Ada beberapa pertimbangan kami ketika memilih household.
- soal selera, hehe.
Ini penting loh! Kami memilih yang memang cucook dengan selera, heuu... Alhamdulillaah kalo soal per-funitur-an, aku dan suami punya cita rasa 'selera' yang sama. Suka yang modelnya simpel, nda ribet, polosan, dan elegant. Hehe...
- Jarak dari rumah
Biasanya kami memilih yang jaraknya nda terlalu jauh atau pusat kemacetan seperti daerah Batha dan Hara
- Timing collected household nya
Household yang Bisa di pick up bersamaan, lokasi berdekatan, lebih dipilih dari pada yang lokasinya jauhan apalagi waktu utk collection nya berbeda. Ini menyangkut cost untuk pemindahan barangnya. Karena untuk 1 kali pick up, cost nya lumayan besaaar, jadi untuk meminimalisir ini, kita juga memilih yang timingnya samaan. Total pick up, dismentle, dan assembly alhamdulillaah cuma 2 kali untuk proses pindahan kami. Pertama untuk AC dan bedset. Kedua untuk kitchen cabinet dan beberapa furnitur "jeroan" yang kita beli dari orang yang sama. Hehee...
Untuk beberapa barang elektronik (mostly barang elektronik) seperti free standing cooker (bahasa bekennya "kompor" wkwkwk), kulkas, mesin cuci, kita memang prefer beli baru. Bukan nda mau yang second hand sih sebenarnya. Ini murni karena soal pick up dan installment. Karena kita mesti pertimbangkan jarak dan waktu pick up juga. Mostly, kan masi dipakek karena itu barang yang penting untuk perumahtanggaan hihi. Kalau nunggu yang bersangkutan benar-benar berangkat, kita mesti mikirin lagi cost untuk pick up nya yang kalo dihitung-hitung hampir sama dengan beli yang baru (apalagi kalo dapet yang diskonan, free delivery and installment), kenapa tidak pilih yang baru sahaja? Hihi...
JUST MODIFY
Barang yang kita beli, adalah fungsinya. Soal penampilan, nomor dualah. Selagi sesuai "selera" (baca: gak norak dan ribet), masih kuat dan bagus, fungsinya termanfaatkaan, angkuuut! Nanti tinggal modify! Keluarkan jurus kreasinya. Hihi...Ini salah satu contoh hasil modify, our shoe cabinet. Yang awalnya penampakannya yaa begitu deeh, ada harga ada rupa laah, oleh emak Aafiya di-modify jadi kayak ginii niih (liat di gambarnya ^•^). Secara fisik alhamdulillaah masih kuat dan memah kita pengen fungsinya! Cuma ada penampakannya sedikit mengganjal. Jadiii, tinggal modify ajah. Mainkan kreasinya, hehe.
![]() |
| sebelum dikreasikan |
![]() |
| setelah kenak sentuhan craft :D |
BERSIAP UNTUK HAL TAK TERDUGA!
Bagi yang mau pindahan, sebaiknya perlu menyiapkan diri (dan juga dana cadangan tentunya) untuk hal tak terduga. Banyak hal tak terduga yang tidak kita prediksi sebelumnya. Karena kita baru perta kali miih pindah ke rumah yang nda furnished di sini. Misal, instalasi AC Split yang ternyata ribet dan butuh cost besar. Berbeda dengan window AC yang instalasinya bisa dibilang lebih mudah dan nda butuh cost besar. Contoh lainnya adalah cerita soal kompor. Hehe...Semenjak awal kita emang pengennya kompor listrik sahaja, karena kalo kompor gas capek ngangkutin gasnya ke lantai 2! Hihi... Intinya males ribet lah! Dan lagi, penggunaan kompor listrik di sini (meski 5100 watt) sama aja dengan beli gas. Aku sebenarnya cukup terkesima ketika pertama kali datang ke sini dan liat watt barang elektronik di sini yang besuaaarr banget! Di Indonesia, untuk satu rumah watt nya biasanya rerata 1300-an kan yaa. Bahkan rumah jadul masih ada yang 700. Di sini? Setrikaan sendiri aja 2200 watt! Kompor 5100 watt. Kulkas 1500 watt. AC 2100 watt. Ada 4 AC di rumah. Vacum cleaner 1500 watt. Food processor dan blender 800 watt. Water heater untuk musim dingin 1800 watt,dan ada 3 water heater di rumah. Dan barang elektronik lainnya yang nda bisa disebutkan satu persatu. Coba aja hitung, berapa banyak penggunaan listriknya!
| kompor lagi proses instalasi, kabelnya lagi diobrakabrik, hehe |
Back to kisah kompor listrik. Kita pilih yang free standing cooker karena memang mayoritas di sini free standing cooker. Ada ovennya sekalian, jadi nda perlu beli oven lagi. Hehe. Meskipun emak Aafiya nda begitu hobby baking, setidaknya buat bikin lazy pizza jadi sangat kepake deeh. Awalnya kita pikir tinggal colok aja tuh si kompor listrik! Ehh ternyata prosesnya ribet juga! Harus narik kabel yang 20 Ampere. Harus manggil electrician. Daaan butuh 2 hari untuk menyelesaikannya! Bukan 2 hari full (seharinya paling sekitar 3 jam-an lah). Ini unpredictable buat kita sih. Tapi jadi pelajaran berharga lah.
Alhamdulillaah 'ala kulli haal, meski pada awalnya terasa berat dan berasa PR banget soal hunting household ini, tapi finally selesai juga persis 1 bulan sebelum lahiran Aasiya. Setelah beberes dan settle, alhamdulillaah anaknya baru lahir.




