagi, melainkan JALANI SEMUANYA! Jalani.., dan nikmati setiap jenak-jenaknya. Biarkan kehidupan itu berjalan mengikuti ritmenya, biarkan… Apapun itu, tetaplah arungi kehidupan ini. Tetaplah, hingga ke ujungnya, hingga ke akhirnya. Hingga pada stasiun terakhir yang telah ditetapkan-Nya.

Read More

Kenapaaaa???


GOKIL MODE : ON!


Penyesalan-penyesalan yang takkan dapat dikembalikan :


Read More

Semoga adalah Mereka


Ini kali ke berapa yaah, diriku nulis tema ini lagi. Lagi-lagi ini. Ini lagi! Tentang pendidikan anak. Hoho, tak bermaksud apa-apa, hanya sedikit agak concern dengan permasalahan ini. Aku bukannya banyak tau. Apalagi, aku belum pernah mengalaminya. Jadiiiiih, anggap saja ini sebuah komentar dan sorak sorai penonton sepak bola yang memberikan tanggapan kritis dan masukan buat sang pemain. Hehehe.

Sejujurnya, aku cukup kaget ketika sebuah fakta dikuakkan kepadaku. Sungguh tak menyangka. Bahwa, anak-anak para aktivis da’wah,yang di pergerakkan gencar banget, “para orang2 besar”, malah sedikit (atau banyak yah?) yang terabaikan. Mereka tumbuh besar di sebuah keluarga yang super sibuk. Memanglah, tugas da’wah adalah hal yang sangat mulia. Tapiii…, betapa hidup itu ada porsinya bukan?
(hohoyy…, ‘afwaan, mungkin jika aku berada di posisi itu para abihat dan ummahat, akupun tak bisa seidealis ini. maka, anggaplah ini sebuah penilaian Idealis seorang diriku).

Read More

Alhamdulillaah...Satu Fragmen Lagi Selesai...

Sekedar curhat sahaaaajaaaa koq..

Alhamdulillaaah...


Satu fragmen sudah hampir selesai.
31 Desember 2009 Insya Allah, semester ini berlalu...
(hummm...mesti figthting buat tiga ujian lagi niiiiy. Farmasi Industri, Pharmaceutical Care, Dispensing Resep)

Semangaaaaat!

Read More

Resistensi Hati



Hiyyyaaaaa…, kyaaaa…, ada yang terkena penyakit infeksi? Waaa…, mungkin banyak yaaa. Baik itu infeksi yang di dalam (mau typus kek, mau hepatitis, mau batuk, mau flu, mau bronchitis, atau infeksi di luar kaya luka pasca jatuh, luka bakar, atawa mau apppaaaah ajah! (lho? Koq mau sakit sihh??). Kalo sebelumnya diriku pernah nulis soal infeksi (iman), sekarang aku mau nulis soal pengobatannya. Antibiotika dan resistensi berikut kaitannya dengan hati. (lha, ini hubungannya apa??? Hoho. Insya Allah ada hubungannya. So..so…, yuuuk, qta tlusuri lebih lanzuuuuttt…

Humm…, ada pemahaman yang keliru di masyarakat. Jika lukanya ndak kering2 dalam tempo lebih dari tiga hari, kadang2 orang-orang sukanya membeli antibiotic, semacam penisilin, tetrasiklin dan silin-silin lainnya, lalu ditabur di lukanya! Dengan dalih, “Ini manjuuuur loooh! Langsung sehat!” Ya iya laah, dengan kadar segitu banyak, so pasti langsung keder ntu bakteri. Keder brarti dorman, belum mati. Dan, dosisnya pun tak bisa diitung coz yang ngasi suka “leage artist” or suka-sukanya ajah, tergantung besarnya luka, dan waktu pemberian pun biasanya tak mencukupi 3 hari.
Tapi…tapi…, banyak yang tak menyadari, bahwa ADA BAHAYA DAHSYAT YANG TENGAH MENGINTAI! (haduuww, lebay banget deh!). Tapi, ini serius looh. Adalah PEMAHAMAN YANG SALAH ketika tindakan di atas dilakukan. Kenapa? Karena hal tersebut menimbulkan Resistensi bagi si pengguna! Dan ini sangat BERBAHAYA!....


Read More

Muraja’ah Lagi! Lagi-lagi Muraja’ah!!!



Humm…, setiap kali naik angkot, apakah yang dirimu dengar? Yuk…, kita list satu-satu. Pertama, suara supir angkotnya yang bilang, “Ka dalam diak. Taruih ka dalam. Goyang-goyang stek yoo…” (heheh, bakat jadi supir angkot niiih). Kedua, suara orang2 ngobrol or ngerumpi. Ketiga, suara “Zzzzz…” dari orang-orang yg ketiduran (hehe, ngaco!). Keempat, ini yang paliiiiiiiiiiiing sering terjadi, suara music yang entah berentah. Gedubyaar…grrrr…., bikin jantung serasa copot ajah. Mulai dari yang mellow-mellow, yang nge-rap2, yg nge-rock2 (untung supir angkotnya gak ikutan pake rok pulak. Hihi, gak nyambung!), yg nge-jazz2 de es te, entah apaa lagi ituuu, secara diriku memang tak terlalu suka music. (Teman2 bilang, aku sanguinis yg aneh, yang tak suka music maupun nonton pilem. Perlu sikit kugarisbawahi, bukan tak suka, tapi hanya kurang suka saja. Lebih enjoy tanpa music. Makanya kalo lagi di depan kompi, lebih sering sunyinya dari pada ada suara2nya).

Nah…nah…kemana pun kaki melangkah (eihh, maksudnya, di mana pun angkotnya), selalu gak pernah sepi dari yang namanya music. Bukan Cuma di angkot siiih, di bus kota jugah, di tipi-tipi jugah, di radio jugah (pake acara kirim salam, lagi!). Waaaah…

Lalu, apa akibat....
Read More