Alhamdulillaah, tsumma alhamdulillaah...
Sungguh, tak ada perbendaharaan kata-kata lagi yang dapat mewakili segenap rasa di hati ini.
Kesyukuran kepada Rabb, yang telah mempertemukan kami dalam ikatan pernikahan. Sungguh, ini adalah sunnah rasul-Nya yang indah. Bagaimana indahnya? Mungkin aku bukanlah orang yang berkafaah untuk menuliskannya dan lagi engkau semua mungkin sudah dapat membacanya dari berbagai buku. Akan tetapi, indahnya hanyalah bisa dirasakan oleh orang-orang yang mengalaminya. Hehe. Seumpama seseorang mendeskripsikan bagaimana manisnya buah delima. Oke, semua orang mungkin akan bersepakat bahwa delima itu manis. Akan tetapi, tentang bagaimana rasanya, hanya orang-orang yang pernah menyicipinya sajalah yang dapat merasakannya. Pun begitu dengan pernikahan. Maka, mungkin banyak yang menyesali : mengapa tidak dari dulu saja? hihi :D
Sekali lagi, aku bukanlah orang yang faqih untuk menjelaskan mengenai pernikahan, karena kami masihlah "bau kencur" alias "pendatang baru" yang masihlah miskin pengalaman. Tapi, ijinkanlah aku sekedar bercerita. Ya, sekedar bercerita saja. Siapapun boleh mengoreksi jika sekiranya ada di antara apa yang kutuliskan ini terdapat kesalahan. Dan sungguh, aku berterima kasih atas itu.