Malam Ahad Ini

Malming (tapi aku lebih suka menyebutnya malam ahad sih. kalo Malming gituuh ko nyampe di telinga kaya terkesan gemanaaa geetoohh yak? hihi... :D). Agak sedikit naas (lebay :P) aku dengan kesendirian. Hasyaaahh...

Ceritanya, lingkeran gue mau ngadain rihlah ke daerah Puncak geetoooh, lebih tepatnya Taman Bunga Nusantara Cibodas. What a lovely moment before Ramadhan :)
Aku kebagian tugas nyiapin snack. Ok, aku sambut gembira tugasnya, secara aku memang yang paling free di antara temen-temen. Sebagian ada yang baru balik dari Jawa dan Kebumen, ada yang lagi nyiapin ujian, ada yang bumil, so aku lah satu-satunya yang agaknya masih free, secaraa udah selese ujian (baca : Sidang paling sereem sepanjang 8 tahun belakang. Hihi), alhamdulillaah. Walapun sebenernya gak 100% free jugak, soalnya ada segudang revisian. Hopeful itu revisian bisa segera aku garap, biar bisa liat nilainya di SIAKNG, #ehhh. Lebih tepatnya, biar bisa cepet pulaaaaaang. Udah kangeeeen beraat pengen sahur dan buka bareng 3 bocah yang sering bikin aku ngakak abis. Hehehe. Tapi memulai memang selalu terasa berraaaaaattt >.<

Read More

Two Big Events

#tesisong

Alhamdulillaah... Tsumma Alhamdulillaah...
Tiadalah, selain kesyukuran yang teramat sangat ke hadirat Allah, Rabb semesta alam.
Dia-lah yang membuat sesuatu yang terlihat tak mungkin menjadi mungkin adanya.
Dia-lah yang Maha menguasai segala sesuatu dan yang Maha Berkehendak atas segala sesuatu...

Flash back 3 bulan belakang.
Dalam catatan harian kutulis, bahwa rasanya sulit sekali membayangkan bahwa aku akan menyelesaikan studi dalam dua tahun. Kejar data. Kejar Validasi. Kejar responden. Perbaikan sana sini. Kendala-kendala di lapangan sering kali tak terdugakan. Dan di sisi yang berbeda, ada hal "besar" lainnya yang juga mesti dipersiapkan : pernikahan.
Kata Pembimbingku kala itu di email: "Sepertinya berat yaa Fathel, menggabungkan antara pernikahan dengan penelitian?"
Waktu itu, aku jawab, "Iya Bu, memang terasa agak berat. Tapi in syaa Allah saya berusaha untuk melakukan yang terbaik dan se-optimal mungkin  di keduanya, Bu."

Read More

Man and Woman Difference [Part 1]

Sebelum berjumpa bantal dan guling, gatel banget pengin nulisin iniiih niih, sesuatu yang getoooll banget pengin akuuh bahas (malah muncul di saat-saat lagi genting dan need focus to #tesisong). Saat-saat beginiih niih, malah tulisannya John Gray PhD plus discuss ringan dengan seseorang di Riyadh sana lebih menarik untuk ditekuni dari pada tulisannya Pak Hoffler et al , 2010. Hihi... Ahh udahlahh, dari pada akuuh penasaran teruus, mending aye tulisin dulu ajah niih, sekalian memuarakan apa yang pengen dituangkan. :)

Sebelum berangkat ke intinya, sharing tulisannya John Gray and my discuss with my luvely hubby, mari kita paparkan sedikit penelitian ilmiah dari Zaidi, 2010, ahli anatomi dari King Saud University, Riyadh [kalo udah nyebut kata Riyadh ini, menimbulkan sensasi semacam perasaan ingin segera ke sana dan menjumpai seseorang deehh.... ;)] yang membahas dan me-Review tentang Gender Differences in Human Brain. Ga tanggung-tanggung, ada 276 sitasinya. Ma syaa Allah. Betah bet beliau ngebahas segitu banyak jurnal ilmiah yah? Sesuatu yang ga gue banget dah! Kalo baca jurnal ilmiah, aye pailng baca abstrak trus langsung ke metode, result and discuss dan yang paling penting "the conclusion". Hihi... :D.

Nah, back to topic dah tentang Gender Differences in Human Brain. Tentu saja ini bukan bermaksud genderis loh yaah, tapi ma syaa Allah, secara anatomis dan fisiologisnya, ternyata otak laki-laki itu memang berbeda dengan perempuan. Sedikit berbeda. Dan perbedaan ini lah yang kemudian menyebabkan cara berpikir dan cara menyikapi sesuatu antara laki-laki dan perempuan itu berbeda. Ditambah lagi pengaruh hormonal yang ternyata juga memberikan perbedaan yang  cukup signifikan antara laki-laki dan perempuan. Nah, secara anatomis telah ada evidence bahwa otak laki-laki dan perempuan itu beda. Sekarang secara psikologis (yang notabene juga adalah hasil penyikapan dari cara berpikirnya si otak), telah dibahas secara lebih mendalam oleh John Gray, PhD, Allan dan Barbara, dan Dr. Thariq Kamal An-Nuaimi. (Karena dari dulu aku memang tertarik membaca buku yang beginian. Udah koleksi juga bukunya, tapi belum sempet dibaca ajaahh... Hihi... -_-') dan sekarang sudah berjumpa praktiknya sekalian bersama seorang laki-laki (kalo dulu aku ngebahasnya baru sekadar ranah teori doang), membuat pembahasan ini semakin menarik buat akuuhh.

Sejujurnya, aku tidak ahli dan tentu saja masih jauh dari paham mengenai hal-hal psikologis beginian. Tak berilmu jugak. Tapi karena aku demen buat ngebaca yang beginian, sedikit banyaknya terinfluence juga... Ditambah lagi, aku dan suami kadang suka bahas beginian, lalu suka angguk-angguk sendiri sambil membatin "Hehehe, ternyata begini yah? Hihi.... :D".


What's a long "mukaddimah" that is... -_-'

Read More

Hibernate

Sejak tanggal 12 Juni lalu, aku merasa siklus tidurku sangat berantakan. Ulah #tesisong yang mengejar deadline. Sebenarnya ini hal yang sangat tidak baik. Apalagi, kadang kita (aku lah terutama) melupakan hal-hal yang sebenarnya penting (misalnya : makan, tidur, istirahat, dll) jika sudah fokus pada sesuatu. Udah otak diperas, istirahat kurang, tidur sedikit, parahnya kadang suka lupa makan (tapi hal terakhir sih sudah berupaya untuk diperbaiki. Apalagi sudah sering diingatkan oleh suami, orang tua, untuk tidak melupakan makan di saat-saat seperti ini terutama. Big thank's for everything my luvely hubby, my luvely parents).

Sebenarnya, hal ini tidak saja terjadi pada diriku, tapi juga temen-temen angkatanku. Dan rata-rata polanya sama. Begadang, trus lupa makan. Biasanya kalo udah ngumpul sama teman-teman di suatu seminar hasil misalnya, celotehnya, "Aku baru tidur jam 3 loh tadi malem.", "Ehh, ko sama sihh. Mending kita calling2 an yaah biar saling menyemangati.", "Deuhhh, aku belom sarapan niih, belom makan sejak tadi malem.", "Iya niiihh, aku jugaaa. Kalo udah bigini niih, udah nda inget makan lagi ya."
Ckckckck....

Alhamdulillaah, episode "berpetualang" dengan huruf-huruf dan bahasa ilmiah (yg bikin puyeeeng), hunting dosen, sudah terlewati. Meski aku merasa betapa banyak kesalahan, kekurangan, dan keberantakan dalam 139+18 halaman tesisong itu. Kadang, bikin aku scare banged buat menghadapi hal paling besar untuk periode perkuliahan ini. Yap, S-I-D-A-N-G. Entah kenapa, terasa berat, tidak siap dan agak "menakutkan". Sebenarnya, ini bukan kali pertama aku menghadapi sidang. Aku sudah melewati dua kali sidang sebelumnya (Sidang S.Farm dan sidang Apt). Ketika menghadapi kedua sidang sebelumnya ini, aku cukup enjoy, tidak ada kekhawatiran yang berlebihan, pokonya enjoy dan santai ajah. Alhamdulillaah, bisa melewati keduanya dengan mulus. Tapi, ketika menghadapi sidang yang ketiga ini, aku merasa scare bangeett. Padahal, sebenarnya sidang bukanlah hal yang begitu besar jika harus di compare dengan banyak episode besar dalam kehidupan kita lainnya. Ia hanya salah satu episode terbesar dalam perkuliahan, tapi bukan episode tersebesar dalam kehidupan.

H -3 Sidang, in syaa Allah.
Hari ini aku masih ber-hibernate. Membayar kepenatan 17 hari belakangan. Si tesisong masih belum tersentuh. Dan parahnya, aku kadang bingung harus memulai belajar dari mana? Apalagi tesisongnya tendensiusnya lebih ke ilmu sosial kemasyarakatan dan bukan full farmasi. Jadi, binun harus memulai dari mana pengembaraan di padang yang luas ini (hehe, lebay banget ini mah!).
Okeh, aku hibernate dulu ajah kali yaah. Sembari mempersiapkan everythings. (Gimana cara mempersiapkan segala sesuatu kalo lagi hibernate coba? hihi... #mulaingaco)

Skedul is made at 28 Desember 2012 ^__^
#SEMANGAT!
Smoga rencana kita bersesuaian dengan rencana-Nya...
Sebab #tesisong bukanlah sesuatu yang besar jika harus di compare dengan banyak hal lainnya dalam lini kehidupan, maka janganlah #tesisong membuat kita (aku terutama) melupakan, mengabaikan dan melalaikan hal lain yang lebih penting (astaghfirullaah... astaghfirullaah.... astaghfirullaah...)

So, let's hibernate again (loooohhh????? :D)
Read More

#Nausea, #Vomiting, #Saturated

Huaaaahh... Ma syaa Allah...
Rasanya, #revisian ini bikin nausea vomiting deehh... Udah saturated banget rasanya....
Tapiii, harus bertahan. Iya, harus tetap bertahan! Tinggal 10 hari lagi in syaa Allah... Sepuluh hari lagi in syaa Allah...
Jadii, hayoo bersemangatlah fathel! Bersemangatlah!

#Semangat, 0207'13 in syaa Allah


#Semangat!
#Semangat! #Semangat!
#Semangat! #Semangat! #Semangat!
#Semangat! #Semangat! #Semangat! #Semangat!
#Semangat! #Semangat! #Semangat! #Semangat! #Semangat!
#Semangat! #Semangat! #Semangat! #Semangat! #Semangat! #Semangat! 
#Semangat! #Semangat! #Semangat! #Semangat! #Semangat! #Semangat! #Semangat!
#Semangat! #Semangat! #Semangat! #Semangat! #Semangat! #Semangat! 
#Semangat! #Semangat! #Semangat! #Semangat! #Semangat!
#Semangat! #Semangat! #Semangat! #Semangat!
#Semangat! #Semangat! #Semangat!
#Semangat! #Semangat!
#Semangat!
Read More

Nyeracau :D

Setelah sekian lamaaaaa sekali rasanya tidak melirik blog, dan mulai periksa sana sini apakah sudah banyak laba-laba yang bersarang, ataukah halaman yang rumputnya menghijau, hihi... akhirnya hari ini aku menyambangi blog iniih. Setelah melewati hari-hari yang sungguh beraat dalam 3 pekan belakang (dan in syaa Allah hari-hari yang berat pula 2 pekan ke depan, 12 hari sebelum Sidang... Semangaaatttt!!). Rasanya, kadang ingin tertidur pulas saja, membayar dua minggu (dan lebih intens nya 5 hari terhitung mundur ke belakang sejak tanggal 17 Juni) belakangan yang berkutat terus dengan lembar quisioner, SPSS, dan tentu saja menu yang paling utama yang menjadi causa kejadian 2 minggu belakangan : tesisong.

Read More

Limited Day

Okeh, kali ini aku mau currrrhhaaaatt.... Grrrhhhhh....

Hari ini aku ke puskesmas 1, dan menyelesaikan dan melengkapkan sedikit kekurangan data. Melirik jam henpon yang masih menunjukan jam 10. Wah, in syaa Allah masih keburu menuju puskesmas 2. Jadi buru-buru deh aku tancap gas. Tiba-tiba pak polisi nyetop aku, "Maaf, tidak bisa lewat sini." Oh ya udah, aku muter.
Pas di persimpanganketemu pak polisi lagi.  "Maaf tidak bisa lewat sini. Lewat sana ajah." Okee, aku ikutin titah pak polisi lagi. Belok kanan, muter-muter. Sampai ketemu persimpangan lagi. Banyaaak banget motor dan mobil dengan arah berlawanan denganku. Pas gitu, ketemu polisi lagi. "Maaf tidak bisa lewat sini, muter lewat sana ajah. Ada tuh jalan alternatif."
Huaaa, ma syaa Allah ini kali ketiga aku disetop pak polisi dan disuruh cari jalan alternatif. Fiiuufff....
Akhirnya, aku cari jalan alternatif lagi, belok kanan. Udah kaya peserta racing sepeda motor akuhh karena jalannya kaya bukit, naik turun gituh. Udah gitu banyak bebatuan dan tidak diaspal lagi. Oke..oke...aku ikutin titah bapak-bapak berseragam yang punya pistol itu.
Eh, pas di persimpangan lagi, aku disetop lagi bersama puluhan pengendara lainnya. Kali ini benar-benar gak ada jalan lain. Aku kejebak. Di depan udah penuuhhh dengan motor dan mobil, di belakang pun begitu. Kaga bisa bergerak sama sekali. Mana matahari lagi terik-terik nyaa. Ma syaa Allah... Satu setengah jam aku kejebak di sana. Dari jam sepuluhan hingga setengah dua belas. Dan itu artinya, aku tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju puskesmas 2. Karena nyampe di sana kan sekitaran jam 12-an gituh, dan jam pelayanan sudah ditutup jam segitu.

Ini adalah waktu-waktu yang sebenernya sangat limited. Jadi, 1 hariii ajah tuh sangat berharga bagi akuu... Nah, hari ini itu sebenernya aku bisa mengejar beberapa data dan "memburu responden" karena udah limit mendekati deadline. Tapiiii, karena ada simulasi alias gladi resik Tour de Singkarak (TdS), semua jalan di blokir. Dan aku adalah salah satu dari ratusan orang yang kejebak, tidak hanya di jalanan itu, tapi di setiap persimpangan sepanjang jalan raya. Huhu...

Read More

eS Pe eS eS

Berikan padaku script-script macromedia flash, in syaa Allah akan aku "lahap". Jika tak bisa, aku mungkin akan "jungkir balik" untuk membisakannya.
Tapi jangan berikan aku SPSS, karena itu membuat aku pusiiiing, puyeeng... Astaghfirullaah...
Dulu, aku memilih penelitian deskriptif karena tak perlu pusing dengan statistik. Dan sekarang, mau tak mau, statistik adala sesuatu yang tak mungkin untuk dihindari. Aahhh... tolooooong...

Statistik oh statistik...
Dari duluu, sejak jaman SMP pun sepertinya tak pernah memikat hatiku. Sejak jaman-jaman masih cupu ala anak SMP, belajar mean, median, modus adalah bab pelajaran matematika yang paling aku hindari.
Ogahhh banget kalo udah begitu topik bab matematika nya. Padahal dulu demen matematik juga loh.
Dan kini, setelah sekian lama, aku harus kembali mengakrabi tidak hanya Mean, Median, Modus, Standar Deviasi, tapi juga Chi-square, McNemar, Pearson, ANOVA, T-test.

Tapi, aku harus semangaaaaattt!!!
HARUS SEMANGAAAAATTT!
Karena, semakin aku bisa segera menyelesaikan SPSS nya, semakin aku punya peluang untuk segera bisa bertemu seseorang in syaa Allah... ;)
Read More

Cowo Cakep dari Balik Kaca

Adalah hal yang menyenangkan pagi menjelang siang ini bisa menemani cowo cakep (dari balik kaca). Ya, meski cuma lewat screen laptop. Tapi, saat ini it suffice for me. Meskipun si cowo cakep lagi berkutat sama laptop dan segenap software yang sama sekali tidak aku paham apa itu [dulu demeeen banget dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan komputer2an dan sempet ingin masuk kuliah perkomputeran, alhamdulillaah sekarang Allah hadirkan ahli informatika yang hebat sekali. I'm proud of him ;)]

Menatap cowo cakep yang lagi asyik dengan laptop dan sofware nya. Hihi. Ingin sekali mengajak cowo cakep-ku ngobrol. Tapi tidak ahh, aku tak ingin mengganggu pekerjaannya. Jadii, menatapnya dan menemani kesibukannya saat ini suffice for me lah. Sesekali, aku sela juga sih. Nanyain apakah si cowo cakep sudah sarapan atau belum. Rasanya, pengen sekali punya pintu ke mana saja si doraemon biar aku bisa ke sana. Atau pinjam baling-baling bambu nya deh. Tapi, kalo pakai baling-baling bambu, nyampe berapa lama yah? Wong naek pesawat terbang ajah 9 jam. Gak jadi deh pinjem baling-baling bambu. Pinjem pintu ke mana saja ajah deh :D. Ahaha, ngacoo bangeett yaahh...
Ini bukan hal sebenarnyaaa...
Sebenernya, menurutku sih yaa (ini murni pendapat pribadi looh, siapapun boleh mengkoreksi) menyuguhkan film di mana ada "solusi tak masuk akal" merupakan pendidikan yang kurang baik. Kenapa? Karena anak diajarkan untuk mendapatkan solusi instan dan parahnya, tidak masuk akal, untuk setiap permasalahan mereka. Gak bisa ke mana-mana, trus ada baling-baling bambu. Jika dijahilin, nanti ada alat buat balas dendam. Lantas, anak tumbuh sebagai peng-khayal tingkat tinggi dan berharap segera berjumpa solusi seperti tontonan mereka. Padahal, adakah itu di dunia nyata? Tentu tidak kan yah?

Read More

Saat-Saat Pagi Menjelang Siang

Sambil ngelirik jam di HP, aku perhatiin lalu lalang orang di puskesmas. Sudah jam 11. Masih ada "mangsa" (eehh, responden) lagi nda yaah? Mulai sepi puskesmasnya. Aku coba "intipin" di loket antrean karcis. Tampak-tampaknya tak ada "mangsa" (aihhh, respondeeen Fatheeeell, hihi :P) lagi. Siap-siap untuk cauuu... sesegera mungkin kalo bisa. Aku mohon ijin pamit bentar sama Ibu-ibu dan uni-uni di puskesmasnya, lalu menuju parkiran motor, starter motor dan pulang. Alhamdulillaah... Saat-saat yang ditunggu-tunggu pun tibaa... :)

Aku selalu menanti-nantikan waktu pagi menjelang siang [Kalo kemarin-kemarin waktu malam juga :)] untuk bisa "bertemu", tersenyum cerah dan berceritaa panjaaang lebaaarr dengan seseorang di belahan bumi sana dan yang sangat aku cintai tentunya :) . Dan aku sangat menanti-nantikan waktu pagi menjelang siang. Perbedaan waktu yang lamanya 4 jam memang kadang membuat kita kesulitan mencari waktu yang "pas". Pas di sana dan pas di sini. Dan alhamdulillaah setidaknya selama 1-2 jam kita bisa "bertemu" dan ngobrol bareng :)
Yaa, alhamdulillaah masih bertemu dan ngobrol, meskipun hanya lewat "kaca" (yang sering membuat aku rasanya ingin melompati screen laptop ini kemudian tiba-tiba sudah berada di sana, bersamanya. Agak ngaco yaa? Hihi). Sungguh ingin berterima kasih sekali kepada penemu Skype yang memfasilitasi kita buat ngobrol (pan kalo pake pulsa telpon mahaaal bet. Hihi :D). Tapii, penemu Skype itu siapa yaah? *nguing..nguiing... Btw, siapapun kamuu, makasih yaaa :D, Smoga mendapat balasan kebaikan dari-Nya.
Tapii paling keseel kalo internetnya lagi error. Tiba-tiba diskonek. Konekin susah-susaah, ehh sama si jaringannya malah di-DC-in. Sebel nda tuuhh?? Bangeett... hihi... :D
*Suka duka dunia per-internet-an.

Tapi yang jelas,... meski ada rintangan (semacam jarak jauh begini), Alhamdulillaah ada kemudahan dari-Nya. Dan, "tabungan" kangen nya ituu jauuh lebih banyaak kalo berbatas jarak. Hehe... Meskipun kangen itu (menurutku :D) adalah rasa yang unlimited. Tanpa batas. Tapi akan lebih berasa jika diperantarai jarak :)
Apapun itu adanya, smoga menjadikan kita (diriku terutama) bersyukur kepada-Nya, sesuatu yang sering manusia luput (terutama aku). Karena rintangan itu pastilah akan selalu ada dalam kehidupan ini, meskipun jarak berdekatan. Ia akan hadir dari berbagai sisi kehidupan.
Smoga ini menjadi reminder bagi diriku sendiri. Agar aku tidak terlalu bergembira (berlebihan) terhadap apa yang dikaruniakan-Nya dan agar aku tidak terlalu bersedih dengan apa yang luput dari kita. :)
Read More