Al Romansiah

Math'am Al Romansiah alias Restaurant Al Romansiah adalah salah satu restorant yang terkenal di Saudi. Kayak restoran Sederhana kalo di Indonesia mah. Dulu, pertama kali mendengar kata Romansiah, aku berpikir ini restoran koq kedengarannya Romantis gituh yaah. Wkwkwkwk... Al Romantika kaliii... :D :D

Naah, ketika baru datang ke Riyadh 2 tahun lalu, suamikuh tercintaah ngajakin nge-date di restoran Al Romansiah ini. Menunya? Ibil... Yak, daging unta. For the first time I have tasted the camel.

Sejujurnya, kala itu sama sekali tak bersahabat dengan lidah. Hihi.. Dan waktu pun berlalu dengan cepaat. Tak terasa sudah 2 tahun menjadi penduduk Riyadh. Daaan, lidah pun sudah bertransformasi. Jadi kayak apa tuh lidah bertransformasi? Qiqiqiqi.. Diksi yang tepat adalah ber-adaptasi dengan berbagai rasa. Rasa ala Pakistan (semisal Briyani). Rasa ala Arabian and Middle east.

Jika dulu (apalagi pas hamil Aafiya) mencium aroma masakan Arab atau Pakistan bisa mabook beraaat, sekaraaang koq udah bisa request makanan yang notabene dulunya paling dihindari?

Kesimpulannya:
- ternyata soal lidah, aku udah berhasil move on. Mabruuuuk... wkwkwk
- hikmah jauh dari rumah makan Padang: jadi bisa menyicipi makanan lintas negara. :P

Seperti hari ini, emak Aafiya lagi kepengen Nusfh Fahm nya Al Romansiah. Maknyuuuss... Alhamdulillaah bini'matiHi...

***
Dudududu, jarang ngeblog. Lagi banyak ikhtibar dan next week in shaa Allah ikhtibar Nihayah (final exam) utk term ini. Do'akan biar bisa lulus dan naik kelas ke Mustawa Tsani yaa Bloggie... ;)

Read More

Lembah Tandus yang Tak Pernah Mati

Alhamdulillaah... tsumma alhamdulillaah...
Alhamdulillaah bini'mati-Hi...
Selalu saja menakjubkan rasanya setiap menginjakkan kaki di tanah Haraam... Lembah tandus, penuh bukit batu, penuh cadas, namun... tak pernah mati. Tak pernah hening. Tak pernah sunyi. Tak pernah tidur. Tak pernah senyap. Selalu ada kehidupan, 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, dan 365 hari dalam setahun. Jam berapa pun engkau datang, engkau akan mendapatinya dalam keadaan penuh dengan manusia-manusia yang ingin menuju-Nya. Ma syaa Allah... ma syaa Allah...

Tanah mulia ini, tanah Haram ini, selalu dirindui untuk dikunjungi. Oleh sesiapapun yang dimuliakan Allah dengan keislaman, karena nikmat berislam adalah karunia terbesar dari- Nya. Tempat itu adalah tempat terbaik di muka bumi yang mana shalat di sana akan diganjar 10.000 kali lipat. Allahu akbar!

Mungkin duduk di hotel berbintang di sebelahnya secara kasat mata terlihat lebih nyaman. Tapi, banyak orang yang jauuuh lebih nyaman di tengah teriknya mentari, bermunajah di hadapan-Nya. Karena jiwanya, hatinya yang nyaman, bukan tubuhnya.

Semoga Allah mudahkan bagi kaum muslimin yang ingin mengunjungi tanah mulia ini, agar segera dapat mengunjunginya...
Aamiin yaa Allah...

Perjalanan Makkah-Riyadh, 29 November 2015, ma'a Zaujiy wa Bintiy... ^_^

Read More

Namanya Raisha

Raisha.
Namanya langsung lekat di memori karena nama itu cukup familiar di indonesia. Banyak orang indonesia menggunakan nama itu kan ya. But, Don't ask me how to spelling her name. Aku taunya ya Raisha karena itulah yg kudengar. Hehe...

Raisha adalah teman satu kelasku di Madrasah Daar Adh Dhikr. Satu-satunya yang berkebangsaan India. Aku berbincang lebih banyak dengannya ketika sela-sela waktu peralihan pelajaran Qur'an ke Pelajaran Arabic atau Pelajaran Dirasat Islamiyah.

Suatu ketika aku bertanya lebih banyak soal keluarganya, anaknya, suaminya. Hihi... Kepo banget sih guweehh. :P
Ternyataaaa... anak pertama Raisha saat ini usianya 25 tahun dan sedang kuliah di Australia. Anak bungsunya setingkat SMP (aku lupa grade berapa).
Usia anak pertamanya tak terpaut jauh denganku. Artinya, usia Raisha sendiri sekurang-kurangnya 40-an tahun kan yaa?
Read More

Special Gift from Someone Special

Alhamdulillaah, bini'matiHi..., Allah memberikan kesempatan bagi kami untuk ziarah ke masjid Nabi, Madinah Al Munawwarah. Maka nikmat Allah mana lagikah yang aku dustakan.

Di tempat yang spesial ini, someone spesial memberikan spesial gift. Waaaaa.... senang banget, Alhamdulillaah.. tsumma Alhamdulillaah.... Jazakallaahu khair Zaujiy...

Pada kepo ga sih, apa Hadiahnya?
Hihihi... emang kamuuuh siapaah Fatheeeel, kudu di-kepo-in? :P
Heuheu...
Hadiahnya adalah Jam Tangan Al-Fajr, the best watch ever I met in the world... :)
Special Gift <3

Aku sedari dulu memang penggemar jam tangan (apalagi yang anti banting dan tahan air). Jam tangan sangan memudahkan sekali untuk mengetahui waktu dengan cepat, menurutku. Kalau mengandalkan HP,sering kali kadang keberadaannya entah di mana di saat kita butuh, dan spent more time sebab harus nyari-nyari dulu. Paling tidak, jikapun keberadaannya terdeteksi, mengeluarkan HP dari dalam HPO, Tas, saku, juga membutuhkan waktu kan yaaa.  Itulah sebabnya, aku sangat menyukai jam tangan. Dan oleh sebab itulah Abu Aafiya menghadiahkan aku jam tangan. Tau ajaaah, Cintaaah... Hihihi...

Sejak mengenal jam Al Fajr, rasanya aku tidak bisa lagi melirik jam merek lain seterkenal apapun itu. Mau Sw*tch keq, mau G*cci keq, mau C*sio keq, atau jam tangan dengan dengan harga di atas enam digit angka rupiah alias jutaan? I'm not interest, titik!
Read More

Let's Start ;)

Waahh dah lama bgt nda posting di blog. Soksok sibuk.. hihihi...
Mau cerita nih tentang... memulai sesuatu.
Ceritanya, ada acara "Semarak Muharam" yang diadakan oleh PKS DD Riyadh. Acara utamanya ya bazaar bagi ibu-ibu. Naah, si emak Aafiya ceritanya mau belajar untuk berdagang. Hihihi...
Selama ini, jika ada bazaar aku paling seneeeeng bgt... Tinggal dateng sana dateng sini, liat2 makanan indo, dan suka laper mata. Borong banyak-banyak. Astaghfirullah. Sekaraaang, mencoba untuk menjadi bagian dari orang yang berdiri di balik meja Bazar. :)
Read More

Semoga Syahid Wahai Tamu Allah

The Prophet صلى الله عليه وسلم:

'The one who dies beneath a collapsed building is a martyr '

Ahmad (23804), Abu Dawood (3111) and al-Nasaa’i (1846) from Jaabir ibn ‘Ateek (may Allah be pleased with him)

Classed as saheeh by al-Albaani in Saheeh Abi Dawood.

May Allah accept them. Aameen, best place to die.

Source:
https://english.alarabiya.net/en/News/middle-east/2015/09/11/Scores-killed-in-Makkah-crane-collapse.html

***
A man  is state of Ihram was brought to the Messenger of Allah ﷺ and he was thrown by his camel and has his neck broken and had died. He then said: ((Wash him with water and Sidr, shroud him in his two garments (that he was wearing for Ihram) but do not cover his head, for he will be raised on the Day of Resurrection reciting the Talbiyah.)) Agreed upon
Muslim 1206 a
Bukhari 1265

****

Good message at the right time. Wallahi, I wish to be among the dead there. As Rasoolullah said that if you wish to have your death in a sacred place wish that you die in Madhina. Imagine the status of the dead..
1) they are hujjaj,
2) some of them are in ihraam,
4) they are in Haram (the house of Allah and the most sacred place on the universe)
5) they died on a Friday
6) they are reciting the tarbiyah
7) some of them are performing tawaaf
Allahu akbar..Allahu akbar...can anyone ask for a better death....Subhanallah....May Allah swt grant us a death that will be earn is the glad tidings when our soul reaches our CREATOR..Aameen Ya rabbul aalameen

*****

Grup-grup wa di beberapa komunitas di Riyadh sedang dihebohkan dg berita duka yang berasal dari Makkah. Sebagaimana diketahui saat ini sedang ada renovasi masjidil haraam dan mataf dikelilingi oleh alat-alat berat. Adanya badai pasir yang dahsyat menyebabkan alat berat sekelas crane jatuh dan menimpa jamaah. Ada puluhan bahkan ratusan korbannya...

Ya Allah... semoga Allah mengkaruniakan mereka syahid... sebagaimana hadits di atas. Aamiin yaa Rabb...

******

Ah...
Kematian itu tak ada notifikasi sebelumnya tentang kapan dan di mana...
Beruntunglah orang-orang yang kembali kepada-Nya dalam keadaan sebaik-baiknya--husnul khatimah..

Sungguh... ketika tawaf... hati sedang tunduk setunduk-tunduknya di hadapan Rabb, Allah... dan di saat itulah mereka kembali kepada-Nya... betapa beruntungnya mereka...

*******

Semoga akhir kehidupan kita adalah sebaik-baik penutup...

Sungguh... untuk dapat pelayanan terbaik di hotel berkelas saja, ada harga yang harus dibayar.

Lantas, bagaimana mungkin aku berharap surga dengan amalan yang pas-pasan? Surga jauuuuhh lebih mahal dari itu, wahai diriku..

Astaghfirullaah...

Read More

Berani 'Salah'

Alhamdulillaah aku telah beberapa hari mengikuti sekolah di Daar Adh Dhikr. In syaa Allah pekan depan ada i'tibar alias postest alias ulangan. Nah setelah ulangan in syaa Allah libur panjang hajj. Horee.. #ehh.. :D :P

Ini hanya postingan singkat... sekedar refleksi saja. Beberapa hari mengikuti kelas, ada perbadaan signifikan antara pendidikan yang aku pernah rasakan di indonesia dengan orang-orang dari luar indonesia. Secara statistik p < 0,005 pake analisa Mc. Nemar (ihh apaan siih... ahahaha)... becandaaa..

Perbedaan signifikan itu adalah tentang "berani salah".
Dulu semenjak jaman SD (entah itu di SD-ku saja), ketika guru berkata, "hayo anak-anak siapa yang mau maju kedepan (atau siapa yang bisa menjawab)...silahkan ngacung" sang guru pun mengajukan pertanyaan. Rata-rata murid-murid pada diam dan malu-malu untuk mengacungkan tangan. Surut sebelum berjuang. Kenapa?
Karena kita lebih sering membudayakan "cimeeh" alias cemooh-an ketika jawaban kita salah. Kita tidak berani maju ke depan atau mengacungkan jari menjawab pertanyaan karena kita TIDAK "BERANI SALAH". Paradigma yang terbentuk adalah "nanti kalau aku salah jawab, diketawain."

Kadang bukan hanya di kalangan siswa, sebagian oknum pahlawan tanpa tanda jasa pun (catat: hanya sebagian) juga ikut menambah daftar panjang keterpurukan ini dengan kata-kata semisal, "kamu itu... masa' begini aja ga bisa." Murid dituntut untuk perfect dan benar. Ga boleh salah. Padahal, kalo udah benar dan pintar... ga perlu sekolah lagi kaan.. Justru dari salah lah kita lebih banyak belajar.

Nah itulah bedanya. Teman-teman sekelasku, aktif dan berebutan unjuk jari ketika sang guru bertanya atau meminta sesuatu misal hiwar atau percakapan..

Yaa.. semacam revolusi lah bagi diriku sendiri terutama terlebih dahulu agar berani salah.. :)

Read More

Hari Pertama Sekolah

Alhamdulillaah... di akhir agustus kemarin kami sudah kembali berada di Riyadh setelah sekitar 2 bulan pulang ke kampung halaman (khusus Abu Aafiya 3 minggu hehe...). Wara-wiri dalam 3 minggu terakhir, menempuh 11 daerah... (Padang-Muaro Labuah-Sangir-Sungai Pua-Bukittinggi-Padangpanjang-Jakarta-Depok-Bandung-Majalaya-Garut). Aafiya sempat demam, begitu pula emak dan bapaknya. Mungkin karena kecapean bolak-balik sana sini... menempuh perjalanan ke berbagai daerah tersebut. Alhamdulillaah 'ala kulli haal, Aafiya over all tetap kuat... :)

Ketika balik ke Riyadh, pesawat delay sampai 3x... Menurut jadwalnya, kami landing sekitar jam 8.15 pm waktu Saudi. Ternyata real nya baru mendarat sekitar jam 3-an dini hari jam Riyadh...
Aku dapat messej bahwasannya sekolah kami (Daar Adh-Dhikr) memulai term ini di hari selasa (tanggal 2 September 2015). Waahh... baru 3 hari di Riyadh udah langsung mulai sekolaah. Aku masi jetlag. Aafiya apalagi. Masi jetlag bangeeet... Tapi Alhamdulillaah 'ala kulli haal.. baliknya sebelum sekolah dimulai.

Read More