Shopping Perlengkapan Bayi [Part 1]

Dulu, toko perlengkapan bayi adalah sesuatu yang luput dari perhatianku. Yaiayalaah yaaa, ngapain jugak? Hihi...
Naah, toko semacam ini mulai menarik perhatianku adalah ketika mulai merasakan ada movement of the baby in my belly, alhamdulillaah...
Suatu ketika, pas masuk bulan kelima, si mothercare lagi diskon gede-gedean. Mata langsung lope-lope dong yaaah. Hihihi.. Ampe 80% geetuuh. Jarang-jarang banget (memang kalo pas deket-deket Ramadhan, hampir semua toko di Saudi mulai dari yang jualan es krim sampai yang jualan mobil pada diskon). Daaaaaaan, kalo udah liat diskon, biasanya perempuan kaga nahhaaan. Wakakakakaka *LoL.
Nah, tapi ke mothercare waktu itu cuma liat-liat doang, kaga belii... Niatnya sih pas udah jalan bulan 6-7 ajah baru mulai hunting perlengkapan bayi. Tahaan dulu... tahhaaaan... Walaupun keinginan untuk ngebeli sesegera mungkin menggoda juga. Haha...

Aku selalu excited setiap kali "mampir" ke baby shop atau mall yang menyediakan perlengkapan bayi. Kalo udah gini, pasti deh suamiku tercinta ber-ehem-ehem sambil menatapku dengan tertawa. Hihi... Apalagi aku yang ekspressif ini. Kalo excited yaa keliatan excited bangeeet gituuh... Tapi targetnya sih belanjanya ketika UK masuk 6 bulan dan di uk 7-8 bulan udah fix karena kalo udah gede perutnya, susah belanjanya kan yaa (apalagi akan banyak jalan dan banyak berdiri pas belanjanya). Lebih baik pas UK segitu dipersiapkan untuk persiapan fisik, olah raga yang pas, dan the most important things, persiapan ilmunya juga. :)

Read More

Melintasi Samudera

Baru-baru ini aku mendapati kabar bahwa aalah satu teman sekelasku semasa SMA dulunya berangkat ke US untuk melanjutkan studinya. Berarti bertambah lagi daftar teman-teman sekelas yang melanjutkan sekolah ke luar negeri setelah sebelumnya ada yang ke Jepang dan UK. Hehe, ga kebayang... 9 tahun yang lalu, lulus SMA dengan cupu-cupunya. Dan hari ini sudah "tersebar" melintasi samudera.
Aku sendiri, saat ini juga tengah berada di seberang samudera, jauh dari ranah kelahiran. Sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Ma syaa Allah... hampir-hampir tak percaya terkadang bahwa aku punya passport dan visa secepat ini di mana sebelumnya belum pernah menginjakkan kaki keluar tanah indonesia. Hihi... *katro bener nih akuuh... :P

Aku belajar tentang mengejar impian. Banyak orang yang berlari mengejar impiannya. Dan aku, hari ini pun begitu. Aku tengah belajar mengeja mimpi yang 7 atau 8 tahun silam aku tuliskan di catatan harian. Impianku sangat sederhana; ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik. Itu cita-cita utama yang kutulis dulunya. Dulu, tidak pernah sebelumnya aku bayangkan akan mengeja mimpi itu di ranah yang begitu jauh, melintasi samudera. Ya, aku pun di sini sedang belajar. Belajar untuk mewujudkan mimpi itu.
Ternyata tak semudah pandangan mata. Tak semudah yang aku pikirkan. Menjadi "ibu rumah tangga yang baik", penggalan cita-cita yang kedengarannya sangat sederhana ini ternyata jauh lebih kompleks. Bahwa aku masih harus banyak belajar. Tentang bagaimana memenej. Tentang bagaimana menempatkan sesuatu. Ah, ternyata memang... aku masih dan masih harus terus belajar...
:)
Read More

Good Boy

Senin malam kami belanja kebutuhan kulkas (lho, kulkas?) Maksudnya bahan makanan alias logistik di Othaim Market. Ini pertama kalinya kami berbelanja di Othaim yang katanya pas hari senin buy 1 get 1 utk sayuran dan buahan. Sedikit mengecewakan karena yang buy 1 get 1 cuma item-item tertentu yang aku kaga minat. Hee...

Dan sangat crowded serta antrian penimbangan sayur dan buah serta kasir yang benar-benar mengular. Puanjaaaaang pake bangeet. Mana belanja si bapak yang antri dua baris di depan kami udah kayak segunung uhud (*lebay bingit). Melihat pemandangan yang bikin miris ini, kami bertekad tidak akan memilih pusat perbelanjaan yang satu ini sebagai tempat belanja rutin meskipun secara lokasi relatif dekat dengan apartemen (kecuali dengan amat sangat terpaksa).
Read More

Cinta dan Sepotong Kue

Cinta itu... tidaklah seperti sepotong kue..

Sepotong kue... akan semakin sedikit potongannya jika dibagi-bagi pada banyaknya orang yang menikmatinya. Besar kecilnya porsi kue adalah bergantung pada seberapa banyak orang yang harus dibagi. Ia nya adalah hukum yang berbanding lurus.

Tetapi cinta tidaklah demikian dan itulah ajaibnya Cinta. Porsinya sungguh sama sekali tidak bergantung pada jumlah orang yang akan dibagi. Cinta adalah sesuatu yang tak pernah habis dan sama sekali tidak berbanding lurus dengan banyaknya penerima. Sungguh, cinta itu pembagiannya unik dan tak pernah habis, berapapun jumlah yang dicinta.

Seorang anak yang dibesarkan oleh orang tuanya kemudian menikah, tidaklah serta merta membagi cinta sang anak tersebut. Kedua orang tuanya masih mendapat porsi cinta yang sama. Kini, cinta itu hanya bertambah... kepada orang yang menikahi/dinikahinya. Pun ketika setelah pernikahan itu menghadirkan anak, porsi cinta tetaplah tidak terbagi. Akan ada cinta yang baru lagi yang porsinya tak bisa dibilang terbagi atas cinta-cinta orang-orang sebelumnya. Lantas ketika anak kedua lahir, tidak pula akan membagi cinta sang kakaknya. Sebab, lagi, ada cinta baru dengan porsi yang sama. Itulah Cinta... Bahwa ia bukan seperti sepotong kue yang dibagi-bagi. Cinta adalah energi yang terus bertumbuh... dan tidak berkurang jumlah maupun porsinya dengan pertambahan orang yang dicintai.

Begitulah, setiap Cinta punya lokusnya. Dan setiap lokus punya porsinya. Akan tetapi koridornya tetap sama, bahwa lokus terbesar tetaplah cinta-Nya... yang menjadi prioritas utama...

Salam penuh Cinta...
#renungan cinta dan sepotong kue...
Di penghujung maghrib negeri sejuta masjid, Riyadh...
29.08.2014 19.36 pm.

Read More

Roti B0y dan Sweet Memory

Roti B0y first trial
Hmm.. nyebut merek niiy yee... hihihi...
Sejujurnya, roti b0y yang katanya lumayan terkenal ini tak pernah aku jumpai di kota Padang tercintah kujaga dan kubela... hasyaaaahh... \jadinya aku pada mulanya ga begitu interest.
Pertama kali berjumpa roti b0y kala itu adalah di Margonda City lebih tepatnya di dekat giant. Aroma apaah iniihh, koq menggugah selera sekaliiii? Apalagi kalo lapeeerr... OOhh r0ti b0y ternyataaah... (dibayar berapaah nih akuuh buat ngiklanin? wkwkwkwk).

Meskipun aromanya begitu menggugah selera, tetapi ternyataah harganya sangat tak menggugah dompet. Masak iyaa, 1 pc nya sama dengan sebungkus nasi Padang. Mahasiswa macam akuu tentulah memilih nasi Padang ketimbang 1 pc roti yang belum tentu mengenyangkan. Ihihihi... Dan lagian, kalo masak sendiri, dengan segitu harga, bisa buat 2-3x makan tuuh. Hemaaaatt... Wkwkwkw... Maklumlaaah, kalo berstatus mahasiswa, kajian logis matematis menyoal harga adalah pertimbangan utama dan kajian pertama sebelum membeli sesuatu. Kaga tega ajeee kan sama orang tua, yang udah susah-susah nyekolahin tapi koq cuma dihabisin dengan sekedar roti doang harus dihargai segitu rupa. Mungkin beda jika udah kerja, terserah duitnya mau dibeliin apa. Ga perlu mikirin konversi harga 1 pc roti dengan sebungkus nasi padang. Ya gak? hehe...

Nah, suatu ketika pas lagi hanimun (asyiiiik)... tiba-tiba cowo akuuh beliin r0ti b0y. Waah, harus diakui, rasanya enaak ternyataaaah. Pantas buat dinobatkan sebagai roti favorit. Hihihi... Sebenarnya siih yang favorit momennya yaaa, roti nya sih kaga segitunya laaah, hehehe...

Nah, ketika di Riyadh, ketemu roti b0y, alamaaaak... harganya lebih dari 3x lipat harga di indonesiaah. Dan ketika ada tawaran yang sangat menggiurkan untuk cooking class bersama Mba Aiz, tentu saja aku sangat bersemangaaaaatt untuk mengikutinya sambil kita ber-hahah-hihihi bareng-bareng. Jarang-jarang lho emak-emak bisa pada ngumpul begini. Maklum, mobilitas amat sangat terbatas dan harus ditemani suami ke mana-mana. Hehe...

Dan, bismillaah...ini first trial roti b0y alaa akuuh setelah kuking klas... hehehe..
lumayaaan dari pada manyuun... :P :P :P
alhamdulillaah...
Read More

Living on Riyadh part 7: Memilih Fashion

Salah satu hal yang cukup menyenangkan berdomisili di Saudi adalah menyoal memilih fashion. Kenapa menyenangkan? Karena so simple and sama sekali ga rempong.

Rasanya udah lama ga nyeletuk ama diri sendiri di depan lemari, "hari ini pakai baju warna apa yaah?" Ketika bersiap hendak bepergian (bukan karena pilihannya banyak loh yaa... hanya saja pasti punya lebih dari satu kan yaa? Hee...

Aku termasuk orang yang memang tidak terlalu pinter memadupadankan warna. Makanya sering "tabrak lari" tuh... hihihi... Jilbabnya warna apa, bajunya warna apa dan rok nya entah warna apa. Istilah cakepnya di kalangan teman-teman semasa kuliah dulu adalah "toko berjalan" saking warna-warninya. Hahaha... Kadang baju yang available warna biru tapi jilbab yang available warnanya koq kuning. Rok yang tersedia ehh warna cokelat. Dan parahnya... kaos kaki yang udah dicuci cuma yang warna ungu dan manset warna pink. Kalau lagi buru-buru, mungkin cuek aja tuh yaaa... mengenakan semua itu secara bersamaan hihihi.. Tapi betapa sungguh tak enaknya dipandang mata... wkwkwkwk. Atau paling enggak, harus buru-buru nyetrika dulu. 
#ketauan jarang nyetrika yang rapelan... hehehe...

Nah, sangat-sangat beruntung sekali di Saudi aku tidak mengalamj hal tersebut. Karena 'wajib' mengenakan abaya yang warnanya cuma satu yaitu hitam. Aswad faqoth kata orang Saudinyee... Hehe... Karena selalu hitam memang, pastinya matching selalu karena ga pake warna lain. Dan hal ini amat sangat memudahkan berfashion untukku. Tak perlu pusing memadupadankan warna, tak perlu punya banyak baju karena keluar rumah juga ga sering-sering amat (kecuali utk keperluan tertentu yang kadang memang mengharuskan sering..hee). 
Read More

Takaran Ujian

Ya begitulah...
Kadang kita lupa bersyukur atas segenap nikmat-Nya.
Dan kadang pula "sentilan kecil" dari Allah-lah yang justru mengembalikan kesadaran kita tentang kesementaraan dunia. Tentang arti bersabar dan tawakkal kepada-Nya.

Ujian.
Ya ujian.
Pastilah sebatas kemampuan hamba-Nya semata.

Setiap orang pasti diberikan ujian di mana kadarnya sudah ditakar sesuai kemampuannya. Jadi, ujian-ujian itu, pastilah sesuatu yang SANGGUP untuk dipikul. Pasti takkan melebihi walau hanya sebesar biji zarrah. Yang lebih pasti adalah... bahwa segala sesuatu ADA HIKMAH yang menyertainya. Segala kesulitan, ada kemudahan yang membersamainya...

Semoga ujian menjadikan kita lebih dekat dengan-Nya, dan menjadikan penyadaran buat diri kita... untuk senatiasa meluruskan niat, memperbaiki segala amalan, meningkatkan kualitas dan kuantitasnya serta memperbanyak munajah dengan penuh kekhusyu'an kepada-Nya.

=====
Terima kasih, Cinta...
Saat ujian menerpa, semoga kita semakin berdekapan lebih erat, saling menguatkan.
Terima kasih, Cinta...
atas segenap supportnya...
I know, I'm the luckiest wife in the world... Alhamdulillaah tsumma alhamdulillaah...

Read More

The Month of Sharing

Salah satu pemandangan yang sangat menakjubkan di bulan Ramadhan di Masjidil Haram adalah... pada saat menjelang berbuka puasa. Inilah the month of sharing di mana ratusan (mungkin sampai lebih dari seribu orang) berlomba-lomba memberi... baik itu kurma, air minum, teh, dan berbagai menu ta'jil lainnya. Dari makanan berat hingga hal sederhana seperti mengambilkan air zam-zam untuk minum, menyediakan tissue dan sufrah, hingga memberesi sampahnya. Benar-benar perlombaan kebaikan yang mengagumkan di mana orang-orang berlomba-lomba menawarkan kebaikannya... Yang memberi kadang justru berterima kasih karena yang diberi bersedia mengambil pemberiannya... Ma Syaa Allah...

*just a short sharing
*no pict bukan berarti hoax :P

Read More

No "Warung" Available

Setelah hari sebelumnya (hari ke-8 Ramadhan) aku "kalap" masak berbagai jenis makanan yang diidamkan sejak lama, di hari ke-9 nya, hari ini... sebaliknya... aku diserang rasa malas memasak yang amat sangat. Akhirnya aku dan suami memutuskan untuk berbuka dan makan di luar saja. Yes! Ngedate sambil buka berdua di luar! Kedengarannya romantis banget yah? Hihihi... emang siih.. :P

Akhirnya sekitar jam 5.30 pm kita berangkat menuju Khurais Mall. Sebenarnya opsi utama ke warung Indonesia, tapi pada tutup di bulan Ramadhan ini. Pada mudik ke indonesiaah. Jadinya kita akhirnya memutuskan ke resto khas China di Khu-mall dan menu yang dituju adalah Peking. Selain itu, kita berdua juga pengen beli donat karena aku yang lagi kepengen banget donat. Hehe...  Pas nyampe di Khu-mall... parkiran terlihat sangat sepi dibanding biasanya. Daaaaan... tarraaa... food court nya gelap euy... belum pada buka! Padahal sejam lebih dikit lagi saatnya berbuka.

Sambil pulang kita liat-liat kiri kanan kali aja ada resto yang buka. Ehh ga taunya, nihil! Belum pada buka. Mampir di House of Donut dan Dairy Queen prince Amir Bandar jadi sia-sia aja karena kita nda mendapatkan apapun. Hiks...
Read More

Kalap Nih :D

Sate Padang Ala Akuuu :))
Menu Ramadhan hari ke-8 bener-bener komplit. Entah ini karena apa yah, kalap atau gimana, tetiba ngidam yang belum terpenuhi ingin segera dituntaskan hajatnya. Sesegara mungkin! Jadilah sejak jam 2 sampai jam 10 malam (jeda berbuka, shalat ashar, maghrib, isya dan tarawih) aku berjibaku di dapur. Hehe... niat banget yak? Padahal malam begitu singkat (jam 2 udah bangun lagi untuk sahur) sehingga tak mungkin menghabiskannya semua dalam waktu semalam.

Dua jenis ngidam yang belum terpenuhi adalah kue bawang ala ibuku dan sate padang. Mungkin efek sate padang ga ada di bazar pemilu kemarin jadinya kangennya makin menjadi-jadi. Hari ke-8 Ramadhan... pengen banget deh semuanya dan harus bikin saat itu juga! ^--^
Read More