Pelaku vs Pengamat

Heuu, sudah lama sebenarnya aku ingin menceritakan ini. . .
Tapi, selalu jejari ini tak mau berkompromi untuk menyentuh keyboard. Akhirnya, hari ini, detik ini, jejari ini mulai menyapa akrab si keyboard. Hee. . .

Aku dan Kak Luli. . .
Sesuatu hal yang menarik dari Kak Luli adalah. . . inspiratif. Apalagi, kita memiliki banyak minat yang sama! Bedanya, kak Luli adalah pelaku dan aku masihlah menjadi pengamat. Hihi...
Kak Luli adalah teman satu angkatanku, tapii kita beda peminatan saja di institusi pendidikannya. Jadi, hanya di matakuliah wajib saja kita ketemu. Tapi, di mata kuliah tanpa SKS, aku siiih sering ketemuuu kaka. Karena peminatan di mata kuliah kehidupannya samaaaaa. Ahaha... Jika udah punya waktu libur dikit ajah, pasti deh caww ke gang haji Attan, Pocin. hihi. . .

Ya, aku dan kak Luli punya minat yang sama. Salah satu hal yang paling menarik itu adalah. . .tentang mendidik anak! Kak Luli juga menyukai psikologi anak. Jadiii, jika saja kita sudah ngomongin tentang psikologi anak, susaaaahh deh buat dihentikan. Pati adaaaa ajah yang kami ceritakan. Hee. . .
Banyak dari kisah masa lalu, yang Kak Luli ceritakan yang membuatku mengambil pelajaran. Bahwa memang, setiap kesulitan itu pastilah punya kemudahan. PASTI!
Sungguh, ketika kita menyukuri setiap apa yang Allah beri, pasti Dia akan tambahkan nikmat itu. Itulah yang dirasakan kak Luli. . .

Dalam hal memenej keluarga, sungguh...aku benar-benar terinspirasi deeh. Sungguh.. . .Tapi, karena aku bukanlah pelakunya, jadi kapan-kapan akan kuceritakan yaah. Akhir-akhir ini aku agak takut untuk bercerita dan memaparkan soal idealis dan teori bagaimana keluarga yang inspiratif. Sebab, sering kali, pelajaran realitas itu jauh berbeda dengan idealita yang sering kita paparkan. Apa yang aku paparkan hari ini, belum tentu bisa aku jalani di kemudian hari. Sebab aku belumlah memiliki barometer tentang hal itu. Uhm...,Tapiiiiiiiii, setidaknya adalah lebih baik dari pada kita tak pernah mempelajarinya sama sekali kan yah? Hehe...

:)
siip, semangat belajarrr, Fathel!

Related Posts:

  • Segenggam Kenangan (khatmil hifzul Qur'an, Minang Kabau Village, 20 April 2005) Sahabatku, saudara-saudariku, mari sejenak kembali ke belakang. Kembali menengok masa… Read More
  • Beginilah Hidup Mengajarkan Kita Beginilah hidup mengajarkan kita, bahwa bukan untuk menjadi yang sempurna, melainkan untuk menjadi lebih baik. Trima Kasih Bapak Profesor, Untuk… Read More
  • Karya-Karya Anak Bangsa Alhamdulillaah…, aku berkesempatan membahas tulisan adik-adik SMP dan SMA. Secara informal siiih sebenarnya. Heehee, bukan membahas EYD nya, apalag… Read More
  • Tentang Uni Penjual Combro “Combro…combro…Diak. Combro…combro…Diak.” Bahasa yang sama. Irama yang sama. Sejak empat setengah tahun lalu. Bahkan organ pendengaranku sudah bena… Read More
  • Hanya Sejenak Saja Woouwwww.... An amazing day! hehe... Sudah lama kiranya aku tak menyambangi kampus Limau Manih (halah, lebay bo! Baru ajah seminggu!). Banyak ya… Read More

0 Comment:

Post a Comment

Feel free to accept your comment. Spam comment will be deleted and blocked