Kepada : Bapak Fathelvi Mudaris





Ah tidaaaaaaaaaaakkk!
Jangankan dipanggil "bapak", dipanggil "ibuk" saja saat ini saia tak sudi.
Huwaaaaahhh, saia kan bukan bapak-bapak!!
Teganya-teganya-teganya-teganya-teganyaaaaa.....
Ini bukan kali pertama, mungkin sudah kali kesekiannya...
Huhuhu....

Tapi biarlah...
Semuanya mengajarkanku, untuk tidak menghukumi dan menghakimi sebuah KETIDAKTAHUAN.
Tiada berhak kita menghukumi sesuatu yang orang lain tiada tahu akan hal itu...
Bukan kah Allah saja tidak menghukumi dosa atas suatu perkara yang pelakunya tersebut tiada memiliki pengetahuan tentang itu?
Lantas, masihkah aku punya alasan untuk menghukumi ketidaktahuan mereka sementara aku juga adalah makhluk yang sama dhiofnya dengan sang pelaku itu?

Hehe, anggap saja ini sebuah lelucon, di tengah tingginya pressure. Bukankah kita memang perlu tertawa? hihi...


#Postingan GEJE Part 1 

Related Posts:

  • Kepada : Bapak Fathelvi Mudaris Ah tidaaaaaaaaaaakkk! Jangankan dipanggil "bapak", dipanggil "ibuk" saja saat ini saia tak sudi. Huwaaaaahhh, saia kan bukan bapak-bapa… Read More
  • Tak PentingTulisan ini sudah aku tulis lebih kurang 1 minggu yang lalu. Tapi, ketika menulisnya, tiba-tiba quota internetku habis. Dan bahkan email pun tak terki… Read More
  • Ini, Inii, Iniii, Iniiii dan IniiiiiAssalaamu'alaykum Bloggie... :) Kayanya aku kangen kamu deh Bloggie, hehe. Beberapa hari ini quota internetku habis. Jadiii, serasa di hutan deh. Hihi… Read More
  • #Nausea, #Vomiting, #SaturatedHuaaaahh... Ma syaa Allah... Rasanya, #revisian ini bikin nausea vomiting deehh... Udah saturated banget rasanya.... Tapiii, harus bertahan. Iya, haru… Read More
  • Full Patch Room Yaaaakk, ini FULL PATCH ROOM! Bagi kamu yang sangat tidak menyukai keberantakan, maka memasuki kamar ini seperti memasuki "gudang" (semo… Read More

2 comments:

Feel free to accept your comment. Spam comment will be deleted and blocked