Ceritera Gendongan Sling

Ngomong-ngomong soal gendongan, ada kejadian cukup unik yang aku temui di sini. Ketika hunting perlengkapan bayi dulunya, gendongan sling yang model slempangan gitu tidak (atau seenggaknya belom) kita temukan di seantero Riyadh. Jadi terpaksa kita import dari Indonesia.
Nah, pas jalan di IKEA tetiba ada orang Saudi nanya, "Maujud fii Su'udi au mafii?" Katanya ehh tanyanya ke Suamiku sambil nunjuk gendongan baby Aafiya. Suamiku jawab, "ana la a'rif. Mungkin mafi. Hadza min Indonesia"

Hehe... lebih kurang begini;
"Ada ga di Saudi? Ato ga ada?"
Jawabnya, "saya ga tau persislah. Mungkin ga ada.  Ini dari Indonesia"
Rupanya tertarik dia. Hehehe...

Lain cerita ketika di Hyperpanda, pas di kasir, si kasir terlihat sangat tertarik dengan gendongan bayi model sling ala Indonesia. Trus tergelitik juga dia buat nanya, "that's the baby?"
Ternyata banyak yang tertarik dengan model gendongan ala Indonesia. Hehehe... Asal muasalnya kan dari kain panjang (ada yg menyebutnya kain batik ada pula kain jarik) yang dibuat gendongan kan yaa... Trus dimodifikasi jadi model sling.

Jika di Indonesia sudah wajar dan sangat biasa melihat orang2 membawa bayi dengan gendongan, di sini gendongan model sling menjadi daya tarik tersendiri.
Nah lho... Indonesia kreatif kaaan? Hayuk patent kan... :D
Bangga guweh jadi orang indonesiaahhh.... tapi jangan tanyain guweh seberapa bangga guweh dengan presidennya yang sekarang. Spechless guweh. Hehehehe.... Bikin ga mud final exit ke indonesiaah... Heuuu...
Read More

Tentang 'Melingkar' di Negeri Gurun

Baiklah..
Mari bercerita yang ringan-ringan sahaja... Haha emang biasanya ceritanya berat apaah? -_-

Salah satu perbedaan mendasar (ehh salah tiga dink) agenda 'melingkar' (baca: Liqo) di negeri Riyadh ini dibandingkan liqo yang pernah aku tempuh di Indonesia sejak tahun 2004 lalu adalah:
1. Tempat
2. Konsumsi
3. Alasan Syar'i untuk ijin

Mareee kita jabarkan satu persatu.
Read More

Welcome Winter

Kalau ada lagu anak-anak yang bunyinya begini,
"Libur telah tiba.. libur telah tiba.. horee... horee.. hatikuu gembiraa...",
Maka bolehlah aku plesetin dikit yaa..
"Winter telah tiba... winter telah tiba... horee... horee... hatiku gembira..."
Hihihi...

I love winter so much...
Alhamdulillaah musim dingin datang jugaaa..
Dan in syaa Allah ini musim dingin kedua yang aku jalani di Riyadh sini. Ma syaa Allah... gak berasa, begitu cepat waktu berlalu. Musim dingin tahun lalu masih berdua... Musim dingin tahun ini alhamdulillaah sudah bertiga. Produk musim dingin. Hihihi... :D
*kidding
Read More

Universal Culture

Sudah lama ga posting di blog. Hehe.. maklum kesibukan newmom... Semua ibu baru pasti tau dan pasti pernah merasakannya. Tak perlulah dijabarkan panjang lebar kali tinggi (volume dooong...) Hehehe...

Adalah lumrah di kalangan masyarakat, jika ada seorang wanita yang melahirkan apalagi anak pertama dari wanita tersebut, maka mereka hampir dipastikan akan ditemani oleh ibunya atau minimal keluarga lah. Dulu aku kira itu cuma budaya yang ada di kampungku saja. Dan kemudian aku baru tau bahwa hampir di seluruh Indonesia hal tersebut sangatlah biasa.
Jika ada seorang wanita yang melahirkan di kampung/kota yang berbeda dengan sang ibu, pertanyaan yang hampir selalu muncul adalah : "ibu datang ga menemani?"

Setelah melintasi samudera ternyata... aku mendapati pertanyaan yang sama dari orang yang berbeda negara. Sebutlah warga Filipina, perawat asisten DSOG-ku. Dia bertanya; "Did your mama accompany you here?"
Read More

What's Ur Nasionality, Madam?

Ketika di ruang rawat selama 5 hari, pertanyaan yang paling sering aku dengar dari para perawat (dan kadang juga dokter) adalah;
"What is your nasionality, Madam?"
Atau,
"Are you Philipine or Malaysia?"
Tentu dengan segera aku jawab, "I'm Indonesia". Proud to be Indonesian.
Pertanyaan susulan,
"Are you working here?"

Okeeh...
Pertama, aku agak rada geli gimana gituh yaa dipanggil "Madam".
Lebih lengkapnya begini, "Madam Fathelef" begitu mereka memanggilnya.
Madam?
Hahay... masi berasa jiwa anak mudanya yang sedikit keberatan dipanggil madam. Aku kan baru 17 tahun plus. Ciyeeehhh... Plusnya 10 tahun :P
Madam itu koq kesannya nyonya-nyonya usia empat puluhan yaak? Xixixixixi...
Sama seperti agak geli gimana gituh dipanggil "nyonya". Sekali lagi, aku kan masi anak mudaaa. Halaaaah..
#abaikan!
Lama-lama akhirnya terbiasa juga. Wes lah... Kapan lagi tho yaa dipanggil "Madam".
*ngakak mode ON :P
Read More

ASI Booster

Apa  ASI booster yang paling populer di Indonesia?
Hampir semua orang bilang rebusan daun Katuk. Sudah jadi rahasia umum dan hampir semua orang di berbagai belahan bumi Indonesia akan menjawab hal yang sama.

Nah, di Indonesia memang sangat mudah memperoleh daun katuk. Bertebaran di mana-mana. Mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional. Tapi, di Saudi daun katuk adalah barang langka. Setidaknya, sampai detik ini aku belum pernah menjumpai si daun katuk. Jadi gimanaaa iniiihh? Hehehe...

Pas silaturrahim idul adha di rumah salah seorang WNI di Riyadh (eh apa udah pindah kewarganegaraan yaa? :D) yaitu mba Dana yang sebelumnya tinggal di Vancouver, Canada, kita bercerita-cerita soal ASI karena banyak newborn baby dan para bumil, ehehehehe... Nah, mba Dana cerita kalau dulu di Toronto, tetangganya yang orang Korea menceritakan bahwa tradisi tradisional di Korea, jika ingin doping ASI mereka mengkonsumsi sop Rumput Laut kering. Dry seaweed soup. Dan setelah dicobakan ternyata alhamdulillaah sangat manjur untuk meningkatkan produksi ASI.

Pada hari pertama hingga ketiga, sangat sedikit ASI aku. Bahkan nyaris ga ada. Pumping di hari kedua pasca melahirkan malah ga sampai 1 ml... how sad...
Aku teringat akan cerita tentang dry seaweed. Akhirnya, di hari keempat, suami ke salah satu mini market Korea di area Olaya. Alhamdulillaah nemu dry seaweed nya. Alhamdulillaah...
Prosesi masaknya adalah terlebih dahulu direndam kira-kira 1 jam sampai mengembang lalu dimasak semacam soup gitu. Dry seewed nya cuma direbus dengan air dan garam saja.
Rasanya? Hihi.. to be honest memang ga seenak soup iga... :P
Tapi aku sudah bertekad untuk menghabiskannya.
Alhamdulillaah ternyata dry seaweed nya manjur... Produksi ASI meningkat. Alhamdulillaah... nemu juga pengganti daun katuk di sini...
:)

Bagi kamu yang butuh doping ASI, sepertinya sop dry seaweed layak dicoba...
^_^
Happy breastfeeding,
Happy motherhood
<3
Read More

A Miracle

Alhamdulillaah tsumma alhamdulillaah. Tiada kata yang patut terungkapkan selain segenap kesyukuran kehadirat-Nya atas segenap curahan nikmat dari-Nya. Begitu banyak nikmat-Nya tercurah tapi tetap saja manusia sering berkeluh kesah. Astaghfirullaah lii walakum...

Miracle...
What'a an amazing thing...
Sungguh sesuatu yang tak terdugakan. Mengharukan. Dan tak terlukiskan lewat rangkaian diksi.

Read More

Not Easy as You Guess

Jalan pagi (dan sekarang malam) sekitar lima keliling di taman belakang adalah rutinitas yang kami jalani dalam minggu-minggu terakhir ini. Dan kadang lima keliling terasa sangat jauh. Padahal kalo jalan di mall, berasa nda begitu capek yaaa? Hihihi... Ini adalah ledekan dari seseorang niih... :P

Untuk mengatasi yang terasa sangat jauh itu, kita membuat permainan-permainan yang kira-kira akan membuat rutinitas jalan lima keliling terasa dekat dan mengalihkan perhatian dari menghitung jumlah keliling. Hihi...

Permainan kali ini, idenya muncul dari suamiku tercinta yang dibuat sendiri. Bukan nyontek dari permainan yang sudah ada. Hehe... The power of creativity ini mah namanya. Proud of him. :)
Pada mulanya, permainannya terlihat sangat simple ketika pertama kali suamiku menjelaskan rules nya. Hanya menyambungkan kombinasi huruf dan angka tiap langkah yang kita tempuh. Pemain yang pertama menyebutkan angka 1 di langkah pertama. Lalu di langkah kedua dan ketiga pemain kedua menyebutkan huruf A dan angka 2. Selanjutkan kembali ke pemain pertama menyambungnya dengan angka 3 dan huruf B di langkah keempat dan kelima. Lanjut ke pemain kedua menyebutkan angka 4 dan huruf C. Begitu seterusnya. Rules awal kita hanya sampai huruf E. Setelah both of us saling memahami rules nya, permainan ANGKA, HURUF, dan LANGKAH pun dimulai.

Meski terlihat simpel, tapi nyatanya setelah dilakukan; tak sesimpel yang kita bayangkan. Kerap kita melakukan kesalahan. Bahkan setelah kita melewati satu keliling taman (satu keliling setelah kita hitung sekitaran 350-400 langkah. Hihi... niat banget yaak ngitung?? Ya bukaaan! Ini adalah permainan kita sebelumnya. Sebelum permainan yang aku ceritakan di sini. Hehe). Nah, ternyata setelah melewati sekian ratus langkah, permainan yang sebenarnya cuma butuh 10 langkah untuk 1 circle itu pun belum berhasil dengan perfect. Bahkan untuk 2 circle saja sekali pun.

Ternyata, kuncinya adalah konsentrasi penuh! Jika kita berkonsentrasi untuk melakukan permainan ini, maka in syaa Allah memang simpel. Tapi jika kurang berkonsentrasi, sesuatu yang terlihat begitu simpel dan sederhana, akan menjadi sulit, seberapa simpel pun kita memandangnya.

Permainan ini mengajarkan kita tentang arti pentingnya konsentrasi dan kesungguhan. Berkonsentrasi dan bersungguh-sungguh. Bukan hanya soal permainan tapi juga soal banyak hal dalam hidup ini. Jangan pernah memandang remeh sesuatu yang terlihat simpel dan sederhana. Selama kita tidak berkonsentrasi dan bersungguh-sungguh, yang simpel dan sederhana itu pun akan menjadi sulit.

:)

Read More

Sop (Tulang) Iga

No pict bukan berarti hoax yaa... ehehehe... berkebetulan pas menulis ini hape lagi lobet... jadinya aye kaga bisa moto-moto dah... Oh iyaa ini cuma sekedar cerita lepas sahajaa. Hihi... :D

Ceritanya ada tawaran menarik dari suamiku tercintaa nih. "Mau makan di luar ga? Sila pilih di mana ajaa..."
Asyiiiik...
Emang udah agak lama kita berdua ga makan di luar. Hehe... Apalagi sejak si restoran Rindu Alam tutup sementara karena mang mang nya pada mudik.

Nah... kalo saat ini kita sedang berada di Indonesia, tawaran makan ini akan sangaaaaaatt menggiurkan. Udah kebayang di pelupuk mata makanan semacam sate padang, kwetiau, bakmi, pecel ayam, bubur ayam, iga bakar, ayam kalasan, dan sederet makanan yang bikin ngiler lainnya. Kalo di sini... hiks... tidak banyak menu pilihan. Apalagi aku lagi anti ama menu-menu lokal, atau menu-menu negara lainnya. Kadang justru dari pada makan di luar lebih baik bikin sendiri... hehehe...
Read More