Reward Stiker Bintang


⭐BINTANG⭐
=====
Bagi kita orang dewasa, "reward" berupa stiker bintang mungkin tak berarti apa-apa. Tapi, bagi mereka anak-anak, mendapat reward bintang sudah lebih dari cukup untuk membuat mereka bahagia, Tabarakallah. Meski, tidak ada hadiah berupa benda. Mendapat 1 bintang besar setelah berhasil mengumpulkan 14 bintang kecil, sudah cukup untuk melejitkan semangat mereka, Ma shaa Allah.
.
.
Dengan begini mungkin kita akan mengerti, bahwasannya tak layak menyejajarkan pemikiran kita dengan anak-anak. Sebagaimana kita dan mereka tak sepersepsi dalam memandang stiker bintang itu. Mereka--tetaplah anak-anak--dengan kepolosan sekaligus semangat untuk bereksplorasi, bukan sosok dewasa yang terperangkap dalam dalam tubuh kecil. Sering kali mereka bukan menyengaja membuat sesuatu yang memantik emosi kita, akan tetapi murni karena mereka belum mengerti tentang apa yang mereka kerjakan berikut akibatnya. Maka, sungguh tak elok rasanya, jika kita marah oleh sebab anak tersalah, sementara mereka belum mengerti di mana letak salah mereka. Pada jiwa-jiwa polos itu hanya terbersit rasa ingin tahu, tanpa terpikirkan akibat. Karena mereka belum mengerti. Dan tugas kitalah sebagai orang tua, mengajarkan apa yang layak apa yang tidak, apa yang elok dan apa buruk. Barulah setelah mengerti, kita boleh marah ketika salag. Akan tetapi, marah tentu tidak sama dengan amarah. Marah yang pada koridor tepat tentunya.
.
.
Semoga kita bisa menjadi lebih baik, dalam menata emosi ketika membersamai jiwa-jiwa bening itu. Mereka anugrah, sekaligus amanah yang Allah mintai pertanggungjawabannya. Sebaliknya, jangan pernah berputus asa, apalagi beranggapan menjadi orang tua yang buruk ketika salah demi salah telah kita lakukan pada mereka. Karena tidak mungkin kita akan selalu benar. Pasti tersalah. Pasti tersalah. Dan pasti pernah alfa. Karena kita manusia, tempatnya salah, sarangnya lupa. Maafkan diri sendiri, meminta maaf pada mereka dan perbaiki kesalahan kita. Mintalah pada Allah, agar DIA memperbaiki lisan dan akhlak kita terhadap mereka dan mintakan pula agar Allah memperbaiki akhlak mereka, menjaga, menanamkan hidayah dan jalan dan lurus pada hati mereka. Tiadalah sebaik-baik penjaga selain  DIA. Dan hanya di sisi-Nya-lah hidayah itu berada.
.
.
#NtMS
#renungan
#MenasihatiDiri

Related Posts:

  • F8 dan Buntut PanjangnyaIni hanyalah cerita tak penting saja. Tak usah dibacaaaa, pliiiiiiiiiissss... Hehe... ________________________ Rabu, 11 April 2012. Ini hari paling t… Read More
  • Kutemukan JawabnyaAkhirnya, hari ini aku temukan jawabannya. Jawaban mengapa jalanku (juga jalanmu, jalan dia, juga jalan mereka) adalah begini, bukanlah begitu. Karena… Read More
  • Fraktura HepaticaSuatu ketika, di ruang eS Be Ge 1 yang full AC (haha, penting gituuuh, pull AC pulak. Dassaarr kampungan!) "Hwaaaaaaa, mbaaaaa....aku patah hatiiiiii… Read More
  • Over ExpressionHemm.... Jadi ingat terapi gen. Terapi gen itu, adalah sesuatu yang sebenarnya cukup efektif untuk terapi soalnya sifatnya TARGETED, artinya hanya TAR… Read More
  • GEJEHwaaaa.... sudahlah! Aku nda mauuu dengaarrr cerita-cerita itu lagii... #mulai menutup telinga Cape' aku. Sungguh!! Perlu ditanyakan berapa kali lagi.… Read More

0 Comment:

Post a Comment

Feel free to accept your comment. Spam comment will be deleted and blocked