Showing posts with label photography. Show all posts
Showing posts with label photography. Show all posts

Photography: Ha'ir Lake Park

Alhamdulillaah Allah beri kesempatan berkunjung ke sini, sekitar 65 km dari rumah kami, di selatan kota Riyadh. Jalan menuju Ha'ir ini tidak sebesar jalan menuju kota Makkah (arah ke Barat). Perjalanan yang kami tempuh memakan waktu kurang lebih 1 jam.

Wisata yang ada airnya memang favorit di sini. Kalau di Indonesia mungkin banyak beginian. Tapi di sini langkaa banget. Jadi, biasanya orang-orang pada sukaa. Ma shaa Allah. Dan di sini itu temlat wisata begini gratis tis tis... dan sangat well maintenance ma shaa Allah.. 🤩🤩. Kalau di Indo mungkin udah banyak yang pacaran, banyak "tukang palak" dan mungkin berbayar. Alhamdulillaah di sini gratiiiss dan parkir pun juga gratiiiss.. ma shaa Allah.

Ma shaa Allah.. terasa banget kebesaran Allah. Hanya secuil.. sungguh hanya secuil saja sudah terasa indah di pandangan mata. Apatah lagi surga-Nya. Yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Sungguh keindahan yang takkan dapat tergambarkan oleh kita. Semoga untuk ini, kita bersegera dan berlomba-lomba.

Walau diri ini masih jauh.. 😭😭😭

======
Berikut beberapa jepretan Bunda Aafiya. 
Read More

Sate Maranggi


~Sate Maranggi~
.
.
Sejujurnya mendengar istilah sate maranggi, baru akhir-akhir ini. Tapi entah kenapa, koq pengeeen banget. Karena ga tau beli di mana di sini, akhirnya kuupayakan untuk membuatnya sendiri. Penuh perjuangan tentunya. Pertama; harus punya effort memasak yang tinggi. Oleh sebab, bukan hobi yang namanya masak, bisa mewujudkan sate maranggi ini tentulah usahanya lebih-lebih. Kedua, aku termasuk yang suka sesuatu yang simpel-simpel aja. Memasak dengan banyak printilan seperti ini tentu tidak mudah untukku. Butuh tekad yang amat sangat kuat. Juga kesabaran tentunya. Tapi, ketika sudah berhasil terwujud, rasa lelahnya terbayar. Meski tidak tau rasa original kayak gimana, setidaknya ini acceptable di lidah, terutama bagi anak-anak. Melihat mereka makan dengan lahap, seluruh kepenatan meluruh. Berganti dengan rasa bahagia. Alhamdulillah binni'mah.
.
.
Ini jadi perenungan tersendiri buatku. Sekaligus menjadi pengingat diri. Ah, untuk mencapai tujuan yang sifatnya duniawi saja--hanya berupa makanan--dibutuhkan upaya yang besar. Maka, apakah layak berharap surga tapi amalan masih minim, terhadap dosa masih mengganggap remeh, tidak menyegerakan taubat dan mengharap segala rahmat-Nya, terhadap waktu masih suka berlalai-lalai? Untuk perkara duniawi saja yang sangat keciiiil sekali harganya dan bahkan dunia ini tidak lebih baik dari sehelai sayap lalat, hanyalah senda gurau belaka, kesenangan yang memperdaya kita mesti upayakan lebih, kita mesti usaha maksimal. Apatah untuk akhirat. Tempat kembali yang sesungguhnya. Kehidupan yang lebih abadi dan sebenar-bemar kehidupan. Harusnya upaya kita jauh lebih besar.
.
.
Tiadalah dunia ini hanyalah kesenangan yang melalaikan. Tentang berlomba-lomba terhadap harta, rumah, kedudukan, mobil mewah. Akan tetapi, seorang muslim yang cerdas tentu tidak akan menukar kesenangan abadi dengan kebahagiaan semu yang tiada nilainya. Apakah kita termasuk muslim tersebut?
.
.
#muhasabahDiri
#ntms
Read More