Review: Gendongan Bayi

Hellow world! ^_^
Bismillaah,
Setelah sekian lama ndak ngeblog.. akhirnya kembali mengudaraaaaa...
Yeyeyeye... alhamdulillaah...

Sekarang edisi emak-emak lg bahas yang namanga gendongan! Gendongan adalah sesuatu yang tak terpisahkan dari emak-emak yang punya bayi. Ya ndak? Hayoo ngaku... Bahkan, ga jarang melibatkan bapak-bapak juga. Kalau di saudi, urusan gendong menggendong kebanyakan melibatkan bapak-bapak. Daaaan... bapak-bapak kayaknya kurang pas kalau pakai gendongan kain (kain panjang/kain batik/kain jarik). Hihihi...
Read More

Kembali ke Jaman Kelambu

Entah apa sebabnya, tetiba ada beberapa ekor nyamuk di rumah semenjak akhir musim dingin ini... :'(
Padahal sebelum-sebelumnya ga ada yang namanya nyamuk di sini. Hiks...
Daaaaan... si nyamuk seenaknya hinggap merayap di baby Aafiya. Emaknya nda terimaa dooongs anaknya dikerjain nyamuk!! #pasang tampang geram. Hehehe....


Akhirnya kami memutuskan untuk memasang kelambu di crib Aafiya
^_^

Feel emejing ketemu kelambu di sini :D
Read More

Very Kind Doctor

Mau sedikit share... bukan hal penting sih... cuma sekedar share aja...

Pagi tahun awal tahun 2015, kami mnuju rumah sakit. Tak ada bekas kembang api. Tak ada keributan di malamnya. Semua berjalan seperti biasa. Bahkan siapa saja mungkin lupa klo hr ini sudah thn 2015. Klo tidak mlihat kertas invoice untuk consultation fee dg consultant neonatologist...kami jg nda nyadar klo hr ini sudah thn 2015. Hari-hari berjalan sperti biasa. Orang-orang tetap masuk kerja. Tak ada liburan tahun baru!

Bukan soal tahun baru yg tak pernah di rayakan di negeri sejuta mesjid ini yg ingin di share. Tapi tentang pelayanan kesehatan.
Maksud kunjungan kami k RS adalah evaluasi baby Aafiya dan kami ingin tau retinanya karena penglihatan beby yg belum fokus. Tapu ini bukan atas arahan si dokter utk datang. Kita aja yang pengen datang. Alhamdulillaah everything is good. Tp yg berkesan adalah pernyataan dokternya sebelum kami meninggalkan ruang dokter berkebangsaan Irlandia itu.
"You should not go to docter often. Your baby is ok. There many patient here. So, just take care your baby. Just come here if there is any problem."

Ahay... that's the point...
"Kamu ga perlu sering-sering ke saya. Bayi kamu oke koq. Dtg nya klo ada masalah ajaa..."

Padahal, 1 kali kunjungan, cuma buat konsultasi yg hanya 5-10 menit, bayarannya 700-800rb. Seharusnya, untung doongs dokternya. Uang masuk buat dia. Tp dia jauh lebih memikirkan pasien. Ga memikirkan uang masuk buat dia. Pdhl 700-800rb itu kan ga sedikit. Buat 1 pasien loh... Yg sesungguhnya harga yg wajar untuk seorang consultant sub spesialis (Konsultan Dokter spesialist anak, yg sub spesialist nya neonatalogist/menangani newborn or neonatal)

Di lain kesempatan (pada kunjungan sebelumnya), dia nanya, "does she have insurance. If she has, please come here after 5 days. If not, no need to come."
Kita diminta datang jika kita punya asuransi kesehatan saja. Kalau tidak, ya ndak usah datang. Kadang si dokter malah yang menelpon kita nenjelaskan apa yang perlu dijelaskan.  Dia memikirkan pasien yg mesti bayar klo ga punya asuransi. Pernah juga dia minta datang tanpa appointment dan invoice, jd ga perlu bayar. Ma syaa Allah, smoga Allah merahmati dokter itu.

Di sisi lain, miris sekali melihat ada dokter-dokter yg memanfaatkan ketidaktahuan dan kepercayaan pasien ke si dokter. Kalau bisa, sesering mungkin datang ke dia. Dengan begitu uang masuk semakin banyak. Tidak semua dokter begitu, masih banyak yg baik. Tp case yg di atas selalu ada...

Pernah dulu pas praktek di apotek, obat yg seharusnya diresepkan 1x atau max 2x sehari, diresepkan 3x sehari. Usut punya usut, ternyata ada "target" utk menghabiskan obat tsb dg kompensasi tertentu. Pernah juga ada yang nanyain, "ini umum apa pasien jaminan." Ketika dijawab pasien umum maka langsung diresepkan obat yang mahal. Padahal belum tentu si pasien orang berada. Bisa jadi dia nda mengurus jamkes karena tersangkut administrasi kan yaa? Dwuuhh gemes tapi nda bisa berbuat apa-apa.

Semoga semakin banyak dokter2 baik yg mengutamakan pasien, bukan uang. Hopefully... Sebab aku melihat secercah harapan. Banyak juga dokter yang ma syaa Allah baiiiknyaaa... Kedapatan pasien yang kurang mampu diberikan gratis. Ramah. Mementingkan pasien. Semoga semakin banyaaaak dokter-dokter baik hati yang kebaikannya akan mendapat balasan yang lebih baik di yaumil akhir... ^__^

Riyadh, 1 jan 2015

Read More

Surga Berbagai Diskon

Salah satu entah itu kelebihan ataukah kekurangan berdomisili di jazirah arab ini adalah menyoal diskon. Hihi... Iya diskon! Sekali lagi, bisa jadi kelebihan. Bisa jadi kekurangan. Tergantung dari prespektif mana kita melihat dan menilainya.

Hmm... diskon. Alias sale. Alias special offer. Sebelum kita cerita soal sale alias diskon yang spesifiknya di Jazirah Arab atau Saudi, mari kita cermati pertanyaan yang muncul dibenakku. Hehehe... Kenapa tulisan SALE atau DISKON umumnya ditulis dengan warna merah? Hayoo kenapa?
Read More

Hi Blog, Apa Kabar?

Serasa udah berabad-abad nda nengokin blog. Hi blog, apa kabar?
Wahh sudah banyak sekali yaa sarang laba2nya? Debu yang menebal. Rumput di halaman yang sudah setinggi satu kaki. Duuhh sungguh sudah tak terawat yaa, Bloggie?

Maap... cuma skedar mampir aja. Belum sempat bebersih... In syaa Allah aku kembali lg dg steam cleaner, vacuum cleaner yaa Beib.. buat bebersih dan manyiangan samak di blog iko... :P

Babaaay..

:D

Read More

ASI atau Sufor ya?

IAlhamdulillaah baby Aafiya almost 4 months...
Barakallaahu fiik anak shalihah Bunda...
Sehat-sehat terus yaa nak...

Asi vs sufor jika dibandingkan menurutku bukanlah suatu komparasi yang serasi. Pokoknya beda bangeeett... Jika ditanya mana yg lebih baik? Jelas jawabannya adalah ASI. Tapi... akan ada kondisi di mana sufor lebih baik...

Finally... Asi exlusif Aafiya failed. Setelah dengan pertimbangan yg sematang-matangnya dengan konsul ke neonatalogist juga... aku dan suami memutuskan untuk memberikan susu formula pada Aafiya.

Ini keputusan yang berat buatku sebenarnya. Aku sedari awal sudah bertekad memberikan ASI exlusive untuk Aafiya. Tapi... ternyata tidak mudah. Lingkungan di sini tidak terlalu support Asix. Bahkan yang Asix cuma sekitar 37% (dari hasil penelitian jurnal2 yg aku baca). Tempat-tempat umum jg hampir tidak menyediakan room khusus busui. Tapi bukan itu alasan utamanya...

Di 2 bulan pertama Aafiya... my lil princess bisa dikatakan kurang tidur. Kenapa? Karena hampir setiap saat Aafiya nenen terus. Dan dia masi terlihat lapar. Jadinya waktu yang seharusnya digunakan untuk tidur malah digunakan untuk mengasup nutrisinya. Sayangnya jumlah ASI yg tersedia tidak berbanding lurus dengan kebutuhan Aafiya. Sehingga kenaikan berat badannya tidak signifikan. Teori mengatakan bahwa semakin sering dihisap semakin banyak produksinya. Tapi sepertinya tidak berlaku untukku... :-( Even udah mencoba minum sebanyak mungkin dan buooster lainnya.

Akhirnya dengan amat sangat berat hati, pun dengan anjuran dokter spesialisnya, terpaksa aku merelakan ASI exlusive Aafiya. Kadang terasa berat dan terasa sedih. Ibu-ibu di luaran sana yg bekerja masih bisa memberikan ASI ekslusif kepada bayinya. Sedangkan aku, just stay at home kenapa tidak bisa???

Kemudian aku menyadari bahwa in syaa Allah ini adalah keputusan yang paling baik. Aku tidak mungkin menyamakan kondisiku dengan orang lain. Jangan lantaran 'ego'ku untuk memberikan ASIx justru aku menjadi dzalim. Aku memang merasa sedih tidak bisa memberikan ASI exlusive kpd Aafiya, tapi justru aku akan sangat lebih sedih lagi jika tidak memberikan sufor dan membiarkan Aafiya kekurangan nutrisi. Tidak ada dosa bagi pengguna sufor kan? Justru mungkin 'berdosa' jika tidak memberikan sufor di kondisi seperti ini karena bayi yg Allah amanahkan tidak tercukupi nutrisinya. Lalai dari amanah yang Allah percayakan. Maka di sini, sufor in syaa Allah lebih baik. Setidaknya hal ini lebih membuatku tenang. Dengan prinsip, ASI tetap yang utama, sufor adalah nutrisi tambahan saja :)

Kadang sedikit gemas dengan ibu-ibu yang ASI nya banyak tapi lebih memilih sufor. Sini, kita bertukar posisi saja.. hehe.. Tapi aku ga bisa judge juga. Kondisi setiap orang berbeda-beda. Bisa jadi mereka punya alasan yang tidak kesat mata (hihihi emangnya alasan kasat mata yak?).

Bagi ibu-ibu menyusui dengan ASI berlimpah, bersyukurlah. Tidak ada alasan bagimu untuk mengeluh dengan banyaknya ASI di saat banyak ibu-ibu lainnya yang butuh perjuangan extra untuk mendapatkan ASI yg adekuat. So, syukuri apa yg Allah anugrahkan, rite?

Read More

Ceritera Gendongan Sling

Ngomong-ngomong soal gendongan, ada kejadian cukup unik yang aku temui di sini. Ketika hunting perlengkapan bayi dulunya, gendongan sling yang model slempangan gitu tidak (atau seenggaknya belom) kita temukan di seantero Riyadh. Jadi terpaksa kita import dari Indonesia.
Nah, pas jalan di IKEA tetiba ada orang Saudi nanya, "Maujud fii Su'udi au mafii?" Katanya ehh tanyanya ke Suamiku sambil nunjuk gendongan baby Aafiya. Suamiku jawab, "ana la a'rif. Mungkin mafi. Hadza min Indonesia"

Hehe... lebih kurang begini;
"Ada ga di Saudi? Ato ga ada?"
Jawabnya, "saya ga tau persislah. Mungkin ga ada.  Ini dari Indonesia"
Rupanya tertarik dia. Hehehe...

Lain cerita ketika di Hyperpanda, pas di kasir, si kasir terlihat sangat tertarik dengan gendongan bayi model sling ala Indonesia. Trus tergelitik juga dia buat nanya, "that's the baby?"
Ternyata banyak yang tertarik dengan model gendongan ala Indonesia. Hehehe... Asal muasalnya kan dari kain panjang (ada yg menyebutnya kain batik ada pula kain jarik) yang dibuat gendongan kan yaa... Trus dimodifikasi jadi model sling.

Jika di Indonesia sudah wajar dan sangat biasa melihat orang2 membawa bayi dengan gendongan, di sini gendongan model sling menjadi daya tarik tersendiri.
Nah lho... Indonesia kreatif kaaan? Hayuk patent kan... :D
Bangga guweh jadi orang indonesiaahhh.... tapi jangan tanyain guweh seberapa bangga guweh dengan presidennya yang sekarang. Spechless guweh. Hehehehe.... Bikin ga mud final exit ke indonesiaah... Heuuu...
Read More

Tentang 'Melingkar' di Negeri Gurun

Baiklah..
Mari bercerita yang ringan-ringan sahaja... Haha emang biasanya ceritanya berat apaah? -_-

Salah satu perbedaan mendasar (ehh salah tiga dink) agenda 'melingkar' (baca: Liqo) di negeri Riyadh ini dibandingkan liqo yang pernah aku tempuh di Indonesia sejak tahun 2004 lalu adalah:
1. Tempat
2. Konsumsi
3. Alasan Syar'i untuk ijin

Mareee kita jabarkan satu persatu.
Read More

Welcome Winter

Kalau ada lagu anak-anak yang bunyinya begini,
"Libur telah tiba.. libur telah tiba.. horee... horee.. hatikuu gembiraa...",
Maka bolehlah aku plesetin dikit yaa..
"Winter telah tiba... winter telah tiba... horee... horee... hatiku gembira..."
Hihihi...

I love winter so much...
Alhamdulillaah musim dingin datang jugaaa..
Dan in syaa Allah ini musim dingin kedua yang aku jalani di Riyadh sini. Ma syaa Allah... gak berasa, begitu cepat waktu berlalu. Musim dingin tahun lalu masih berdua... Musim dingin tahun ini alhamdulillaah sudah bertiga. Produk musim dingin. Hihihi... :D
*kidding
Read More