Showing posts with label sewing project. Show all posts
Showing posts with label sewing project. Show all posts

Sew with Love: DIY PUFFER JACKET

Musim Dingin adalah musim favorit emak Aafiya-Aasiya-Maryam. Selain suka musim dingin, aku juga sangat suka dengan jaket. Jacket lover deeh pokoknya. Liat dompet cantik lagi diskon, liat tas cakep lagi special offer, liat sepatu lagi killer offer aku bisa tahan. Tapiii, liat jaket & coat buat anak-anak gituh ... aaakk susaaaah. Hehehe. Untungnya ga kalap yaaah. Hehe. Dan kebutuhan akan jaket buat anak di musim dingin cukup tinggi. Apalagi baby Maryam. Tiap hari mesti ganti jaket karena kotor kenak macem-macem. Hihi. Naah, ditambah lagi kepengen jahit sendiri jaket-jaketnya. Hehe.


Sejak jaman Aafiya masi usia 3 tahunan, aku sudah coba bikin jaket sendiri buat anak-anak. Tapiii, yang namanya masi belajar yaa ... hasilnya masih jauh dari kata memuaskan.

Alhamdulillaah setelah berhasil belajar bikin pola sendiri, bikin jaket terasa lebih mudah. Duluuu... pakek kirologi doang alias ilmu kira-kira. Jadinya hasilnya banyak yang ga simetris. Dedel lagi. Jait lagi. Dedel lagi. Jait lagi. Wkwkwk

Dah lama pengen bisa bikin puffer jacket kayak gini. Jaket yang model empuk² gitu. Tapi ga tau beli dakron lembaran di sini. Akhirnya memanfaatkan baby play mat yang udah usang aja sebagai bahan buat puffer nya. Hehehe..

Pagi weekend ini, ayahnya anak-anak lagi ke badminton, anak-anak belum pada bangun. Emaknya cuuuss me-time, nguprek mesin jahit. Pakai pola yang udah dibikin sebelumnya aja. Dimodif dikit pas cutting untuk dapetin model yang dipengen plus bikin hoodie nya pakai kirologi ekekekeke. Maklum, kitah maah ga punya copy an pola. Mesti create sendiri. Ehehe...


Berikut proses pembuatannya:
1. Bahan-bahan
Berhubung ga tau di mana beli dakron lembaran, akhirnya aku pakai baby mat yang lama aja digunting dan diambil lembaran dakronnya. Kekekeke.. Baby mat itu juga ga kepakek sekarang karena Maryam udah lebih dari 1 tahun. Alhamdulillaah.
2. Proses pengguntingan bahan dari pola yang sudah dibuat.
3. Mulai deeh jahit-jahit. Jangan lupa quilting dulu dakron lembarannya. Aku pakai model yang lurus-lurus horizontal ajah. Hehe
4. Proses menjahit
5. Alhamdulillaah selesaai

Senang banget alhamdulillaah, jadi jugaaaa puffer jacketnya. Pakek "logo" Imore Handmade.. Xixixixi... Ma shaa Allah tabarakallaah, rasanya bahagia sekali bisa bikin ini. Salah satu karya masterpiece buat aku yang masih baru belajar. Hehehe..

Semangat belajaaaarr!!!
Read More

Investasi Berharga

Akhir-akhir ini aku lagi moody untuk menulis di blog. Seperti malesnya mencuci piring di pagi musim dingin. Airnya dingiiinn dan enakan 'bakaluntun' [bahasa Mualab .ed] di balik selimut (baca: nge-cuddle dengan selimut hangat dan nyaman). Mungkin karena akhir-akhir ini lebih sering medsos-an (FB & IG), jadinya blog nya malah banyak nganggur dan cerita-cerita hanyalah 'tumpukan' file draft belaka seperti tumpukan piring yang harus dicuci di musim dingin yang kudu nunggu agak siangan (atau berhari-hari buahahaha) ketika semangat beberesnya lagi mencuat dan biar airnya ga kayak air es (berhubung aku ga nyalain water heater di dapur). Hehe... 
Nah, sekarang back to blog lagiii... Ini situasinya seperti dan serasa 'go home' (ke blog) setelah 'vacation' (di medsos). Kekekeke... Yes! For me, blog is my 'virtual home', my leisure time. Di blog, aku curhat apa saja. Cerita apa saja. Bahkan hal-hal yang sepertinya tak begitu penting untuk menjadi cerita. Cuma remeh temeh belaka dan juga sebagai self reminder...
Pengunjung blog ini ga banyaak (hanya orang serius saja yang mau menyengajakan diri ngetik URL) dan aku belum berniat juga sih untuk men-SEO kan blog ini atau mem-boost visitor... Dan masi rada sungkan dan butuh effort yang besar bagiku (bagi hatikuuu hahaha) untuk nge-share postingan blog di FB 😂 (dari lebih seribuan postingan di blog ini, ga sampai 10 postingan yang aku share di FB. Jadi termasuk postingan ini masuk 10 besar yang aku share hihi). Jadiii, intinya blog ini hanyalah semacam kanal buat luapan rasa dan itulah yang bikin nge-blog itu menyenangkan buat aku. Isinya akan mengikuti bagaimana suasana hati, preferensi dan kondisi pemiliknya. Hehe...

Sebenarnya, kadang aku ngerasa jiper juga sih, pas blogwalking dan melihat blog teman-teman yang isinya ma shaa Allah bagus, berbobot dan serius. Iya, kayak gini nih yang seriusan nge-blog nya. Pakai data ilmiah dan referensi bahkan. Lha, blog aku? Isinya kebanyakan 'hehe', 'haha', 'hihi', 'wkwkwk' dan 'kekeke' belaka 😅😂. Tapi, no need to force my self to be like an other. Just be my self. It's me. It's my blog. I have own policy. I have own preference. So, that's all. 😉 *disclaimer: this is not a self defense or excuse*

Lha, ini postingan malah curcol tentang nge-blog. Padahal sih tadi tujuan utamanya mau cerita soal jahit menjahit dan karya masterpiece (azieeeehh... PD banget yaah aku present a masterpiece padahal sebenarnya masih jauh dari harapan ituuu si hasil karyanya wkwkwkwk). Kayak ke Makkah tapi lewat Jubail. Muter ke mana-mana dulu. Hehe.. Let's kembali ke topik utama!
Naman di Al Waha Park. Si Uni manjat spider net. Hayooo tebak yang mana yang homemade jahitan emak Aafiya 😉😅

Aku mulai lagi jahit menjahit ini sejak Aafiya request dibikinin Abaya. Emaknya yang udah lama ga jahit sejak lahiran Aasiya, kudu bebongkar stok kain Abaya dan jahit ala kadarnya 🙈. Tapi, pas belajar menjahit lengan yang bagiku selama ini sulit, akhirnya malah ketagihan menjahit. Apalagi ada beberapa selimut dan kain bedong nganggur di musim dingin ini. Kenapa ga dimanfaatkan ajaaaaa.... Yaa gitu deeh, akhirnya episode jahit menjahit ketemu musim spring lagi bagi emak Aafiya meskipun ini musim dingin.. 😂. Lagi hobi-hobinya jahit jaket selimut sekarang. Heuheu...

Hmm... Salah satu investasi berharga sesungguhnya adalah "ilmu yang bermanfaat!". Ilmu bisa apa saja. Bahkan juga ilmu menjahit. Hehe...
Demikianlah yang aku rasakan. Mendapati manfaat dari ilmu yang tak segan-segan diberikan oleh seorang ukhti (Mba Fatihah, dan seorang Hafidzah Al Qur'an dan ahli bekam pula ma shaa Allah), meskipun beliau mendapatinya dalam jangka waktu yang lama dan setelah percobaan demi percobaan berulang kali. Meski bukan ilmu yang sangat sulit, tapi juga bukan hal yang mudah. Sederhana saja, ilmu menjahit lengan (seperti yang aku singgung di atas). Hihi...

Aku belajar menjahit pertama kali di Riyadh juga sama mba Fatihah. Kita punya hobby yang sama soal jahit menjahit walaupun aku kalah jauh soal expertise. Hehe... Nah, kemarin-kemarin pas pasar kaget Annisa di imarah beliau (in shaa Allah kapan-kapan aku ceritakan di next postingan yaa soal pasar kaget ini) aku dapat kesempatan belajar potong dan jahit lengan baju ini. Setelah belajar menjahit lengan (menyatukan lengan dengan bagian badan/bahu), menjahit lengan terasa lebih mudah buat aku. Selama ini, menjahit lengan adalah sesuatu yang amat sulit dan selalu ga rapi dan bahkan sampai dedel berkali-kali 😅. Jazakillah mba Iah.
Jaket selimut buat Uni Aafiya

Selimut yang jadi "korban mutilasi" dan "gunting-sasi" emak Aafiya berikutnya adalah selimut berbulu lembut yang juga merupakan salah satu favorit abu Aafiya. Deg-deg an juga pas ngegunting karena selimut ini termasuk best of the best buat anak-anak ketika masih baby dulu. Tapi, dari pada nganggur dan cuma disimpan di koper, mending dijadikan sesuatu yang lebih bermanfaat.
Alhamdulillaah... jadii deeh ini jaket. Buat Aafiya yang ada zippernya, buat Aasiya ga pake zipper. Semacam peacoat lah yaa... 
Ini buat dede Aasiya

Nah yang karya masterpiece buat aku adalah ketika berhasil "menaklukkan" 2 tantangan sekaligus. Pertama membuat hood jaket. Kedua jaket dengan model pake inner / lining. Bahannya masi seputar 'barang bekas'. Outer menggunakan sisa perca. Inner bekas selimut bayi (lagi!). Dan kain motif strip pink untuk dalaman hood dan saku adalah bekas baju bayi yang sudah melar 😅.
Jaket with hood and lining

Polanya (masi setia) pake metode kirologi. Ukurannya cuma njiplak jaket yang enakan dipakek. Bekal lain adalah tutorial hood yang gratisan di yutub. Hehe...
Dipakek naman

Pas udah jadi, senang banget ngeliatnya... Pas banget seukuran Aasiya. Alhamdulillaah... Berasa karya masterpiece walaupun masi jauh dari baik. Masi belum rapi. Hehehe...
Versi zoom nya. Jaketnya basah karena difoto setelah dipakek sama Anaknya 😂. Bagian dalam (lining/inner) adalah lapisan bekas selimut bayi jadi hangat ketika dipakai.

Iya ya. Menyenangkan rasanya ketika kita berhasil, apalagi setelah melewati banyak kegagalan. Berpahit-pahit di kegagalan, akan sirna seketika saat berjumpa keberhasilan. Makanya kita butuh gagal. Agar nikmat keberhasilan itu lebih berasa.

Tapi, keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika kita berhasil melewati hari-hari di dunia ini dengan sebaik-baik capaian untuk poin akhirat kita. Selelah dan sepayah apapun di dunia, berdarah-darah, menderita, dibawah ancaman, hidup di daerah konflik dan peperangan, tak ada apa-apanya ketika beroleh ganjaran surga. Makanya, orang-orang Palestina, Suriah dan orang-orang yang tengah berada di medan jihad sana, adalah mereka yang paling semangaatt meraih syahid. Di tengah dentuman bom yang setiap saat, apakah masih sempat memikirkan rumah megah, sofa empuk, dan segenap gemerlap dunia lainnya? Sungguh, hanya orang terpilihlah, hanya orang tangguhlah yang Allah tempatkan di sana.

Dan diri ini?!
Ahh, masi segenap kelalaian menggerayapi. Astaghfirullaah... Astaghfirullaah...

Just self reminder, bahwa dunia ini hanyalah sebentar saja. Keberhasilan dunia saja, kita merasa bahagia atasnya. Apatah lagi keberhasilan yang sesungguhnya! Keberhasilan setelah kehidupan dunia. Semoga, kita tak menjadikan dunia sebagai tujuan.

Allahumma aj'al hammi al akhirah...

Read More

Sewing Project: Preloved Item to be Useful Things

Ini masih kelanjutan kisah selimut bayi dan sendal plus celana imut yang aku posting sebelumnya. Aku memang lagi pengen memanfaatkan segala preloved item atau yang hanya terlipat lebih dari 6 bulan tidak tersentuh menjadi useful things. Sesuatu yang lebih bermanfaat. Ada beberapa preloved item yang sudah aku convert to useful things. Salah satunya adalah yang aku ceritakan sebelumnya. Ini beberapa lainnya.

1. Homemade Tent


Kemarin pagi ceritanya Aafiya request dibikinin rumah-rumahan. Emaknya akhirnya memberikan tawaran "gimana kalo kita bikin tenda?"
"Tenda? Mau... mau... mauu... yook bindiii* bikin tendaaa..." anak ini excited bangeeettt meskipun dia belum tau apa itu tenda 😂. Tapi intinya bisa mereplace rumah-rumahan yang dia pengen.
)* bindiii adalah panggilan 'bunda' kalau anaknya lagi easy going. Ekekekeke... Suka suka dia aja. Kadang mama, kadang ummi... Tapi emaknya teteep pengennya dipanggil bunda ajaaa... 🤗

Yeiy, kita menumpulkan bahan-bahannya. Semuanya menggunakan bahan bekas. Tiangnya adalah bekas karton keras gulungan aluminium foil. Lumayan banyak sih. Butuhnya 12 pcs. Tapi yang available cuma 9 pcs. Yaudah, kekurangannya ditutupi dengan tangkai sapu yang sapunya udah patah. 😂😅. Kain tendanya dari bekas bedong bayi yang sudah tak dipakai lagi.

Pertama, kita desain dulu tendanya. Lalu, ukur untuk 1 sisi. Sisi yang lain tinggal jiplak ukuran master aja. Maklum aku kan memang males ngukur-ngukur. Kalau masih ada yang bisa dicontek ya contek aja ukurannya. Kalo ga ada yaa pakek kirologi lagi (haha sudah berulang kali aku bilang kan yaa) 😁.

Kita sambungkan karton gulungan aluminium foilnya. Alhamdulillah, Aafiya semangaaatt dongs. Dia yang memplesternya pakek selotip. Emaknya kebagian megangin doang... Good job, girl 😍
Trus kain bedong yang tadi sudah dipotong dan dipola dijahit. Ngejahitnya pas Aasiya lagi bobo. Aafiya juga asyik beraktifitas sama mesin obras emaknya. 😂😂😂... Pretending lagi jahit juga dia... Ya salaam settingan mesin obras emaknya udah ga beraturan lagi 😣

Abis maghrib proses menjahit selesai. Ga sabaran pengen assembly tendanya. Hihihi... Daan begitu jadi, Aafiya alhamdulillah senaaang banget... She said, "my little house". 😄
Jadi nyebutnya bukan tenda tapi rumah kecil...
My little princess and her "little house"
Tapi sayangnya karena tiangnya dari susunan karton, jadi kurang kuat dan tak begitu kokoh. Tentu saja akan lebih kuat dan kokoh jika menggunakan tongkat pramuka atau at least pipa paralon. Kekekeke... Tapi kita judulnya memanfaatkan barang bekas...
Musim dingin berkemahnya dalam rumah aja yaaa Aafiya 😁

2. Winter coat


Ini emang emaknya sih yang sudah ga tahan liat selimut bayi nganggur. Heuheu... Dari pada nganggur dan ga terpakai, lebih baik digunakan menjadi sesuatu yang bermanfaat kan yaa... Pakek ngukur kirologi lagiii (buahahaha.. entah berapa kali diksi kirologi muncul di postingan ini 😂) dan nyontek ukuran sebelumnya. Sayang selimutnya agak kecil jadi susaaah ngepasin jadi ukuran yang dikehendaki...

Alhamdulillaah jadii nih winter coatnyaa... Lumayaaan buat dipakek di rumah kan yaaa... 😉
Winter coat from fleece blanket... Pas banget di selimutnya ada motif dipojokan bisa dijadiin motif buat coat nya jugaaa...

Ini sebelum dimodif jadi bentuk yang lebih simple seperti yang di foto di atas. Mayaan kaaaaannn dari pada cuma jadi tumpukan kain hehehe...

3. Trouser


Ini sebenarnya adalah percobaan pertama emak Aafiya bikin celana. Dulu aku pikir jait celana itu susaaah. Ternyata ga juga yaaa.. alhamdulillaah...

Celananya berasal dari bekas kain bedong jugaa... Satu kain bedong passs banget untuk ukuran 1 celana Aafiya. Kalo ukuran agak gede dikit kainnya, bisa dibuat 2 celana buat Aasiya.

Ini dia celananya, dipakek sama Aafiya buat 'nyebur' di 'sungai' kecil di taman National Museum. Tau gaaa, airnya dingin banget kayak air yang disimpan di kulkas. Tapi anaknya seneng banget main air beginiii... Don't care banget dia soal dingin... hihi... ma shaa Allah..

Yaa itulah sekelumit kisah mengutilisasi preloved item to be a useful things. Ma shaa Allah senang banget rasanya bisa memanfaatkan sesuatu yang sebelumnya hanya tergeletak begitu saja.


Aku juga pengen mengajarkan kepada anak-anak bahwasannya ga semua harus kita beli. Jika kita bisa membuatnya sendiri misal mainan kenapa kita tak buat sendiri saja? Tenda anak-anak harganya mungkin tak mahal jika dibanding harga kain bedong. Tapi, ini menyoal bagaimana kita memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang lebih berguna. Ini menyoal bagaimana kita "create", be a producer not only consumer. Mungkin hari ini dia baru bisa liat doang belum bisa membuat sendiri. Harapanku kelak, semoga anak-anak bisa menjadi pribadi shalihah dan berdaya guna, produktif dan kreatif. Bermanfaat bagi agamanya, lingkungannya... in shaa Allah... Aamiin...


That's what my parents did many years ago. I just take the lesson: 'ga semua harus kita beli. Kita bisa bikin sendiri koq, in shaa Allah... Ayah membuatkan kami tas. Dan bahkan tas yang dijahitkan ayah jauh lebih kokoh dari pada yang dibeli di pasaran. Aku memakainya dari kelas 3 SD sampai kelas 2 SMP. Ibu menjahitkan kami boneka. Ini benar-benar inspirasi buat aku. Semoga kemanfaatan dan ilmu yang ayah tinggalkan menjadi amal jariyah bagi beliau. Aamiin yaa Rabb...
Justru seharusnya kita lebih 'bangga' memakai bikinan sendiri ketimbang memakai produk bermerek.. hehehe... IMHO aja sih...


😊😊😊

Let's create something.. 😉
Read More

Musim Dingin dan Selimut Bayi

Sendal selimut homemade

Musim dingin dan selimut bayi tentu punya relasi kata dan hubungan sebab akibat. Oleh sebab musim dingin, makanya bayi butuh selimut. Hihi... Ini semua orang juga tau kaliii 😂.

Suhu pagi ini (hingga jam 7.30 masi 4° C tapi realfeelnya 1° C. Air serasa air es)
Nah, berhubung musim dingin di sini mulai terasa hingga ke ujung jari (Pagi sudah mencapai 4° C 😨 dan siang masi dingin... sekitar 18° C. Sudah aku ceritakan kan sebelumnya) dan si selimut bayi sudah kekecilan, aku pengen menjadikan selimut itu 'fit di badan' anak-anak. Dengan ukuran yang 80 x 100 cm tentu ga nutupin lagi badan anak-anak. Mau dihibahkan, rata-rata semua orang sudah punya selimut musim dingin kan yaa... Ya udah, aku kepikiran menjadikannya celana & baju. Daan kepikiran juga menjadikannya sendal musim dingin juga. Awalnya pengen model sepatu. Tapi Aafiya ga mau yang ada tutup belakangnya. Jadinya dijadiin sendal ajah. Hehe...
Selimt yang ready untuk digunting.

Sebelumnya aku pikir mesin jaitnya ga bisa jahit bahan selimut. Tapi ternyata setelah dilakukan fit and proper test (kayak milih pejabat negara ajah.. wkwkwk) ternyata luluuuss alhamdulillah.
Memfotonya penuh perjuangan.. kekekeke...

Untuk pola celana, aku nyontek pola celana lama anak-anak saja. Makluuum aku paling maleess yang namanya ngukur njelimeettt... Lebih seru pakek kirologi. Ehehehe... Untuk pola sepatu/sendal semuanya pakek kirologi alias ilmu kira-kira dan polanya hasil ngarang dan juga kira-kira ajaa. Sekali lagi, aku ga begitu suka ngukur-ngukur yang presisi. Hihi...
Celana imut-imut dari selimut (susaha ambil fotonya. Anaknya gerak-gerak.. hehe)

Daan alhamdulillah jadiii deeh selimutnya dikonversi menjadi celana dan sepatu/sendal imut. Buat Uni dan Dedeknya. Selimut dijadikan celana alhamdulillah menghangatkan pemakainya. Yaa, lumayan buat dipakek di rumah. Hehe... Begitu jadi, ga sabaran pengen liat mereka pakek. Kebetulan kakinya udah pada dingiinnn...
Sendal dari bahan selimut

Sendal uni sayangnya sedikit salah settingan karena polanya ngarang. Hihihi... Pas bikin punya dedek udah lebih baik karena belajar dari kegagalan sebelumnya. Kegagalan memang dibutuhkan dalam pembelajaran yaa... Orang yang tak pernah gagal, berarti tak pernah belajar (dari kegagalan). Tapii lumayan buat dipakek di rumah doang ma fi musykila. Yang penting fungsinya dapat dimanfaatkan yaitu menghangatkan kaki. Hihi

Alhamdulillaah bini'mah...
Adanya mesin jahit alhamdulillah bikin emak Aafiya Aasiya bisa berkreasi dan memanfaatkan sesuatu yang sebelumnya hanya tersimpan dalam lemari. Dari pada berdebu, alhangkah lebih baiknya jika dapat diutilisasi. Lagi "kampanye" memanfaatkan barang sisa menjadi sesuatu yang bernilai niih. Apakah menjadi mainan atau menjadi barang yang bisa dimanfaatkan. Pengennya ga ada lagi barang yang menumpuk. Yang tersisa, harus memberi nilai manfaat. Jika tidak dapat diutilisasi, dan tak digunakan lagi, bisa dijual atau dihibahkan. Kalau masi bermanfaat, ya digunakan. Karena barang-barang ini kelak akan ada hisabnya.. Astaghfirullah #NtMS
Read More

Pojok Creativity

Inii adalah project pertama emak Aafiya di rumah yang baru, first project in "pojok creativity".
Ceritanya, sudah lamaaa banget nda utakatik mesin jahit (kecuali melakukan permak sedikit) semenjak pindahan. Karena masih sibuk pindahan rumah. Alhamdulillaah pindahan mulai beres daan aku punya kesempatan untuk me time lagi di pojok creativity.

Pojok creativity adalah salah satu pojok di ruang shalah rumah kontrakan kami yang spesial dihadiahkan buatku oleh suami tercinta. Jazakallaah khair katsir Zaujiiy... Kiss kiss hug *mmmuuaach...
Sederhana saja, meja letter L dengan mesin jahit,mesin obras dan cutting mat di atasnya. Ada satu lemari khusus craft tapi dengan posisi yang bersilangan. Di atas cutting mat,bisa digunakan untuk ngedesain pake laptop, buat ngedit2 photo jugak, hehehe.

Naah,karya pertama di pojok creativity ini adalah tas sling bag dari kulit sintetis. Pertama, penasaran banget apakah aku bisa jahit kulit sintetis apa nda. Kedua, pengen menguji apakah mesin jahitku bisa diajak kerja heavy duty dengan kulit sintetis yang lumayan tebal meskipun belum tergolong mesin jahit tipe HD. Ketiga, pengen sling bag yang bisa dipakek kemana-mana berbahan kulit. Keempat,lumayaaan jadi refreshing banget sambil nungguin lahiran adek Aafiya kemarin. Project kilat! Cuma sekitar 1,5 jam pengerjaannya. Sayangnya kurang perencanaan yang matang.

Alhamdulillaah setelah jadi, lumayan puas dengan hasilnya. Meski sedikit menyesal karena minim perencanaan, tanpa pola, design spontaneous, langsung gunting di kulitnya, tapi alhandulillaah feel statisfy overall. Next time, memang harus ada perencanaan yang matang,pengukuran yang presisi lagi! Agar hasilnya lebih memuaskan :)

Berikut pojok  creativity aku dan produk pertamanya :)
Belum sempat photo-photo cantik,cuma pake kamera HP ajah :D

Read More

Sewing Project: Organizer Insert Bag

organizing insert bag

Ini just trial aja sih, beberapa waktu yang lalu (sudah agak lama dibikinnya). Ceritanya kalo yg dulu itu buat keperluan emak-emak yang bawa baby. Nah kalo yang ini, buat emak-emak yang nda pengen rempong bawa2 sesuatu kalo mau ganti2 tas. Tapi karena bikinnya nda pakek tutorial dan cuma pakek sense of kirologi,jdnya hasilnya masi acak-acakan beginiih... Hehehe



Pelajaran berharga: jangan pernah mengabaikan tutorial (apalagi sebagai pemula) dan jangan malas mengukur :P



#Dahh gitu ajah siy
#Dibuang sayang :P
#ini sebenernya bukan belajar jait kayaknya tp belajar poto :P

penampakan sisi 1

penampakan sisi 2

Read More

A Masterpiece Sewing Project

special for Aafiya
Setiap karya pasti ada masterpiece nya kan yaaa... Daaaan, mari aku perkenalkan karya masterpice ku; Tiny Rucksack for my little princess... Hihi karya masterpiece ku bukanlah karya yang benar-benar sangat waaaahhh banget. Simple, sederhana sahaja... Tapi Ini karya yang sangat berkesan bagi aku. Setidaknya sepanjang "seumuran jagung" proses belajarku dalam hal jahit-menjahit (selama 7 bulan terakhir ini...).

Berawal dari membuat tas yang model sling tapi benar-benar GAGAL TOTAL. Hiks... (Alhamdulillaah 'ala lkulli haal). Semuanya menjadi pelajaran berharga.
Nah, si tas sling bag ini bener-bener jadi mood killer banget karena penampakannya yang "menyeramkan" alias sangat tidak enak dipandang... xixixixi... JAdilah itu tas setengah jadi cuma dianggurin selama hampir 2 bulan karena sudah nda ada mood untuk melanjutkan. Sebenarnya tinggal menyelesaikan bagian lining nya ajah siy. Kalo dikerjakan paling cuma 30 menit sampai 1 jam an juga kelar. Tapi, ternyata aku bener-bener mood depending yak >.<


Karena masih nda sreg, akhirnya aku putuskan untuk MENGGUNTING tas itu :D
Daaaan, sebagai tujuan utamanyanya adalah "menyulapnya" jadi tas Aafiya. Dan ransel menjadi pilihan. Sebelumnya, aku belajar beberapa tutorial pembuatan ransel. Hanya saja, karena keterbatasan bahan utama yang cuma seukuran totebag, emak Aafiya mesti cari akal untuk me-utilisasi bahan yang ada plus berimprovisasi dengan bahan lainnya yang tersedia.


Akhirnya, tanpa mengukur pola, tanpa nyontek tutorial, dan hanya mengandalkan sense of kirologi, jadilah si tas ini. Desainnya juga ngarang abis. Tapi, alhamdulillaah.... ternyata hal sederhana ini menjadi "batu loncatan" bagi emak Aafiya dan jadi starting point untuk bisa membuat ransel dengan sebenar-benar ransel... Xixixi (memangnya ada ransel jadi-jadian Fathel? :P)
Ini juga yang kemudian menjadi "loading dose" untuk menginisiasi pembuatan ransel berikutnya (kisahnya ada di sini)


Alhamdulillaah senang sekali rasanya bisa membuat ransel mini ini. Anaknya juga alhamdulillah senang. Begitu jadi, dipake ke mana-mana sampai nda mau dilepas ehehehe. Tapi, setelah itu disimpen dulu karena talinya masih little bit kepanjangan. Waktu itu belum ada ring jalan untuk ukuran tali segini karena mesti nunggu import dari Indonesia...


Pelajaran berharganya bagiku: Kadang dari kegagalan itulah justru yang menginisiasi sebuah kesuksesan. ALhamdulillah, setiap step-stepnya menjadi pelajaran berharga untuk proses-proses selanjutnya...


Semangat berkarya, Emak Aafiya ^___^
talinya lagi dipendekkin berhubung belum ada ring jalannya... mesti pesan di indonesia ukuran Aafiya >.<

susah ngambil fotonya, anaknya gerak jd blur deeh. hehehe.... lagian motonya juga curi-curi githuuu :D
dipakai ke mana-mana :D
Read More

Sewing Project: Small Flower Rucksack

smallflower rucksack, one of the successful product :D

Craftalova Fabric Club adalah salah satu grup di FB yang isinya karya-karya handmade, tutorial, tanya jawab seputar jahit menjahit dan segala sesuatu yang berkaitan dengan itu. Pertama kali dikenalkan dengan grup ini oleh Rahma Ummu Fatih. Senang bisa "tercebur" ke grup CFC. Banyak menginspirasi alhamdulillaah.. Apalagi untuk pemula seperti aku yang baru benar-benar megang mesin jahit sekitar 7 bulanan ini :)


Di CFC aku sebenarnya hanyalah silent reader. Cukup jadi penikmat karya-karya para crafter di sana sembari mencari inspirasi dan beroleh banyak informasi juga. CFC sendiri punya challenge tiap bulannya tapi tidak wajib untuk anggota. Hanya buat yang memang kepengen belajar ajah. Tapi, pas tantangan di bulan Juli, aku sangat tertarik untuk ikut dan "pecah telor" deh buat posting di sana hihi. Karena, challenge nya membuat ransel/backpack. Sebagai salah seorang pencinta ransel dan kepingin bisa bikin ransel sendiri,maka aku taklukkan tantangannya untuk membuat ransel meskipun tutorialnya pakai bahasa rusia yang mesti diterjemah dulu. Heuu.... Tapi, salah satu batu loncatannnya dan the most catalisator untuk keberhasilan ransel ini sebenarnya adalah karya sebelum si ransel ini yaitu Tiny rucksack for little princess yang merupakan karya masterpiece bagi emak Aafiya dalam 7 bulan terakhir ;)
(In shaa Allah nanti ceritanya di postingan Tersendiri)

Begitu liat hasilnya, alhamdulillaah aku puas... setidaknya untuk karya pemula. Tadinya mau dipakai sendiri aja, tapi aku sudah kebanyakan tas. Apalagi tas-tas gagal ahahaha. Akhirnya, aku putuskan untuk dijual saja. Barangkali ada yang berminat. Alhamdulillaah, si small flower rucksack nya sold out ^_^ ♥


That's the story behind this rucksack...

sesekali jadi model bolehlaah :P
rada blurr hehe...

Read More

Sewing Project: Slingbag

Fruit sling bag by umm aafiya

sling bag nya dipakek sama Aafiya. Sayang pas mau photo2, sling bag nya nda nemu di mana. Pake foto yang ini sahaja yaak... ;)

This is a very-very late blog posting. Hehehe... Baiklah, dibuang sayang.... dibuang sayang... xixixi

Akhir-akhir ini emak Aafiya paling seneng kalo ada celana jeans Abu Aafiya yang robek. Wkwkwkwk... Itu artinya, kita bakalan shopping lagi #ehhh...
Maksudnya, itu artinya... celananya bisa dipreteli sama emak Aafiya dan dijadikan bahan craft.. ^_^

Seperti celana yang satu ini (nda sempat difoto). Critanya, celana ini robek di bagian lututnya. Naaah, aku jadiin sling bag buat Aafiya. Pake aplikasi bunga dari sisa-sisa kain yang lain. Kekurangannya adalah, semestinya sisa-sisa kain yang jadi aplikasi bunga itu dibordir dulu pinggirannya. Tapii, kala itu nda kepikiran dan belum ada ide jugasih buat ngebordir. Pas mau sesi foto2 ala studio ala-ala emak Aafiya, tasnya nda nemu di mana.. >.< , ketinggalan di mobil kayaknya. Jadilah cuma foto yang ada aja dengan resolusi yang kurang bagus.


Nah, pas acara buka bersama PKS DD Riyadh, di mana emak Aafiya adalah salah satu panitianya, kepikiran buat bikin mini sling bag yang isinya cuma buat dompet sama HP. Kan ceritanya, kalo panitia suka wara-wiri sana sini tuh yaa.. Masa' harus ngangkut-angkut totebag yang isinya ada termos,botol susu, pampers, baju ganti de el el. Beraaatt cyyn. Kalo ditinggal gitu aja, kan khawatir juga kalo dompet ama HP nya nda sengaja jadi mainan anak-anak. Kartu-kartunya itu lhooo. Ada iqomah (resident permit) punyaku dan Aafiya di sana yang jika ilang satunya kena denda sekitar 5000 SAR (kira-kira 17,5jt rupiah). Huwaaa ga sanggup mesti bayar 35jt untuk 2 kartu hanya gegara kelalaian aku menjaganya di dompet... Na'udzubillah. Makanya akhirnya kepikiran buat bikin mini sling bag ini.

Ubek-ubek kain yang ada, daan alhamdulillaah sisa jeans buat bikin tas sling bag Aafiya masih adaa. Jadilah dipreteli buat bikin fruit sling bag nya emak Aafiya.


Ternyata tas ini jadi favorit emak Aafiya sekarang. Ke mana-mana diangkutin ini tas even cuma belanja ke lulu. Hehe... Sampai udah kucel dan dekil tasnya tapi teteeeupp ajah dibawa ke mana-mana :D
Alhamdulillaah... senangnya bisa memanfaatkan jeans bekas menjadi sesuatu yang baru. Selama ini, jeans bekas yang sudah robek mah dijadiin kain lap ajah... :D


Semoga menginspirasi yaak buat yang jeans nya udah robek dan nda tau mau diapain.. xixixixi...
Read More

Sewing Project: Tiny Abaya for Little Princess

Lebaran ketika masa kecil dulu selalu identik dengan yang namanya baju baru... :D, xixixi...
Nahh, setelah di sini... persepsinya jadi berubah. Baju lebaran menjadi sesuatu yang not too mandatory.. :P
Karena bingung juga mau pakek baju lebaran kemanaaah.. hihi...

Bagi sebagian istri yang suami-suaminya bekerja di telco di Saudi, momen awal ramadhan, akhir ramadhan dan lebaran sangat antitesis dan antimainstream bagi kebanyakan orang. Kenapaa? Karena inilah saatnya "jaga gawang", xixixixi... Mengawal si operator tetap okee selama momen ramadhan dan lebaran. Sebagai konsekuensinya, ketika waktu-waktu yang disebutkan di atas; artinya itu saatnya masuk kerjaaa... Shift-shift-an pulak. Alhamdulillaah bini'mati-Hi... :)
Makanya, puasa pertama dan puasa terakhir di Ramadhan ini malah berdua sama Aafiya ajah.. hiks.. hiks... Kita buka barengnya bertiga via telepon ajah.. Hehehe...
Sekali lagi, Alhamdulillaah bini'mati-Hi... Alhamdulillaah... Alhamdulillaah...

Alhamdulillaah, meski misalnya dapat shift sore, masih bisa sholat ied paginya... Dan teman-teman yang lain, lebih nyesek lagi... Pas sholat ied, pas kebagian shift suaminya, jadinya nda bisa sholat ied deeh... >.<

Jadi, momen lebaran di sini nda kayak di Indo yang seharian bisa ke sana-kemari dengan judul silaturrahmi. Jika nda ada acara kumpul-kumpul emak se-gank yang para suaminya pada kebagian shift dan masuk kerja pas lebaran, yaa lebaran di rumah ajah... :)
Lebaran kali ini nda ada rencana kumpul-kumpul para emaks se-gank karena jam masuk kerjanya para suami pada berbeda dan sulit juga untuk akomodasi. Kan ke mana-mana mesti ditemani suami. Itulah serunya di sini.. hehe.. :)

Naah, menurutmu baju lebaran masi mandatory nda? >.<
Xixixixi...
Awalnya memang nda niat bikin baju lebaran buat Aafiya. Tapii.. kurang apdol ajah kalo nda ada baju lebaran. Wkwkwkwkwk... Mana dalilnya, Fathel? :D
Ini mungkin karena brainwash nya orang Indo di mana lebaran kudu punya baju baru kali yaaak..  wkwkwkwk...

Dari dulu emak Aafiya emang udah niat bikinin abaya buat Aafiya. Kaininnya udah dibeli tapi belum dieksekusi. Udah hitungan bulan. Masi sibuk ama tas-tas dan lagi interest bikin DIY nya tas-tas githuuu... Naaah, mumpung lebaran, abu aafiya masuk kerja, bingung berdua ngapain ajah, akhirnya jadi juga dieksekusi si Abaya nya. Hihi... Kita berdua jait-jait deh malam lebaran. Aafiya bantu bundanya ngerecokin.. xixixixi... "ini guntiiing. Tajaaaam...", "Inii... jait bundaa...", "iniii benaaang..." itu di antara beberapa celoteh Aafiya... Ma shaa Allah... yang kemudian berakhir dengan ending Aafiya manjat kursinya trus ambil benang dan main-mainin... >.<

Tapiiii, sumringah abis jaitnya jadi rada meredup karena ukurannya kegedaan.. Huhuhu... Kayaknya cucook buat anak 2,5-3yr deeeh.. Ihiks... Dasaar emang emak Aafiya malas ngukur-ngukur siiy... >.<
Semuanya pakek ilmu kirologi ajah.. wkwkwkwk...

Pas udah jadi, Aafiya bilang... "Cantiiik..." aahhh rasanya ilang deeh capeknyaaa...
Kata orang, taubek jariah... xixixi... Alhamdulillaah... Anaknya minta dipakek in Abayanya. Tapiii hiks.. kebesaraaan dikit euy. Berbagai daya dan upaya dikerahkan untuk membuatnya good looking dan sesuai dengan ukuran Aafiya, rombak sana sini... dedel lagi dedel lagi... Hasilnya tak begitu memuaskan. Nah lho Fatheeel, makanya lain kali diukur dongs, jangan pakek kirologi... hehehe.. Baiklaaaah...

Ini penampakan abayanya... Maap yees, ini pakek kamera HP dan malam pulak... Jadi gambarnya rada nda begitu kinclong. Aslinya lebih cakep kooq... #minta dipentung... wkwkwkwkwk

Read More

Sewing Project: Patchwork Zipper Tote

Patchwork Zipper Tote

Setelah kegagalan sebelumnya, kali ini alhamdulillaah bisa bikin senyum mengambang... hihi... Zipper Tote... Tote yang ada zippernya... Salah satu pelajaran baru. Projectnya cukup kilat. Sekitar 1,5 jam an lah.

Diisi buku ^__^
Di antara semua tas yang pernah dibikin,  yang ini paling aku suka dan udah exist dibawa ke mana-mana... hehe.. Alhamdulillah bini'mati-Hi... Baru sempet nulis ajah siy.. Jadinya udah dari semingguan yg lewat... ^_^

^__^
Udah segitu ajah.. Cuma postingan singkat... ^_^ dan pamer ajah :P
Read More

Sewing Project: Messenger Bag

Messenger Bag

Sudah lamaaa banget pengen bisa bikin messenger bag. Ini model tas jaman SD dulu yang dibikinin sama Ayahku. Model messenger bag. Cuma kalo ayah bikinnya level advenced, karena banyak pocketnya. Aku baru bisa bikin yang simple ajah... Hihihi..


Sebenarnya, cikal bakal messenger bag ini sudah seleaai dibikin sebelum si tote bag. Sudah diajak mejeng juga ke Khurais mall.. Kira-kira sebulanan yang lalu. Tapi modelnya masi bener-bener simple dan masih kurang sreg di hati. Sama seperti kurang sreg nya hasil rombakan dari celana jeans menjadi tote bag yang aku kerjakan sebelumnya. Akhirnya, muncullah ide untuk merger kedua tas tersebut,dijadikan satu dan dibikin lebih kuat dan lebih sreg di hati. Sayang nda sempat foto yang sebelum rombaknya... heuheu...
messenger bag tampak depan

Senangnya.. messenger bag nya sesuai dengan harapan, meskipun tadinya sempat bingung mencantumkan talinya. Mestinya sebelum dijahit keliling dan dibalik. Akhirnya dicantum diluar sahaja... :)
^__^
Kekurangannya tentu masih banyak. Maklum baru belajar. Di antaranya, karena menggunakan staplek sebagai pelapis, dan kainnya cukup keras, pas dibalik, jahitannya jadi kelihatan karena butuh upaya extra untuk membaliknya. Mungkin butuh tips dan trik lagi. Dan bagian zippernya juga ada sedikit kesalahan jadi jahitannya keliatan banget ga begitu rapihnya. Hihi.. overall aku cukup puas dengan hasilnya. More than my expectation alhamdulillaah... Jadi makin semangat untuk eksplorasi lagi... Tapi selama Ramadhan mau off dulu aahh... :)
Read More