Hari ini aku putuskan untuk menghabiskan hari-hari di perpustakaan pusat. Yahh, bukan untuk mengunjungi ruang koleksi buku tentunya, hee (sesuatu yang amat jarang kulakukan setiap kali ke perpus #parah!). Heuu, kan jaman udah canggih. Beribu-ribu halaman buku sudah bisa di-press dalam satu benda yang bahkan beratnya tak sampai 5 kg. hee... #ngeles!
Berjalan sendiri, menikmati langkah sendiri, dan (alhamdulillah tidak ngobrol sendiri, hehe....). Dan inilah saat-saat yang melankolik dalam hidupku. Mencoba berdialog dengan hati, dalam kesendirian...
Berada di sini, berjalan di sini, dan menyudut di gedung ini sungguh bukan menjadi salah satu catatan cita yang kutulis 5 tahun silam. Tidak, tidak begini inginku dulunya... Tapi kemudian, mengapa menjadi begini, aku percaya, INI BUKANLAH SEBUAH KEBETULAN, apalagi iseng-iseng berhadiah (seperti jawaban sekenanya yang sering kulontarkan iseng-iseng, hee..).
Ada catatan takdir-Nya yang tengah kujalani. Aku di sini, menulis ini pun, semua telah tercatat di lauh mahfudz sana. Jadi, memanglah tak pernah ada kebetulan dalam hidup ini. Tak ada. Semuanya tak pernah luput dari-Nya, dari catatan takdir-Nya...
Ah, memang tak ada yang KEBETULAN. Jadi, tugasku adalah menjalankan setiap jenak-jenak yang bukan kebetulan itu dengan sebaik-baik ikhtiar, dengan sebaik-baik capaian, dengan upaya terbaik yang kupunya. Agar segala yang tak pernah kebetulan itu, juga adalah sebaik-baik capaian... Lalu, perkara hasil, biarlah menjadi urusan-Nya... Satu hal yang pasti, keputusan-Nya, tetap adalah sebaik-baik keputusan...
Menyendiri di ruang ini, kemudian juga mengingatkanku pada satu hal. Masih menyoal keberadaanku di sini, di ranah-ranah para penuntut ilmu. Bahwa, betapa manusia hanyalah tempat penuh keterbatasan. Ilmu yang manusia miliki hanyalah sebatas keterbatasan. Lantas, atas dasar apakah manusia pantas menyombongkan diri? Ah, tidak! Tak pernah ada alasan untuk itu... Tapi, dalam keterbatasan, bukan berarti berhenti untuk belajar... Bukan berarti berhenti hanya dengan apa yang ada... Percayalah, belajar itu adalah sesuatu yang tak pernah terbatas...
Okeh, semangat belajar, Fathel!
Do your best! Bukan obsesi menjadi yang "ter", tapi semangat untuk mempelajari ilmunya. Sekali lagi, ilmunya! Tidak harus menjadi yang "ter", tapi HARUS menjadi seorang PENUNTUT ilmu.
Tetap semangat!
Tak Ada yang Kebetulan
Related Posts:
Kembali ke Jaman KelambuEntah apa sebabnya, tetiba ada beberapa ekor nyamuk di rumah semenjak akhir musim dingin ini... :'( Padahal sebelum-sebelumnya ga ada yang namanya nya… Read More
Ceritera Gendongan Sling Ngomong-ngomong soal gendongan, ada kejadian cukup unik yang aku temui di sini. Ketika hunting perlengkapan bayi dulunya, gendongan sling yang model … Read More
Surga Berbagai Diskon Salah satu entah itu kelebihan ataukah kekurangan berdomisili di jazirah arab ini adalah menyoal diskon. Hihi... Iya diskon! Sekali lagi, bisa jadi k… Read More
Welcome Winter Kalau ada lagu anak-anak yang bunyinya begini, "Libur telah tiba.. libur telah tiba.. horee... horee.. hatikuu gembiraa...", Maka bolehlah aku pleset… Read More
ASI Booster Apa ASI booster yang paling populer di Indonesia? Hampir semua orang bilang rebusan daun Katuk. Sudah jadi rahasia umum dan hampir semua orang … Read More
Waah setuju kaka, ngga ada yang bisa di sombongin dari diri manusia, dan belajar emang ngga ada batasan waktunya..
ReplyDeletesiippp..^^
ReplyDelete