Selalu Saja Ada Kemudahan itu...

Ma shaa Allah, terharu rasanya. Terimakasih kepada bapak ibu guru, adik-adik sekalian, yang telah memudahkan jalan bagiku dan telah berpartisipasi dalam validasi videoku. Rasanya, aku tak membayangkan akan kemudahan ini setelah sebelumnya sempet mikir tujuh keliling bagaimana cara memvalidasi instrument penelitian yang satu ini. Jika dalam bentuk quesioner, mungkin di manapun bisa dilakukan. Hanya butuh 'device' pulpen dan kertas saja. Tetapi, kalo instrument nya adalah video, tentula membutuhkan banyak device lainnnya seperti listrik, infokus, laptop dan sederet lainnya. Alhamdulillaah, Allah mudahkan segalanya. Berasa sekali, setiap kesulitan itu PASTI ada kemudahannya. Jadi, aku harus optimis dan tetap semangaaattt!

Memang sih, sekarang sedang "berkejar-kejaran" dengan waktu. Kadang, seperti gelombang pasang surut deeh optimisme nya. Kadang optimis. Kadang ada juga sih rasa-rasa rada-rada pesimis. Keburu ndaa yaaahh? Keburu nda yaahhh??
Tapi apapun itu dan sampai di mana pun pada akhirnya, yang penting sekarang lakukan yang terbaik dulu dan tidak membuang-buang waktu yang memang sangat mepet ini. Setelah melakukan se-optimal mungkin, kemudian jika nda keburu, berarti pasti ada hikmah yang sedang dipersiapkan-Nya.
Kalau kata seseorang di belahan bumi Timur Tengah sana yang sangat kucintai :), Tetap optimis dan lakukan yang terbaik sebisanya, tapi jangan sampai bikin full stress. Just enjoy it :)
keywordnya : Just ENJOY it.

Toh, apapun itu setiap kejadian yang terjadi dalam kehidupan kita, segalanya telah Dia tetapkan. Pasti akan ada hikmah di balik segala sesuatu, setidakmenyenangkan apapun itu. Karena apa yang terlihat buruk, belumlah tentu buruk pada akhirnya. Sebab, pasti akan ada hikmah luar biasa yang mungkin hari ini belumlah kita ketahui. Sungguh, keterbatasan dan kedhaifan kitalah yang kemudian menilainya tidak baik. Padahal, boleh jadi di sana Allah memberikan kebaikan yang banyak. Kejadian yang tidak menyenangkan semisal terlambat lulus kuliah, bukan berarti selalu buruk pada akhirnya. Sebab, akan ada hikmahnya, yang hari ini belumlah kita ketahui. Asalkan, kita telah berupaya untuk melakukan sebaik yang kita bisa. Dan lagi, bukankah sudah begitu banyak contoh nyatanya dan bahkan selalu saja begituu, bahwasannya--sekali lagi--Selalu saja ada kemudahan yang menyertai kesulitan. (Ini nasihat untuk diriku sendiri terutama.)

Hayooo Semangaaaattt!!
Semangatesis!
Read More

Bahagia itu... Sederhana

Bahagia.
Setiap orang--siapapun itu--dalam kehidupannya pastilah menginginkan kebahagiaan. Ya, bahkan ada yang rela "membeli" kebahagiaan itu di berbagai tempat. "Saya membayar sekian, agar mendapat pelayanan sekian, oleh sebab itu, saya bahagia." Tapi benarkah demikian? Sayang sekali, ternyata anggapan bahwa bahagia itu linear dengan banyaknya uang yang dimiliki atau seberapa harus membayar kebahagiaan mungkin masih melekat di pikiran kita. Padahal, tidak selalu--bahkan lebih sering--kebahagiaan itu tak terukur dengan mata uang. Bahkan hal-hal sederhana sekalipun, justru lebih menghadirkan kebahagiaan. Sebab bahagia bukan soal uang, tapi ini soal hati.

Apakah seseorang berpenghasilan puluhan juta satu bulan, tinggal di istana mewah, apapun yang diingini tersedia, ada banyak pelayan-pelayan yang loyal, lantas kita menilai dia bahagia? Belum tentu! Dan apakah seseorang yang tinggal di rumah sederhana, lalu apapun tidak selalu available lantas dia tidak berbagaia. Belum tentu! Lagi-lagi, ini soal hati. Dan aku rasa, pernyataan yang aku sebutkan di atas adalah pernyataan klise. Aku yakin, kamu sekalian sebenarnya juga sudah tau dan--dengan sedikit agak memaksa--sependapat denganku. Hihi... Maksa bangeet yaahh. Kalo nda sepakat sih boleh ajah sih yaa, asalkan jangan suka memplintir fakta di halayak publik padahal mata penonton juga tidak buta dan tidak semua orang juga bisa dibodohi. Kadang, yang membodohi itu justru lebih terlihat bodoh. Entahlah... *Agak gerraaam sih melihat pemberitaan di media yang suka aneh-aneh. Aku sih sejujurnya tak berhak menjustifikasi begini, apalagi yang aku tahu informasinya cuma sepotong-sepotong. Tapi, maafkanlah...aku agak sedikit kecewa saja dengan pemberitaan di media yang sarat dengan unsur kepentingan entah untuk siapa. Apakah karena 2014 itu sebentar lagi? Entahlah. Tapi, aku sangat yakin bahwa kebenaran itu akan menunjukan diri dengan caranya sendiri.
*Ups, tadinya ngomongin bahagia, ko malah jalan-jalan ke topik media sih? Hehe... Okeh, back to topic lagi deh.

Banyak hal-hal sederhana yang justru menghadirkan kebahagiaan yang luar biasa. Dalam kehidupan suami-istri misalnya. Eheeeemm.... (silahkan ber-ehem riaa. Nda dilarang ko hihi :P). Kebahagiaan itu bukanlah saat si suami memberikan intan berlian, rumah mewah, mobil baru. Bukaan. Sama sekali bukan. Jika hanya sebatas itu, sungguh "terlalu murah" harganya sebuah kebahagiaan. Sebab, ketika tak ada intan berlian, tak ada mobil baru, tak ada rumah mewah, akan berarti tidak berbahagia kan yah?
Kebahagiaan itu, justru datang dari hal-hal yang mungkin kita nilai sederhana. Tapi di sanalah justru letak nilai kebahagiaan itu. Sederhana. Sederhana saja. Siapapun dapat melakukannya.
Sebuah senyuman misalnya. Itu sungguh mendatangkan kebahagiaan yang menentramkan jiwa-jiwa kita.
Read More

Pernikahan Itu...

Alhamdulillaah, tsumma alhamdulillaah...
Sungguh, tak ada perbendaharaan kata-kata lagi yang dapat mewakili segenap rasa di hati ini.
Kesyukuran kepada Rabb, yang telah mempertemukan kami dalam ikatan pernikahan. Sungguh, ini adalah sunnah rasul-Nya yang indah. Bagaimana indahnya? Mungkin aku bukanlah orang yang berkafaah untuk menuliskannya dan lagi engkau semua mungkin sudah dapat membacanya dari berbagai buku. Akan tetapi, indahnya hanyalah bisa dirasakan oleh orang-orang yang mengalaminya. Hehe. Seumpama seseorang mendeskripsikan bagaimana manisnya buah delima. Oke, semua orang mungkin akan bersepakat bahwa delima itu manis. Akan tetapi, tentang bagaimana rasanya, hanya orang-orang yang pernah menyicipinya sajalah yang dapat merasakannya. Pun begitu dengan pernikahan. Maka, mungkin banyak yang menyesali : mengapa tidak dari dulu saja? hihi :D

Sekali lagi, aku bukanlah orang yang faqih untuk menjelaskan mengenai pernikahan, karena kami masihlah "bau kencur" alias "pendatang baru" yang masihlah miskin pengalaman. Tapi, ijinkanlah aku sekedar bercerita. Ya, sekedar bercerita saja. Siapapun boleh mengoreksi jika sekiranya ada di antara apa yang kutuliskan ini terdapat kesalahan. Dan sungguh, aku berterima kasih atas itu.

Read More

Ternyata...

ternyata jatuh cinta itu... benar-benar indah.

*maaf yah bloggie, aku tak punya perbendaharaan kata lagi utk mewakilkan segenap rasa di hati ini... jadi kali ini cukup sekian saja ngeblog nya... hehehe


Banda International minang kabau, 25 April 2013 with my lovely hubby... satu sosok terbaik yg telah dipilihkan-Nya dan telah membuatku benar-benar jatuh cinta padanya :)

Read More

Undangan Walimatul 'Ursy Ilden & Fathel

Assalaamu’alaykum Warohmatullaah Wabarokaatuh

Dengan mengharap segenap rahmat, barokah dan ridho-Nya, in sha Allah akan menikah :
Ilden Abi Neri (Ilden)
dengan
Fathelvi Mudaris (Fathel)

Aqad Nikah in sha Allah akan dilaksanakan pada :
Hari Jum’at, 19 April 2013 di Masjid Al-Mukarramah, IV Jorong, Muara Labuh, Kab. Solok Selatan.

Tanpa mengurangi rasa hormat, ijinkanlah kami melalui media ini mengundang Bapak/Ibu/Saudara/saudari sekalian untuk dapat menghadiri dan memberikan do’a restu dalam acara Walimatul ‘Ursy yang in sha Allah akan dilaksanakan pada :

Walimatul ‘Ursy 1 :

Sabtu, 20 April 2013 jam 10.00 WIB di Limau Sundai IV Jorong Nagari Pasir Talang Selatan, Kec. Sungai Pagu, Kab. Solok Selatan

Walimatul ‘Ursy 2 :

Senin, 22 April 2013 jam 10.00 WIB di Jln. Angku Lareh No. 79, Dusun Gobah, Jorong Tangah Koto, Nagari Sungai Pua, Kab. Agam

Adalah suatu kehormatan bagi kami jika Bapak/Ibu/Saudara/saudari berkenan hadir dan memberikan do’a restu.

Selengkapnya, silakan kunjungi wedding website kami :
(Denah Lokasi Walimatul ‘Ursy terlampir di Website)

Wassalamu’alaykum Warohmatullah Wabarokaatuh


-Ilden & Fathel-

Read More

Menu Penyemangat: Sayur Kaldu

Menu hari iniiii.... sayur kaldu dan ikan baladooo. Ihihi... :D
Baiklaah Bloggieeee, mari rehat sejenak dari tesisong... ;) dan kita cerita-cerita yang gurih ajah yah. Ehehe... (Cerita yg gurih apaan coba?! -_-")

Senin dan kamis adalah hari pakan (hari pasar) di kampuang tercinta. Tidak seperti kota besar yang setiap harinya pasar selalu ON, di kampuangku (yang mungkin agak terpelosok dari pusat kota, hihihi) hari pasar hanyalah pada hari-hari tertentu saja. Dan hari itu adalah hari Senin dan Kamis. Pada dua hari inilah para ibu-ibu, emak-emak, amai-amai, pada berbelanja ke pasar demi asap dapur tetep mengepul. Hehehe...
Aku ikut ambil bagian euy, setidaknya sekalian untuk stok sampai hari Rabu, insha Allah. Kan kamis udah hari pasar lagi. Hehehe... Tapi baru bisa ke pasarnya ba'da dzuhur karena harus ke puskesmas dulu buat melanjutkan perjuangan tesis. (di puskesmas, Ngobrol sama kepala puskesmasnya --> ibu dokter yang pinteerr itu, open minded banget dah. Jadi tertampar rasanya, mereka saja yang bukan aseli sini sangat memikirkan bagaimana agar pengobatan di kampungku ini rasional. Lah, aku sendiri yang aseli sini, malah ngabur kemana-mana. Heuu... Ntar deh kapan2 insha Allah cerita tentang pengobatan yang rasional ini. Alhamdulillaah seneng bet rasanya bisa ketemu orang-orang yang tetap bertahan di ranah "idealis". Maksudnya, tidak money oriented melainkan memikirkan bagaimana agar pengobatan pasien itu adalah sebaik-baik pilihan. Bukan "menggadai" profesi demi uang. Ini bisa jadi ceritaa panjang sendiri niih. Hehe).
Nah, ternyata ba'da dzuhur itu dagangan para pedagang sudah mulai habis. Menurut penuturan anak dari ibu tetangga akuu (ribet banget yak? hihi), emaknya jam 9 pagi udah pulang dari pasar. Euumm, pantesan jam 1 udah pada abis itu dagangan.
Aku udah niat banget mau bikin sayur kaldu yang ada jagung manisnya buat hari ini. Pokonya aku ituuh pengen banget babycorn. Kebayaaang deeh sayur segeerr, bening, menjadi menu hari inii. Heuu... Tapi babycorn (seenggaknya jagung muda yang manis) itu kaga nemu-nemu. Cuma ketemu 1 penjual jagung dan itu pun jagungnya udah agak tua. Kali jagungnya enak dibikin perkedel ketimbang sayur kaldu. Tapi aku lagi nda minat bikin perkedel sekarang. Pengen yang seger-seger. Hehehe... Yah, dari pada enggak ada sama sekali, mending aye beli ajah ntu jagung. Alhamdulillaah, masih bisa pilih-pilih yang paling muda. Soalnya udah ngebet banget pengen bikin sayur kaldu yang ada jagungnya. Hihi...
Read More

Case Maghafir

"Satu-satunya penyesalan terberat dalam hidup saya adalah... karena saya memilih bukan sebab agama." Itu curhatan lirih wanita yang hampir 10 tahun beda usianya denganku itu. Aku tahu, bukan solusi yang dia minta dariku. Ia hanyalah memuarakan rasa. Memuarakan gundah. Dia hanya memintaku menyediakan dua kuping untuk mendengarkan keluh kesahnya. Itu saja.
Imbuhnya lagi, "Saat ini, yang saya inginkan adalah mencari ketenangan. Mencari tempat yang tenang. Saya sudah tak sanggup lagi jika harus menghadapi permasalahan rumah tangga yang begitu berat ini. Saya sudah tak sanggup lagi jika harus ditendang, ditampar sampai biru lebam. Saya sudah tak sanggup lagi jika tidak dinafkahi dan cuma mengandalkan gaji saya yang pas-pasan."

Aku cuma bisa menghela nafas. Tak banyak yang bisa kuberikan pada wanita itu, kecuali sepenggal kalimat, "Semangat Mba. Insha Allah mba sanggup hadapi ujian ini."
Kalimat itu kuucapkan dengan getir. Entah benar-benar menyumbangkan segenap spirit. Sepertinya justru aku yang terseret kesedihan wanita dengan wajah sendu dan sorot mata kosong itu.

Read More

Melegalkan Dosa

Sudah lama tak nge-blog yah? hehe.... Sebenarnya buanyaaak cerita yg pengin aku ceritain sama kamuuh Bloggieeee... Tapi, ada beberapa hal yang membuatnya tak terwujud. Hehe... Gakpapa sih yaah Bloggie... :)

Aku pengin cerita tentang kejadian ter-update yang cukup menggelitik. Ketika aku hendak mem-validasi quesionerku kemarin, aku mampir di sebuah rumah makan gituh. Lebih tepatnya, kantin ala anak muda gitulah, meskipun yang mampir juga banyak yang tua-tua. Hihi... :D. Nah, di saat itu datanglah segerombol anak muda, 3 perempuan dan 1 laki-laki. Masih 'bocah', masih berseragam putih abu-abu. Sepasang mengambil tempat di pojok, dan dua perempuan lainnya mengambil tempat di meja yang berbeda.

Nah, di sana ada seorang bapak-bapak sekitaran 30-an mendekati 40-an sepertinya mengenal pasangan itu. Lalu, keluarlah komentar yang sama sekali tidak diharapkan.
"Cewe ang tu yuang? Haa tu iyo tuh yuang, iyo mode tu!" (lebih kurang maksudnya begini : "itu pacar kamu yah? Wah bagus dah! Emang gitu tuh yg namanya anak muda).

Glek!
Astaghfirullaah...
Read More

Berguru pada Kesalahan

Baiklah. Ini sebenarnya waktu yang kasib. Tapi, nge-render Video animasi itu masya Allah... lamaaa sekaliii... Dulu, aku ngerender video buat presentasi itu sampai memakan waktu 5-7 jam. Tapi pake laptop odong-dodng sih yang sebenernya spesialiasinya bukan buat program desain. Nah, kalo nge-render kali ini dengan kualitas audio-visual paling prima, yaa seenggak-enggaknya memakan waktu sekitar 1-2-jam an lah. Tadinya mau nyiapin presentasi buat besok, alhamdulillaah ppt komisi kemarin masih bisa dipake. Jadi, Sembari laptopnya nge-render, yo wis, aye nge-blog dulu aaahh... :)

Eh, sebelumnya, ada yang tahu gak ya tentang dunia periklanan?
*nanyanya di blog (yang sepi pengunjung! <-- tapi ini bagus sekalii... hihi..., jadi curhatannya jadi easy. Halaaaaah!), mana ada sih yang nge-jawab, Fatheeel?? Hihi... :D
Rata-rata iklan itu berapa lama sih kalo di televisi? 10 detik? 20 Detik? Rata-rata 15 detik kali yah?!
*Tipi di kosan lagi rusak, sudah lama gak nonton soalnya. Heheuu....

Ah sudahlah...
Tampak-tampaknya, "iklanku" yang berdurasi 11 menit lebih dikit ini akan sangat bikin berlumut jika di-compare dengan iklan di televisi. Aku baru ajah iseng (belajar) bikin kartun-kartun-an buat animasiku. Seruuu juga ternyata, menemukan hal-hal "baru" dan bermain dunia imajinasi dua dimensi.  Jadi ketagihan! *Wah gawaaat niih, animated-addict! Hihi. Tampak-tampaknya aku memang orang spasial banget yah (ciri-ciri orang spasial : suka ngafalin jalan, demen ama gedung-gedung, seneng desain, dan suka menggambar. Tapi aku kurang bisa menggambar, ini salah satu kendalanya lagi dalam pengerjaan animasiku. Ya, seadanya saja lah. Untungnya, aku seneng fotografi walaupun belum bisa dikatakan mahir, masih amat sangat pemula. Tapi, alhamdulillaah cukup membantu. Berasa sekali, selalu saja ada kemudahan di setiap kesulitan). Tapi, ada kendala sih. Aku kemampuan musikalnya rendah. Aku memang sama sekali tak cerdas musik. Jadi, aku bingung memilih backsound nya niih.
Aku jadi inget Depapepe. Menurutku (dengan kecerdasan musik yang amat sangat rendah begini) itu cukup menarik. Akhirnya Depapepe jadi pilihan. Dan lagi, aku habis kehilangan 320 GB data karena hardisk external-ku mengalami kerusakan total dan tak satu pun service komputer bersedia memperbaikinya, jadinya semua file musik ikut lenyap bersama hardisk itu. Jadilah aku memanfaatkan apa yg ada sahaja. Alhamdulillaah, masih ada satu si Depapepe yg nyelip. Hehehe...

Aku mau cerita apa sih? Tuuuhh kaaan, paling demen deh si Fathel curcol di mukaddimah! Manjang-manjangin tulisan ajaaah! -_-"
Aku pengen cerita tentang animasiku. Eits... tapi bukan animasinya, melainkan pelajaran dari kisah pembuatan animasi kali ini.
Ni niih, kerjaan aye selama 5 hari ini :
flash capture

Read More