Warisan yang Terpenggal

Ini soal nostalgia, teman.
Sungguh bagaimanapun, manusia takkan mungkin kembali terlempar ke pada masa lalu. Adalah sesuatu yang absurb untuk menjemput jejak. Namun, ada segenap memori yang masih lekang dalam bingkai kenangan. Sejenak kembali ke sana. Bukan! Bukan untuk melemahkan, melainkan menguatkan, insya Allah.

Maka, akupun ingin kembali mengurai kenangan itu untuk dipintal menjadi sebongkah semangat. Dahulu, dulu sekali, ketika pertama kali memasuki komunitas bernama wisma, ada banyak hal luar biasa yang telah diperbuat oleh sosok-sosok yang menurutku (dan menurut kami) juga luar biasa.

Dahulu, kebersamaan itu begitu manis. Sungguh sangat manis. Semua orang menamainya ukhuwwah yang memesona. Masih lekang diingatanku, kakak-kakak yang begitu loyal terhadap kami. Kakak-kakak yang begitu perhatian. Ukhuwah yang bukan main! Yang sampai mencucikan baju saudarinya. Padahal, yang kami tahu, kakak-kakak itu tak lebih longgar waktunya dari kami. Bahkan mereka jauh lebih sibuk. Itupun bukan seember, sampai dua-sampai tiga ember.

Setiap malam, ada saja yang inspeksi ke masing-masing kamar apakah ada yang tertidur begitu saja tanpa selimut. Jika ada, maka mereka menyelamatkan buku-buku yang berantakkan lalu membentangkan selimut untuk kami. Subhanallah…

Sering kali jua, ada saudari-saudari yang membantu menjemurkan pakaian, dan kemudian mengangkat kembali jemuran itu ketika sudah sore. Bahkan, malamnya, kain itu telah terlipat dengan rapi! Atau, kain-kain yang mau disetrika, ternyata sudah terstrika dengan rapi jika ketiduran di jadwal nyetrika. Hal-hal “kecil” lainnya adalah memasakkan nasi bagi yang piket. Membuatkan segelas susu untuk saudarinya. Aahhh…Subhanallah…

Juga, kakak-kakak yang diberikan kelebihan harta yg loyal, rela “nombokin” berbagai kekurangan logistic tanpa hitung-hitung. Sampai membantu & diam-diam membayarkan uang kuliah & uang wisma untuk saudarinya. Subhanallah…Masya Allah…

Dahulu, juga ada kakak-kakak yang menepuk pipi kami ketika mencuri-curi untuk tidur setelah subuh, membangun kami tengah malam. Memberikan perhatian yang lebih ketika salah satu di antara kami sakit. Atau sebuah senyuman, ketika masakan yang kami masak kurang gimanaaa..gituu (kalau tidak tega menyebutnya “TIDAK ENAK”).

Pada hari libur, jika tidak ada aktivitas di kampus, masanya untuk berkumpul, sama-sama membuat kolak, bubur kacang padi, nutrijel, ataupun susu kedelai lalu dinikmati bersama-sama. Jika saatnya puasa, yang piket masak membuatkan menu pabukoan juga. Sederhana saja, meski hanya the manis. Tapi, sungguh sangat manis.

Ahhh..sungguh, semua itu masa-masa yang manis. Masa-masa yang sbagian kami masih sempat merasakannya. Subhanallah…, manis.

Sekarang, perlahan semuanya mengalami distorsi. Meski sisa-sisa “warisan” kebaikan itu masih ada sebagian namun…ada hal yang kini berbeda. Pokoknya berbeda saja. Lalu, di mana do’a Rabithah yang kita lantunkan selalu? Apakah hanya sekedar rutinitas belaka?

Siapa yang salah sebenarnya? Yang salah adalah para pemenggal warisan itu. Yah…warisan kebiasaan baik, warisan kebaikan yang telah diturunkan oleh para pendahulul! Sekalilagi, warisan yang terpenggal. Siapa pelakunya? Kami! Kami yang tidak mewariskannya kepada adik-adik. Kami yang pernah merasakan bagaimana manisnya masa-masa itu yang tidak memberikan contoh yang baik. Bahkan diri kami lebih jauh lebih buruk.

Ah, saudara-saudariku…
Mari kita kembalikan warisan yang terpenggal itu. Insya Allah masih ada waktu untuk menjadikan wisma kita (wisma kami, wisma kamu semua, dan wisma kita semua)menjadi wisma yang ideal. Wisma yang berfungsi sebagai mesjid, sebagai madrasah, sebagai rumah sakit, sebagai bataliyon, dan sebagai benteng .

Kelak, insya Allah, akan kita dapati wisma kita adalah wisma yang sepertiga malamnya dipenuhi dengan jiwa-jiwa yang menangis yang melantunkan ayat-ayat-Nya. Lalu, siangnya yang penuh dengankebersamaan yang indah. Saling ta’awun, itsar dengan saudara-saudarinya. Masing-masing kita adalah solusi, sehingga tak ada lagi yang menjadi masalah. Jika hari ini kita miskin teladan, maka tekadkanlah masing-masing kita yang akan menjadi khudwah (ngutip isi penyampaian materi Da Hasdi dengan redaksi yang berbeda). Mari kita kembalikan kejayaan yang dahulu pernah ada.
Sepakat???



Syakuro, Home Sweet, Jumadil AKhir 1430 H
Ba’da Dauroh Wisma, sebuah acara yang benar2 menginspirasi dan mencetuskan semangat baru.


PS : Sekalian promosi sebenarnya untuk adik2 yg di asrama ataupun yg lagi siap2 mau SNMPTN dan menempatkan pilihannya di Unand limau manih tacinto. Yuuuu…k, rame2 masuk wisma. Syaratnya dua saja : pertama Islam, kedua : bersedia ikut semua ketentuan2 & peraturan yang ditetapkan oleh BPW (badan pengelola wisma). Peraturan yang insya Allah akan menjerumuskan kita ke jalan yang benar. Hi..hi…

Mau???

Yuk, masuk wisma!!!!
Read More

Innalillah…Kejadian itu di depan mataku!

Sepulang dari lab-ku, aku bersama teman-teman berjalan menelusuri fak. Pertanian dan di persimpangan dekat halte pertanian, salah satu angkot lewat. Kami menyetop angkot itu (berhubung sudah jam 6, bus kampus juga sudah langka). Baru satu menit duduk di atas angkot, tiba-tiba angkot bebelok patah. (aku ga’ tw istilahnya apa, yg jelas angkotnya belok tiba-tiba.

Dan seketika,

“Brak!”dari arah kanan, sepeda motor menabrak persis “pinggang” angkot. Kepala kedua orang pengendara motor langsung memecahkan kaca mikrolet itu. Bayangkan, kepala yg memecahkan kaca. Wuihh…

Innalillah…
Masih sempat terlihat, ada rambut yang tertinggal di pecahan kaca itu. Huff…, kami yg berada di angkot itu shock berat. Kebetulan tidak ada yg duduk persis didepan kaca mobil ketabrak, jadi yg berada di angkot Alhamdulillah selamat. Aku melihat dengan dengan jelas, bagaimana hamburan kaca itu. Satu kata : mengerikan! Dan peristiwa ini terjadi masih di tempat yang tak jauh berbeda dari kejadian-kejadian sebelumnya.

Dan yang lebih mengerikan lagi, pengendara motor itu adalah siswi kelas dua SMP dan satu anak kecil umuran 3-4 tahun. Huff…

Alhamdulillah, keduanya masih bisa diselamatkan dan dilarikan ke M. Djamil.

Aku jadi tercenung, ketika menyaksikan kejadian ini. Sungguh.
Sering kali, kita lupa, akan kematian yang datang begitu tiba-tiba. Hari ini masih bisa tertawa lepas, tenyata besok, telah berada di alam yang berbeda. Kehidupan dunia sering kali membuat kita lena. Sering kali, dalam rentetan agenda hidup, dalam sebuah master plan, kita merencanakan lima atau sepuluh tahun lagi akan menjadi apa. Pengusaha sukses, keluarga bahagia, kehidupan yang mapan, dan lain sebagainya, tapi lupa ‘merencanakan’ akan seperti apa ending kehidupan ini. Apakah sad ending atau happy ending. Apakah husnul khotimah atau suul khotimah. Memang, tiadalah salah membuat perencanaan-perencanaan strategis kehidupan ini, tapi,’ merencanakan’ ending kehidupan ini juga adalah sesuatu yang mesti. Dan, sesuatu itu adalah lebih PASTI dengan waktu yang takkan pernah dapat diprediksi.

Ending yang baik barangkali takkan bisa diraih begitu saja dengan sekejap mata. Perlu suatu habbit yang baik juga.

Semoga, kejadian demi kejadian ini, kembali mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia ini hanyalah sejenak saja. Sejenak, namun menentukan, akan seperti apa kehidupan abadi kita nantinya. Semoga Allah senantiasa tunjuki jalan kita.


Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus ra., dari Nabi saw., beliau bersabda : “Orang yang cerdas yaitu orang yang yang selalu menjaga dirinya dan beramal untuk bekal nanti sesudah mati. Dan orang yang kerdil yaitu orang yang hanya menuruti hawa nafsunya tetapi ia mengharapkan berbagai harapan kepada Allah.” (HR. At Turmudzy)

Dari Abu Hurairah ra., bahwasannya Rasulullah saw., bersabda : “Bersegeralah kamu sekalian untuk beramal sebelum datangnya tujuh hal ; apakah kamu menantikan kecuali kemiskinan yang dapat melupakan, kekayaan yang dapat menimbulkan kesombongan, sakit yang dapat mengendorkan, tua renta yang dapat melemahkan, mati yang dapat menyudahi segala-galanya, atau menunggu datangnya Dajjal padahal ia sejelek-jeleknya yang ditunggu, atau menunggu datangnya hari kiamat padahal kiamat itu adalah sesuatu yang sangat berat dan sangat menakutkan.” (HR. At Tarmudzy)



Syakuro HOME SWEET, Jumadil akhir, 1430 H
Read More

AS SIDQU

(Pembahasan Tatsqif Jum'at di Mesjid Nurul Ilmi ba'da asyar, bersama ust Irsyad Syafar, LC)


Firman Allah dalam Qs. At- Taubah ayat 119 :
“Wahai orang-orang yg beriman! Bertaqwalah kepada Allah, dan bersamalah dnegan orang2 yg benar.”

Dalam Hadits shahih dikatakan :
dari Ibnu Mas’ud ra., dari Nabi saw., beliau bersabda : “Sesungguhnya benar/ jujur itu membawa kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu membawa ke surge; seseorang itu akan selalu bertindak benar / jujur sehingga ditulis di sisi Allah sebagai orang yg benar/jujur. Dan sungguh, dusta itu membawa kepada kejahatan dan sesungguhnya kejahatan itu membawa ke neraka; seseorang akan selalu berdusta sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta. “ (HR. Bukhari & Muslim)

Assidqu artinya benar/jujur. Lawan dari As-Sidqu adalah Al Kadzib.
Hanya saja, pengertian As-Sidqu tidakcukup hanya dengan jujur seperti yg kita fahami selama ini. Missal salah satu universitas di Australia yg mahasiswanya selalu jujur dalam ujian. As-Sidqu melebihi dari hal ini saja (insya Allah aka nada penjelasannya nanti).

As-Sidqu adalah akhlaq yg mulia di sisi Allah, sehingga Allah menyuruh hamba-hamba-Nya yg beriman untuk memiliki sifat ini. Suruhan tersebut diawali dengan ketaqwaan (seperti pada Qs At-Taubah:119) di atas, yang menandakan kedudukan As-Sidqu ini sangat mulia & tinggi.

As-Sidqu ini adalah salah satu sifat Nabi mUhammad. Dengan kejujuran dan kebenaran nabi Muhammad, Beliau amat dipercaya. Seperti : Nabi Muhammad dipercaya untuk menyelesaikan permasalahan pemuka Quraisy pada saat pengembalian hajar Aswad, lalu, Nabi Muhmmad juga dipercaya untuk menitipkan barang2 orang Quraisy, walaupun mereka tidak mengakui kenabian dan Kerasulan Nabi Muhammad. Sifat As-Sidqu ini juga pada saat Rasul mengumumkan da’wah secara terang2an . ketika beliau mengumpulkan semua penduduk Mekkah di sebuah bukit dan beliau menyatakan, “Bagaimana jika kuberi tahu bahwa di belakang bukit ini ada pasukan yang akan menyerang Mekkah,…dst…, (semua juga sudah pada tau dan pada Siroh bab ini kaaaan??)

Oleh karena itu, seorang aktivis da’wah harus memiliki sifat ini, dan menjadi salah satu poin penting dalam keberhasilan da’wah.

Kedudukan As-Sidqu ini sangat tinggi, sehingga disejajarkan dengan orang-orang yg Allah beri ni’mat , pada QS. An-Nisaa’ : 69. Yaitu :

“Barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul, maka ia akan bersama2 dgn orang2 yg ALLAH BERI NI’MAT ATAS MEREKA, yaitu , para nabi, PARA PENCINTA KEBENARAN, orang2 yg mati Syahid, dan orang2 yg shaleh. Mereka itu adalah sebaik-baik teman.”
Keempat golonga ini memiliki kedudukan yang sama di surga. Dan, As-Sidqu ini tidak terwakilkan hanya dengan jujur saja.

As-sidqu memiliki beberapa level :
1. As-sidqu ma’allah. Yaitu jujur kepada Allah. Sifat ini tidak dimiliki oleh orang kafir. Pada sebuah kisah telah diceritakan bahwa ada seorang laki-laki yang masuk Islam pada masa peruode Makkah. Dia juga ikut hijrah dan ikut berperang. Setelah berperang, ia mendapatkan ghanimah. Salah seorang sahabat mengantarkan ghanimah itu kepadanya. Ia berkata, “APa ini?” dijawa oleh utusan RAsul, “ini adalah ghanimah.” Ia mengambil ghnimah itu lalu pergi menghadap Rasul.
“Ya Rasulullah, apa ini?”
“Ini Ghanimah bagianmu yang saya bagikan untukmu.”
“Ya Rasul bukan untuk ini saya ikut berperang.”
“Lalu untuk apa?”
“Saya ikut engkau untuk mati syahid dengan panah menembus leher dan masuk surga.”
Pada peperangan berikutnya, ia memang Syahid dengan cara yg ia inginkan. Kata Rasulullah, “Orang ini telah membuktikan bahwa ia jujur kepada Allah sehingga Allah pun jujur kepadanya.”
Jadi As Sidqu ma’allah ini adalah melakukan ibadah hanya kepada Allah, jujur kepada Allah…

Keduduka As-Sidqu ma’allah dengan ikhlas :
Ikhlas itu , amalannya sama qualitas dan quantitasnya baik dihadapa orang ramai maupun sedang sendirian.

As-Sidqu ma’allah itu, amalannya ketika tidak dihadapan orang ramai, jauuuuuuuuh lebih baik ketimbang di hadapan orang ramai.

Derjat As-Sidqu tidak bisa diraih kcuali kalau seserang itu telah mencapai derjat ikhlas.

2. As-Sidqu ma’annafs:
Yaitu jujur pada diri sendiri. Orang-orang kafir juga tdk memiliki sifat ini. Bahkan orang Islam pun bayak juga yg ga’ punya sifat ini. Contoh, sudah tahu mengenai hokum halal atau harom, tetap saja dilanggar dan dilibas.

3. As-Sidqu ma’annaas.
Inilah yg dikatakan jujur dalam pengertian qta sehari-hari. Jujur sesame manusia. Orang-orang kafir pun sudah terbentuk habit, kebiasaan untuk jujur. Missal pas wakru ujian, tidak mencontek. Atau berkata benar kepada manusia lainnya.

Berubahnya qualitas & quantitas ibadah karena Alasan dunia, berarti tidak jujur kepada Allah. Makanya para salafushalih itu punya amalan shaleh rahasia yang akan jadi “dekingan” dihadapan Allah jika kita mengadapi posisi sulit. Ketika posisi sulit itu kita sebutkan kepada Allah amalan rahasia qta. Ingat kisah tiga orang yang terkurung dalam goa kan yah?? Kisah ini terdapat dalam hadits shahih dengan sanad Abu ‘Abdurrahman ‘Abdullah bin ‘Umar bin Khaththab, ra., riawayat Bukhari dan Muslim.


SESI TANYA JAWAB :
1. Kalo’ qualitas shalat beda waktu di tempat kerja yg cendrung heterogen, dibanding shalat pada malam hari, apakah termasuk As-Sidqu ma’allah?
>> (‘afwan, diriku ketinggalan mendengarnya pas jwbn pertanyaan ini. Yg tertangkap itu justru bagian terakhir yg ustadz katakan yaitu sebaiknya memilih tempat kerja yg memungkinkan qta untuk leluasa beribadah.

2. Apakah film/acting termasuk bohong?
>> film ini masih khilafiyah dan polemic di kalangan ulama. Ada ulama yg keras melarang ada juga yang membolehkan asalkan memenuhi syarat, syarat yg cukup ketat, dan tidak melewati batas-batas syar’i.
Sebaiknya, kita ambil sikap yg hati-hati saja.
Akan tetapi, jika seseorang telah lembut htainya dengan Islam, maka, tidak diperlukan lagi film2 yg menggugah hati, karena ia sendiri sudah mengakar di hatinya.

3. Bagaimana sikap qta kalo’ berma;siat kepada Allah?
>> segera bertaubat! Lisan mengucapkan istighfar. Hati menyesali, dan secara fisik, menjauhi & meninggalkan maksiat tsb. Perbanyak melakukan kebaikan karena perbuatan jahat akan dihapuskan dengan perbuatan baik.

4. Apakah bohong untuk mengelabui musuh itu dibolehkan?
>> dibolehkan, bahkan dianjurkan. Kata Rasulullah, perang itu adalah siasah/startegi. Contohnya, ketika fathul makkah, rasul seolah2 menyuruh pasukan bergerak ke Utara, padahal letak kota Makkah di selatan,sehingga semua penduduk Makkah dalam keaadaaan terlena dan tidak menyadari.
Bohong dibolehkan untuk : pertama, mendamaikan 2 orang yg bersengketa. Kedua, bohong suami pada istri untuk membahagiakannya. Ketiga bohong untuk menyembunyikan orang yg sedang dizhilomi dan akan dibunuh.

5. Tauriyah/ambigu, bolehkah?
Tauriyah adalah bohong tapi jujur. Maksudnya di sini, lain makna yg disampaikan si penyamai dengan yg diterima pendengar. Contihnya, waktu Rasulullah bersama Abu Bakar dikejar kafir Quraisy dan hendak dibunuh, oarng2 yg kenal dgn Abu Bakar bertanya, “Siapa ini wahai Abu Bakar?” mereka menunjuk Nabi Muhammad. Ab Bakar menjawab, “ini penunjuk jalanku.” (orang2 Arab, ketika bepergian jauh, biasa memiliki penunjuk jalan). Maksud yg dipahami oleh yang bertanya, penunjuk jalan dip dg pasir. Maksud abu bakar, penunjuk jala ke surga. Tauriyah dibolehkan asalkan digunakan untuk kondisi ttntu. Karena sgt tipis bedanya dengan bohong.

6. Sikap qta terhadap orang yg menyampaikan kebenaran, tapi, menyakitkan. Bagaimana cara mengingatkannya? Kalau kita jujur kepadanya, maka itu akan menyakitinya.
>> sampaikan dengan cara baik-baik dan dengan nadyg tidak menggurui. Dengan nuansa bertanya, bykan menghakimi.

7. Pada saat ruku’, Rasulullah yang panjaaaaang sekali, apa yg dibaca?
>> Rasulullah bertasbih
8. Indicator amalan ikhlas itu apa?
>> amalan tersebut tidak terpengaruh oleh pujian maupun celaan orang lain.
Tafsiran Fudhail bin Iyad terhadap Qs. Mulk yang menyatakan “Ahsanul ‘amala” itu adalah amalan yg paling baik dan paling benar. Maksudnya di sini, adalah ikhlas dan caranya benar, sesuai tuntunan Rasulullah Saw. Jika seseorang MENGERJAKAN amalan kerena orang lain, ini termasuk syirik. Jika ia MENINGGALKAN suatu amalan karena orang lain, ini termasuk riya.

9. Ketika kita memberikan sesuatu , lalu ditanya, “Ikhlas ga’ nih?”, sikap qta bagaimana?
>>ikhlas adalah urusan hati yang kadarnya tidak bisa kita tentukan.
10. Jika kita berada pada lingkungan yg heterogen, sehingga perlu “strategi” ttntu utk melakukan sesuatu, bagaimana?
>> kebohongan dalam keadaan darurat, dan kemashalatan ummat dibolehkan. Utamakan yg menyelamatkan mudaharat utk ummat dulu, ketimbang manfaat.
Jika utk kemshlatan pribadi saja, tetap saja jujur. Ini akan menjadi indicator keimanan seseorang.

11. Bagaimana jika bohong telah menjadi kebiasaan?
>>Kita harus berinteraksi secara ‘ilmu dulu (plaajari bagaimana mudahartnya bohong). Bohong ini “penyakit menular”, jadi hindari bergaul dengan orang2 yg suka bohong. Kebohongan pertama akan meminta kebohongan kedua untuk menutupi kebohongan pertama, dan seterusnya..seterusnya…, hingga, kadang2 si pembohong lupa, ketika ia menutupi kebohongan kesembilan dengan kebhongan kesepuluh, ter nyata membongkar kebohongan pertama.

12. Jika pad masa lalu kita pernah bohing pada seseorang, bagaimana sikap qta?
>> bohong adalah salah satu maksiat yang perlakuannnya sama terhadap maksiat lain, yaitu segera bertaubat dan kalau masih ada kontak denga orang g dibohongi, hendaklah minta maaf.

13. Kalau kita menyebut amalan rahasia kepada Allah ketika kesulitan, apakah tidak mengurangi balasannya di akhirat?
>> Allah maha Kaya dan maha penyayang. Hitung2an pahala bukan hitung2an logika matematis yang diberi lantas berkurang. Dia Maha Kaya. Yg terpenting adalah berhusnudzan pada Allah dikondisi apapun.

14. Kalau kita bilang “tidak tahu” kepada orang yang bertanya kepada kita padahal kita tahu jawabannya, akan tetapi kita khawatir jawaban itu akan menyakitkan, bagaimana?
>> ini juga salah satu indicator keimanan, apapun resikonya, kita insya Allah harus siap berkata jujur.

15. Dalam sebuah hadits dikatakan, jika bohong, akan dijauhkan dari Allah. Bagaimana dgn bohong utk alasan syar’i?
>> bohong yg alasannya syar’I, insya Allah tidak akan menjauhkan dari Allah

16. Beramal untuk hizb/kelompok apakah termasuk ikhlas atw As-sidqu?
>> tergantung kelompoknya dulu. Kalau hizb/partai/kelompoknya benar2 ingin menegakkan kebenaran, bisa saja mjd as-sidqu.

17. Tidak menyebutkan aib orang lain ketika kita menceritakan semua hal tentang seseorang, termasuk bohongkah?
>> menutup aib orang lain adalah sesuatu yang disyari’atkan.

18. Mengerjakan sesuatu amalan di depan orang agar orang ikut kepada amalan itu, bolehkan?
>> boleh. Karena ikhlas adalah amalan hati, tak peduli ada banyak orang maupun sendirian. Memang sudah saatnya amalan sholeh itu “diiklankan” sehingga menjadi opini public. Sekarang ini iklan jusrtu kebanyakan isinya adalah ma’siat. Yang mengajak orang ke neraka. Maka, iklan2 maksiat semestinya kita imbangi dengan iklan amalan sholeh. Tapi, kendati demikian, kita mesti tetap punya amalan rahasia juga.

19. Bohong ntuk bergurau, bolehkah?
>> dalam berguaru tetap tidak boleh bohong. Celakalah orang-orang yang dengan kebohongannya, membuat orang tertawa.
Contoh gurauan yang tidak bohong adalah ketika seorang nenek yg bertanya bisakah ia masuk surga dan kisah onta gemuk yang Rasul bilang anak onta.

20. Waktu ujian, ada yg bertanya jawaban soal, kita menjawab tidak tahu,(agar tidak curang dan bohong) padahal kita tahu, bagaimana?
>> kalau kita member tahu jawaban waktu ujian, berarti kita jujur kepada manusia tetapi bohong kepada Allah.
Hati-hati dengan “mencontek” dan bertanya waktu ujian. Ini adalah HARAM!!!!!!!!!!
Karena itu adalah sebuah KESAKSIAN PALSU.
Karena kita ujian, lalu mendapat nilai yg kemudian tertulis di ijazah. Ijazah adalah KESAKSIAN TERTULIS. Dan jika ijazah ini digunakan untuk melamar pekerjaan, dan kita diterima karena nilai2 hasil contekan itu, maka, ini akan menjadi darah daging, hingga seterusnya.

21. Bagaimana jika kita beramal mengharapkan surga, atau meninggalkan maksiat karena takut neraka???
Hal ini benar. Adalah pendapat yang SALAH ketika ada yg mengatakan “tidak boleh beramal karena mngeharapkan surge atau takut neraka. Kita beramal hanya karena Allah.” Sebab, merindukan surge dan ancaman neraka adalah sesuatu yang Allah dan rasul-Nya anjurkan, dan termaktub adalam Al Qur’an dan Sunnah

Untuk pembahasan ini, cukup sampai di sini. Semoga Allah menuntun kita semua menuju jalan-Nya yg lurus. Semoga bermanfaat.

Ah iya, sedikit berbagi, pembahasan tatsqif 3 minggu lalu mengenai music yg sempat kupertanyakan kepada banyak orang sebelumnya. ini di kajian fiqh. Masih khilafiyah dan pendapatnya sama-sama kuat. Ada yg membolehkan dan ada yg melarang. Dikembalikan kepada mudharat dan manfaatnya. Jika ada dua pendapat yg berbeda, maka cari yang paling kuat dalilnya. Jika sama-sama kuat, maka ambillah yg lebih ringan. Islam itu tidak pernah memberatkan.

Jika ada yg salah, semoga ada yg mengingatkan. Jazakumullahu khair. Wassalamu’alaykum warahmatullah.


Syakuro, home Sweet, Jumadil Akhir 1430 H
Read More

tentang Laki-laki dan Kesetiaan

Bolehkah aku bertanya tentang sesuatu hal, teman? Hmm..., apakah kesetiaan itu ‘hanya’ milik perempuan saja? Apakah laki-laki begitu jauh dengan sesuatu yang bernama setia? Lagi-lagi, apakah sesuatu yang disebut kesetiaan itu teramat mahal bagi kaum yang bernama laki-laki? Ah, entahlah. (Eit, tunggu dulu. Ini bukan sepenuhnya pandangan subjektifku, sebagai seorang perempuan loh. Ini bukan pula justifikasi dan generalisasi terhadap semua laki-laki. Hanya kepada laki-laki dari teman-temanku itu, sebagai “sampling” bagiku saat ini. Hehe, emangnya penelitian???)

Ehm...terangnya begini, Ini bukan kali pertamanya aku mendengarkan curhat teman-temanku (yg sudah menikah) tentang laki-laki dan sesuatu yang bernama kesetiaan. Dlm permasalahan keluarga, kerap sekali terjadi permasalahan-permasalahan yg setelah kutara-tara, semuanya nyaris mirip-mirip saja (setidaknya, ini dari ceritera teman-teman perempuanku beberapa dekade terakhir ini). Hmm...terkadang, posesif dan cemburu buta itu benar-benar menjadi lisis yang paling menakutkan dalam tatanan sel bernama keluarga yah??(hehe, ngelanturrr). Eit, kembali kepada sesuatu yang kita sebut SETIA (ehm...bukan SEtiap TIkungan Ada, atau SETiap Angkatan Ada, looh..hehe), sering kali perempuan ‘bertahan’ dengan terpaan badai, dengan kekerasan yang sering kali terjadi, dengan caci maki dan carut-marut, bahkan dengan pukulan dan tamparan, sekalipun. Hanya satu saja, “demi masa depan keluarga dan anak-anak.” Dan, kata-kata itu teramat sering terucap. Banyak perempuan yang mencoba berdamai dengan keadaan, dengan semuanya, hingga, pada akhirnya “sukek lah panuah”. Pada titik kulminasi ini, barulah kata-kata “cerai” atau “minta cerai” itu terucap. Bahkan, aku merasa perlu mengacungkan empat jempol (dua jempol tangan dan dua jempol kaki sekaligus) pada perempuan-perempuan yang masih mampu bertahan dengan badai besar yang menenggelamkan bahtera keluarganya di tengah samudera. Berkali-kali bahtera itu terjungkal, tapi, sosok-sosok itu masih saja bertahan. Ini, berbeda sekali, ketika kata-kata “cerai” begitu mudah terucap bagi laki-laki (hoho, lahi-lagi bukan sebuah justifikasi dan generalisasi kepada semua laki-laki. Setidaknya, kepada mereka yang tadi kusebut).

Nah...nah..., coba dikau perhatikan pula, betapa banyak janda yang bertahan dibandingkan duda? Aku yakin sekali, lebih banyak perempuan yang menjanda (tidak menikah lagi setelah bercerai, baik itu cerai hidup maupun cerai mati) dari pada duda yang bertahan tanpa menikah lagi. Betul tak?? Nah...nah..., coba pula perhatikan aturan Allah, yang membolehkan laki-laki menikah sore harinya setelah istrinya meninggal dunia di paginya, dan perempuan yang mesti menjalani masa iddah dulu?? (eh..., waduuuh..., maaph, ini jadi salah penafsiran Ayat yahh?? Maap...maap....Tolong, kalo ada yang mau menjelaskan mengenai hal ini. Takut salah-salah niy. Maklum, ‘ilmunya sikiiit banget. Tapi, tak pe lah. Kalau salah, itu gunanya teman, yang akan nunjuki pada kebenaran kan yah??? Wuahh..udah melenceng kemana-mana yah?? Yuk...balik lagi ke topik awal)

Aku jadi bertanya-tanya niy, Seperti apa warna setia bagi seorang laki-laki??? Apakah kata-kata setia itu identik dengan perempuan saja?
Read More

Kalimat-Kalimat yang Menggetarkan

Hmm…pagi yang teramat indah. Seperti biasa, kami ngadain kegiatan rohis di wisma tercinta (hayyooo…, ada yg tertarik bwt ke wisma. Sok atuuuh…sok…, masih di tampung. Hehe). Meski rohisnya kaya’ biasa, tapi, materinya berbeda dari biasa. Kalo’ biasanya, ada yang ter”akuak-akuak” karena begadang, tapi, kali ini, semuanya tertunduk. Semuanya tepekur dalam keheningan (kecuali yang bacain, tentunya). Mencuatkan kesadaran, sungguh, begitu banyak kelalaian yg selama ini telah diperbuat.
Ehm…sebenarnya barangkali banyak yang sudah baca, banyak sudah mempelajari dan mendalaminya. Dan juga sudah banyak yang tahu. Tapi, sekedar mengingatkan dan “mauling kaji lamo”, boleh kan ya?
Maka, dari itu, diriku pengen semua pun ikut membacanya, ikut mengambil plajaran. Oleh sebab itu, pembacaan riyadhushalihin klai ini, juga kuposting pulak di blogku dan di note ini (beberapa di antaranya). Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mengambil pelajaran.

“Hanya kepada-Kulah kamu sekalian harus takut.” (Qs. Al Baqoroh : 40)

“Sungguh, siksa Tuhanmu sangat keras.” Qs. AL Buruuj : 12

“Dan Allah memperingatkan kamu sekalian terhadap siksaan-Nya.” Qs. Ali Imran : 30

“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surge.” Qs. Ar-Rahman : 46

Dari Ibnu Mas’ud ra. berkata : “Rasulullah saw. yang selalu benar dan dibenarkan itu menceritakan kepada kami bahwa masing2 dari kami itu terkumpul kejadianya dalam perut ibu selama empat puluh hari dengan berupa air mani, kemudian beupa gumpalan darah selama empat puluh hari, kemudian berupa daging selama empat puluh hari, lantas diutuslah malaikat dan meniupkan roh ke dalamnya serta diperintahkan pula untuk mencatat empat kalimat. Maka, malaikat itu menulis tentang RIZKINYA, AJALNYA, AMAL PERBUATANNYA, CELAKA ATAU BAHAGIANYA. Demi Dzat yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya salah seorang di antara kamu beramal dengan amalan surge, sehingga antara ia dengan surge itu hanya berjarak sehasta, tapi, karena ia telah tercatat sebagai ahli neraka, maka tiba-tiba ia mengamalkan amalan ahli neraka sehingga akhirnya ia masuk neraka. Dan jika salah seorang diantara kamu sekalian beramal dengan amalan ahli neraka sehingga jarak antara ia dan neraka hanya sehasta, tapi, karena ia tercatat sebagai ahli surge, maka tiba-tiba ia mengamalkan amalan ahli surge sehingga ia akhirnya masuk surge (HR. bukhari dan Muslim)

>> wuih…masya Allah. So, ga’ ada yang patut disombongkan dari amalan2 manusia. Ga’ ada!!! Semoga qta semua bukan termasuk golongan yang Rasulullah sebutkan yang pertama.

Dari Nu’man bin Basyir ra. berakat : “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda :”Sungguh, seringan-ringan siksaan ahli neraka nantinya pada hari kiamat yaitu : seseorang Yang dibawah tumitnya dilettakkan dua bara api dan dapat mendidihkan otaknya, ia berpendapat bahwa tidak ada sorang pun n yang lebih berat siksaanya, padahal siksaan itu adalah siksaan yang paling ringan bagi ahli neraka (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Anas ra. berkata: ” Rasulullah saw pernah berkhutbah yang luar biasa di mana saya belum pernah mendengar khutbah ang seperti itu, yang mana beliau bersabda : “Seandainya kamu sekalian mengetahui apa yang kuketahui, niscaya kamu sekalian akan sedikit skelai tertawa dan pasti akan banyak menangis. Kemudian para sahabat menutup mukanya sambil terisak-isak (menangis)
(HR. Bukhari & Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. berkata : “Rasulullah saw membaca ayat : “Yauma ‘idzin tuhadditsuakhbaarahaa (Pada hari itu menceritakan beritanya). Tahukah kalian apa yang diberitakan oleh bumi itu?” Para sahabat menjawab : “Allah dan rasul-Nya lebih tahu.” RAsulullah bersabda : “SESUNGGUHNYA BERITA BUMI YAItU BAHWASANNYA BUMI MENJADI SAKSI ATAS SEGALA PERBUATAN SESEORANG BAIK LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN YANG DILAKUKAN DI ATASNYA. BUMI ITU MENGATAKAN : “IA BERBUAT BEGINI DAN BEGITU PADA HARI INI DAN HARI ITU.” INILAH YANG DIBERITAKAN BUMI. (HR. At Tarmudzy)

Dari Abu Barzah Nadhlan bin ‘Ubaid Al Aslamy ra. berkata, Rasulullah saw bersabda : “Kedua kaki seseorang tidak akan bergerak sebelym ditanya tentang UMUR, UNTUK APA DIHABISKAN, tentang ILMU, UNTUK APA IA PERGUNAKAN, tentang HARTA KEKAYAAN, DARI MANA IA PEROLEH DAN UNTUK APA IA RUSAKKAN (HR. At Turmudzy)

Demikianlah, sebagiannya saja. Semoga qta smeua dapat ambil plajaran.
Sungguh, dunia ini benar2 teramat sangat penuh godaan. Fiuffff…..

_Syakuro, home SWEET, jumadil ‘ula 1430 H, saat nunggu rendering my presentasi_
Read More

Sel Kanker = Ummat Islam ???

Hmm…judulnya rada-rada streng yah? Hehe, sengaja! Tapi…tapi…, benarkah ummat Islam sama dengan sel kangker? Owalaaah…
Yuk…yuk…yuk…, qta bahas sama-sama.

Qta semua pasti sudah pernah denger soal kanker yang sangat mengerikan itu! Wuih…., penyebab kematian kedua setelah penyakit kardiovaskular di seantero dunia. Kalo pengertian kanker itu siy –secara klinisnya--, suatu penyakit sel dengan ciri gangguan atau kegagalan mekanisme pengatur multiplikasi dan fungsi homeostatis lainnya pada organism multiseluler. (huaaa…, ini definisi koq ribet banget yah? Kayaknya rada2 sulit diproses sama prosessor otak, kecuali bagi mereka yang berstatus mahasiswa kedokteran. Betul gak?).

Udah ah, ga’ usah ambil pusing soal definisi. (Pusing koq diambil sih?hihi. Mending ambil duit, ambil ilmu, ambil…., halah…ngaur!). Ga’ usah ber-ribet2 ria sama pengertian. Sing penting, semua udah pada tahu kalo’ kanker itu adalah suatu penyakit yang MEMATIKAN di mana sel-selnya tidak lagi tumbuh secara normal, alias berlebihan banget sehingga menggaanggu banget bagi kestabilan tubuh qta. Penyakit niy kan tarafnya udah mencapai sel (emang kejadiannya pada sel koq, hehe).

Bagaimana kanker itu? Gampang saja. Pertama : pertumbuhan yang berlebihan (seperti yang sudah dibilang jugak!). kedua : gangguan diferensiasi sel. Ketiga : bersifat invasive, yaitu mampu tumbuh di jaringan di sekitarnya (beda banget sama sel normal niy yah?). keempat : bersifat metastatic, yaitu menyebar ke tempat lain dan menyebabkan pertumbuhan baru. Kelima : memiliki hereditas bawaan (acquired heredity), maksudnya, turunan sel kangker juga dapat menimbulkan kanker baru. Keenam : pergeseran metabolism ke arah pembentukkan makromolekul dar nukleosida dan asam amino serta peningkatan katabolisme karbohidrat untuk energy sel. Huaaa…, lagi-lagi, pake bahasa aneh. Hmm…, maksudnya, metabolism selnya berubah, membentuk molekul2 yang gede, dan karbohidrat yang digunain utk energy pembentukan sel itu lebih diperoduksi sehingga sel punya ‘nafas’ untuk membentuk pertumbuhan secara cepat. Ngerti kagak niy? Hehehe.

Dan parahnya, Indonesia juga termasuk salah satu negara yang memiliki prestasi tinggi dalam hal kangker. Apalagi wanita. Wuihhh…rentan banget tuh.

Nah..nah…, hubungan kanker sama umat Islam itu apa? Yah…, ini hanya semacam analogi saja. Ehmmm…, begini looh, secara sadar atau tidak, ternyata qta telah menjadi sel kangker bagi ummat Islam sendiri, bagi agama ini sendiri. Ummat Islam menjadi objek bagi yahudi dan nasharo, agar qta ngikuut sama kebudayaan mereka.

Sama seperti sel kangker yang tumbuh pesat dan menjalar ke jaringan di sekitarnya, begitu pula dengan ummat Islam yang seperti mengikut kepada kebudayaan Barat dengan teramat pesat. Ga’ hanya di kota-kota, hingga ke pelosok desa pun, ini telah mengakar dan membudaya. Jadi, qta menjadi sel-sel yang tumbuh secara tak normal (kangker) bagi agama sendiri (kira2 begitu lah analognya). Mereka benar-benar mengupayakan, agar Islam hanya sebatas Sholat, puasa, zakat, haji saja bagi qta. Selainnya tidak. Kaya’ politik, ekonomi, kesehatan, pendidikan, hankam, ehmm apa lagi yah??...pokok’e all of life lah! Padahal, Islam teramat Indah mengatur hidup qta, hingga ke WC sekalipun. Yang kecil aja diatur, apalagi yang besar. Iya tho???

Nah…nah…., ummat Islam telah dibuat asing dengan agamanya sendiri. Ada yang nutup aurat rapi, dibilang aneh, sementara yang buka-bukaan saja, yang mempertontonkan keindahan yang Allah anugrahkan kepadanya, dianggap biasa-biasa saja. Ada yang bergaul bebas tanpa batas, perzinahan, perselingkuhan dan permasalahan sederet homolog, dianggap hal lumrah dan lazim, sementara yang (misalnya) nikah sambil kuliah (karena mw jaga hati dan pergaulan karena Allah niy, critanya) dianggap aneh dan langka. Justru yang menjaga jarak dan pergaulan melewati batas yang dibolehkan Allah, dianggap aneh. Benar2 kelaziman yang sangat aneh!!!

Dan, semua itu didukung dengan sarana-sarana kayak media informasi. Liyat saja, di tivi2 (waaah….diriku kagak punya tivi niy. Kesiaaan..), kemaksiatan itu dibuat seolah-olah sangat biasa saja dan hal yang teramat sangat-sangat wajar sekali. aneh ya??? Bukan hanya itu, pendidikan malah! Mereka menyisipkan kepada pendidikan yang menjadi motor penggerak bangkitnya pemuda2 Islam. Coba, plajaran agama dari SD (eit, paling ga’ SMP lah ya??) sampai kuliah pun tetap nyaris sama. Sholat, puasa, zakat, dan sedkit soal warisan. (plajarn SMP diluang lagi kan ya, pas di SMA?? Dan ternyata setelah kuliah, plajaran agamanya juga sama. Iya tho???). selain itu, hiburan dan dunia entertain tak kalah ngambil porsi. Huaaa…, banyak banget pembodohan yang telah terjadi melalui media ini. Belum lagi klub-klub. Haduuuh… segitu parahkah?

So, akibatnya, semua telah membelotkan fikroh (pemikiran ) qta tentang Islam yang benar2 Indah dan komprehensif. Qta jadi tertipu oleh ucapan, penampilan, dan prestasi2 mereka. Antara yang benar dan yang bathil disamaratakan dan dicampur-aduk. Pokok’e, qta dibuat takjub dan secara tak sadar berkiblat ke mereka. Qta dibuat jauh dari Al Qur’an dan tidak lagi mempertimbangkan murka Allah dalam melakukan segala tindakan. Coba aja ditanya ke remaja sekarang, mana yang lebih kenal James Bond dari pada Shuhaib Bin Sinan. Aku yakin banget, nama yang pertama kali disebut akan lebih terkenal. Tetapi, mana yang lebih luar biasa pribadinya? Tentu saja yang kedua.

Nah..nah…, terbukti kan ya, ternyata qta memang telah menjadi sel kangker bagi ummat Islam.
So, the solution?? Tiada kata lain untuk menghentikan pertumbuhan sel kangker ini melainkan kembali kepada Islam yang sesungguhnya! Kembali kepada kemurnian Islam!!

Mau???

Mau???

Mau???

Yoook, qta hadiri majlis-majlis ‘ilmu, baik itu mentoring ataupun halaqoh (kajian Islam yang super intensif looooh), ta’lim, diskusi dsb. Banyak koq sarana untuk memutus pertumbuhan sel kanker itu dan menjadi kemoterapi bagi penyakit yang mematikan dan melumpuhkan ummat Islam ini.

Tiba-tiba, aku jadi teringat apa yang disampaikan Rasulullah jauh…jauh…sebelum niy, beratus-ratus abad yang silam :

Rasulullah bersabda :
“Akan datang suatu masa di mana bangsa-bangsa memperebutkan kalian sebagaimana sekelompok pemakan memperebutkan makanan di nampan.”

Para sahabat bertanya :
“Apakah karena jumlah kami yang sedikit pada waktu itu wahai Rasulullah?”

Rasulullah menjawab :
“Tidak…! Bahkan jumlah kalian pada waktu itu banyak, akan tetapi kalian saat itu seperti busa di lautan.”


Nah lho???
Pilihan ada di tangan qta saat ini!


homeSWEET Syakuro, Jumadil ‘Ula, 1430 H
Read More

Ngintip Wisma Yuuu…k

Ehm, tulisan ini special bwt adek2 yang sekarang lagi sibuk UAN dan yang insya Allah mau bertarung di SMNPTN, dan yang lebih special lagi buat yang berniat mau kuliah di Unand alias Universitas Andalas, Padang, Kujaga dan Kubela. Cee elaaaah… Tapi, yang laen juga boleh baca koq. Okeh? Ah, iya, bagi angkatan ’08 yg mau ‘cabut’ dari asrama bulan Juli ini insya juga boleh tuh. Kami siap menampung . ehm..,Tidak tertutup utk 07 ke atas.

Nah…nah…, soal wisma. Ehm…., sebelumnya,di kenalin dulu dong, apa itu wisma. Siap?! Baiklah! Wisma sebenernya adalah sebuah rumah tinggal biasa khusus bagi mahasiswa yang dihuni oleh beberapa orang. Systemnya bukan kos-kosan yg bayarannya perbulan, melainkan kontrakan. Okeh, udah pada paham kan?

Tapi…tapi…, kenapa wisma? Aha! Itu dia, yg pengen dijelasin. Kenapa perlu dipromoin? Itu karena, insya Allah ada hal istimewa yang dipunya sebuah wisma. Yuuuk, qta kenalan sejenak.

Pertama, soal itung-itungan bayaran. Wisma sesungguhnya lebih murah costnya. Rata-rata sekitar 600-800 ribu setahun. Hmm…, coba itung bulanannya,. Sekitar 50-70 ribu sebulan. Cukup murah kan? Sip! Insya Allah cheaper. Paling nambah duit bayaran listrik sekitar 10rb per bulan. Klu wismanya agak elit sikit, bolehlah pake tilpun. Soal bayaran tilpun, eh…telpon, tergantung pemakaian wisma masing2. Mau pake speedy juga boleh, kalau mau.

Kedua, soal lokasi. Ga’ jauh-jauh amat koq dari lokasi bus kampus. Masiy sekitar Pasar Baru. Tinggal jalan sikit, skitar 200-500an meter (itung-itung sekalian riyadhoh), nyampee deeh di pemberhentian pertama Bus Kampus (yang bakalan mengantarkan qta medaki Bukik Karangmuntiang).

Ketiga, soal fasilitas. Rata-rata dan sebagian besar kos-kosan di kawasan Pasar Baru dan sekitarnya (Limau Manis, Kapalo Koto, Kampuang Dalam, Cupak Tangah), hingga ke Pasar Ambacang, Jalan Tunggang, by Pass, Ketaping, Anduring, rata-rata menyediakan kamar kosong saja. So, biasanya penghuni baru mesti menyiapkan segala macam perabotan, mulai dari kasur beserta perangkatnya, lemari, rak buku,magicjar, strikaan, hmm…apa lagi yah? Tape, emm…pokok’e benda sejenis lah. Bagi sebagian orang, TV juga termasuk barang penting. Juga benda2 penting seperti rak piring beserta perangkatnya, kuali, kompor, apa lagi? (silakan dilanjutkan). Nah…nah…,insya Allah, di wisma, sebagian besar sudah ditalangi. Adek2 baru tinggal bawa kasur, lemari (isinya juga dong, masa’ ga ada bajunya, hehehe). Soal magigjar, strikaan, piring dan seperangkat alat memasak lainnya, ga’ usah dipikirin deeeh. Okeh?

Keempat, aha!! Ini bagian terpenting sebenarnya yg ingin disampaikan yang membuat wisma itu berbezza. Klw tiga point di atas adalah hal yang biasa, maka poin yg satu ini lebih istimewa. Wisma bukan sekedar tempat tinggal biasa, yang disambangi sepulang kampus saja. Ada program-program istimewa di sini.

Apa saja program wisma?
Wisma insya Allah sebagai media untuk meng-up grade ‘ilmu keislaman qta. Programnya kami sebut : ROHIS alias program ROHANI ISLAM. Di wisma, qta ga’ Cuma jadi mahasiswa farmasi misalnya, cieee…, atau mhs Teknik, mhs ekonomi, mhs MIPA, tapi, qta juga bisa blajar Fiqh, Siroh, Tafsir Qur’an, Siroh Sahabat, Riyadhusshalihiin. Di kegiatan rohis, juga ada sesi khusus taujih (kaya’ ngasi kajian gitu, sekalian blajar nomong didepan orang banyak). Trus,program Tahfidz. Ada hari khusus untuk setoran hafalan.
Selain Rohis, program wisma juga Riyadhoh bareng. Biasanya ahad. Di wisma, juga ada program Ta’lim. Acaranya insya Allah bulanan. Ngundang ustadz. Dalam acara ta’lim, qta juga ngundang ibu-ibu tetangga, kiri kanan, depan belakang, trus, juga jamaah mesjid sekitar wisma untuk datang.

Selain itu, di wisma, insya Allah blajar menej sebuah rumah tangga jugah. Hehe. Soalnya, qta kan ngatur segala sesuatunya sendiri. Ada amir/amirohnya juga, trus, pj2 masing2 (kaya’ pj kebersihan, pj listrik, yang disesuaikan dengan wisma masing2)

Apa lagi yah? Ah iya! Soal kebutuhan sumatera tengah. Klo’ ngekos, kadang2 males masak. Seringnya kan beli ajah di ampere sebelah. Hehe. Klw di wisma, diterapkan system piket masak. Lebih irit loh. Cuma Rp. 3rb per hari, qta udah bisa makan lauk pauk lengkap, empat sehat (lima sempurnanya beli sendiri, hehehe). Cuma 5 liter beras per bulan. Huaaa, hemat kagak??

Ehmm…, jangan dipikir piket masak itu berat dulu. Asyik koq. Bisa bikin innovasi masakan sendiri. Itung2 eksperimen sekalian latihan persiapan. Hihi. Menunya suka-suka. Asalkan ada lauknya dan sayurnya. Eh…, percaya ga’, ada yang dulunya kaga’ bisa masak sama sekali, setelah masuk wisma, sampai pintar bikin gulai kalio Ayam. Bisa ngalahin lapau One looh. Hebuaaat kagak?? Hehe

Dalam periode tertentu, juga ada Wisma Award nya, yang diadakan oleh BPW (badan pengelola wisma). Ada lomba-lomba juga, kaya’ lomba hafidz Qur’an, lomba wisma terbaik, wisma dengan innovasi program paling menarik, wisma yang paling bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Nah loh, wisma Ada badan pengelolanya jugah? Ooohhh…, tentu dong! Ini kan bukan sekedar tempat tinggal biasa. Insya Allah, semua tersusun secara rapid an terkoordinir.

Hal yang terpenting dari sebuah wisma itu adalah Ni’mat Ukhuwwahnya. Kalo’ yang ini mah tak terbeli dengan apapun. Cerita soal indahnya ukhuwwah ini, hmmm…ga’ cukup puluhan lembar. Kalo’ dinovelin, ada berapa lembar novelnya yah?? Hehe. So, insya Allah akan ada sesi berikutnya, mengenai wisma niy. Sing penting, rajin2 bahas soal yah…., persiapan bwt SMNPTN nya. Mana tau, ada yang ‘nyasar’ ke Bukik Karangmuntiang and berguru di sana. Kalau memang baitu ajaknyo, haaa…., rancak masuak wisma lai!!! Dan, catet yaaa, kalau tertarik dengan wisma, tinggal contact diriku saja… Okeh?? Okeh??? (nanti, kusampaikan ke BPW nya, insya Allah)


Ini sedikit prolog dan perkenalan awal soal wisma. Tunggu info selanjutnya!!!
(hehe, kaya’ tukang iklan saja)



homeSWEET Syakuro, 23 April 2009
Read More

GERBONG KERETA PERJALANAN INI

Kuingin bertanya, adakah kedinamisan itu adalah sebuah keniscayaan? Adakah? Apakah kita boleh terhenyak dengan sebuah perubahan? Dan apakah perubahan itu adalah sesuatu yang nisbi? Bolehkah kita terperangah pada keterasingan itu? Pada sesuatu yang sama sekali tidak lagi sama, tidak lagi linear dan bersisian. Pada kenyataan yang menghentak-hentak di bilik jiwa. Ah…, bolehkah aku menangisi itu semua?

Sungguh, terlalu dalam luka itu tertoreh di hati ini. Perih sekali ketika dihadapkan pada kenyataan yang menyakitkan bahwa jiwa-jiwa sahaja yang dulu dari lisan mereka kudengar nasehat-nasehat yang menyejukkan hati, kini seperti sangat…sangat….jauh. Ketika rangkulan itu begitu jauh dari saudara-saudari yang telah ‘pergi’. Begitu jauh, meninggalkan ‘gerbong’ ini. Ke manakah perginya jiwa-jiwa penuh ghiroh itu, yang setiap teriakannya adalah lecutan semangat? Yang setiap kata-katanya adalah butiran makna. Yang setiap jenak-jenak kehidupannya adalah dalam rangka satu per satu menyusun batu bata peradaban itu. Ke manakah?

Salah seorang sahabat pernah berkata padaku dengan teramat lirih, “Sudahlah. Tidaklah pantas bagi kita untuk kecewa.” Penggal-penggal kata itu hanya cukup sampai di sana, namun, dengan suatu kedalaman makna. Ah, sungguh ada yang tercekat dikerongkongan ini, setiap mengingat satu-persatu kenangan itu. Aku sangat tahu, tidaklah boleh kita kecewa, dengan semua itu. Tidaklah boleh…!! Tapi, bolehkah aku sedih?

Jika boleh bernostalgia, dahulu, dulu sekali, ketika di sebuah ‘stasiun’, aku tersesat tak tentu arah. Lalu, mereka mengulurkan tangan untuk ikut dalam gerbong itu dengan tiket yang Cuma-cuma. Gerbong yang telah memberikan begitu banyak warna hidup. Seperti pelangi, bahkan lebih banyak dari mejikuhibiniu. Ada keterombang-ambingan. Ada tikungan. Ada terowongan gelap. Namun, juga jalan mulus yang di pinggir relnya ada wewangian bunga cerah merekah. Yah, kita melaju bersama. Pada rel yang sama, gerbong yang sama.

Lalu, ketika kereta itu berhenti di stasiun berikutnya, satu per satu mulai turun, berhenti di stasiun itu saja. Ada yang menaiki gerbong ini, ada pula yang turun. Mereka, yang dulu mengulurkan tangan kepadaku, sebagian juga ikut turun. Dan, betapa bodohnya aku ketika baru menyadari bahwa mereka yang dahulu dengan jiwa sahajanya telah turun, ketika peluit kereta telah dibunyikan dan perlahan-lahan kereta kembali berangkat. Betapa naifnya aku baru menyadari, ternyata mereka telah menaiki gerbong dari kereta yang berbeda, bukan lagi dengan arah dan tujuan yang sama. Padahal, aku masih ingat, bagaimana lantunan spirit itu bergema dahulunya dari lisan-lisan mereka, bahwa betapa inginnya kita tetap berada di gerbong ini hingga ke stasiun akhir.

Aku sama sekali tidak bermaksud mengatakan bahwa gerbong inilah yang paling baik. Aku sama sekali tidak bermaksud mengatakan bahwa aku lebih baik. TIDAK! SAMA SEKALI TIDAK! Aku barangkali jauh lebih buruk. Namun, bukankah dengan kebersamaan itu, kita saling mengingatkan, saling melengkapi, saling mengokohkan pijakkan, saling mengingatkan, dan saling menularkan semangat? Aku hanya ingin mengatakan bahwa ada jarak ribuan mil yang seperti seolah-olah telah memisahkan kita. Memisahkanku dengan orang-orang yang telah mengulurkan tangannya padaku dahulunya. Terasa begitu jauh. Padahal, aku sangat rindu wahai saudariku, untuk kembali bersamamu menukil jalan ini. Menukil jenak demi jenak perjalanan ini. Teramat rindu mendengar nasehat-nasehat yang terlantun dari bibirmu. Teramat rindu membersamaimu di setiap suka dan duka jalan ini.

Aku masih ingat dengan salah satu kalimat yang menggetarkan dari Rabb Pemilik Hati dan Maha Membolak-balikkan hati yang disampaikan oleh mereka yang dahulunya mengulurkan tangan dan memberikan tiket Cuma-Cuma itu kepadaku. Sungguh, membuatku amat tergugu :

“Dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkanmu daripadanya” (Qs. Ali Imran : 103)

“Ya Tuhan kami, jangan Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami dan karuniakanlah rahmat kepada kami di sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (Karunia).” (Qs. Ali Imran : 8)

Oh, alangkah rindunya aku padamu, wahai jiwa-jiwa yang telah memberikan tiket Cuma-Cuma padaku. Adakah kau rindu jua?





homeSWEETSyakuro, 14 April 2009, Dini Hari (Ba’da ngerjain proposalku)
Read More

Negeri Ini Hanya Seharga Sepasang Sepatu

Suatu hari, di pelosok kampung, ku’melihat seorang anak yang kira-kira sudah cukup ‘berakal’ untuk diajakin ngomong. Artinya, dia sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk meski belum cukup umur untuk ikut milih. Anak tersebut mengenakankaos salah satu dari 38 partai nasional yang akan bertarung 9 april mendatang. Sebut saja partai A.

Tiba-tiba, aku iseng menanyakan :
Aku : “De’, ntar amaknya pilh apa?”
Si Ade’ : “Dulu amak mau pilih partai A, tapi, kemaren partai B datang ke rumah, dan membelikan amak sepasang sepatu. Katanya, dia mau ngasih sepatu itu, asalkan mau memilih partai B. jadi, amakku pilih partai B deh. Kalau bapakku tetap partai A.” (dengan sangat polos dia menjelaskan)
Aku : (menatap si Ade’dengan bingung)” Loh? Kenapa mau? Itukan money politik? Politik uang.” Aku bergumam.
Si Ade’ : “Yang namanya rejeki ndak berpintu, Kak. Tapi, Banyak lho kak yg kayak gitu. Si anu, dapat ini. Si itu dapat duit segini. Tapi, dengan syarat mesti milih partainya. Kalau kekurangan duit, pergi saja ke rumah caleg C, entar critakan kesulitan qta. Si caleg pasti mau ngasi, asalkan mau milih dia.”

Pernah juga, waktu jalan ke perkampungan lain, ku’mendengar cerita ibu-ibu di sana.
“ Partai D ini, Nak, mau bagi-bagi ikan kepada kami (caleg partai D ini adalah Bandar ikan). Kami tu, yang perlu yah ini. Maklum, kami ini orang susah.”

Fiufff…
Jadi, hanya segitu ‘harga negeri’ ini? Walau bagaimanapun, itu semua tetap saja money politik, apapun bentuknya.
Isss…., mereka memanfaatkan keluguan dan kesusahan orang2 di kampung untuk membeli suara. Apa jadinya negeri ini jika dipimpin oleh orang-orang macam itu? Apa jadinya jika parlemen diisi oleh orang-orang macam itu? Jika orang-orang seperti ini yang akan mewakili qta2, sebagai wong cilik, yg bakalan duduk di korsi panas, maka, tidak salah klu peringkat negera terkorup papan atas akan terus di sandang oleh negeri ini. Dan, jika memang demikian, tidak salah kalau harga negeri yang konon tongkat dilempar jadi tanaman ini, hanya seharga sepasang sepatu saja. Lalu, Akan dibawa kemana negeri ini?

Mereka yang enak-enakan di gedung megah, menyelip uang rakyat. Lalu, yang tertinggal adalah : rakyat yang tetap miskin, rakyat yang untuk berobat saja susah. Rakyat yang sekolah saja mesti mengeluarkan banyak uang. Padahal, APBN Indonesia untuk tahun 2009 kan luar biasa banyaknya. 1.035 triliyun rupiah. Dar sekian banyak, 215 triliyunnya adalah anggaran untuk pendidikan. so what?? Kemana duit sebanyak itu perginya? Klu emang digunakan dijalur yg tepat, insya Allah, pendidikan itu bisa ditalangi!

Nah…nah…nah…, sebentar lagi, saatnya qta sebagai wong cilik MENENTUKAN NASIB BANGSA INI MAU DIBAWA KEMANA. Jangan pilih orang-orang yang memberikan bentuk apapun kepada qta, wong cilik. Dengan memberikan segala sesuatu itu, sama saja dengan MEMAMERKAN IDENTITAS MEREKA, bahwa MEREKA ADALAH CALON KORUPTOR SELANJUTNYA. (ya iya lah! Jalannya menuju ke sana saja sudah penuh dgn uang tak halal, jalan tak halal. jadi, sangat masuk akal pula, setelah mereka duduk nanti, merekapun akan melakukan hal yang sama). Jadi, MASIH ADAKAH ALASAN KITA UNTUK MEMILIH ORANG-ORANG BERMENTAL DEMIKIAN? Inilah saatnya kita menggunakan hati kecil qta untuk memilih orang-orang yang benar-benar berjuanguntuk rakyat, yang bersih, dan terbukti kerja nyatanya untuk rakyat. Okeh?????

Ah ya, ada yang terlupa. Kemaren, salah satu orang kurang mampu (masih di perkampungan terpelosok). Mereka mempunyai seorang anak yang stress dan sakit jiwa. Dan, salah seorang caleg, sebut saja partai E, menawarkan untuk membantu membawa dan membiayai ke rumah sakit jiwa, asalkan dia mau memilih dia dan partainya.
Hmmm…., apa jadinya yah, klw sang caleg tidak kepilih? Jangan-jangan dia yang kemudian ikut ke rumah sakit jiwa juga. Klw perlu, satu kamar dengan orang gila yang ditolongnya. Hehehehe

Ups! Udah ngaur niy.
Hmm..yg jelas, jangan sampai golput dah! Janganlah ya…
Jika golput, dan parlemen terus2an diisi oleh orang2 macam cerita di atas, akan jadi apa negeri ini? Bukankah kita semua rindu negeri yang madani? Bukankah kita merindukan kesejahteraan hadir di negeri ini? Nah, itu semua sangat tergantung dengan pilihan kita nantinya.



homeSWEEThome, 3 April 09.
Read More

Menumbangkan Sesuatu Yang Besar

Menumbangkan Sesuatu yang Besar

Mungkin kita sering mendengar kabar berita mengenai kematian orang-orang yang disebabkan infeksi bakteri. Missal, kematian akibat tipus yang tak tertolong. Atau DBD, ataupun bahkan avian influenza. Juga diare yang dibiarkan saja berhari-hari sampai keseimbangan elektrolit tubuhnya merosot tajam, lalu mengalami kematian.

Melihat angka kematian yang cukup signifikan yang ditimbulkan oleh penyakit infeksi, menyebabkan banyak orang yang mulai takut dan waspada. Orang mulai berhati-hati dengan penyakit ini. Ambil saja salah satu contohnya, avian influenza. Bisa dikatakan, setiap orang sangat berhati-hati dengan ancaman penyakit ini. Virus H2N5 ini sempat menjadi issu hangat dan topic hot di berita-berita media massa. Lalu, tiba-tiba H2N5 menjelma menjadi monster yang teramat mengerikan dan actor paling nge-top yang disorot oleh televise, maupun Koran. Berita yang sama, juga sangat popular ketika DBD mewabah.

Tapi, jika kita selami sejenak, apakah yang sesungguhnya yang ditakuti oleh orang-orang itu? Sungguh, yang ditakuti itu sebenarnya adalah Sesuatu yang besarnya hanya beberapa micron saja. Hanya makhluk hidup kecil yang bahkan tak terlihat dengan kesat mata. Dan, yang menakjubkan, zat yang kecil itu, dapat menumbangkan satu tubuh yang besar. Satu tubuh yang penciptaannya paling sempurna, dapat ditumbangkan hanya oleh zat yang tak lebih besar dari seperseratus sentimeter? Amazing!

Nah…nah…nah…, bagaimana zat yg kecil itu bisa menumbangkan zat yang besar? Jawabannya ada pada konsentrasi zat tersebut dalam tubuh manusia. Ternyata…, subhanallah, mereka dapat menyebabkan pathogen (menimbulkan penyakit) bagi manusia jika telah mencapai jumlah tertentu (biasanya dengan konsentrasi beberapa mikroliter) dan diantara mereka saling berkomunikasi yang istilahnya disebut quorum sensing. Bolehkan aku menyederhanakan quorum sensing itu dengan ‘kekompakkan’, dan’barisan yang teratur’ sekumpulan bakteri untuk dapat menumbangkan manusia yang jika dibandingkan dengan sebuah bakteri (apalagi virus) adalah teramat sangat besar??

Jika dianalogikan dengan pesta demokrasi negeri ini, maka satu bakteri itu adalah satu suara yang kita sumbangkan. Jika kita semua bersepakat untuk memilih caleg yang benar-benar bersih, yang benar2 ingin menghadirkan kehidupan yang madani, maka ini pun dapat menumbangkan budaya korupsi yang selama ini sudah begitu besar dan membudaya. Dengan menyumbangkan satu suara kepada orang yang benar dan orang yang tepat, maka, artinya kita telah berkontribusi untuk mengawali Indonesia Madani, yang bersih, dan bebas koruptor. Lalu, yang tersisa, adalah orang-orang yang menmaksimalkan dan mengoptimalkan potensinya demi kejayaan negeri ini.

Mungkin banyak orang yang pesimis, apatis, dan berpikir pragmatis mengenai pemilu. Banyak yang berpikir, “alaaaah…., milih tak milih sama saja. Takkan berubah nasib bangsa ini!”. Waah, jangan gitu dong! Ingatkan cerita bakteri di atas, kalau jumlahnya sedikit, tidak dapat menumbangkan tubuh manusia yang besar. Tapi, jika ada quorum sensing, semuanya saling berkomunikasi, dalam ‘satu barisan yang kokoh’, maka bisa menjadi sesuatu yang ditakuti manusia. Begitu pun, dengan budaya korupsi di negeri ini yang telah mencapai tahap akut. Tapi, kalau dikelola oleh orang-orang yang bersih, maka, insya Allah, bisa menumbangkan tirani. Ya kan?? Kenapa tidak??

Hayo, jangan sampai golput yah!
Pilih caleg yang berkualitas, yang bersih, yang memang berjuang utk rakyat!
Bukan yang menjual janji2 manis saja. Okeh???

PS : ini analog, kira2 nyambung tidak yah?
Hehe…
Read More