Hi Blog, Apa Kabar?
Serasa udah berabad-abad nda nengokin blog. Hi blog, apa kabar?
Wahh sudah banyak sekali yaa sarang laba2nya? Debu yang menebal. Rumput di halaman yang sudah setinggi satu kaki. Duuhh sungguh sudah tak terawat yaa, Bloggie?
Maap... cuma skedar mampir aja. Belum sempat bebersih... In syaa Allah aku kembali lg dg steam cleaner, vacuum cleaner yaa Beib.. buat bebersih dan manyiangan samak di blog iko... :P
Babaaay..
:D
ASI atau Sufor ya?
IAlhamdulillaah baby Aafiya almost 4 months...
Barakallaahu fiik anak shalihah Bunda...
Sehat-sehat terus yaa nak...
Asi vs sufor jika dibandingkan menurutku bukanlah suatu komparasi yang serasi. Pokoknya beda bangeeett... Jika ditanya mana yg lebih baik? Jelas jawabannya adalah ASI. Tapi... akan ada kondisi di mana sufor lebih baik...
Finally... Asi exlusif Aafiya failed. Setelah dengan pertimbangan yg sematang-matangnya dengan konsul ke neonatalogist juga... aku dan suami memutuskan untuk memberikan susu formula pada Aafiya.
Ini keputusan yang berat buatku sebenarnya. Aku sedari awal sudah bertekad memberikan ASI exlusive untuk Aafiya. Tapi... ternyata tidak mudah. Lingkungan di sini tidak terlalu support Asix. Bahkan yang Asix cuma sekitar 37% (dari hasil penelitian jurnal2 yg aku baca). Tempat-tempat umum jg hampir tidak menyediakan room khusus busui. Tapi bukan itu alasan utamanya...
Di 2 bulan pertama Aafiya... my lil princess bisa dikatakan kurang tidur. Kenapa? Karena hampir setiap saat Aafiya nenen terus. Dan dia masi terlihat lapar. Jadinya waktu yang seharusnya digunakan untuk tidur malah digunakan untuk mengasup nutrisinya. Sayangnya jumlah ASI yg tersedia tidak berbanding lurus dengan kebutuhan Aafiya. Sehingga kenaikan berat badannya tidak signifikan. Teori mengatakan bahwa semakin sering dihisap semakin banyak produksinya. Tapi sepertinya tidak berlaku untukku... :-( Even udah mencoba minum sebanyak mungkin dan buooster lainnya.
Akhirnya dengan amat sangat berat hati, pun dengan anjuran dokter spesialisnya, terpaksa aku merelakan ASI exlusive Aafiya. Kadang terasa berat dan terasa sedih. Ibu-ibu di luaran sana yg bekerja masih bisa memberikan ASI ekslusif kepada bayinya. Sedangkan aku, just stay at home kenapa tidak bisa???
Kemudian aku menyadari bahwa in syaa Allah ini adalah keputusan yang paling baik. Aku tidak mungkin menyamakan kondisiku dengan orang lain. Jangan lantaran 'ego'ku untuk memberikan ASIx justru aku menjadi dzalim. Aku memang merasa sedih tidak bisa memberikan ASI exlusive kpd Aafiya, tapi justru aku akan sangat lebih sedih lagi jika tidak memberikan sufor dan membiarkan Aafiya kekurangan nutrisi. Tidak ada dosa bagi pengguna sufor kan? Justru mungkin 'berdosa' jika tidak memberikan sufor di kondisi seperti ini karena bayi yg Allah amanahkan tidak tercukupi nutrisinya. Lalai dari amanah yang Allah percayakan. Maka di sini, sufor in syaa Allah lebih baik. Setidaknya hal ini lebih membuatku tenang. Dengan prinsip, ASI tetap yang utama, sufor adalah nutrisi tambahan saja :)
Kadang sedikit gemas dengan ibu-ibu yang ASI nya banyak tapi lebih memilih sufor. Sini, kita bertukar posisi saja.. hehe.. Tapi aku ga bisa judge juga. Kondisi setiap orang berbeda-beda. Bisa jadi mereka punya alasan yang tidak kesat mata (hihihi emangnya alasan kasat mata yak?).
Bagi ibu-ibu menyusui dengan ASI berlimpah, bersyukurlah. Tidak ada alasan bagimu untuk mengeluh dengan banyaknya ASI di saat banyak ibu-ibu lainnya yang butuh perjuangan extra untuk mendapatkan ASI yg adekuat. So, syukuri apa yg Allah anugrahkan, rite?
Gudang Abaya
Silakan.. monggo... sok atuh... kunjungi:
www.gudangabaya.com Fanpage : gudang abaya Twitter : @GudangAbaya
Instagram : gudangabaya
-pashmina
-niqob/cadar
-khimar 'Melangit'
Ceritera Gendongan Sling
"Ada ga di Saudi? Ato ga ada?"
Jawabnya, "saya ga tau persislah. Mungkin ga ada. Ini dari Indonesia"
Rupanya tertarik dia. Hehehe...
Jika di Indonesia sudah wajar dan sangat biasa melihat orang2 membawa bayi dengan gendongan, di sini gendongan model sling menjadi daya tarik tersendiri.
Bangga guweh jadi orang indonesiaahhh.... tapi jangan tanyain guweh seberapa bangga guweh dengan presidennya yang sekarang. Spechless guweh. Hehehehe.... Bikin ga mud final exit ke indonesiaah... Heuuu...
Tentang 'Melingkar' di Negeri Gurun
Mari bercerita yang ringan-ringan sahaja... Haha emang biasanya ceritanya berat apaah? -_-
1. Tempat
2. Konsumsi
3. Alasan Syar'i untuk ijin
Welcome Winter
"Libur telah tiba.. libur telah tiba.. horee... horee.. hatikuu gembiraa...",
Maka bolehlah aku plesetin dikit yaa..
"Winter telah tiba... winter telah tiba... horee... horee... hatiku gembira..."
Hihihi...
Alhamdulillaah musim dingin datang jugaaa..
Dan in syaa Allah ini musim dingin kedua yang aku jalani di Riyadh sini. Ma syaa Allah... gak berasa, begitu cepat waktu berlalu. Musim dingin tahun lalu masih berdua... Musim dingin tahun ini alhamdulillaah sudah bertiga. Produk musim dingin. Hihihi... :D
*kidding
Universal Culture
Jika ada seorang wanita yang melahirkan di kampung/kota yang berbeda dengan sang ibu, pertanyaan yang hampir selalu muncul adalah : "ibu datang ga menemani?"
What's Ur Nasionality, Madam?
Atau,
"Are you Philipine or Malaysia?"
Tentu dengan segera aku jawab, "I'm Indonesia". Proud to be Indonesian.
Pertanyaan susulan,
"Are you working here?"
Pertama, aku agak rada geli gimana gituh yaa dipanggil "Madam".
Lebih lengkapnya begini, "Madam Fathelef" begitu mereka memanggilnya.
Madam?
Hahay... masi berasa jiwa anak mudanya yang sedikit keberatan dipanggil madam. Aku kan baru 17 tahun plus. Ciyeeehhh... Plusnya 10 tahun :P
Madam itu koq kesannya nyonya-nyonya usia empat puluhan yaak? Xixixixixi...
Sama seperti agak geli gimana gituh dipanggil "nyonya". Sekali lagi, aku kan masi anak mudaaa. Halaaaah..
#abaikan!
Lama-lama akhirnya terbiasa juga. Wes lah... Kapan lagi tho yaa dipanggil "Madam".
*ngakak mode ON :P
ASI Booster
Hampir semua orang bilang rebusan daun Katuk. Sudah jadi rahasia umum dan hampir semua orang di berbagai belahan bumi Indonesia akan menjawab hal yang sama.
Aku teringat akan cerita tentang dry seaweed. Akhirnya, di hari keempat, suami ke salah satu mini market Korea di area Olaya. Alhamdulillaah nemu dry seaweed nya. Alhamdulillaah...
Rasanya? Hihi.. to be honest memang ga seenak soup iga... :P
Tapi aku sudah bertekad untuk menghabiskannya.
:)
^_^
Happy motherhood
<3