Belajar dari Sebuah Ujian


Sedikit berbagi ceritera, hehe. Beberapa waktu lalu, kami mengikuti ujian akhir Farmasi Industri. Sejujurnya, materi2 yang berhubungan dengan industry bagiku memang “agak berat”. Karena, udah tertanam duluan di pikiran, bahwa aku gak ambil konsentrasi ke Industri. Soalnya, industry itu agak banyak menyita waktu. Kurang tepat untuk perempuan. Udah gituu, di mana-mana tawaran, biyasanya lebih diutamakan laki-laki. Yaaah, karena itu tadi, industry kerjanya dari pagi ampe maghrib. Caapeee’. Selain itu lagi, aku pengennya pulang kampuang, dan industry farmasi mana ada di kampuangku. Hehe.

Jadi, ujiannya itu mengenai GMP atau CPOB (baca : Cara Pembuatan Obat yang Baik alias Good Manufacturing Practises). Masya Allah, bahannya seabrek-abrek banyaknya! Apalagi kalo baca yang kluaran tahun 2009. Huaaa…, bukunya sebesar A4 dan tebelnya lebih tebel dari kamus Hassan Sadily. Hehe. Aku mah lebih pilih yg terbitan 2006 ajah. Udah tebelnya Cuma sepertiga kamus Hassan Sadily, ukurannya pun sebesar buku tulis. (lho, koq Hassan Sadily jadi pembandingnya yah? Hihi). Tapi, satu yang amat sangat disayangkan dari buku terbitan 2006. Materinya tersusun dengan “padat berisi” dengan poin2 kayak 1.1, 1.2, …1.10 ..hingga 11.34…. Kaga ada bagan atau gambar, dan yang lebih parah, ukuran fontnya pun lebih kurang 7 pt. Kecil-kecil sangat! Kebayang kaga, gimana mau ngapalin sebanyak ituuu?


Walhasil, malam-malam qobla ujian, jam 9-an, daku masi “mengalay-ngalay” saja. Ditambah lagi, tetangga sebelah bertadang ke wisma kami. Jadi hebooh sangat! (pantang ketinggalan, maksudnya. Hehe). Trus, baru mulai baca jam setengah sepuluh. Baru sampai bab 3, udang ngantuk. Eeeh…, ketiduran deeh. Bangun qobla subuh lagi (niatnya mau lanjutin blajar), eeeh…malah ngga’ jadi. Ba’da subuh, skitar jam 6-an baru kembali ngelanjutin baca bab 4 ampe bab 11. Trus, buka buku validasi jugah. Karena ujiannya jam 8.30, kuputuskan buat baca screening ajah. Kaga sempat lagi kalo harus baca semua bab.

Waaah…, penuh tekanan jugah siiih. Apalagi, pas nyampe di kelas, temen2 udah pada sibuk komat-kamit ngapalin bahan. Keder jugah diriku. Kecut mengkerucut. Hihi. Berharap sangat dalam hati, mudah2an ujiannnya diundur ajah (secara Bapak Dosennya kan PD 3, jadi kan sibuk banget. hehe). Harapannya, kalo diundur, punya ruang waktu lebih lebar untuk blajar. Meski, sebenarnya PENGUNDURAN ITU ADALAH PENCURI WAKTU TERHEBAT. Betul tak?

Nyampe di kelas, aku pinjem catatan anak sebelah (kelas B maksudnya, secara aku berada di kelas A). karena, mereka lebih banyak kesempatan diskusinya bersama dosen dibanding kami. Catatanku??? Hehe, aku kaga punya catatan kecuali orat-oret ajah di buku secara langsung, dan aku lebih suka orat-oret langsung ke bukunya dari pada dikhususkan nyatat di buku tulis. Gaya banget! hehe. (padahal dulu waktu es em pe, dan es em a, aku lumayan suka nyatatin plajaran. Pas kuliah aja yg lebih hoby ngopy, apalagi yg dosennya ngasi print out slide. Hadduuuh…). Kebetulan bapaknya lagi ada urusan, jadi ujiannya diundur ampe jam 9. Waaah, khusyu’ banget aku baca catatan punya temenku ituu. Setelahnya, nyambi dan pedekate sama beberapa orang yg lagi bahas soal. Lalu, sedikit baca orat-oretku di buku.


Dan, kemudian ujian pun berlangsung. Soalnya essay! Ada lima soal, waktunya Cuma 30 menit. Masya Allah, betapa kagetnya aku, ternyata soalnya bukan isi buku seabrek2 dengan font 7 pt yang mesti jungkir balik diapalin itu! Tapi, dari orat-oretan di bukuku sama catetan temanku yang sempat kubaca menjelang ujian. Waaaah…, masya Allah. Ba’da ujian, sambil melewati koridor farmasi-MIPA-pertanian-peternakan (buat nyariin bapak pembimbing dua ku), aku jadi tersenyum dalam hati. Banyak hikmahnya dari kisah ujian kali ini. Ternyata, hidup itu memang UNPREDICTABLE yaah? Banyak hal2 tak terduga yang kemudian kita temui di kehidupan ini yang sebelumnya tak terprediksi. Sungguh-sungguh sangat banyak. Seperti ujian GMP yang kulalui itu, ternyata soalnya ga’ seperti yang kubayangkan. Justru, kebanyakan dari orat-oretku di sela-sela paraghraf tuh buku yang kluar di ujian. Begitu pun hidup niy. Banyak di antara kita yang udah terpaku dengan satu hal, tapi lupa menyisakan ruang untuk hal-hal yang tak terduga itu. Sehingga, ujung2nya banyak kekecewaan.

Memang benar, sebaik-baik rencana kita, maka rencana Allah jauh lebih baik unuk diri kita.

Allah udah katakana melalui taujih Rabbani-Nya, “…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui.” (Qs. Al Baqarah : 216)

Jika kita terlalu berharap akan sesuatu dan ketika sesuatu itu tak sesuai harapan, sering kali merasa sangat kecewa. Iya tak? Namun, (seperti nasehat seorang temanku, dan nasehat ini adalah nasehat di saat yang tepat untukku waktu itu, jadi mengena banget), gantungkanlah harapan itu hanya pada Allah saja, niscaya, kita takkan pernah kecewa. Takkan pernah! Karena, apa pun itu, PASTILAH YANG TERBAIK UNTUK DIRI KITA!

Sebab, seoang muslim dan mukmin itu semua kondisi dan keadaan adalah BAIK baginya. Tak pernah buruk. Kendati pun barang kali tak sesuai dengan rencana kita semula, ia tetaplah yang terbaik! Pasti Allah sudah punya sebuah rencana bagi diri kita bukan? Positive thinking itu penting, optimis itu harus, namun mempersiapkan diri untuk kemungkinan terbutuk itu lebih baik. Dan, apa pun kemungkinan terburuknya, jika memang itu telah ditetapkan-Nya, maka tetap saja itu adalah yang terbaik dari-Nya. (ini bukan berarti kepasrahan tanpa ikhtiar looh).

“Sungguh amat menakjubkan kondisi seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya adalah adalah baik baginya. Apabila memperoleh kelapangan, ia bersyukur maka itu adalah baik baginya. Dan apabila ditimpa kesempita, ia bersabar maka itupun baik baginya.” (HR. Muslim)

Jadi, menyisakan ruang untuk sesuatu yang tak terprediksi itu adalah baik, bukan? Semua mengajarkan kita akan arti pentingnya menghadirkan Allah di setiap jenak-jenak kehidpan yang kita lalui. Allahu’alam.





homeSWEEThome, didepan “tabekku, the source of my inspiration”, 9 Dzulhijjah 1430

0 Comment:

Post a Comment

Feel free to accept your comment. Spam comment will be deleted and blocked