Kali ini aku mau cerita, tapi agak sedikit jorok. Maaf yaa Bloggie. Sebenarnya aku negrasa ga ahsan cerita beginian. Tapi yasudahlah, aku memang pengen nulisin. Eh, bagi kamu yang lagi gangguan peristaltik kerongkongan, hamil trimester pertama, nausea vomiting, apalagi hiperemesis gravidarum ataupun pasca chemotheraphy, sebaiknya urungkan niatmu membaca ini. Sebab, bisa saja memperburuk prognosis nausea vomiting kamu. Hahaha...
Ini adalah kisah nyata, dengan penyamaran identitas pelaku, tempat dan waktunya. Di sebuah gedung besaaar, tinggallah segerombol anak muda. Setelah berbulan-bulan hidup bersama, mulai muncul kebiasaan aneh. Bagi kebanyakan masyarakat umum, (maaf) kentut dengan amplitudo suara yang keras di hadapan begitu banyak orang lain adalah suatu bentuk ketidaksopanan. (Kalau di rumah sendiri, di keluarga sendiri, mungkin masih gak papa. Dalam tulisan ini konteksnya, di sebuah gedung yang dihuni oleh puluhan orang, semisal asrama tanpa sekat antar kamarnya. Hehe). Nah, di sinilah keanehan itu bermula. Satu dua orang pelaku "bom zat kimia H2S" itu masih dianggap aneh oleh semua penghuni gedung. Tapi, lama-lama, ada semacam kompetisi tak tertulis, bahwa si "pengebom zat kimia H2S" yang paling keras bunyinya, ia adalah orang yang hebat danpatut dibanggakan. Dialah sang pemenang.
Akhirnya, apa yang terjadi?
Ini adalah kisah nyata, dengan penyamaran identitas pelaku, tempat dan waktunya. Di sebuah gedung besaaar, tinggallah segerombol anak muda. Setelah berbulan-bulan hidup bersama, mulai muncul kebiasaan aneh. Bagi kebanyakan masyarakat umum, (maaf) kentut dengan amplitudo suara yang keras di hadapan begitu banyak orang lain adalah suatu bentuk ketidaksopanan. (Kalau di rumah sendiri, di keluarga sendiri, mungkin masih gak papa. Dalam tulisan ini konteksnya, di sebuah gedung yang dihuni oleh puluhan orang, semisal asrama tanpa sekat antar kamarnya. Hehe). Nah, di sinilah keanehan itu bermula. Satu dua orang pelaku "bom zat kimia H2S" itu masih dianggap aneh oleh semua penghuni gedung. Tapi, lama-lama, ada semacam kompetisi tak tertulis, bahwa si "pengebom zat kimia H2S" yang paling keras bunyinya, ia adalah orang yang hebat danpatut dibanggakan. Dialah sang pemenang.
Akhirnya, apa yang terjadi?

