Showing posts with label galau. Show all posts
Showing posts with label galau. Show all posts

eS Pe eS eS

Berikan padaku script-script macromedia flash, in syaa Allah akan aku "lahap". Jika tak bisa, aku mungkin akan "jungkir balik" untuk membisakannya.
Tapi jangan berikan aku SPSS, karena itu membuat aku pusiiiing, puyeeng... Astaghfirullaah...
Dulu, aku memilih penelitian deskriptif karena tak perlu pusing dengan statistik. Dan sekarang, mau tak mau, statistik adala sesuatu yang tak mungkin untuk dihindari. Aahhh... tolooooong...

Statistik oh statistik...
Dari duluu, sejak jaman SMP pun sepertinya tak pernah memikat hatiku. Sejak jaman-jaman masih cupu ala anak SMP, belajar mean, median, modus adalah bab pelajaran matematika yang paling aku hindari.
Ogahhh banget kalo udah begitu topik bab matematika nya. Padahal dulu demen matematik juga loh.
Dan kini, setelah sekian lama, aku harus kembali mengakrabi tidak hanya Mean, Median, Modus, Standar Deviasi, tapi juga Chi-square, McNemar, Pearson, ANOVA, T-test.

Tapi, aku harus semangaaaaattt!!!
HARUS SEMANGAAAAATTT!
Karena, semakin aku bisa segera menyelesaikan SPSS nya, semakin aku punya peluang untuk segera bisa bertemu seseorang in syaa Allah... ;)
Read More

Tak Seperti Kemestian itu

Mengapa yah, setiap kali melihat mereka, tak lagi dapat kubendung tetesan air dari sang mata ini.
Ya memang. Aku memang sudah tertinggal jauh. Sangat jauh. Dari mereka.
Terkadang, ini melecut semangatku.... Tapi terkadang, ini juga sekaligus melemahkanku...

Semestinya, aku sudah sepenuhnya tegar dari segenap nestapa itu. Seharusnya!
Tapi, nyatanya... aku tak seperti kemestian itu...

Hanya ada dua pilihan, sepenuhnya meninggalkan segenap kisah itu, atau berusaha tegar menyongsong nyata! Tapi, aku tak setegar itu, ternyata.... Belum sepenuhnya. Mungkin esok. Entahlah...
Read More

Bara Api

Ya, begitulah hakikatnya sang bara api...
Ketika kecil, ia menjadi kembang yang sangat indah... Bahkan terlalu indah.
Dan kau menyebutnya--kembang api!
Tapi, akan tiba suatu masa, di mana bara itu membesar, apalagi ketika tertiup sang angin.
Lantas tiba-tiba, membesar... Dan, mungkin sampai pada keadaan di mana kau tak lagi mampu memadamkan bara kecil yang kau buat jadi mainan itu pada mulanya...
Bahkan, mungkin saja kau ikut terbakar, jika saja kau tak punya kesempatan menghindar atau menyelamatkan diri.

Maka, bersyukurlah jika hari ini kau rasakan sakitnya memegang sang bara.
Bersyukurlah, sebab kembang api yang kau sebut indah itu pada akhirnya kau rasakan jua percikan panasnya...
Bersyukurlah, karena api itu belum sempat membesar...belum sempat membakar....
Kau masih punya kesempatan untuk padamkannya, Fathel...
Bersyukurlah, Fathel...

Maka, jangan lagi pernah bermain kembang api, secantik apapun ia... Sebelum ia membakar dirimu sendiri...


______________________
Di sela kegalauan ujian Farmakologi Molekular yang Belajarnya di Injury Time...
Semoga ujian kali ini sukses....
^___^
Read More

Bukan dengan Begini Caranya

Ah, tiadalah pantas bagimu untuk memaksakan asa. Karena, bukan kau yang menjalaninya Fathel.
Betapa menyedihkan, jika motivasi yang kau berikan justru berakibat tekanan, bahkan paksaan.
Tidak!
Bukan dengan begini caranya, Fathel....
Seharusnya kau membangun dan menghidupkan jiwa-jiwa itu, membiarkan potensi-potensinya berkembang...
Bukan dengan memaksa harus menjadi seperti apa yang kau maui...meskipun itu baik. Baik menurutmu, belum tentu baik bagi kondisi mereka...Sebesar apapun harapmu!
Ya, ini menyoal cara, bukan menyoal hasil Fathel!
Sebab hasil adalah urusan-Nya, bukan urusanmu...

Jadi, bukan dengan begini caranya Fathel...
Read More

GEJE

Hwaaaa.... sudahlah!
Aku nda mauuu dengaarrr cerita-cerita itu lagii... #mulai menutup telinga
Cape' aku. Sungguh!!
Perlu ditanyakan berapa kali lagi...
jika aku sudah punya jawabannya, sungguh sudah dari dulu aku jawab!
Lalu, mengapa semua orang suka nanyain sesuatu yang tak kupunya jawabannya? Mengapaaa?

Pokonya aku nda mau denger cerita aapun tentang itu lagi! Titik!
Aku nda mau cerita yang tendensi nya ke arah sana.
Aku juga (mencoba) nda peduli dengan wajah-wajah sumringah itu! Itu kebahagiaan kau, dia atau mereka, ya biarlah jadi milik kau, dia atau mereka! Bukan aku tidak turut bahagia, tapi aku hanya tak menyukai suasana yang tak terdefinisi begini.
Jadi, plisss, bawalah kebahagiaan itu bersama kereta hidup kau semua.
Jika ada di antara kau bersedih, maka aku masi di sini, masih setia menampung segala kesedihan itu.
Kebahagiaanmu, bawalah pergi. Tak perlulah kau bagi padaku. Bagiku dan untukku, cukuplah sedihmu saja. Aku masih siap mendengar cerita sedih. Tapi, sekali lagi, bukan cerita bahagiamu. Sebab, ternyata, aku tidak lebih siap untuk sebuah cerita bahagia.

Haha, adalah sesuatu yang mengherankan ketika aku memang tak siap dengan cerita-cerita bahagia itu, wajah-wajah sumringah itu. Percayalah, aku turut berbahagia, juga turut berdo'a agar bahagiamu, bahagia dia, bahagia mereka, tak pernah lekang, sepanjang apapun masa yang dilewati. Tapi, aku hanya tak siap dengan cerita itu. Sangkiaahhh....hohoho



*GEJE mode ON
Read More

Jika Kau Mengerti

Jika kau mengerti apa itu gamang,
maka itulah aku. . .
Jika kau mengerti apa itu ketakutan,
maka itu juga aku. . .
Jika kau mengerti apa itu kesedihan,
itu pun adalah aku. . .

Ah, gamang, ketakutan, dan juga kesedihan. . .
Tiga formulasi rasa pada wajan kehidupan. . .--mungkin saat ini, dan juga di banyak saat-saat lain yang telah berlalu. . .
Banyak orang, justru memaparkan bahagianya,--sebagaimana tak sedikit juga yang mengisahkan kesedihannya. . .
Dan aku di antara itu. . .

Sepengecut-pengecutnya aku adalah,
ketika aku berusaha untuk lari, menghindar,
berpura-pura berwajah datar,--seperti tak pernah terjadi apa-apa. . .
berselindung di balik, "halaaaah, nanti juga jadi. . ."
tapi, jika saja kau tahu bagaimana kecamuknya, di sini, di dalam sini. . .
apalagi setiap menatap kereta-kereta penuh senyum sumringah itu melewatiku. . .

tapi,
jika kau dihadapkan pada dua pilihan,
pertama terang, namun ujungnya adalah jurang
dan kelabu, namun kau tahu, pasti ada wewangi bebungaan di balik kelabu itu,
pasti kau pilih kelabu namun penuh wangi bunga, bukan?

jika di balik kelabu, pasti ada wewangi sang bunga,
mungkin tak lagi perlu ada gamang, ketakutan dan kesedihan. . .
karena satu hal saja, TAKDIR-Nya Pastilah Seindah-indah takdir. . .


#CatatanERRORsetelahujianFARMAKOEPID. . . Hehe
#Bahkanakupuntakmengertidenganapayangsedangakuceracaukan. . . --> haha, labil!
Read More

Back...Back...Back Again

Assalaamu'alaykum Bloggie Saiaaank...
Dengan dipenuhi rasa bersalah, akhirnya aku mencoba kembali menulisimu...
Huwaaaah, bloggieee, rasanya beberapa bulan terakhir ini mandeg bangeeet akuuuh... Tolooong....
Bahkan ketika koneksi internet lancar-lancar sahaja, aku justru tak bisa menuliskannyaaa....
Hwaaaa, sekali lagi, toloooooooooong... :)

Hehe,,,
Tapi, sudahlah Bloggie...
Aku hanya sedang menikmati menjadi aku yang sekarang (jadi, aku yg dulu bagemana? ihihi...).
Aku yang sekarang, tentu tak lagi sama dengan aku yang dulu. Setelah sempat terpuruk...lalu bangkit....terpuruk lagi....dan sekarang bangkit lagi! (hayoo, semangattt wahai diriku!).
Banyak dari kisah-kisah perjalanan yang luput dai catatan...
Tapi biarlah, setidaknya aku juga sedang belajar hal yang lain. Hee...

Read More

Berhentilah Nge-Blog Sekarang Juga

Mulai tersadar untuk menghentikan ini, pasca diskusi di group Jarwil FLP....
Sentilan sederhana memang, bahkan mungkin si penyampainya ndak nyadar kalo lagi "nyentil" , tapi kemudian diriku jadi  ngerasa and baru tersadar--> selama ini tak sadar aka pingsan yak? hihi...#becanda...
Kata-kata sederhana itu adalah..."Maen di Blogspot banyak menghabiskan waktu, sering terlalaikan dari pekerjaan" (redaksional berbeda nih). Hehe... Jangan ketawain diriku yah Bloggie...

Oh iyaa, ada kata yang harus dilengkapi dari Judul Postingan di atas...
Seharusnya.... Berhentilah Nge-DESAIN Blog Sekarang Juga!

Ya...Ya....Ya....
Sepertinya memang harus berhenti Nge-Desain Blog sekarang juga jika tak ingin menghabiskan waktu...
Jika tak ingin kehilangan umur di depan lepi.... Heuu...

Ternyata, nge-Desain Blog itu...lebih addict dari pada Diazepam dan Alprazolam --> Heuu....paraaahh...
(Kalo morfinn dan heroin belom pernah nyoba dan insya Allah tidak akan pernah mau mencobanya kecuali dalam kondisi gawat medis, jadi belom tau addictnya kek mana. So, objek pembandingnya cukuplah Diazepam sahaja...hihi --> mulai ngaurr !!)
Jika sudah getol-getolnya maen CSS-an, maen jQuery, maen HTML-an agak suka lupa waktu...
Jadiii, HARUS dihentikan sekarang JUGAK!
--> Inilah mengapa saia senang sekali berstatus "pengangguran" (a.k.a. tak bekerja sesuai propesiku) dan selalu saja merasa kekurangan waktu dan tak pernah bosan 'menganggur', sebab, dunia perbloggingan ini terlihat begitu mengasyikkan dan memenuhi satu sisi di batok kepala #halah, apaan sih!#...
--> mungkin beginilah yang dikatakan bahwa dunia hanyalah senda gurau belaka... huwaaaahhh.... >.<

Ya....Ya....Ya....
Sebenarnya bukan bermaksud untuk meng-hentikan hobby, tapiii, ini menyoal waktu yang terlalu berharga untuk disiakan....
Meski desain blog juga adalah sebuah kanal dari hobby dan optimalisasi serta aktualisasi (sekalian ajah sosialisasi, politisi, petisi, farmasi...--> mulai GJ), tapiii, segala yang overdose menjadi buruk pada akhirnya....
Ya, cukuplah sampai di sini saja...

Lebih berharga waktu itu untuk hal-hal bermanfaat lainnya...
sebelum lebih jauh terlena, harus segera kembali ke dunia nyata....hehe


Ya, cukuplah sampai di sini saja...
Insya Allah esok, 'siklus hidup' harus berubah....
Yak, B-E-R-U-B-A-H
Karena Kamu Fathel, tak pernah tau, kapan dan di mana ending hidupmu! (--> tolong yang ini diingat-ingat yak Fathel!)
Jika banyak waktu yang kau habiskan di sini, Fathel..., sungguh betapa meruginya kau, Fathel...
Amat sangat merugi...


Hayuu, benahi hidupmu!
benahi hidupmu!
benahi hidupmu!


_____________________________________
*postingan ketika lagi galau....--> titik kulminatif....grafik kurva minimum...
  --> Hayooo, bangkit dan bersemangat lagi....
  --> Upgrade diri (ruhiy, fikry and jasady!)
Read More