Showing posts with label tatsqif. Show all posts
Showing posts with label tatsqif. Show all posts

Tatsqif Edisi Fiqh bersama Ust. Dzul 'Adli, LC



Alhamdulillah, tatsqif  kali ini bersama USt. Dzul ‘Adli, membahas masalah FIQH. Sejujurnya, kalo masalah Fiqh ini, memang ga’ ada abis-abisnya yah? Akan selalu bermunculan pertanyaan-pertanyaan. Bahkan, kata akhwat yang duduk disebelahku kemaren, “Andailah pembahasan fiqih ini dari pagi sampai sore, mungkin daku takkan bosan mengikutinya.” Hehe. Kurasa pun begitu. Pasalnya, kuliah dari jam 8 sampai jam 4, istrahatnya Cuma sholat dan makan doing, bikin ngantuuuk sangat, tapi, pas di nurul ‘ilmi malah segarr dengerin materinya. Hihi.

Oh ya, pembahasan kali ini ga’ ada penyampaian materinya. Hanya menjawab pertanyaan yang melimpah2 dari tatsqif sebelumnya (tasqif sebelumnya belum di ketik, heheh). Saking banyaknya pertanyaan, ga’ sempat dijawab di edisi lalu, dijawab sekarang. Itu pun, yang dijawab skarang ga’ cukup jugah waktunya dan masih menyisakan bon pertanyaan untuk tastqif edisi Fiqih slanjutnya. Waaaooouu…, masya Allah.

Baiklah, langsung ke pertanyaan ajah yah.

1.      Saya pernah baca ustad, kalo yg istihadhoh itu harus menunggu 15 hari duu. Lepas dari 15 hari, baru dogolongkan sitihadhoh. Lalu, bagaimana dengan orang yang kebiasaan haid nya adalah 7 hari, lalu ternyata hari ke-8 sampai 15 ia masih haidh, dan hari ke-16 sudah tergolong istihadhoh. Apakah sholatnya di hari ke-8 sampai 15 harus di qodho?
jawab : Istihadhoh itu tidak mesti nunggu 15 hari! Jika sudah kluar dari kebiasaannya (missal seseorang kebiasaan haidnya 7 hari, maka hari ke-8 sudah tergolong istihadhoh). Mereka tetap suci. Dan dapat melakukan aktivitas ibadah layaknya orang yang sudah suci. Bedanya, setiap kali sholat harus berwudhu’. Tidak perlu stiap kali sholat harus mandi dulu. Harus disegerakan waktu wushu’nya dengan sholatnya. Jangan ada jarak waktu.
2.      Jika seseorang ketiduran di waktu isya’, bagaimana ustadz?
Jawab : ia boleh melaksanakan sholat ketika ia terbangun.
3.      Bagaimana jika kita lupa raka’at sholat dan tidak sujud sahwi, ustad?
Jawab : kalo lupa raka’at sholat, diambil yang paling diyakini jumlah raka’atnya. Sujud sahwai itu tidak wajib tapi sunnah mu’akad. Tidak apa-apa kalo tidak sujud. Hanya saja yg harus diingat, syetan senantiasa mengacaukan dan mengganggu orang yg sedang sholat dan akan bergembira atas itu. Jadi, untuk membuat syetan kecewa dan menangis karena keberhasilannya, makanya kita sujud dan mohon ampun kepada Allah.
4.      Bagaimana jika kita dalam perjalanan, missal padang Jakarta selama 3 hari. Apakah selama di Jakarta kita menjama’/mengqashar sholat sementara kondisinya sudah memungkinkan untuk sholat seperti biasa.
Jawab : jika perjalanan kita kurang dari 4 hari 4 malam, maka kita masih berstatus musafir dan SEBAIKNYA kita MENERIMA RUKHSAKH yang Allah berikan, karena Allah senang jika hamba-Nya menerima hadiah dari-Nya. Namun, jika didekat tempat domisilinya ada mesjid, dan dikhawatirkan akan menjadi fitnah jika dilihat tidak sholat, maka sebaiknya sholat ke mesjid saja.
Jika perjalananya > 4 hari, maka rukhsakh nya hanya untuk diperjalanan pp saja. Allahu’alam
5.      Apa hukumnya niat dalam bahasa Indonesia?
Jawab : niat itu tidak mesti dilafadzkan. Karena Rasulullah tidak pernah mencontohkan demikian. Sebagian ulama menggolongkannya kepada Bid’ah. Sebaiknya tidak dilakukan karena Rasulullah tidak melakukan hal demikian.
6.      Bolehkah berambut gondrong dalam Islam, karena sunnah Rasulullah?
Jawab : rambut gondrng adalah sunnah yang tingkatannya sangat rendah. Sunnah yang kuat itu adalah yang rasulullah UCAPKAN atau LAKUKAN. Penampilan fisik itu tidak terlalu kuat. Apalagi bertentangan dengan zaman. Di zaman sekarang malah rambut gondrong tergolong preman. Dari pada mendatangkan fitnah, lebih baik sesuai kelaziman saja. Lebih baik, mengamalkan sunnah yang tingkatannya lebih tinggi saja.
7.      Jika kita sholat sendiri, lalu ada orang yang berjama’ah. Bolehkan kita memutus sholat sendiri untuk ikut jama’ah?
Jawab : TIDAK boleh. Sholat fardhu’ tidak boleh dihentikan/diputuskan kecuali jika ada hal2 yang mencelakakan dan dibolehkan oleh syari’at. Kalo hanya utk jama’ahan gak bleh. Mending ditunggu saja orang yang mau sholat lainnya.
8.      Kalo qiyamullail boleh dilakukan ba’da isya’, bagaimana dengan tahajjud, ustad?
Jawab : sebenarnya itu hanya masalah istilah saja. Maksudnya tetap sama, yaitu qiyamullail. Jadi, boleh dilakukan sebelum tidur. Hanya saja lebih afdhol kalo dilakukan setelah tidur sepertiga malam terakhir.
9.      Mengapa musibah hanya menimpa Negara islam, kenapa tidak di amerika atau Israel?
Jawab : itu adalah hikmahnya Allah. Adzab Allah tidak mesti ditimpakan di dunia. Bisa jadi Allah sengaja menundanya agar mereka terus2an dengan kelalaian mereka. Satu yang harus diingat : ALLAH TIDAK PERNAH LALAI TERHADAP HAMBA-NYA. Jika kita mendapat musibah, jadikan saja sebagai peringatan bagi kita.
10.  Gusi berdarah, tertelan darahnya, apakah haram, ustad?
Jawab : islam itu adalah rahmatan lil ‘alamiin. Sesuatu yang sulit dihindari, dimaafkan, seperti gusi berdarah tsb
11.  Beolehkan mengakhirkan isya’ untuk sekalian tahajjud?
Jawab : boleh, asalkan rumah tidak dekat mesjid yang memungkinkan untuk sholat jama’ah di mesjid.
12.  Bolehkah sengaja masbuq agar bisa sholat sunnat rawatib dulu?
Jawab : tidak boleh. Jika kita sedang sholat sunat lalu iqamat, sholat sunnatnya harus diputus dan ikut sholat jama’ah, kecuali kalo udah hamper salam.
13.  Bolehkan lewat di depan orang sholat?
Jawab : jika sholat berjama’ah dibolehkan, keculi lewat didepan imam. Kalau tidak, bagaimana dengan orang yg batal wudhu’nya, bukan? Yg tidak boleh adalah lewat di depan orang yg sholat sendiri, atau masbuq. Orang yang sholat harus menghalangi orang yang lewat di depannya.
14.  Kita kan ga’ boleh sholat di dibalakang kuburan/menghadap kuburan. Bagaimana dengan nabawi yang ada maqam rasulullah?
Jawab :untuk maqam nabi itu dimaafkan, karena awalnya di sana dulu bukan mesjid. Itu terjadi keran perluasan mesjid saja. Ulama sepakat itu tidak apa-apa. Yg terjadi skarang, banyak yang sengaja membangun mesjid didepan kuburan, atau sebaliknya menguburkan orang di depan mesjid. Ini yang tidak boleh
15.  Apa beda mani, madzi, dan wadi?
Jawab : (ini sudah dibahas juga sebelumnya), kalau mani dikeluarkan waktu syahwat, madzi dikeluarkan waktu pertengahan syahwat dan wadi dikeluarkan setelah buang air kecil. Semuanya dihukum najis kecuali mani. Tapi, walaupun mani, tetap harus dibersihkan karena dikhawatirkan bercampur dengan madzi. Mengenai wajib atau tidak untuk mandi disebabkan kluarkan madzi bukan dengan syahwat, masih ada perbedaan pendapat ulama. Sebaiknya mandi, untuk lebih berhati-hati.
16.  Darah yang dibolehkan untuk dibawa sholat berapa ustad?
Jawab : kalau menurut abu hanifah, sebesar logam maksimal, masih dimaafkan. Darah nyamuk dimaafkan. Tahi cicak jg dimaafkan. Jika tangan berdarah banyak, darahnya dibersihkan sampat yang tidak bisa dibersihkan lagi. Alcohol juga, bukan alkoholnya atau dzatnya yang najis tapi, sifatnya yang najis.
17.  Jika air sumur keruh, bolehkan digunakan untuk wudhu’?
Jawab : boleh, jika keruhnya karena alam/alami.
18.  Hukum dipendekkannya “wr wb”?
Jawab : sebenarnya kan hanya untuk tujuan meringkas saja. Untuk msalah ini, tak perlu terlalu dipermasalahkan
19.  Jika telat rapat/syuro, apakah mendzolimi suadara?
Jawab : SANGAT MENDZOLIMI. Sebaiknya biasakan tepat waktu
20.  Apakah tanda2 sholat khusyu’, ustad?
Jawab : jika kondisi hati setelah sholat lebih tenang dan lebih baik dari sebelum sholat. Karena khusyu’ itu akan mempengaruhi hati
21.  Di kampung ana,memakai kaous kaki ke mesjid itu tidak lazim. Ana khawatir akan mendatangkan fitnah. Bagaimana cara mengatasinya ustad?
Jawab : menutup aurat itu wajib, termasuk kaki. Tapi, kaus kaki juga bukan satu2nya penutup kaki. Bisa juga dilakukan dengan memakai sarung yang keododran. Karena tanah bukan najis. Tetapi, akan lebih baik jika dikomunikasikan ke masyarakatnya.
22.  Tahlilan keras2 di mesjid itu gimana ustad?
Jawab : itu termasuk bid’ah, tidak usah diikuti. Tapi, sebagian ikhwan banyak yg mengambil tindakan dengan pergi meninggalkan mesjid waktu tahlilan. Sebiaknya tidak dilakukan karena mendatangkan fitnah, mending dzikir saja dengan dzikir2 yang RAsulullah anjurkan/ sunnahkan
23.  Bolehkah wanita haidh memegang Alqur’an ustad?
Jawab : tidak boleh! Tidak boleh memegang, membacanya untuk maksud ibadah. Dibolehkan untuk yang menambah hafalan atau mempertahankan hafalan. Do’a-do’a yang ada ayat al qur’annya juga dibolehkan.
24.  Bagaimana jika kita wudhu’ tapi gak untuk sholat?
Jawab : dibolehkan, bahkan dianjurkan untuk terus mempertahankan wudhu’nya.
25.  Bolehkah wanita melalukan ziarah?
Jawab : awalnya dilarang lalu dibolehkan. Tapi, jika berziarah, cukup mengucapkan salam dan mengambil I’tibar dari kematian saja. Tidak perlu tilawah atau membaca surat yasin di sana.
26.  Apakah sama sholat sunnat fajar dgn sholat sunat rawatib sebelum subuh?
Jawab : sama! Karena sholat subuh itu adalah sholat fajar.
27.  Bolehkah kita beramal dengan memperhitungkan pahala?
Jawab : bole, karena rasulullah pun menyuruh kita beramal agar mendapatkan surga.
28.  Bolehkah makan dan merokok dimesjid?
Jawab : boleh makan. Tapi kalo merokok, jangankan di mesjid di manapun tidak boleh, karena hokum rokok adalah HARAM. Mui saja yang kurang tegas sehingga mempartisi bagian orang2 g diharamkan merokok.
29.  Bolehkah istighosah di makam?
Jawab : hokum istighosah, dzikir bersama saja masih diragukan, apalagi di makam. Sebaikanya ditinggalkan saja.
30.  Bagaimana jika sujud sajadah tiap subuh?
Jawab : ini termasuk bid’ah, karena Rasulullah tidak contohkan. Yang dianjurkan itu pada jum’at pagi tapi tidak boleh dirutinkan juga karena dikawatirkan akan dikira sebagai kewajiban.
31.  Pacaran apakah tergolong musibah agama?
Jawab: sangat tergolong musibah agama!
Karena stiap aktivitas pacaran itu ada;ah zina.
32.  Alqur’an di HP bolehkah dipegang ketika haid?
Boleh : karena yg dilarang itu adalah memegang mushafnya. Tapi, membaca AL Qur’an dari HP tetap haram, kecuali untuk mempertahankan/menambah hafalan tadi.
33.  Jika hujan bolehkah dijama’ sholat?
Jawab : dibolehkan. Tapi, jika gak ada udzur yang terlalu memberatkan sebaiknya tak usah dijama’ ketika hujan
34.  Bisakah orang yang sholat sendiri diangkat jadi imam?
Jawab : bisa. Bahkan yang sedang sholat sunat sekalipun.
35.  Pakaian yang terkana najis, tapi tidak memungkinkan untuk menggantinya, bolehkah dibawa sholat?
Jawab : tidak boleh. Najisnya harus dibersihkan dulu. Gak papa kalo sholat dalam keadaan pakaian basah dari pada bernajis.

Mungkin demikian saja. ‘afwan, Cuma ringkasan saja. Semoga bisa kita amalkan bersama-sama. Amiiin.
Read More

Tatsqif : HUBBULLAHU LI ABDIHI



Alhamdulillah…, meski hujan mengguyur dengan begitu lebatnya, petir menyambar-nyambar, dan bahkan ada issue gempa dengan runtuhnya atap gedung G (hehe), ternyata antusias dan animo masyarakat mhs Unand untuk menghadiri tatsqif memang luwar biyasaa. Alhamdulillah, MNI (yg lagi direnovasi) pun penuh, bahkan melimpah hingga ke teras. Subhanallah. Bukan hanya mahasiswa, tapi juga adek2 di SMA 9 Padang, antusias mengikutinya. Maka, menurutku, merugilah orang2 yg memiliki kesempatan untuk datang tapi melewati momen majlis ilmu yang luwar biyasa ini. Apa karena materinya dari Ust. Irsyad Syafar LC yah? Banyak yang rela dan lebih senang ikut tatsqif dari pada kuliah. (wah…wah…, paham yang salah dong! Hiihi)


Baiklah…,
Kudokumentasikan lagih nihh, tatsqif kali ini. Semoga bermanfaat bagi yg sempat membacanya.
Kalau boleh jujur, inilah tatqif paling top cer yg pernah kuikuti. Mungkin, karena pematerinya menyampaikan Birruuuh, dan aku juga kondisi hatinya lagi butuh2 banget siraman. Jadi, nyambung deeh. Hatiku mendapatkan apa yg dibutuhkannya. Dan, subhanallah…luar biasanya, penyampaian yg singkat dan dipaparkan dengan sederhana oleh ustadz ini telah merubah banyak hal dalam hidupku. Menyentilku di berbagai hal. Aku benar2 kena! KENAAAA sangat! Mengena! Cesss…, persis di lokasi yang tepat. Adek yg duduk disebelahku malah sampai sangat heran melihatku nangis. Yaph! Tepat sekali sodara-sodara. Aku sampai nangis sesegukkan (eihh..ga segitunya kali), mendengar penjelasan dari ustadz kali ini. Mungkin, lebih kurang sebagai sarana muhasabah deeh, buatku. Karena, apa yg disampaikan, benar2 adalah apa yg terluput olehku. Apa yg terlupa olehku.


Dari pada panjang2 mukaddimah, baiknya langsung saja yaah.
(eihhh…, mungkin akan banyak catatan kaki oleh daku sendiri di materi ini. Harap dimakumin. Okeh?)


Materinya : akhlaq
Topic Pembahasannya  : HUBBULLAHU LI ABDIHI
(cintanya Allah terhadap hamba-Nya)




Read More

SIKAP MUSLIM MENGHADAPI BENCANA



alhamdulillah...
akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga.hehe...

setelah skian lama tatsqif terhenti (ba'da liburan semester genap kemaren, lalu disusul dgn musibah,tatsqifnya gak ada terus...)
akhirnya, alhamdulillah..., jum'at ini (tgl 23 Oktober 2009) tatsqif perdana pun dimulai...

Sebenarnya materi pekan ini adalh FIQH bersama ustadz Zul Adli..., tapi berhubung masih dalam susana musibah, maka materinya diganti dengan "Fiqh Musibah". tentang bagaimana sikap kita menghadapi musibah.

Nah, sebelum ke materi, ada baiknya kita mengajak teman2 skalian (yg berada di kota Padang dan skitarnya) untuk menghadiri acara ini. Sebuah majlis ‘ilmu yg insya Alloh barokah. Diisi oleh ustadz2 yang memiliki kapabilitas di bidangnya. Dan tentu saja : GRATIS!!
Tatsqif ini adalah salah satu program yang diangkatkan oleh FKI Rabbani Unand.

Yuk..yuk…., rame2 datang ^^

Nah, mari qta masuk ke materinya yaitu : SIKAP QTA BILA MENGHADAPI BENCANA

Prinsip seorang muslim terhadap bencana :
Pertama; Kita harus yakin bahwa hidup initakkan luput dari musibah
Kita PASTI akan diuji dengan ujian
Kata ulama, dunia ini adalah daarul I’tila’ : kampug yang penuh dengan musibah

Read More

AS SIDQU

(Pembahasan Tatsqif Jum'at di Mesjid Nurul Ilmi ba'da asyar, bersama ust Irsyad Syafar, LC)


Firman Allah dalam Qs. At- Taubah ayat 119 :
“Wahai orang-orang yg beriman! Bertaqwalah kepada Allah, dan bersamalah dnegan orang2 yg benar.”

Dalam Hadits shahih dikatakan :
dari Ibnu Mas’ud ra., dari Nabi saw., beliau bersabda : “Sesungguhnya benar/ jujur itu membawa kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu membawa ke surge; seseorang itu akan selalu bertindak benar / jujur sehingga ditulis di sisi Allah sebagai orang yg benar/jujur. Dan sungguh, dusta itu membawa kepada kejahatan dan sesungguhnya kejahatan itu membawa ke neraka; seseorang akan selalu berdusta sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta. “ (HR. Bukhari & Muslim)

Assidqu artinya benar/jujur. Lawan dari As-Sidqu adalah Al Kadzib.
Hanya saja, pengertian As-Sidqu tidakcukup hanya dengan jujur seperti yg kita fahami selama ini. Missal salah satu universitas di Australia yg mahasiswanya selalu jujur dalam ujian. As-Sidqu melebihi dari hal ini saja (insya Allah aka nada penjelasannya nanti).

As-Sidqu adalah akhlaq yg mulia di sisi Allah, sehingga Allah menyuruh hamba-hamba-Nya yg beriman untuk memiliki sifat ini. Suruhan tersebut diawali dengan ketaqwaan (seperti pada Qs At-Taubah:119) di atas, yang menandakan kedudukan As-Sidqu ini sangat mulia & tinggi.

As-Sidqu ini adalah salah satu sifat Nabi mUhammad. Dengan kejujuran dan kebenaran nabi Muhammad, Beliau amat dipercaya. Seperti : Nabi Muhammad dipercaya untuk menyelesaikan permasalahan pemuka Quraisy pada saat pengembalian hajar Aswad, lalu, Nabi Muhmmad juga dipercaya untuk menitipkan barang2 orang Quraisy, walaupun mereka tidak mengakui kenabian dan Kerasulan Nabi Muhammad. Sifat As-Sidqu ini juga pada saat Rasul mengumumkan da’wah secara terang2an . ketika beliau mengumpulkan semua penduduk Mekkah di sebuah bukit dan beliau menyatakan, “Bagaimana jika kuberi tahu bahwa di belakang bukit ini ada pasukan yang akan menyerang Mekkah,…dst…, (semua juga sudah pada tau dan pada Siroh bab ini kaaaan??)

Oleh karena itu, seorang aktivis da’wah harus memiliki sifat ini, dan menjadi salah satu poin penting dalam keberhasilan da’wah.

Kedudukan As-Sidqu ini sangat tinggi, sehingga disejajarkan dengan orang-orang yg Allah beri ni’mat , pada QS. An-Nisaa’ : 69. Yaitu :

“Barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul, maka ia akan bersama2 dgn orang2 yg ALLAH BERI NI’MAT ATAS MEREKA, yaitu , para nabi, PARA PENCINTA KEBENARAN, orang2 yg mati Syahid, dan orang2 yg shaleh. Mereka itu adalah sebaik-baik teman.”
Keempat golonga ini memiliki kedudukan yang sama di surga. Dan, As-Sidqu ini tidak terwakilkan hanya dengan jujur saja.

As-sidqu memiliki beberapa level :
1. As-sidqu ma’allah. Yaitu jujur kepada Allah. Sifat ini tidak dimiliki oleh orang kafir. Pada sebuah kisah telah diceritakan bahwa ada seorang laki-laki yang masuk Islam pada masa peruode Makkah. Dia juga ikut hijrah dan ikut berperang. Setelah berperang, ia mendapatkan ghanimah. Salah seorang sahabat mengantarkan ghanimah itu kepadanya. Ia berkata, “APa ini?” dijawa oleh utusan RAsul, “ini adalah ghanimah.” Ia mengambil ghnimah itu lalu pergi menghadap Rasul.
“Ya Rasulullah, apa ini?”
“Ini Ghanimah bagianmu yang saya bagikan untukmu.”
“Ya Rasul bukan untuk ini saya ikut berperang.”
“Lalu untuk apa?”
“Saya ikut engkau untuk mati syahid dengan panah menembus leher dan masuk surga.”
Pada peperangan berikutnya, ia memang Syahid dengan cara yg ia inginkan. Kata Rasulullah, “Orang ini telah membuktikan bahwa ia jujur kepada Allah sehingga Allah pun jujur kepadanya.”
Jadi As Sidqu ma’allah ini adalah melakukan ibadah hanya kepada Allah, jujur kepada Allah…

Keduduka As-Sidqu ma’allah dengan ikhlas :
Ikhlas itu , amalannya sama qualitas dan quantitasnya baik dihadapa orang ramai maupun sedang sendirian.

As-Sidqu ma’allah itu, amalannya ketika tidak dihadapan orang ramai, jauuuuuuuuh lebih baik ketimbang di hadapan orang ramai.

Derjat As-Sidqu tidak bisa diraih kcuali kalau seserang itu telah mencapai derjat ikhlas.

2. As-Sidqu ma’annafs:
Yaitu jujur pada diri sendiri. Orang-orang kafir juga tdk memiliki sifat ini. Bahkan orang Islam pun bayak juga yg ga’ punya sifat ini. Contoh, sudah tahu mengenai hokum halal atau harom, tetap saja dilanggar dan dilibas.

3. As-Sidqu ma’annaas.
Inilah yg dikatakan jujur dalam pengertian qta sehari-hari. Jujur sesame manusia. Orang-orang kafir pun sudah terbentuk habit, kebiasaan untuk jujur. Missal pas wakru ujian, tidak mencontek. Atau berkata benar kepada manusia lainnya.

Berubahnya qualitas & quantitas ibadah karena Alasan dunia, berarti tidak jujur kepada Allah. Makanya para salafushalih itu punya amalan shaleh rahasia yang akan jadi “dekingan” dihadapan Allah jika kita mengadapi posisi sulit. Ketika posisi sulit itu kita sebutkan kepada Allah amalan rahasia qta. Ingat kisah tiga orang yang terkurung dalam goa kan yah?? Kisah ini terdapat dalam hadits shahih dengan sanad Abu ‘Abdurrahman ‘Abdullah bin ‘Umar bin Khaththab, ra., riawayat Bukhari dan Muslim.


SESI TANYA JAWAB :
1. Kalo’ qualitas shalat beda waktu di tempat kerja yg cendrung heterogen, dibanding shalat pada malam hari, apakah termasuk As-Sidqu ma’allah?
>> (‘afwan, diriku ketinggalan mendengarnya pas jwbn pertanyaan ini. Yg tertangkap itu justru bagian terakhir yg ustadz katakan yaitu sebaiknya memilih tempat kerja yg memungkinkan qta untuk leluasa beribadah.

2. Apakah film/acting termasuk bohong?
>> film ini masih khilafiyah dan polemic di kalangan ulama. Ada ulama yg keras melarang ada juga yang membolehkan asalkan memenuhi syarat, syarat yg cukup ketat, dan tidak melewati batas-batas syar’i.
Sebaiknya, kita ambil sikap yg hati-hati saja.
Akan tetapi, jika seseorang telah lembut htainya dengan Islam, maka, tidak diperlukan lagi film2 yg menggugah hati, karena ia sendiri sudah mengakar di hatinya.

3. Bagaimana sikap qta kalo’ berma;siat kepada Allah?
>> segera bertaubat! Lisan mengucapkan istighfar. Hati menyesali, dan secara fisik, menjauhi & meninggalkan maksiat tsb. Perbanyak melakukan kebaikan karena perbuatan jahat akan dihapuskan dengan perbuatan baik.

4. Apakah bohong untuk mengelabui musuh itu dibolehkan?
>> dibolehkan, bahkan dianjurkan. Kata Rasulullah, perang itu adalah siasah/startegi. Contohnya, ketika fathul makkah, rasul seolah2 menyuruh pasukan bergerak ke Utara, padahal letak kota Makkah di selatan,sehingga semua penduduk Makkah dalam keaadaaan terlena dan tidak menyadari.
Bohong dibolehkan untuk : pertama, mendamaikan 2 orang yg bersengketa. Kedua, bohong suami pada istri untuk membahagiakannya. Ketiga bohong untuk menyembunyikan orang yg sedang dizhilomi dan akan dibunuh.

5. Tauriyah/ambigu, bolehkah?
Tauriyah adalah bohong tapi jujur. Maksudnya di sini, lain makna yg disampaikan si penyamai dengan yg diterima pendengar. Contihnya, waktu Rasulullah bersama Abu Bakar dikejar kafir Quraisy dan hendak dibunuh, oarng2 yg kenal dgn Abu Bakar bertanya, “Siapa ini wahai Abu Bakar?” mereka menunjuk Nabi Muhammad. Ab Bakar menjawab, “ini penunjuk jalanku.” (orang2 Arab, ketika bepergian jauh, biasa memiliki penunjuk jalan). Maksud yg dipahami oleh yang bertanya, penunjuk jalan dip dg pasir. Maksud abu bakar, penunjuk jala ke surga. Tauriyah dibolehkan asalkan digunakan untuk kondisi ttntu. Karena sgt tipis bedanya dengan bohong.

6. Sikap qta terhadap orang yg menyampaikan kebenaran, tapi, menyakitkan. Bagaimana cara mengingatkannya? Kalau kita jujur kepadanya, maka itu akan menyakitinya.
>> sampaikan dengan cara baik-baik dan dengan nadyg tidak menggurui. Dengan nuansa bertanya, bykan menghakimi.

7. Pada saat ruku’, Rasulullah yang panjaaaaang sekali, apa yg dibaca?
>> Rasulullah bertasbih
8. Indicator amalan ikhlas itu apa?
>> amalan tersebut tidak terpengaruh oleh pujian maupun celaan orang lain.
Tafsiran Fudhail bin Iyad terhadap Qs. Mulk yang menyatakan “Ahsanul ‘amala” itu adalah amalan yg paling baik dan paling benar. Maksudnya di sini, adalah ikhlas dan caranya benar, sesuai tuntunan Rasulullah Saw. Jika seseorang MENGERJAKAN amalan kerena orang lain, ini termasuk syirik. Jika ia MENINGGALKAN suatu amalan karena orang lain, ini termasuk riya.

9. Ketika kita memberikan sesuatu , lalu ditanya, “Ikhlas ga’ nih?”, sikap qta bagaimana?
>>ikhlas adalah urusan hati yang kadarnya tidak bisa kita tentukan.
10. Jika kita berada pada lingkungan yg heterogen, sehingga perlu “strategi” ttntu utk melakukan sesuatu, bagaimana?
>> kebohongan dalam keadaan darurat, dan kemashalatan ummat dibolehkan. Utamakan yg menyelamatkan mudaharat utk ummat dulu, ketimbang manfaat.
Jika utk kemshlatan pribadi saja, tetap saja jujur. Ini akan menjadi indicator keimanan seseorang.

11. Bagaimana jika bohong telah menjadi kebiasaan?
>>Kita harus berinteraksi secara ‘ilmu dulu (plaajari bagaimana mudahartnya bohong). Bohong ini “penyakit menular”, jadi hindari bergaul dengan orang2 yg suka bohong. Kebohongan pertama akan meminta kebohongan kedua untuk menutupi kebohongan pertama, dan seterusnya..seterusnya…, hingga, kadang2 si pembohong lupa, ketika ia menutupi kebohongan kesembilan dengan kebhongan kesepuluh, ter nyata membongkar kebohongan pertama.

12. Jika pad masa lalu kita pernah bohing pada seseorang, bagaimana sikap qta?
>> bohong adalah salah satu maksiat yang perlakuannnya sama terhadap maksiat lain, yaitu segera bertaubat dan kalau masih ada kontak denga orang g dibohongi, hendaklah minta maaf.

13. Kalau kita menyebut amalan rahasia kepada Allah ketika kesulitan, apakah tidak mengurangi balasannya di akhirat?
>> Allah maha Kaya dan maha penyayang. Hitung2an pahala bukan hitung2an logika matematis yang diberi lantas berkurang. Dia Maha Kaya. Yg terpenting adalah berhusnudzan pada Allah dikondisi apapun.

14. Kalau kita bilang “tidak tahu” kepada orang yang bertanya kepada kita padahal kita tahu jawabannya, akan tetapi kita khawatir jawaban itu akan menyakitkan, bagaimana?
>> ini juga salah satu indicator keimanan, apapun resikonya, kita insya Allah harus siap berkata jujur.

15. Dalam sebuah hadits dikatakan, jika bohong, akan dijauhkan dari Allah. Bagaimana dgn bohong utk alasan syar’i?
>> bohong yg alasannya syar’I, insya Allah tidak akan menjauhkan dari Allah

16. Beramal untuk hizb/kelompok apakah termasuk ikhlas atw As-sidqu?
>> tergantung kelompoknya dulu. Kalau hizb/partai/kelompoknya benar2 ingin menegakkan kebenaran, bisa saja mjd as-sidqu.

17. Tidak menyebutkan aib orang lain ketika kita menceritakan semua hal tentang seseorang, termasuk bohongkah?
>> menutup aib orang lain adalah sesuatu yang disyari’atkan.

18. Mengerjakan sesuatu amalan di depan orang agar orang ikut kepada amalan itu, bolehkan?
>> boleh. Karena ikhlas adalah amalan hati, tak peduli ada banyak orang maupun sendirian. Memang sudah saatnya amalan sholeh itu “diiklankan” sehingga menjadi opini public. Sekarang ini iklan jusrtu kebanyakan isinya adalah ma’siat. Yang mengajak orang ke neraka. Maka, iklan2 maksiat semestinya kita imbangi dengan iklan amalan sholeh. Tapi, kendati demikian, kita mesti tetap punya amalan rahasia juga.

19. Bohong ntuk bergurau, bolehkah?
>> dalam berguaru tetap tidak boleh bohong. Celakalah orang-orang yang dengan kebohongannya, membuat orang tertawa.
Contoh gurauan yang tidak bohong adalah ketika seorang nenek yg bertanya bisakah ia masuk surga dan kisah onta gemuk yang Rasul bilang anak onta.

20. Waktu ujian, ada yg bertanya jawaban soal, kita menjawab tidak tahu,(agar tidak curang dan bohong) padahal kita tahu, bagaimana?
>> kalau kita member tahu jawaban waktu ujian, berarti kita jujur kepada manusia tetapi bohong kepada Allah.
Hati-hati dengan “mencontek” dan bertanya waktu ujian. Ini adalah HARAM!!!!!!!!!!
Karena itu adalah sebuah KESAKSIAN PALSU.
Karena kita ujian, lalu mendapat nilai yg kemudian tertulis di ijazah. Ijazah adalah KESAKSIAN TERTULIS. Dan jika ijazah ini digunakan untuk melamar pekerjaan, dan kita diterima karena nilai2 hasil contekan itu, maka, ini akan menjadi darah daging, hingga seterusnya.

21. Bagaimana jika kita beramal mengharapkan surga, atau meninggalkan maksiat karena takut neraka???
Hal ini benar. Adalah pendapat yang SALAH ketika ada yg mengatakan “tidak boleh beramal karena mngeharapkan surge atau takut neraka. Kita beramal hanya karena Allah.” Sebab, merindukan surge dan ancaman neraka adalah sesuatu yang Allah dan rasul-Nya anjurkan, dan termaktub adalam Al Qur’an dan Sunnah

Untuk pembahasan ini, cukup sampai di sini. Semoga Allah menuntun kita semua menuju jalan-Nya yg lurus. Semoga bermanfaat.

Ah iya, sedikit berbagi, pembahasan tatsqif 3 minggu lalu mengenai music yg sempat kupertanyakan kepada banyak orang sebelumnya. ini di kajian fiqh. Masih khilafiyah dan pendapatnya sama-sama kuat. Ada yg membolehkan dan ada yg melarang. Dikembalikan kepada mudharat dan manfaatnya. Jika ada dua pendapat yg berbeda, maka cari yang paling kuat dalilnya. Jika sama-sama kuat, maka ambillah yg lebih ringan. Islam itu tidak pernah memberatkan.

Jika ada yg salah, semoga ada yg mengingatkan. Jazakumullahu khair. Wassalamu’alaykum warahmatullah.


Syakuro, home Sweet, Jumadil Akhir 1430 H
Read More