Faisaliyah Tower

Sebenarnya kami tidak menyengajakan diri untuk datang ke Faisaliyah Tower jika tidak diajakin oleh teman-teman untuk suatu keperluan. Faisaliyah tower sendiri adalah gedung berbentuk kerucut dengan bola di atasnya. Dibangun katanya pada tahun 2000 dan merupakan gedung tertinggi keempat di Saudi Arabia. Ketinggiannya sekitar 267 meter. Gedung tertinggi pertama familiar bagi jamaah haji dan umrah nih, yaitu Abraj Al Bait yang lebih dikenal dengan zam-zam tower dengan ketinggian 602 meter. Gedung tinggi di depan masjidil haram. Gedung kedua namanya Burj Rafal, dibuka tahun 2014 dengan ketinggian 308 meter. Trus Kingdom Centre dengan ketinggian 302 meter. Sekarang lagi dibangun lagi yang namanya Kingdom Tower (espektasi bakalan kelar 2020) dengan ketinggian lebih dari 1 km dan bakalan jadi gedung tertinggi di Dunia mengalahkan Burj Khalifa (ketinggian 800-an meter). Waaaaahh di Saudi banyak gedung-gedung tinggi yaaaak?! Bahkan masuk list gedung tertinggi di dunia. Itu artinyaaa.... (silakan simpulkan sendiri)... Ga berani ngomong banyak soal ini.. Hehehe
faisaliyah itu gedung yang ada bolanya hehe (source of photo is here )

Dulu waktu awal di Riyadh, kami mengunjungi Kingdom Centre ini dan naik ke Skybridge nya... Tiketnya waktu itu 35 SAR per orang. Dan karena kami mengunjunginya pas week end, antrinya itu lhooooo.... ma shaa Allah, rameeeeeenyaaaaaaa... Rada puyeng juga naek lift tinggi banget.

kingdom centre dengan skybridge di atasnya (source of picture is here)

Nah, niat awalnya mau naik ke rooftop nya Faisaliyah tower ini nih... Mau liat view Riyadh...terutama view kingdom centre. Ehh ternyata tiket naik ke puncak gedung bola ini mahaal banget... Sebesar 60 SAR (sekitar 200-an ribu IDR). Ga worth it laah kalo cuma liat kota Riyadh doang. Bisa liat dari pesawat juga koq kalo mau take off atau landing... wkwkwkwkwk.... Kcuali kalo 60 SAR dapat snack, dapat kaos plus free photography di atas sana....itu baru worth it.... Ngarep bangeeetts... Hihihi... Akhirnya kita cuma halan-halan dan photo-photo ajah di depannya...

Beberapa capturan di Faisaliyah Tower...

miniatur faisaliyah tower

bungaa (credit by Abu Aafiya)

bunga di halamannya

Princess nya mba Tyaas (belum ijin emaknyaaa nih ngaplod photo anaknyaa)

Aafiya and her best friend

mereka lagi

cuma stroller aja koq

run a way


Read More

Green View in Salam Park

Alhamdulillaah...
Kesampaian juga ke salam park, destinasi wisata yang cukup populer di Kota Riyadh setalah lebih dari satu setengah tahun tidak ke sini. Sebelum ini, ke salam park pas hamil Aasiya (when she was 2 month in my womb) dan ke sini lagi pas Aasiya udah usia 8 bulan. Hihihi... Awalnya kita mau ke Salam Park pas libur lebaran. Tapi karena pas kita sudah berangkat ada badai debu, akhirnya diundur deh dan kesampaian minggu lalu. Dan ternyata ada detour jalan yang lumayan pas kita mau nyampe di sana karena (lagi-lagi) ada pembangunan monorail di kota Riyadh.
Salam park aerial view (source of picture is  here)

Tak banyak berubah di Salam Park. Tetap asri, hijau dan sangat menyenangkan. Dengan danau di tengahnya makin bikin eksotik taman ini. Sebuah pemandangan yang mahal untuk dareah gurun. Bayangkan, ada genangan air bekas air hujan aja dijadiin tempat piknik... Ma shaa Allah. Ga heran kalo wisata dengan adanya danau kecil begini men jadi destinasi wisata yang sangat ramaiiii dikunjungi baik oleh citizen Saudi maupun para expatriates. Maka bersyukurlah di Indonesia, pemandangan hijau begitu mudah didapatkan. Alhamdulillah bini'mah...

Salam park aerial photo 2 (source of photo is here)
Hal yang bagus di sini adalah fasilitas taman dan tempat bermain anak yang tersedia di setiap Hayy/District atau bahasa kita kecamatan kali yaa. Bahkan satu Hayy bisa punya 2-4 taman lho. Di Taman ini, disediakan juga playground buat anak-anak yang GRATISSS... Jadi anak bisa main sepuasnya, bersepeda atau bikin istana pasir dan orang tuanya bisa refresh sambil menikmati pemandangan hijau atau berolah raga dengan berjalan sekeliling taman, jogging. Ma shaa Allah, fasilitas ini benar-benar sangat bermanfaat untuk masyarakat. Kalau di Indonesia bisa dibikin seperti ini, pasti lebih bagus lagi in shaa Allah. Di daerah gurun yang rumput saja ditanam, dirawat dan disirami bisa bikin kayak gini, mestinya di negeri hijau yang rumput ga perlu disiram harusnya lebih mudah... Semoga suatu saat bisa terwujud yaah...

Di Salam park tersedia area bermain yang berbayar juga misal jika kita ingin naik kapal yang mengelilingi danau, atau main sepeda air, atau naik bebek-bebekan. Juga ada kereta api wisata. Seruu buat anak-anak. Ke salam park sebelumnya, paling kami cuma naik kapal doang. Hehe... Kemarin kami mencoba hampir semua wahana yang tersedia karena Aafiya sudah bisa diajakin main di sini...Alhamdulillah...

Salah satu kelebihan setiap destinasi wisata di sini adalah soal harga makanan. Jika di kampungku, selain tukang palak parkir, harga makanan dan minuman di tempat wisata pasti bakalan meroket. Air mineral misalnya. Kalau di warung 3rb,di tempat wisata bisa 7rb,di bandara bisa 20rb per pc nya. Kalau di sini sama ajah. Di baqala/warung/minimarket harganya 1 SAR, di tempat wisata yaa tetap 1 SAR juga. Burger yang kami beli 3 tahun lalu di salam park seharga 6 SAR, sampai sekarang harganya tetap 6 SAR. Kenapa harga ini penting? Yaa penting sekali buat emak-emak sebagai CFO Rumah Tangga yang mengatur cash flow keuangan tentunya... Kekekeke


Salam park tentu juga adalah salah satu surga bagi fotografer baik yang pemula macam akuhh atau yg kelas profesional. Kalau di Indonesia, ini taman pasti udah jadi tempat photo pre-wed kali yaah. Tapii jangan ada prewed2an deeeh buat yang mau nikahan... Ntar ajah pasca wed.. Hehe... Di sini tentunya mamnu' alias prohibited! Kita ajah photo keluarga sempat dilarang ama pak satpamnya... Kekekekeke.... Ga banyak sih aku photo2 di sini. Fokus main sama anaknya ajah akuh mah.
Berikut beberapa hasil potretan di Salam Park. Yang juga sebagian adalah photo ke salam park sebelumnya... 
air mancurnya
pinggir danau

bebatuan

bebatuan lagi

green view

taman bunganya

meskipun dalam salam park ini ada masjid, tapi tetap disediakan "mushalla/tempat shalat di area terbuka


Kami juga jalan mengelilingi Taman Salam yang mungkin sekitaran 2 km itu. Alhamdulillah Sangat menyenangkan dan full happy fun and high quality family time... Alhamdulillah bini'matiHi
Read More

Cook and Shoot

Ini sebenarnya postingan lawas. Tapiii, karena ribet mindahin photonya, bukak SD card, pindahin ke ke laptop, kecilin resolusi, baru diaplood. Ribet bangets buat emak-emak macam akuuh yang butuh kepraktisan.. #eaaaaa...
Akhirnya disempatkan juga memindahkan foto-fotonya tapi tak dikasi watermark lagi. Ihiks... Soalnya biasanya pakek photoshop dan sekarang ga mau pakek program bajakan lagi. Heuheu... Istiqomah... Semoga Istiqomah... Mohon do'anya. (Agak) Berat memang. Secaraaa sudah biasa nge-design pakek PSD ini. Yeey, semangat yaa Mak Aafiyaa... Hihi...

Seperti ceritaku terdahulu, dalam hal food photography, aku memang belum mahir laah. Dan lagi, karena emak rempong agak rada malas menghias photo, menyertakan berbagai aksesoris (nunggu anak baby gedean dulu laah <-- ini alibi bangets yak), dan memilih banyak angel, akhirnya yaa begitu deeh. Hasil photonya belum begitu maksimal laah. Tapi dibanding photo sebelumnya, ini mending sih "riasan|" aksesorisnya, meskipun--sekali lagi--belum maksimal... Dan satu lagi, masih butuh banyak belajar tentunya akunyaa... :)


Sebenarnya judulnya ga serepresentatif isinya. Cook and Shoot. Ga semua yang aku shoot ini, aku yang cook. Tapi, karena memang sebagian besaaaar aku yang masak trus aku photo, boleh laah yaaa judulnya berdasarkan suara gambar terbanyak. Udah kayak voting anggota DPR ajee... Hihihi...

Okeeh tanpa memperpanjang mukaddimah lagi, just enjoy the photo. Daaaan, jangan lupa yaaa, meski nda pakek watermark, tolong yaa jangan nyolong photo sesukanya. Kalo mau ambil photo, please...please sertakan sumbernyaa... (Udah ke-GR-an duluan aje nih ada yang bakal ngambil photonya akuh wkwkwkwk). Yaa, meskipun belum bagus-bagus amat, tapi aku sempat menjumpai beberapa orang yang "nyolong" photo akuuh lhooo.. Ihiks, sakitnya tuh di sinii... Hehehe... Aku sudah berusaha untuk tidak menggunakan program bajakan lagi, jadi aku juga ga mau kalo aku dibajak jugaa. Okeh?



sate padang
Sate Padang selalu jadi favorite untuk difoto. Ini entah percobaan keberapa kalinya (bukan percobaan lagi sih harusnya) dan alhamdulillah makin dicoba makin ekpert nih..dah bakat jadi tukang sate keluarga kekekeke

our new favorite: Pomegranate
Just our new fave... Ternyata buah delima itu enaaak yaaa... Salah satu buah yang disebutkan dalam Al Qur'an

empek-empek
Si empek-empek ini eksperimen kedua. Pernah sekali duluuuu banget kepengen empek-empek, aku bikinlah itu si empek-empek. Tapiii, rasanya entah ke mana-mana...wkwkwkwk... itu tahun 2014. Alhamdulillah pas bikin lagi, nemu resep yang passs di lidah, praktis dan alhamdulillah sukseesss. Cuma kuah cukonya yang masih belum pass, need to trial more and more. Karena ini makanan kesukaan aafiya dan anaknya udah bisa request, akhirnya mpek-mpek adalah salah satu "snack" yang cukup sering aku bikin sekarang...

drum stick: kids favourite
Bukan favorite aafiya banget sih yaa, cuma ini bebikinan buat anak-anak di suatu acara. emak aafiya kebagian bikin ayam goreng buat para peserta kiddos... Tapi rada over boiled, jadinya ayamnya kurang krenyeess deeeh... ihiks...

pra-goreng Pastel
Ahaaayy, senangnyaaa bisa bikin pastel... Ketemu cetakannya pas belanja di Lulu Hypermarket. Maklum emak aafiya ga bakat yang namanya jalin menjalin pastel kekekeke... Tapiii lupa dimana yaa resep kulitnya inii... Alhamdulillah cetak-able, jadi alhamdulillah sangat membantu dalam memenuhi "ngidam" pengen pastelnya. Sebagian aku forzen jugak, biar nanti kalo pengen lagi tinggal digoreeng.

gilingan serbaguna
Bagi emak-emak, alat satu ini menurutku must to have deeeh. Serbaguna banget... Bikin kue bawang, cheese stick, bikin kulit pastel, bikin kulit molen (list to do), bikin mie homemade (list to do), bikin kulit cireng jugaa (belum list to do wkwkwkwk) and many more. Sengaja motoin keberantakannya...ehehehe

Cuma semacam bahan-bahan pre-cooking
nothing to explain :P

fruits: kiwi, plum, grapes, apricot, water melon
Yeiy, ini buahku. mana buahmu? seneng banget nyobain buah-buah yang jarang ditemukan di Padang dan tidak pernah ditemukan di Muaro Labuah (apricot, kiwi, plum) kekeke.... Mumpung masih disini dan bisa icip-icip buah around the world

ayam bakar
alhamdulillah ketemu resep yang paling cucooook di lidah. the most delicious chicken barbeque ever i made, kekeke.... Ya, jangan bandingin apple to orange yaaa... Jangan bandingin sama rumah makan sederh*na maksudnyaa. Deliciousnya yaa versi aku ajah. Karena beberapa kali bikin, koq yaa rasanya masih adaa yang kurang gituuuh. Nah pas bikin ini dan nyantaap, koq rasanya pengen ngabisin semua ayam bakarnyaa kekekeke.... ALhamdulillaah...

lagi, si ayam bakar (just another photo)

steak modified
Ini awalnya aku bikin steak. Ramadhan. Tapi lho koq rasanya asin bangeetz... Kata abu aafiya, "numpahin garam sebotol" wkwkwkwk... Akhirnya terpaksa dimodif biar layak makan...wkwkwkwkwk... Ternyata begini lebih maknyos cuy... Sayang cheese creamnya nda adaa... Pernah bikin sih tapiiiinya lupa difoto. emang sih ga semua maksakan sempat difoto..

pre isian sambosa
Ini judulnya buat isian sambosa atau springroll... ehh malah pada kenyataannya cuma sepertiga yang jadi isian, dua pertiganya lagi malah jadi pelengkap nasi goreng...wkwkwkwkwk...harusnya judulnya bukan pre isian sambosa kali yaaa...

bakar-bakar ikan
Yeiiy, klo emak aafiya sukanya ikan bakar tapi klo abu aafiya prefer ikan goreng. Jadinya, ngebakar ikannya ga sering-sering amat sih. Kalo lagi kepengen ajah atau kalo bumbunya masi nyisa, sayang dibuang jadi dimarinate aja ke ikan yang ada kekekeke... Aku bakarnya pakek bakaran elektrik ajah sih... karena ga punya sutuh/roof top atau halaman buat barbeque-an..heuheu...

my first trial and succesful bubua cande
kata abu aafiya, bubua cande adalah favorite nya abu aafiya. mak aafiya pengen bikinin yang  spesial dongs buat someone special. secara ga ada yang jual bubua cande di pasar terdekat tentunya jadi ga bisa beliin ke pasarnya. hihihi... Daan alhamdulillah it's succesful. Ada yang mau? Jom maen ke sini.. kekekeke

first succesful cindua, setelah eksperimen kelima :D
fiiuuftt.... finally, alhamdulillah akhirnya experimen kelima ini berhasil juga menghidangkan cindua alias cendol. Entah kenapa, susaah sekali menaklukkan si cendol. gagal terus dan berakhir di tempat sampah karena tidak layak makan...kekekeke... udah duluan ancur dah tuh si cendol. makanya bahagiaaaa banget pas si cendol berhasil dibikin. meskipun photonya jelek banget, dan pencahayaannya not good. yang penting cendolku berhasil, yeiy...yeiiyy...

samba ladooo padeh
ini laziiim fil mathbakh  alias wajib selalu ada di dapur. si sambalado... Hehehe...
kayaknya makan tanpa sambalado, ibarat makan tanpa kamuuuh Cintaaahh... :P
hambar terasaaa...

broccoli cheese soup
ini di TGI Friday lho, bukan bikinan emak aafiya

sayua tumih with crabstick
My new fave, crabstick... Enak ternyataah si crabstick ini...

Rocheess nyummy
(cuma motoin ajah... sukak ama cokelatnya wlopun rada-rada mihil. jadi belinya pas ada diskon ajaah atau kalo lagi kepengen banget hehehe... but i'm not chocholate lover sih)

ini cuma anggur, pengen nyoba backgroud hitam doang

lupa nama minumannya apa, ini ga bikin sendiri

electric lemonade, segeerr banget ma shaa Allah

spanish rice with corn cob
favorite kalo ke TGI F

sirloin steak with cajun cream, soo nyummy....alhamdulillaah

cuma tumih bakso tahu wortel aja koq

first trial and succesful tahu isi
tau gaaa, ini pertama kali bikin tahu isi lho. alhamdulillah sukses....bukan penggemar tahu isi sih aku, tapi kemarin kepengeen ajah dan bikin dah tuh. alhamdulillaah nice to eat...kekeke

karupuak kuah sate dibawah sinar lampu kekuningan... the most favourite snack in IMore Family
ini favorite kitah semuaaa even Aafiya. dia suka banget walopun rada pedees... jajanan waktu SD jugak ini mah...

burger di TGI Friday and Fries

semur ayam ala-ala emak aafiya
lagi taragaak bana sama semur ayam buatan nekbu.... Alhamdulillaah lumayaan memenuhi ke-taragak-an meskipun belum seenak buatan nekbu.

lemonade with pinnaple, our new favourite
ini sukaaa bangeet kitaah...tanpa gula lho yaaa..... Just water, pinnaple and lemon. Seguuueeeeerrr banget di musim panas begini ma shaa Allah.... Alhamdulilllah....

kesukaan emak Aafiya, beef teriyaki ala-ala gituuuhh...

iseng dikasi kecap, tapi enakan ga pakek kecaap. maklum, emak aafiya emang ga suka kecap kecuali buat nasi goreng dan semur ajah....
anggap saja namanya ini Chicken Ball :D
bikinnya ga pakek resep makanya kurang garam wkwkwkwk..... alhamdulillah lumayan enak koq...
bakaran ikan tadi n.ih

nasi goreng.... makanan favorit abu aafiya

nasgor lagiii
Read More

Living in Riyadh [Part 20]: Compound

Dulu aku pernah cerita soal istirahah kan yaa...
Nah kali ini aku pengen cerita soal tempat lain yang disebut dengan "compound". Compound bukanlah dunia farmasi sebagaimana anak farmasi akrab dengan istilah "Compounding and Dispensing". Bahkan mahasiswa apoteker harus mengambil 2 SKS untuk mata kuliah yang bernama "Compounding and Dispensing" ini. Coba aku inget-inget dulu, aku dapat nilai berapa yaa untuk mata kuliah ini... 
Nah compound kalo di Saudi ini beda banget. Ga ada hubungannya ama farmasi pastinya. Compound kalo di sini bisa disederhanakan dengan komplek perumahan (biasanya sangat eliiit) dan juga perkantoran dan juga terkadang ada hotelnya yang memiliki aturan sendiri di luar aturan pemerintah Saudi. Ya lebih mirip "negara dalam negara" deh... Jadi compound itu punya aturan sendiri dan kalo masuk compound itu kita berada di dalamnya serasa bukan di Arab Saudi. Orang-orang dengan santainya pakai b*kini, baju s*xy, pokoknya bukan kayak Saudi laaah... Mostly yang tinggal di compound adalah para bule barat dan orang-orang dengan level kerja yang sudah tinggi (menejer perusahaan besar, CEO, presdir dst...).
Compound jika dilihat dari luar adalah gedung dengan pagar yang sangat tinggi dan dikasi kawat lagi di atasnya plus banyak kamera pengintainya. Kayak masuk komplek tentara... Wkwkwkwk...
Dan satu lagi, tidak mudah untuk masuk ke compound. Harus ada semacam appointment dengan pihak security oleh pihak pengundang (orang yang berdomisili atau berkantor di dalam compound) dan harus kasi data-data lengkap dulu serta foto iqoma (residence permit, semacam KTP untuk orang asing). Jadi ga sembarangan orang masuk compound. Hanya orang-orang yang memiliki authority saja yang bisa masuk kecuali kita diundang untuk datang ke compound. Ketika masuk, di gates nya security akan meminta kita mengisi daftar dan harus meninggalkan iqoma kita di sana sebagai jaminan. Jika kita tidak "didaftarkan" atau tidak dibikinkan appointment oleh pihak pengundang sebelum kita datang, maka data kita kan ga ke-record tuh, di jamin ga bakalan bisa masuk compound. Dan satu lagi, di compound justru kita mesti melepas "atribut ke arab an". Maksudnya misal yang perempuan tidak boleh pakai cadar dan bahkan ada sebagian compound yang melarang memakai abaya ketika masuk compound. Yang laki-laki tidak boleh pakai Thoub (gamis khas arab khusus laki-laki). Dulu aku sampai heraan... Widiiihh sampai berpakaian pun di atur kalo masuk compound dan masa' di arab sendiri ga boleh pakai baju arab. Aneh kataku.. Wkwkwkwk... Tapi ga ada juga hak aku untuk men-judge. Ini negara mereka, mereka sendiri yang mengijinkan compound itu ada, jadi mereka juga kan yang akan menanggung sebab akibatnya. Hehehe...
Kantor Abu Aafiya kebetulan memang di dalam sebuah compound dan urusan administrasi (kafeel) nya juga di dalam compound. Jadi sedikit banyaknya aku tau keribetan masuk ke dalam compound itu. Meskipun kalo untuk masuk kantor ga ribet sih karena sudah memiliki authority tapi kalo ke kafeelnya itu yang ribet. Aku sendiri meskipun udah jutaan kali lewat depan compound kantornya Abu Aafiya tapi ga pernah sekalipun aku masuk dan memang ga bisa masuk juga sih. Kan aku bukan authorize person. Kekeke.. Jadii ga ada tuuh ceritanya arisan istri-istri para karyawan alias ibu DeWe nya wkwkwkwkwkw... Boro-boro, acara family gathering kantor ajah kaga adaaa... Karena istri kaga boleh tuh ngikut-ngikut ngintilin suami ke kantor.. Hihi... Itu budaya di sini. Jadi tolong hargai yaa buibuuu.. Wkwkwwkwk...
Aku sendiri masuk ke compound baru 4x selama aku di Riyadh yang hampir 4 tahun ini. Sekali waktu ngelingker mingguan ama temen selingker yang kebetulan tinggal di compound. Sekali waktu bukber bersama keluarga dari teman suami yang bekerja di hotel compound dan dua kali waktu ada acara pengajian Ruhamma di compound tempat penyelenggara.
To be honest, aku suka rumah-rumah di compound itu. Bagus-bagusss desainnya. Hehe.. Sebagian compound sepertinya sudah tersedia segala household dan furniture nya. Dan fasilitasnya compound juga bagus banget. Ada kolam renang di depan rumahnya. Ada sport area. Ada taman. Lengkaaaappp deeh pokonyaaaa.. Aku sempat nanya sama teman se-melingker berapaan ini sewanya. Katanya sewanya 200.000 SAR/tahun di compound yang dia tinggali. Wooww maknyoosss... Itu sekitaran 700jt pertahun lho. Kalo di Indonesia udah dapat beli rumah tuh segituuu.. Mihiil bingiiitz....
Dengan segala fasilitasnya, pasti seru banget tinggal di compound hehehe. Tapi sebenarnya bahagia bukan soal tempat dan kemewahan serta fasilitas kan yaaa. Bahagia itu letaknya di hati. Bahagia ituu priceless tentunya. Seorang suami yang lagi cape trus dapat pijatan lembut dari istrinya pasti lebih membahagiakan meskipun tinggal di rumah sederhana beralas tikar dari pada seorang suami yang nginep di hotel termahal sebutlah Burj Khalifa tapi abis bercerai dengan istrinya. So, happiness is priceless. It's not about how expensive you spent... Bahagia itu adalah ketika kita bersyukur atas setiap pemberian-Nya.
Lhoo koq jadi ke sini ceritanyaaa... Wkwkwkwkw... Semoga bukan sedang menghibur diri... Wkwkwkwk...
Ya itulah sedikit cerita tentang compound. Bukan cerita penting jugak sih... Wkwkwkwk.. Nyesel yaak udah bacaa? 
Read More

Living in Riyadh [part 19]: Very Hot Gossip in Very Hot Summer

Suhu di Riyadh saat ini sangatlah panas... Ya inilah summer in Riyadh. Kalau kamu siang-sore hari mencoba mandi dari shower, maka dipastikan kamu tidak akan tahan saking panasnya air shower. Jadi, kami lebih memilih menampung air lalu mandi dengan gayung ketimbang menggunakan shower. Pernah sekali aku harus merendamkan bongkahan es batu untuk membuat air ga terlalu panas. Okeh itu summer. Sepanas-panasnya suhu udara ternyata ada yang jauh lebih panas dari suhu panas di musim panas ini, yaitu issue dan hot topic di Saudi bagi para expatriates. 


Jadi, seperti ada yang "boommmbbb!!" dan booming di dunia para expat Saudi saat ini... Ceritanya, mulai 1 juli ini (2017), Saudi membebankan pajak yang disebut dependent fee bagi expatriate yg membawa keluarga ke sini. Fee nya lumayan menguras koceek. Heuheu... Mungkin tahun 1 hingga tahun 2 masih bisa diusahain lah, tapi memasuki tahun ketiga, terasa banget bebannya... 


Expat dependent levy ini nilainya adalah 100 SAR di tahun pertama dan meningkat secara gradual di tahun kedua menjadi 200 SAR, Tahun ketiga 300 SAR dan tahun keempat (2020) sebesar 400 SAR (sekitar 1,4juta) per orang per bulan. Jadi, jika punya anak 2 dan 1 istri seperti keluarga kami, tiap bulan pajaknya adalah 4,2jt dan dibayarkan sekaligus untuk setahun (50,4jt). Wow... Wooow... Ma shaa Allah... Laa haulaa walaaquwwata illa billah. Bayangkan saja jika satu keluarga ada 1 istri dan 10 anak. Aahh tutup mukaa daah... Ga sanggup liat angkanya. Hihi... Soalnya beneran ada tuh yg punya anggota keluarga segitu, dan akhirnya mereka memutuskan untuk final exit dari saudi.

Yang cukup berat adalah beban pajak ini sama rata untuk setiap orang tanpa peduli income yang diperoleh oleh expat tersebut. Sedikit merasa tidak adil. Hiks... Take it or leave it! Mau nda mau kalo ga sanggup bayar ya angkat kaki! Pengecualiannya adalah para pekerja sektor domestik yg bekerja sama orang saudi (driver or maid) serta orang-orang yang bekerja di pemerintahan Saudi. Selainnya, atas nama orang-orang yang membawa keluarga ke saudi pasti dikenakan terutama perusahaan swasta. Karena saudi sendiri memang menetapkan golongan orang-orang yang di approve utk membawa keluarga (besaran salary setiap orang meskipun bekerja di perusahaan swasta bakalan ke - record di pemerintahnya). Tidak semua pekerjaan yang tersedia di sini memperbolehkan untuk membawa keluarga. Jadi, artinya kalo pada suatu level kerja seseorang boleh membawa anggota keluarga, artinya saudi menilai orang tersebut mungkin bisa membiayai keluarganya di sini. 


Alasan utamanya adalah karena harga minyak mentah dunia jatuh, jadi saudi membutuhkan diversifikasi sumber pemasukkan dana tidak hanya dari hasil minyak. Tapii, peraturan ini hanya untuk para expat sahajaaa... Tidak diberlakukan untuk citizennya sendiri. Di sisi expat sih ngeliatnya inii beraat. Tapii kalo di sisi pemerintah saudi sendiri, justru sebenarnya ini dalam rangka melindungi penduduk mereka kan yaaa. Kalo masi bisa tidak membebani rakyat sendiri, kenapa enggak. Ya kaaan? Ga kayak di negeri akuuh nun jauh di sono yang mana orang asing berjaya tapi penduduk lokal makin dibuat miskin dengan kenaikan ini dan itu... Nice idea nih buat diterapkan di Indonesia. Kekekeke... Bayangkan saja, di Saudi ini dari 30 juta penduduk, 10 jutanya adalah expat. Lumayan besar kaaan incomenya dari dependent levy ini? 


Adanya hot issue ini benar-benar viral di dunia maya maupun nyata di Saudi. Di mana-mana orang membicarakannya. Hihi... :D
Ketemu di masjid, ngomongin dependent fee. Ketemu di kantor ngomongin itu lagi. Grup wasap juga ngomongin itu.
Sekali lagi, isu itu menyebar jauh lebih cepat dari pada membelahnya bakteri secara exponensial.

Gimana reaksi para expat? Yang jelas pasti ada reaksi untuk setiap aksi. Ada yang reaktif dengan segera mengeluarkan anggota keluarganya dari saudi. Ada yang memutuskan untuk membayar berapapun levy nya. Ada yang masi just wait and see. Heuheu... Dan komentator pun bermunculan di berbagai media, 
"gimana nanti kalo expat pada leave, real estate bakalan down, market bakalan down, retail bakalan down..." komen seseorang. 
"itu akan memicu inflasi di saudi" komen yang lain
"ini saatnya bantu saudi" kalo ini komen positive dari yang mendukung kebijakan ini. Hihi... 
"ini kan negara mereka, suka-suka mereka dong mau bikin peraturan kayak gimana" ini komen terpasrah. Wkwkwkwk... 
Kalau aku yang ga ngerti ilmu pernegaraan dan perpolitikan ini mencoba melihat dan mengomentari, aku memandangnnya justru ini adalah sebentuk upaya Saudisasi. Generasi muda mereka banyaak yang sarjana tapi menganggur karena lapangan kerja mulai sulit. Jadi, dengan adanya beban seperti ini kepada expat, akan banyak expat yang meninggalkan saudi dan pos-pos itu akan terisi oleh generasi muda saudi. Ya bagus sih, kalo masi ada citizen sendiri yang mumpuni kenapa harus import expat. Ya nda sih. Coba ajaaa kalo ini bisa diterapkan di negeriku nun jauh di sana. Mungkin akan efektif mengurangi pengangguran. 

Masi beruntunglah kita, yang kalo pun terpaksa exit misalnya, masih ada kampung halaman yang dituju. Ada banyak orang di sini yang keluarganya sudah menetap puluhan tahun, dari kakek nenek mereka, bapak mereka. Mereka lahir di sini, besar di sini, sekolah di sini, menikah di sini hingga punya anak di sini. Mereka sudah menganggap negeri ini adalah kampung sendiri. Mereka sama sekali ga kenal kampung halaman mereka meskipun itu adalah nasionality mereka. Ketika tiba-tiba harus "pulang" dan exit, mereka pasti jauh lebih bingung. Smoga Allah mudahkan... 



'Ala kulli haal, alhamdulillaah... Ada hikmah atas segala sesuatu... 
Kami?
Untuk saat ini masi mengejar satu target sebelum akhirnya jika harus meninggalkan saudi. Target untuk bisa melaksanakan haji. Aamiin. Sembari berdoa semoga kebaikan melimpah untuk negeri Two Custodian of Holy Land ini... Negeri khadimul haramain... Dan juga berharap agar peraturan baru ini ditinjau ulang... Eaaaaa... 😂 Aamiin...
Masi betah rasanya tinggal di negeri ini untuk alasan yang mungkin hampir semua muslim memiliki alasan yang sama tinggal di sini: mudah berangkat ke tanah harom, makkah dan madinah. Smoga masih diizinkan-Nya menunaikan haji dan umrah dan menziarahi masjid nabi. Aamiin... 
Read More

Ied Fireworks and Fountain

Kalo cerita lebaran, kayak sepertinya aku masih belum move in dari cerita ied nih.. 🙈
Bukan belum move on tapiii karena ga sempat menuliskan jadinya tersimpan di draft begitu saja. Banyak sebenarnya cerita yang pada akhirnya hanya menjadi draft, tak jadi tertuliskan. Karena pas lagi menggebu-gebu pengen nulis, lagi sibuuk (soksoksibuk). Tapi pas lagi kosong, idenya sudah menguap bak menguapnya parfum ar*bian oud (yang terkenal di sini ituuh) yang lupa ditutup dan itu rasanya nyesek banget pastinya karena harganya mahaal. Belum pernah beli jugak sih.. Wkwkwkwk...

Di sini acara lebaran sangatlah meriaaah di malam hari. Dan hampir 4 tahun di Riyadh, baru lebaran kemarin kami bisa ikutan menyaksikannya. Sebab lebaran sebelum-sebelumnya ga ada libur.. Ihiks... Lebaran kali ini alhamdulillah di hari ke-3 Abu Aafiya sudah libur jadi bisa deeh menikmati suguhan semarak lebaran. Hehe...

Jadi di sini kan banyak taman... Salah satu taman utama itu adalah King Abdullah Park. Di taman ini, ada festival 'tarian' air mancur yang cantik banget yanv populer disebut "dance fountain"  plus festival kembang api yang supeer banyaaak... Seumur-umur baru kali ini aku menyaksikan kembang api yang cantik dan besar dan banyaaaak memenuhi langit.. Hihi... Maklum di kampungku ga ada yang begituan. Dan lagi, aku ga pernah ikutan perayaan tahun baru di indonesia jadi ga pernah liat pesta kembang api. Kekeke... Rasanya takjub-takjub gimanaa gituuh yaaak liat kembang api cantik.. Wkwkwkwkwk... Harap dimaklumi kekatro'an emak Aafiya yaa...

Yang pengen liat dance fountain nya boleh ceki-ceki di sini
Serius cantik ma shaa Allah...
Aku juga excited gituh ngeliatnya... Ini yang di video sih festival tahun 2013. Tapi yang 2017 ga jauh beda laah in shaa Allah...

Aku juga punya koleksi foto pribadi tapi belum sempat diaplod... Ga janji bisa ngaplod hehehe...

Tapiiii, ternyata pas pulangnya kami terjebak macet yang amat sangat panjaaaang. Hiks... Karena posisi parkir kami yang memang dekat di pusat pembangunan Riyadh monorail. Daerah tempat king Abdullah park juga namanya daerah Malaz. Yaa memang sih daerah Malaz ini emang bikin malas kalo ke sana. Maceeeettt selalu sejak ada pembangunan monorail di Riyadh ini...

Alhamdulillah 'ala kulli haal.
Alhamdulillah sempat menyaksikannya. Entah tahun depan masih berlebaran di sini lagi atau sudah cuuuss ke negara lain atau sudah balik ke Indonesia. Allahu' alam. Entah juga masi ada umur atau ndaa.. Smoga sisa umur ini penuh kebarokahan... Aamiin

Udah aahh segini dulu ceritanya... Abisnya idenya udah dari kapan harii... Baru tereksekusi sekarang... Kekekeke... Dari pada dibuang sayang, mendinglah di posting sahajaa jadi kenang-kenangan... 😄



Read More

Hal yang Tidak Biasa

Ramadhan telah berlalu. Smoga Allah terima amalan Ramadhan kita, dan Allah sampaikan kita ke Ramadhan berikutnya. Aamiin ya Rabb

Ada satu cerita yang tersisa dari Ramadhan. Ini sesuatu yang menarik untuk aku soroti. Maksudnya, menarik bagiku... (entah bagimu, hehehehe...).
Kita tau risalah islam ini diturunkan-Nya di negeri gurun ini. Ma shaa Allah. Tapi ada 3 hal yang jika di Indonesia sudah biasa untuk dilakukan tapi di sini bukanlah hal yang biasa. Aku tidak tau mengapa hal tersebut justru lebih biasa dilakukan di Indonesia dan aku tidak menyinggungnya dari sisi syariahnya karena aku bukanlah orang yang faqih dan kapabel dalam hal fiqh dan ilmu syar'i. Tapi karena ini sisi menarik saja buatku... :)

Pertama, i'tiqaf.
Yang aku tau, di masjid-masjid di sini selain Al Haramain (masjidil haram dan masjid nabawi), tidak ada i'tiqaf di 10 malam terakhir Ramadhan. I'tiqaf dalam artian berdiam diri sampai semalaman di masjid. Di sini, ketika malam 10 terakhir ramadhan, imam akan shalat tarawih 4 rakaat saja dan kemudian tengah malam (jam 1-2) dilanjutkan 4 rakaat lagi dan witir 3 rakaat. Tapi, shalat tarawihnya di seluruh malam ramadhan bukan shalat yang kilat khusus. Bacaan imamnya pelan dan ayat yang dibaca panjang-panjang.

Kedua, malam takbiran
Jangan berharap ada suara merdu mengumandangkan takbir hari raya di malam lebaran di sini. Takbiran di sini hanyalah sesaat sebelum shalat ied dimulai. Shalat ied dilaksanakan jam 5.30 pagi. Alhamdulillah, untuk para perantau yang tidak mudik, cukup mereduksi suasana lebaran ala kampung halaman. Kalo ada malam takbirannya, mungkin lebaran jadi sendu karena teringat kampung halaman. Apalagi jika suami masuk kerja pulak. Hehehe...

Ketiga, shalat di lapangan
Tidak dijumpai juga orang-orang shalat ied di lapangan. Mostly dilaksanakan di masjid jami' (masjid tempat shalat jum'at). Kalo jamaahnya melimpah, baru deh turun ke halaman masjidnya. Kalau di Indonesia kebanyakan dilaksanakan di lapangan kan yaaa...

Yaa itulah 3 hal yang menarik buat aku ketika ber-ramadhan dan berlebaran di sini... 
Read More

Cerita Ied 1438 H

Ini adalah idul fitri di tahun ke-4 sejak aku berada di Riyadh, Saudi Arabia. Setiap ied tentu punya cerita. Begitu pula dengan idul fitri kali ini. Sejak 2 hari sebelum shalat ied, emak Aafiya sudah mengajukan "proposal" kepada Abu Aafiya bahwasannya pengen shalat Ied di KBRI, embassy of Indonesia di Diplomatic Quarter. Tahun lalu aku tidak sempat menunaikan shalat ied karena suami masuk kerja shift2an. Dan mumpung tahun ini shift nya sore, jadi bisalah paginya ke KBRI yang secara jarak lumayan jauuuh dari rumah kita yaitu sekitar 32 km.

Prepare nya lumayaaan.. Hehehe.. Karena kita mesti berangkat selambat2nya jam 4.30 pagi. Karena gerbang KBRI akan ditutup jam 5.25. Anak-anak baru tidur jam 2-an hingga jam 2.30. Aku akhirnya memutuskan untuk tidak tidur saja karena kumandang adzan subuh adalah jam 3.30-an. Waktu sejam tersebut aku gunakan utk persiapan berangkat, menyetrika baju, mempersiapkan perbekalan (susu, air panas, baju ganti anak2  diapers).

Akhirnya berangkatlah kita dengan kondisi anak-anak yang masi pada pulas tidurnya. Jalanan pun tidak begitu ramai karena mungkin banyak yang shalat di masjid jami' dekat rumahnya masing2. Karena kecepatan yang berkisar 80-90 km/jam, perjalanan 32 km ditempuh hanya dalam kurun waktu tidak sampai 15-an menit. Tapiii di sinilah musykila terjadi 😕

Jadi ceritanya pas di gerbang diplomatic quarter itu kan selalu ada check point dan polisi yang berjaga dan ternyata gerbang utama DQ (Diplomatoc quarter) itu belum dibuka. Kita diarahkan untuk lurus sekitar 1 km dan setelah bertemu lampu merah belok kanan. Kita tempuhlah 1 km itu, tapi ternyata muteeerr lagi ke jalan yang sama dan sampai lagi di gerbang yang sama, bukab gerbang yang kedua yang dimaksud sama polisi. Kita putarin lagi untuk yang kedua kalinya. Daaan masii aja muter-muter ga jelas! 😱😵.

Akhirnya untuk ketiga kalinya kita hanya muter-muter di tempat yang sama... Hiks...
Jam sudah menunjukkan pukul 5.19,artinya hanya tersisa waktu 6 menit untuk menemukan gerbang kedua dan itu sudah termasuk parkir plus ngangkutin dua anak, si baby dan toddler dengan kemungkinan dapat parkir yang cukup jauh.

Meski udah rada pesimis dan sempat mikir, klo ga ketemu juga yaudah, kita pulang ajah atau shalat di masjid terdekat dari sana ajah...(tapi mostly udah pada mulai shalat ied nya sih ihiks). Sedih jugaaa siih, udah siap-siap segitunyaaaa, jika pada akhirnya cuma muter-muterin dan "tawaf" sekelilibg DQ doang. Huhuhu...
Akhirnya, nothing to loose, kita coba jalan lagi dan muterin lagi tapi agak jauhan. Yaa sekitar 4 km an laah, trus belok kanan... Daaan alhamdulillah ketemuuu itu gerbangnyaaa. Ya salaaam, ternyata bukan 1 km pak polisiii, itu harusnya 4 km an!!! Aku udah cek di googlemap jarak presisinya. Kita terlalu manut kali yaaa hahahaha. Jadinya pas sekiranya 1 km kita belok kanan, akhirnya muter-muter tak jelas dan balik lagi ke jalan yang sama!!!

Sampai di KBRI udah jam 5.37 dan gerbang udah ditutup!! Tapi untunglah kita barengan sama bus angkutan KBRI dan lumayan rame orangnya. Ketika kita selesai ambil perangkat yang mau dibawa ke dalam, bertepatan dengan bus nya yang nge parkir. Pas diketok-ketok, ada yang mau bukain pintu gerbangnya alhamdulillah... Kita sampai di lapangan KBRI pas shalatnya baru mau dimulai. Alhamdulillah ga telat-telat banget deh sholat ied nya. 😉

Lumayan rameee orang indonesia yang shalat di KBRI dan pak dubes yang jadi khatibnya... Hehehe
Tahun lalu banyak juga yang akhirnya ga bisa shalat ied di KBRI karena masalah gerbang ini.. Heuheu... Ada yang akhirnya shalat ied di Masjid Putih (masjid paling besar di area Ummul Hamam dan kalo ga salah itu salah satu masjid kerajaan deh, masjid di jaman king Khalid kali yaa). Karena masjidnya warna putih, akhirnya lebih populer disebutnya masjid putih. Dulu pas ied di KBRI pertama kalinya, kita pilih jalur ini nih buat ke KBRI tapiii ternyata maceeet banget di depan masjid putih dan kita juga deg2an karena waktu itu gerbang KBRI ditutup jam 50.20 dan kita nyampe di depan gerbangnya bener2 injury time meskipun waktu itu gerbang utama DQ ga ditutup.

Ini cerita lebaranku, mana ceritamu? 😂

Read More